4 Pekerjaan Terakhir Sebelum Meninggalkan Pabrik Untuk Mudik Lebaran

4 pekerjaan terakhir sebelum meninggalkan pabrik untuk mudik lebaran agar mencegah resiko terjadinya kerusakan dan kehilangan aset, pemborosan listrik dan kebakaran pabrik berikut 5 tugas bagi yang jaga ketika pabrik sepi selama lebaran serta trik bagaimana menyiasati pembatasan operasional pengangkutan barang saat lebaran yang meliputi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dan penutupan UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) sehingga proses delivery terakhir tetap lancar.

Siapakah pelaksana 4 pekerjaan terakhir tersebut?
  • Departemen Maintenance diwakili operator electric dan didampingi manager / pengganti menager.
  • Departemen Produksi diwakili seluruh operator mesin produksi bekerja di hari / shift terakhir dan didampingi manager / pengganti manager.
  • Departemen General Affairs diwakili security dan didampingi manager / pengganti manager.
4 pekerjaan terakhir sebelum meninggalkan pabrik karena mudik lebaran
  1. Memastikan semua peralatan listrik yang tidak digunakan sudah terputus dari sumber arus listrik
  2. Mengamankan aset bergerak dan aset tak bergerak
  3. Pembersihan dan perapian
  4. Perbaiki pagar dan penerangan jalan
1. Memastikan semua peralatan listrik yang tidak digunakan sudah terputus dari sumber arus listrik

Ini bukanlah trik hemat listrik semata melainkan lebih kepada safety listrik berupa semua peralatan listrik harus dipastikan terputus dengan sumber arus listrik dari instalasi listrik pabrik berdasarkan SOP pekerjaan listrik.

Peralatan listrik ini meliputi mesin produksi pabrik dan mesin utility, peralatan kantor, pompa air, batterey kendaraan dan alat berat, penerangan gedung pabrik serta sumber stop kontak baik di dalam pabrik maupun di dalam kantor.

Pemutusan sumber arus listrik mesin produksi dan mesin lainnya bukan dengan cara menurunkan NFB (No Fuse Breaker) di panel listrik body mesin. Pemutusan arus listrik dilakukan terhadap NFB MDP (Main Distribution Panel) panel listrik pembagi ke setiap mesin.

Pemutusan sumber arus listrik peralatan kantor seperti komputer, printer, AC, mesin fotocopy, dispenser dan peralatan kantor lainnya dilakukan pada MCB (Mini Circuit Breaker) panel listrik pembagi. Termasuk sumber arus listrik pompa air.

Kendaraan / armada transportasi dan alat berat setelah diposisikan di tempat aman maka segera cabut batterey (accu). Tempat penyimpanan baterey di kabin setiap kendaraan dan alat berat dan pastikan pintu kabin terkunci rapat.

Beberapa peralatan listrik tetap hidup seperti lampu penerangan jalan, CCTV, saluran telepon dan komputer pos security. Pabrik dengan pengolahan air limbah tersendiri seperti WWTP (Waste Water Treatment Plant) juga tetap menyala listriknya karena bakteri di WWTP akan mati jika aeratornya mati. Bahkan petugas WWTP sendiri mudik lebarannya ada kemungkinan tertangguhkan.

Supaya eksekusi pemutusan sumber arus listrik tanpa mengganggu sisa proses produksi maka waktu pemutusan ini dilakukan 1 jam sebelum berakhirnya jam kerja.

2. Mengamankan aset bergerak dan tak bergerak

Contoh aset bergerak adalah armada transportasi dan alat berat harus diposisikan di titik lokasi aman. Aset bergerak ini belum tentu bisa disimpan di dalam gedung pabrik karena mungkin saja area gedung pabrik belum dipersiapkan sebagai tempat penyimpanan sementara aset bergerak.

Aset bergerak bisa disimpan di tempat terbuka 1 lokasi dan dekat pos security serta ada CCTV mengarah ke tempat penyimpanan tersebut. Termasuk juga penerangannya harus cukup pada lokasi penyimpanan unit.

Baterey setiap unit dilepas dan disimpan di kabin masing - masing unit selanjutnya pintu kabin dikunci. Security.akan menyimpan semua kunci kendaraan dan alat berat ini.

Pengamanan aset tak bergerak seperti mesin produksi dan mesin pendukung lainnya dengan mencegah kerusakan akibat debu, kelembaban dan tampias hujan terutama bagian panel instrument harus ditutup strech film setelah mesin dibersihkan terlebih dulu.

Material utama di area produksi dialokasikan atau dikembalikan ke gudang material. peralatan kerja disimpan pada tempatnya secara rapi.

Pengamanan terakhir adalah mengunci pintu gerbang produksi dan kantor.

Pengamanan aset dilakukan sama dengan poin 1 yaitu sekitar 1 jam sebelum jam kerja berakhir.

3. Pembersihan dan perapian

Pelaksanaannya dilakukan serempak 1 jam terakhir oleh semua pekerja membersihkan tempat kerja masing - masing. Sesuai budaya 5R usahakan barang WIP (Work In Progress) kosong tetapi jika ternyata masih ada barang WIP maka perlu ditutup stretch film.

1 hari sebelumnya lakukan pembersihan dan perapian properti gedung pabrik diantaranya membersihkan talang hujan di atap gedung dan pembersihan saluran got / drainase. Pangkas dahan pohon jika sudah terlalu tinggi atau mengganggu saluran kabel udara.

4. Perbaiki pagar dan penerangan jalan

Ini dilakukan seminggu sebelum hari terakhir kerja. Pasang kawat berduri maupun perbaiki jika ada kawat berduri di atas pagar telah putus akibat korosif.

Perbaiki dinding tembok pagar jika terdapat adanya bolong. Bersihkan rumput ilalang disamping pagar tembok bagian dalam dan luar gedung.

Pastikan semua lampu penerangan jalan dan lampu penerangan pabrik bisa nyala, terutama setiap pos penjagaan security. Aktifkan semua CCTV agar security dapat mengawasi kondisi pabrik lebih mudah.

Alternatif lain berupa pengawasan kondisi pabrik saat Hari Raya Idul Fitri dengan mengadakan jadwal jaga. Tetapi perlu diperhatikan pemilihan petugas jaga pabrik prioritaskan berdasarkan urutan level / posisi dari paling atas atau dari masa kerja paling lama terlebih dahulu atau dari departemen maintenance, terkait jumlah petugas jaga pabrik terbatas.

Tugas petugas jaga pabrik adalah kontrol keliling memastikan tidak ada masalah. Setiap akhir tugas jaga pabrik harus membuat laporan kondisi pabrik kemudian diserah terimakan ke petugas jaga pabrik berikutnya.

Kompensasi perusahaan untuk petugas jaga pabrik biasanya berbentuk cash berikut snack dan puding ketika tugas malam tetapi kembali tergantung peraturan perusahaannya.

Alternatif berikutnya adalah dengan membuat waktu tidak beroperasi pabrik selama Hari Raya Idul Fitri ini sebagai kesempatan departemen maintenance melakukan preventive maintenance tahunan seperti pembersihan dan pemeriksaan trafo listrik atau penggantian spare part mesin.

Semua hal disebutkan di atas tidak berlaku bagi industri yang harus tetap operasi karena jika sampai berhenti maka kerugian besar. Seperti industri menggunakan pemanas tinggi, sirkulasi bahan kimia dan industri pengolahan limbah B3 pada area WWTP serta IPAL.

4 pekerjaan terakhir sebelum meninggalkan pabrik untuk mudik lebaran

5 tugas ketika pabrik sepi selama lebaran yang sebagian besar adalah tugas engineering atau tugas maintenance yang sudah direncanakan setiap tahun ketika kosong aktivitas kerja terdiri dari:
  1. Pemeriksaan LVMDP
  2. Pemeriksaan capacitor bank
  3. Pemeriksaan trafo tegangan menengah
  4. Penggantian sparepart mesin
  5. Perbaikan sipil berikut demarkasi area kerja sebagai bagian dari perawatan berkala.
1. Pemeriksaan LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel)

Panel LVMDP di ruang trafo berfungsi menerima daya dari transformer utama tegangan menengah 20 KVolt menjadi 380 Volt tegangan rendah dan menyalurkan daya tegangan rendah tersebut ke setiap LVSDP (Low Voltage Sub Distribution Panel).

Di dalam panel LVMDP terdapat ACB (Air Circuit Breaker), NFB (No Fuse Breaker), bus bar dan sambungan kabel litrik. Dalam setahun komponen tersebut tanpa tersentuh oleh pembersihan karena berbahaya tersengat listrik sehingga kondisinya menjadi kotor bahkan bisa menjadi sarang tikus.

Kesempatan untuk pemeriksaan dan pembersihan alternatifnya pada kondisi sumber listrik terputus dan dilakukan ketika situasi seperti lebaran supaya tidak mengganggu proses.

Inti kerjanya berupa pembersihan bus bar menggunakan sapu ijuk dan di lap kain kering, bersihkan ACB dan NFB utamakan menggunakan vacuum cleaner sambil di lap kering serta bersihkan body panel bagian dalam. Pada jalur kabel incoming dan outgoing dibawah panel biasanya terdapat got tempat saluran kabel. Periksa apakah ada genangan air sekaligus bersihkan got.

Jika didapati air menggenang, selain dikuras harus dicermati lebih jauh dari mana sumber air tersebut apakah ada dinding got retak maupun tampias hujan. Segera lakukan tindakan perbaikan got saluran kabel agar kabel incoming dan outgoing tidak mengalami kerusakan isolasi serta perbaiki kebocoran atap agar menghindari bocoran air hujan.

Periksa sambungan kabel dan lakukan pengencangan ulang setiap baut connecting kabel. Semprotkan bahan pembersih seperti electrical contact cleaner sehingga lebih membersihkan debu dan karat.

2. Pemeriksaan Capacitor Bank

Panel capacitor bank dan panel LVMDP tempatnya menyatu di dalam 1 ruangan tertutup dilengkapi ventilasi pembuangan udara panas ruangan tersebut.

Sama halnya panel LVMDP, dalam setahun bisa dipastikan kondisi bagian dalam panel capacitor bank sangat kotor dan berdebu. Lakukan pembersihan dan pengencangan ulang terhadap baut connecting setiap kabel seperti panel LVMDP.

Periksa apakah ada salah satu grup capacitor bank sudah rusak dengan cara melihat kondisi fisiknya. Biasanya akan terlihat capacitor meleleh jika capacitor tersebut mengalami kerusakan. Segera lakukan penggantian capacitor baru sesuai spesifikasinya.

3. Pemeriksaan Trafo Tegangan Menengah

Instalasi listrik pabrik mencakup trafo tegangan menengah 20 kV / 380 V letaknya berada di dalam 1 ruangan bersama panel LVMDP dan panel capacitor bank. Sangat berbahaya sekali berhubungan dengan trafo ini terkait terdapat tegangan menengah 20 ribu volt beresiko menghanguskan badan manusia jika tersengat.

Sebelum melakukan pemeriksaan trafo tegangan menengah harus dipastikan dulu panel incoming PLN sudah terputus. Pastikan prosedur pemutusan dan penyambungannya sudah mengikuti prosedur aman, salah satunya memperhatikan posisi grounding terlebih dulu.

Periksa apakah ada kebocoran oli trafo atau level oli trafo berkurang. Oli trafo berfungsi sebagai bahan isolasi penahan tegangan tembus diatas 30 KV sekaligus sebagai pendingin trafo terhadap panas yang ditimbulkan.

Pemakaian listrik terus menerus menyebabkan kinerja oli trafo akan menurun. Upayakan pengujian tegangan tembus oli trafo secara berkala sesuai standar SPLN50-1982 dan IEC No.56 tahun 1991. Lakukan purifikasi oli trafo secara berkala, biasanya setiap 2 tahun oleh vendor.

Bersihkan sirip - sirip trafo dengan sapu injuk dan kain lap kering. Kencangkan kabel primer dan sekunder serta semprotkan electric contact cleaner agar lebih bersih.

Poin 1 sampai 3 di atas dilakukan oleh petugas electric berpengalaman dalam melaksanakan tugas tersebut. Jangan serahkan tugas ini kepada orang bukan ahlinya.

4. Penggantian Sparepart Mesin

Tugas ini umumnya dilakukan bagian mekanik mengganti sparepart yang sangat rumit dan memerlukan waktu pengerjaan sehari lebih. Misalnya penggantian bearing mesin roll ukuran besar.

Sparepart sebelumnya sudah disiapkan agar saat pelaksanaannya lancar dan sudah berada di maintenance karena gudang sparepart kemungkinan besar tutup saat lebaran.

5. Perbaikan Sipil dan Demarkasi Area Kerja

Tugas perbaikan sipil dan demarkasi area kerja ini dikoordinasi oleh General Affairs. Perbaikan sipil seperti memperbaiki lantai pabrik yang mengalami kerusakan akibat terlindas lalu lintas pekerja maupun alat berat seperti forklift.

Perbaikan sipil ini bisa kerja sama dengan kontraktor sipil jika belum ada bagian pekerjaan sipil di struktur organisasi perusahaan. Termasuk perbaikan keretakan dinding pabrik dan atap bocor. Mungkin saatnya penggantian atap asbes lama diganti asbes baru.

Demarkasi (pewarnaan) area kerja bagi keperluan layout pabrik serta layout gudang sparepart misalnya, bertujuan agar area kerja tersebut lebih aman dan rapi. Demarkasi area kerja bisa mengikuti Australian Standard AS2700 dan sudah mencakup standar warna lantai pabrik atau standar warna lantai kerja yaitu:
  1. Hijau : jalan, gang dan daerah aman
  2. Orange : pelindung mesin berputar
  3. Clean Coffee Cream : struktur baja di cat
  4. Merah : lantai depan APAR dibatasi warna putih di bagian belakang
  5. Kuning : susunan, overhead, crane
  6. Coklat : atap di cat
  7. Coklat keemasan : area penumpukan dan penyimpanan
  8. Abu - abu gelap : lantai daerah kerja
  9. Putih : batas demarkasi
  10. Abu - abu : body mesin, motor listrik
  11. kuning emas : posisi tempat sampah di lantai
  12. Hitam : diselingi warna kuning untuk beda tinggi
menyiasati pembatasan operasional pengangkutan

Masalah lainnya saat lebaran adalah adanya pembatasan operasional pengangkutan barang saat lebaran yang meliputi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dan penutupan UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor).

Berikut trik menyiasati pembatasan tersebut tetapi bukan dimaksudkan melakukan pelanggaran pada Permen 34 tetapi mengetahui isi Permen 34 tersebut dan selanjutnya melakukan proses bisnis delivery dengan menghindari yang tidak diperbolehkan Permen 34.

Pembatasan operasional pengangkutan barang selama lebaran diatur Kementrian Perhubungan Dirjen Perhubungan Darat melalui pengaturan arus lalu lintas dan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang di jalan dan ditetapkan melalui Peraturan Menteri perhubungan No. 34 tentang pengaturan lalu lintas pada masa angkutan lebaran tahun 2018 ini.

Bukankah pabrik sudah berhenti operasi sekitar lebaran, jadi tidak perlu memikirkan pembatasan operasional ini?

Betul, sebagian besar pabrik berhenti operasi sebelum dan sesudah lebaran. Hanya saja kegiatan delivery / pengiriman barang baik berupa bahan baku maupun finish goods tidak ditentukan dari hasil perhitungan kapasitas produksi maupun pencapaian target produksi. Aktivitas delivery ditentukan oleh permintaan konsumen, ROP inventory dan JIT. Dan bisa terjadi pada saat pengiriman jatuh pada hari menjelang atau sesudah lebaran.

Kategori kendaraan angkut yang dibatasi saat lebaran
  1. Kendaraan angkut JBI (jumlah berat yang diizinkan) minimal 14 Ton.
  2. Kendaraan angkut sumbu minimal 3
  3. Kendaraan angkut kereta tempelan atau gandengan.
  4. Kendaraan angkut bahan galian, bahan tambang dan bahan bangunan.
  5. Kendaraan angkut besi, semen dan kayu.
Menyiasati Pembatasan Operasional Pengangkutan Barang Saat Lebaran

1. Hindari ruas jalan tol

Ruas jalan tol terkena pemberlakukan pembatasan operasional pengangkutan barang meliputi:
  1. Jakarta - Merak
  2. Jalur Jakarta - Semarang
  3. Purwakarta - Bandung - Cileunyi
  4. Krapyak - Jatingaleh
  5. Jatingaleh - Srondol
  6. Jatingaleh - Muktiharjo
  7. Semarang - Salatiga
  8. Prof. Soedyatmo
  9. Surabaya - Mojokerto
  10. JORR (Jakarta Outer Ring Road)
  11. Jakarta - Bogor - Ciawi - Cigombong
Hindari ruas jalan tol diatas dan pergunakan jalan raya profinsi atau jalan raya umum. Sudah tentu dengan tidak mengunakan jalur tol maka waktu delivery akan lebih lambat serta uang jalan akan lebih besar dari biasanya tetapi hal ini harus Anda maklumi untuk kondisi seperti lebaran.

2. Hindari ruas jalan nasional

Ruas jalan nasional terkena pemberlakuan pembatasan operasional meliputi:
  1. Pandaan - Malang
  2. Probolinggo - Lumajang
  3. Denpasar - Gilimanuk
  4. Jombang - Caruban
Maka hindari ruas jalan tol dan ruas jalan nasional di atas agar tidak melanggar pembatasan operasional armada delivery. Untuk tanda - tandanya bagi pengemudi dengan memperhatikan rambu lalu lintas sepanjang jalan.

Kategori kendaraan angkut masih tetap diperbolehkan melintas di ruas jalan tol dan jalan nasional saat lebaran
  1. Kendaraan pengangkut BBM dan BBG
  2. Kendaraan pengangkut ternak
  3. Kendaraan pengangkut hantaran pos
  4. Kendaraaan pengangkut uang
  5. Kendaraan pengangkut bahan pokok yaitu: beras, terigu, jagung, gula, sayuran, buah, daging, ikan, minyak sayur, susu, telur, garam, kedelai, bawang merah, cabei dan daging ayam ras.
  6. Kendaraan pengangkut sepeda motor angkutan lebaran gratis mudik dan balik.
Dengan catatan kendaraan pengangkut tersebut dilengkapi surat jalan atau surat muatan yang diterbitkan pemilik barang. Pada surat jalan atau surat muatan harus tercantum jenis barang, tujuan pengiriman barang, nama dan alamat pemilik barang.

Surat jalan atau surat muatan ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri kendaraan angkut.

3. Menitipkan kendaraan angkutan di tempat tujuan

Kemacetan lalu lintas tidak bisa dihindari ketika suasana H min plus lebaran. Kendaraan pengangkut bisa tiba lebih lama di tempat tujuan ditambah kemungkinan loading tertunda akibat petugas penerima sudah mudik lebih dulu.

Pada situasi ini pengemudi bisa meminta izin ke perusahaannya untuk menitipkan kendaraan angkut dengan alasan loading setelah lebaran atau jika loading selesai untuk kembali situasinya sedang macet. Perusahaan akan negosiasi dengan perusahaan tempat tujuan agar menerima penitipan sementara kendaraan angkut tersebut.

Tindakan pengemudi sebelum meninggalkan kendaraan angkut batangannya adalah memposisikan kendaraan angkut tersebut di tempat yang ditentukan. Kondisikan keamanan kendaraan angkutnya diantaranya memastikan terpal penutup bak terikat dan menutupi bagian dalam bak supaya ketika hujan tidak merusak barang jika belum di loading atau jatuhan air hujan tidak mencemari lingkungan. Baterey dan spion sebaiknya dilepas dan disimpan di dalam kabin terkunci.

Pengemudi harus segera balik ketika lebaran sudah selesai dan mengurusi kendaraan angkutnya agar proses delivery berjalan kembali. Terlalu lama kendaraan angkut berdiam diri akan merugikan profit terkait perhitungan finance biasanya menetapkan kerugian armada angkut dan cost ini dihitung per hari untuk setiap kendaraan angkut termasuk pada saat situasi lebaran.

0 Comments