Bagaimana perawatan untuk fasilitas electrical yang efektif

Bagaimana perawatan untuk fasilitas electrical yang efektif misalnya perawatan trafo TM (Tegangan Menengah), LVMDP, capacitor bank, panel sekunder dan peralatan listrik lainnya sehinga bisa menjamin pasokan energi listrik secara terus menerus bagi proses industri?

Kuncinya adalah menerapkan intruksi kerja perawatan peralatan listrik sebagai pelaksanaan dari SOP perawatan peralatan listrik. Intruksi kerja perawatan peralatan listrik adalah langkah demi langkah dalam melaksanakan perawatan peralatan listrik sesuai standar teknis dan safety yang dilaksanakan oleh operator bagian kelistrikan.

Lebih jelasnya tentang intruksi kerja (WI) perawatan peralatan listrik ini dapat dilihat pada contoh intruksi kerja perawatan peralatan listrik dari salah satu industri yang telah menerapkan OHSAS 18001.

Contoh Intruksi Kerja (WI) Perawatan Peralatan Listrik
  1. Siapkan peralatan perawatan sesuai kebutuhan diantaranya multi tester, obeng, kunci, vacuum cleaner, electric contact cleaner dan APD.
  2. Waktu perawatan minimal sekali seminggu.
  3. Operator electrical memastikan kebersihan semua fasilitas electrical menggunakan vacuum cleaner.
  4. Melakukan pengukuran tegangan incoming 3 phasa LVMDP serta panel sekunder menggunakan multi tester dan memastikan tegangan sesuai, tidak terjadi drop tegangan baik disebabkan pengkabelan atau supplai tegangan PLN maupun ketidak normalan trafo TM.
  5. Memeriksa kekencangan sambungan kabel agar mencegah percikan bunga api akibat sambungan kabel kendor. Pengencangan sambungan baut dan terminal kabel menggunakan obeng tetapi sebelumnya kondisi listrik sudah dimatikan. Memberikan treatment pada sambungan tersebut menggunakan electric contact cleaner untuk menghilangkan karat dan kotoran.
  6. Koordinasi dengan petugas PLN memeriksa panel induk tegangan menengah diantaranya memastikan kualitas isolasi penghantar tegangan menengah agar tidak timbul corona (pancaran listrik)
  7. Operator electric selalu mengenakan APD menghindari resiko terjadinya kecelakaan kerja selama pelaksanaan perawatan fasilitas electrical.
cara merawat instalasi listrik

Perawatan Trafo TM (Tegangan Menengah 20 kV)

Trafo TM adalah trafo yang berfungsi mengubah tegangan 3 phasa 20 kV menjadi 380 V. Trafo TM harus terlindungi dari air hujan sehingga ditempatkan di ruangan tertutup yang dilengkapi dengan AC sebagai pendingin ruangan, penerangan dan drainase lantai jika diperlukan.

Pintu ruangan trafo TM bebas dari benda - benda penghalang jalan masuk atau keluar serta dipasangi sticker "tegangan tinggi, hanya petugas berwenang boleh masuk". Pintu ruangan trafo TM selalu tertutup rapat guna mencegah binatang masuk.

Perawatan utama trafo TM adalah test tegangan tembus oli trafo (purifikasi) setiap 4 tahun sekali atau tergantung beban pemakaiannya menggunakan alat ukur oli dielectric strength tester, semakin tinggi beban pemakaian listrik secara kontinyu setiap hari maka semakin pendek interval waktu untuk melakukan purifikasi oli trafo TM ini.

Purifikasi oli trafo TM bertujuan mengembalikan tegangan tembus oli trafo TM diatas 60 kV / 2,5 mm sesuai standard IEC karena tegangan tembus oli trafo TM menurun seiring waktu pemakaian listrik.

Selain perawatan utama, terdapat perawatan berkala trafo TM setiap tahun pada saat kondisi tidak ada pemakaian listrik seperti saat hari Raya Idul Fitri.

Apa saja perawatan trafo TM tahunan ini?

Pemeriksaan bagian luar trafo seperti kondisi tangki trafo, termasuk semua baut, mur, dan bagian yang dilas, kondisi sambungan kabel terminal-terminal dan pentanahan, silica gel breather sedikitnya 3/4 dari silicagel harus masih berwarna biru, apa bila kurang maka silica gel diganti seluruhnya atau diaktifkan kembali.

Periksa tinggi permukaan oli dan pastikan masih berada di atas batas oli level indicator/gauge, pemeriksaan tekanan nitrogen mengacu standar diantara +2 Psi dan +3 Psi.

Pembersihan isolator terminal memakai kain pembersih kering. Upayakan menggunakan angin bertekanan untuk menghembuskan debu dan keringkan kembali dengan angin dan pembersihan bagian berkarat.

Selain perawatan trafo secara berkala setiap tahun, terdapat perawatan harian trafo TM berupa intruksi kerja perawatan harian trafo TM.

Contoh Intruksi Kerja Perawatan Harian Trafo TM
  1. Pemeriksaan temperature oli trafo terutama bila trafo beroperasi beban penuh. Jika dilengkapi thermometer khusus atau winding thermometer, periksalah indikator, apakah ada tanda-tanda terjadinya beban berat.
  2. Tinggi permukaan oli sesuai level.
  3. Periksa silica gel breather jika trafo dilengkapi conservator. Perubahan warna silica gel menandakan silica gel segera diganti atau diaktifkan kembali.
  4. Pastikan tidak ada kebocoran, kencangkan semua baut dan mur dan periksa kembali kondisi alat-alat perlengkapan trafo.
  5. Trafo jenis hermetically-sealed dengan nitrogen (tanpa conservator) lakukan pemeriksaan pressure vacuum gauge mengacu standar pressure 2 Psi sampai 3 Psi
Operator electric wajib memiliki sertifikasi instalasi listrik sehingga memahami benar pekerjaannya berikut resiko pekerjaan tersebut serta dilaksanakan minimal 2 orang.

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih