Manajemen Aset Bergerak

Disini yang dimaksud manajemen aset bergerak adalah pengelolaan peralatan yang berpindah lokasi mengikuti proyek pekerjaan tetapi aset tersebut disimpan serta dirawat di lokasi pabrik ketika tidak sedang digunakan atau sudah selesai pekerjaan proyeknya.

Diperlukan minimal 1 orang tenaga maintenance pelaksana perawatan aset bergerak ketika berada di pabrik serta mengetahui kondisi terakhir aset bergerak ini.

Apa saja peralatan yang masuk inventaris aset bergerak ini?

Tergantung bidang jasa perusahaan masing - masing. Contoh perusahaan penyedia jasa pembangunan dan perbaikan jalan raya, maka peralatan aset bergerak adalah wheel loader, excavator, movable compressor, hammer jig dan peralatan lain penunjang pekerjaan proyek tersebut.

Contoh aset bergerak pada perusahaan penyedia jasa pembersihan tank kapal pengangkut minyak bumi adalah movable diesel compressor, pompa diapragma, manifold, exhaus, selang angin, air winch sampai dengan breathing apparatus, bahkan alat berat bisa masuk ke dalam katagori ini.

Prosedur serah terima aset bergerak melibatkan departemen GA (General Affair), Maintenance dan Project Manager.

Prosedur serah terima aset bergerak berlaku pada 2 kategori perpindahan aset bergerak yaitu:
  1. Pengiriman aset bergerak
  2. Penerimaan aset bergerak
1. Pengiriman aset bergerak

Project manager membuat data kebutuhan peralatan penunjang pekerjaan proyek secara tertulis disampaikan secara langsung atau by email kepada direksi dengan tembusan kepada GA, Maintenance dan Transportasi minimal seminggu sebelum hari keberangkatan ke proyek.

Setelah direksi memberikan persetujuan, secara otomatis bagian yang terlibat pengiriman aset bergerak melakukan tindak lanjut sebagai berikut:
  1. GA mempersiapkan pemberangkatan aset bergerak ini, tidak menutup kemungkinan perlu mobilisasi alat berat seperti forklift dan crane ketika loading aset bergerak.
  2. Maintenance melakukan pengujian akhir aset bergerak agar mencegah adanya kerusakan saat dioperasikan di lapangan dan mempersiapkan sparepart jika terjadi kerusakan selama pemakaian di proyek.
  3. Transportasi mempersiapkan armada pengiriman berikut dokumen manifest, kendaraan, supir dan uang jalan.
manajemen aset bergerak

Daftar aset bergerak dimasukan dalam form pengiriman dan penerimaan aset bergerak beserta jumlah dan spesifikasinya.

Maintenance officer melakukan pemilahan aset bergerak sesuai kebutuhan dilanjutkan pengemasan agar tidak tercampur dengan aset bergerak yang tidak dibawa.

Selanjutnya proses serah terima aset bergerak kepada project manager dengan menanda - tangani form pengiriman dan penerimaan aset bergerak tetapi sebelumnya project manager sudah memastikan secara fisik kondisi aset bergerak tersebut.

Form serah terima aset bergerak dibuat rangkap, salah satunya dipegang maintenance officer sebagai catatan daftar alat dan sebagai surat jalan pendukung manifest.

Dokumentasikan aset bergerak terkirim sehingga bisa menjadi gambaran kondisi fisik aset bergerak saat sebelum dan sesudah dipakai proyek.

2. Penerimaan aset bergerak

Project manager memberikan informasi perihal pengiriman balik aset bergerak melalui pemberitahuan minimal 1 hari sebelum hari kedatangannya aset bergerak. Pemberitahuan ini disampaikan secara resmi dan tertulis melalui email kepada direksi dengan tembusan kepada GA dan Maintenance.

Jika ada kendala penerimaan di pabrik misalnya belum ada alat berat untuk unloading atau personel sedang berhalangan hadir dan kendala lainnya maka GA akan mengajukan permohonan penundaan waktu pengiriman balik aset bergerak.

Delay ini akan menimbulkan biaya sewa tempat dan biaya operasional proyek tambahan.

GA, maintenance dan project manager bersama - sama melakukan pendataan aset bergerak.

Project manager memberikan keterangan di kolom keterangan bagi aset bergerak rusak atau jumlahnya tidak sesuai dibandingkan jumlah saat pengiriman dan segera dibuatkan berita acaranya oleh project manager.

Ketika terjadi kehilangan dan kerusakan aset bergerak bukan disebabkan karena kelalaian, maka segera dibuatkan pengajuan pembelian mengganti aset rusak atau hilang tersebut oleh project manager kepada purchasing.

GA, maintenance dan project manager bersama - sama menanda tangani form pengiriman dan penerimaan aset bergerak untuk closing

Proses pengiriman dan penerimaan aset bergerak untuk keperluan pekerjaan proyek diluar pabrik semuanya harus terdokumentasi dengan baik dan mengikuti prosedur serah terima sehubungan tingginya resiko aset bergerak tersebut hilang selama masa proyek berlangsung, sehingga pada saat kembali ke penyimpanan di pabrik sudah terindikasi dengan baik oleh masing - masing bagian.

Maintenance officer tetap melaksanakan tugasnya. Aset bergerak segera disterilisai melalui pencucian untuk menghilangkan pengaruh lingkungan proyek seperti kontaminasi garam laut atau cairan asam. Untuk aset bergerak kategori bukan mesin dilakukan pelumasan dengan oli atau rust remover supaya tidak korosif selama penyimpanan.

baca juga: Perawatan Untuk Peralatan Yang Sedang Tidak Dioperasikan Dalam Waktu Lama

Kecuali aset bergerak berupa diesel kompresor atau genset diperlakukan berbeda karena
  • Perlu perawatan berkala.
  • Perbaikan saat terjadi kerusakan di proyek
  • Perawatan berupa pemanasan setiap hari.
Keseluruhan aset bergerak wajib mengantongi ijin operasional termasuk ijin KLHK bagi yang bergerak di sektor lingkungan hidup dan wajib memperpanjang ijin setiap tahun agar selalu bisa beroperasi.

Kecuali untuk jenis alat berat seperti forklift, wheel loader dan excavator, izin operasionalnya adalah SILO (Surat Izin Laik Operasi) yang dikeluarkan Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi, dengan perpanjangan izin SILO dilakukan setiap tahun / diperbaharui. Setiap operator yang menjalankan aset bergerak ini wajib mengantongi Surat Izin Operasi (SIO).

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih