Bagaimana perawatan untuk fasilitas electrical yang efektif

Panduan beberapa langkah bagaimana perawatan untuk fasilitas electrical yang efektif sehubungan energi listrik bagi proses industri keberadaanya sangat vital, tidak boleh padam disebabkan peralatan / fasilitas listrik tidak normal sehingga perawatan terhadap fasilitas listrik seharusnya diperhatikan baik secara frekuensinya mapun kualitas teknik perawatannya agar tidak terjadi kerusakan.
bagaimana perawatan untuk fasilitas electrical yang efektif
Berikut adalah langkah - langkah perawatan fasilitas electrical:
  1. Siapkan peralatan perawatan sesuai kebutuhan diantaranya multi tester, obeng, kunci, vacuum cleaner, electric contact cleaner dan APD.
  2. Perawatan fasilitas electrical dimulai dari trafo tegangan menengah (TM), LVMDP, capacitor bank, panel sekunder dan apparatus electric (MCB, saklar, stop kontak, extention) dilaksanakan minimal sekali seminggu.
  3. Petugas electrical memastikan kebersihan semua fasilitas electrical menggunakan vacuum cleaner.
  4. Melakukan pengukuran tegangan incoming 3 phasa LVMDP memakai multi tester dan panel sekunder agar memastikan tegangan sesuai, tidak terjadi drop tegangan baik disebabkan oleh pengkabelan atau supplai tegangan PLN maupun ketidak normalan trafo tegangan menengah.
  5. Memeriksa kekencangan sambungan kabel agar menghindari percikan bunga api akibat sambungan kabel kendor. Pengencangan sambungan baut memakai kunci sesuai dan terminal kabel menggunakan obeng tetapi sebelumnya kondisi listrik sudah dimatikan. Memberikan treatment pada sambungan tersebut menggunakan electric contact cleaner untuk menghilangkan karat dan kotoran.
  6. Petugas electric selalu mengenakan APD menghindari resiko terjadinya kecelakaan kerja selama pelaksanaan perawatan fasilitas electrical.
Trafo tegangan menengah (TM) berikut panelnya terlindungi dari air hujan sehingga perlu ditempatkan dalam suatu ruangan tertutup tetapi perlu diperhatikan bahwa trafo ini akan menghasilkan panas sehingga suhu ruangan trafo dikondisikan normal dan biasanya diatasi pemasangan exhaust fan secukupnya.

Pada area depan pintu ruangan trafo bebas dari benda - benda yang menghalangi jalan masuk atau keluar pintu ruangan trafo. Pintu ruang trafo dipasang sticker tegangan tinggi, hanya petugas berwenang boleh masuk. Pintu ruangan trafo selalu tertutup rapat guna mencegah binatang liar masuk ruangan trafo.

Disamping itu perlu di lengkapi penerangan ruangan secukupnya. Bagian bawah / lantai ruangan trafo adalah lantai permanen serta ada drainase pembuangan air.

Selain trafo tegangan menengah terdapat juga panel tegangan menengah, panel LVMDP (Low Voltage Medium Distribution Panel) dan panel capacitor bank. Semua panel tersebut dikondisikan selalu bersih dan kering supaya tidak terjadi gangguan listrik.

Untuk periode perawatan berikutnya, trafo tegangan menengah ini dilakukan test tegangan tembus oli trafo / purifikasi oli trafo dan dilakukan thermography kondisi sambungan kabel trafo dan panel - panel listrik tersebut. Pelaksanaan thermography dilakukan sekali setiap 5 tahun sedangkan purifikasi oli trafo rata - rata setiap 2 tahun sekali tergantung beban pemakaian.

Metode Perawatan Trafo

Perawatan trafo secara teratur supaya bisa selalu beroperasi aman terutama pemakaian beban penuh. Langkah pertama pekerjaan perawatan trafo berupa pelepasan rangkaian eksternal serta ditanahkan.

Perawatan berkala trafo meliputi perawatan trafo interval 1 tahun dan interval waktu 4 tahun.

Perawatan trafo setiap 1 tahun meliputi

Pemeriksaan bagian luar trafo seperti kondisi tangki trafo, termasuk semua baut, mur, dan bagian yang dilas, kondisi sambungan kabel terminal-terminal dan pentanahan, silica gel breather sedikitnya 3/4 dari silicagel harus masih berwarna biru, apa bila kurang maka silica gel diganti seluruhnya atau diaktifkan kembali.

Periksa tinggi permukaan oli dan pastikan masih berada di atas batas oli level indicator/gauge, pemeriksaan tekanan nitrogen mengacu standar diantara +2 Psi dan +3 Psi.

Pembersihan isolator terminal memakai kain pembersih kering. Upayakan menggunakan angin bertekanan untuk menghembuskan debu dan keringkan kembali dengan angin dan pembersihan bagian berkarat.

Perawatan trafo interval 4 tahun meliputi

Perawatan trafo setiap 1 tahun di atas disertai pengencangan ulang tangki trafo dan pemeriksaan kualitas oli trafo. Oli trafo harus bisa menahan tegangan tembus sebesar 30kV/2.5 mm selama satu menit sesuai standard IEC menggunakan alat ukur oli dielectric strength tester.

Selain perawatan trafo secara berkala setiap tahun dan 4 tahun, perawatan rutin harian trafo juga tetap dilaksanakan. Beberapa poin penting perawatan rutin trafo adalah:
  1. Pemeriksaan temperature oli trafo terutama bila trafo beroperasi beban penuh. Jika dilengkapi thermometer khusus atau winding thermometer, periksalah indikator, apakah ada tanda-tanda terjadinya beban berat.
  2. Tinggi permukaan oli sesuai level.
  3. Periksa silica gel breather jika trafo dilengkapi conservator. Perubahan warna silica gel menandakan silica gel segera diganti atau diaktifkan kembali.
  4. Pastikan tidak ada kebocoran, kencangkan semua baut dan mur dan periksa kembali kondisi alat-alat perlengkapan trafo.
  5. Trafo jenis hermetically-sealed dengan nitrogen (tanpa conservator) lakukan pemeriksaan pressure vacuum gauge mengacu standar pressure 2 Psi sampai 3 Psi
Perlu diperhatikan sebelum pemasangan dan penyambungan Trafo
  • Periksa kembali kondisi trafo. Pastikan tidak ada kebocoran, kencangkan semua baut dan mur, dan periksa kembali kondisi alat-alat perlengkapan trafo.
  • Pemeriksaan silica gel (pengering udara) di breather pada trafo jenis conservator. Warna silica gel siap pakai adalah biru. Bila warnanya berubah merah, silica gel tersebut segera ganti. Penyekat karet penutup flange silica gel harus dikeluarkan sebelum trafo digunakan.
  • Pemeriksaan pressure vacuum gauge trafo jenis hermetically-sealed mengacu standar pressure antara +2 Psi hingga +3 Psi kondisi temperature udara 300C
Factory Acceptance Test (FAT)
Dilaksanakan sebelum trafo diserah terimakan. Pengetesan ini meliputi :
  1. Transformer Turn Ratio
  2. Vector group tapping
  3. Insulation winding resistance, no-load and full-load loss
  4. Withstand voltage test
  5. Induced over-voltage test
  6. Tank leakage test
Memastikan penyambungan Trafo baru

Ukur resistansi grounding antara kumparan primer dan sekunder dengan titik pentanahan dan antara kedua kumparan primer dan sekunder tersebut menggunakan megger. Sebelum di megger, bersihkanlah bushing dengan lap. Jika hasil megger terlampau rendah maka bersihkan bushing dan terminalnya menggunakan cairan pembersih jika perlu, keringkan bushing dan terminal tersebut menggunakan angin panas atau kering.

Petugas electric haruslah memiliki sertifikasi (sertifikasi instalasi listrik) sehingga memahami benar pekerjaannya berikut resiko pekerjaan tersebut serta dilaksanakan minimal 2 orang petugas electric.

Semua hasil perawatan dicatat pada lembar history maintenance agar dapat ditindak lanjuti jika ada masalah saat perawatan dan belum dapat diselesaikan masalah tersebut pada saat yang sama. Lembar history maintenance diketahui oleh kepala electric untuk diambil tindakan selanjutnya.

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih