5 Teknologi Ini Memicu Revolusi Industri Jilid 4

Revolusi industri 4.0 menyebabkan suatu perubahan sangat cepat terhadap peningkatan hasil produksi melalui penggunaan 5 teknologi canggih dan akhirnya memicu revolusi industri jilid 4 meliputi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), Internet Of Thing (IOT), robot, realitas maya (Virtual reality) dan teknologi printer 3 dimensi sehingga menggantikan revolusi industri 3.0 berbasis penerapan teknologi perangkat elektronik dan teknologi informasi untuk otomatisasi produksi.

1. Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent / AI)

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) adalah teknologi komputasi pengembangan intelijen mesin menyerupai pola berfikir dan bekerja seperti manusia. Pengembangan saat ini misalnya pengenalan suara, pemecahan masalah, perencanaan dan pembelajaran.

Contoh Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent / AI): salah satu produk google (ini hanya contoh dan tidak bermaksud untuk mempromosikan) bernama Nest Learning Thermostat (NLT). AI ini menggunakan algoritme perilaku untuk menghemat energi berdasarkan perilaku dan jadwal Anda.

NLT menggunakan proses pembelajaran mesin sangat cerdas, dia mempelajari kesukaan kondisi suhu Anda selama seminggu sehingga selanjutnya akan mengontol suhu secara otomatis sesuai kesukaan Anda. Selain itu, dapat meningkatkan penghematan energi listrik karena otomatis peralatan pendingin mati ketika tidak ada orang di dalam ruangan kantor.

2. Teknologi Internet Of Things (IOT)

Internet Of Things (IOT) adalah teknologi komputasi terintegrasi saling berhubungan dan berkomunikasi melalui mekanisme mesin dan digital serta mampu melakukan transfer data melalui jaringan internet tanpa campur tangan manusia.

Intinya semua benda bisa diberi alamat IP sehingga terhubung ke jaringan internet dan memiliki kemampuan mentransfer data melalui jaringan internet.

Contoh penerapan IOT dan pernah digunakan penulis adalah Komtrax dari Komatsu untuk monitoring alat berat. Komtrax selalu memonitor kondisi setiap unit alat berat dimanapun alat berat tersebut berada.

Dan akhir ini rata - tata setiap alat berat baru dari setiap merk / produsen alat berat seperti Caterpillar, Komatsu, Kobelco dan lainnya sudah dilengkapi teknologi IOT untuk monitoring perawatan dan perbaikan alat berat tersebut.

Seperti jika alat berat tersebut mengalami kegagalan fungsi maupun tiba waktunya perawatan berkala maka segera memberikan informasi baik di alat beratnya sendiri maupun di komputer monitoring di manapun berada.

Contoh lain penerapan IOT yaitu penggunaan IP CCTV terhubung langsung ke jaringan internet dan memiliki alamat IP sehingga dapat diakses dimanapun bahkan dapat dilihat dari smartphone.

3. Teknologi Robot

5 teknologi revolusi industri 4

Penggunaan robot pada industri dimaksudkan meningkatkan hasil produksi, meningkatkan kualitas produk, kestabilan proses, peningkatan manajemen produksi, menciptakan lingkungan kerja manusiawi dan penghematan sumber daya.

Teknologi robot dalam industri mampu memberikan keuntungan lebih seperti meningkatnya kuantitas dan qualitas produk, proses produksi stabil, variasi hasil produksi berkurang, produktivitas mendekati 100% serta tidak ada lose time penggantian pekerja antar shift.

Keuntungan lain berupa berkurangnya masalah kekurangan tenaga kerja serta menghilangkan masalah kurangnya tenaga kerja trampil.

Teknologi robot mengurangi tingkat resiko keselamatan dan kesehatan kerja karena pekerjaan di area berbahaya dapat digantikan robot.

Ketika industri memutuskan menggunakan teknologi robot pastinya memerlukan investasi awal sangat besar tetapi biaya ini akan cepat BEP setelah proses berjalan.

Tetapi perlu diwaspadai dan diantisipasi bahwa teknologi robot bisa menimbulkan dampak berkurangnya tenaga kerja manusia dalam proses industri.

Contoh penerapan teknologi robot adalah robot las di industri mobil PT. Astra Daihatsu Motor yang pernah penulis saksikan ketika mengikuti training TPM tahun 2002. Robot las ini mengerjakan pengelasan lebih dari 100 titik setiap rangka mobil dalam hitungan menit dengan tingkat keakuratan tinggi.

4. Teknologi Realitas Maya (Virtual Reality / VR)

Realitas Maya (Virtual Reality) adalah teknologi komputasi pada mengembangkan interaksi user dengan lingkungan 3 dimensi hasil simulasi komputer terhadap objek dan imajinasi sehingga membuat user seperti terlibat secara fisik dengan lingkungan tersebut.

User akan merasakan sensasi dunia nyata dalam dunia maya. Sensasi ini dirasakan tidak hanya dengan penglihatan dan pendengaran saja tetapi berkembang dengan indra lainnya sesuai program simulasinya.

Contoh penerapan teknologi realita maya adalah desain mobil baru Ford. Para desainer ini menggunakan headset Oculus Rift guna mengevaluasi bagian dalam dan luar rancangan mobil.

5. Teknologi Mesin Cetak / Printer 3 Dimensi

Mesin cetak (printer) 3 dimensi adalah teknologi mesin yang mampu mencetak objek secara 3 dimensi. Hasil cetakan bisa dilihat dan dipegang karena memiliki volume. Objek 3 dimensi dibangun lapis demi lapis secara aditif sampai seluruh objek berhasil dibuat.

Printer 3D dapat digunakan oleh bagian RND, Prototype atau Designer untuk memproduksi komponen atau produk sebelum diproduksi masal. Ini akan lebih mudah dari pada memakai mesin produksi mesin CNC atau injection moulding karena menggangu proses produksi.

Hingga saat ini printer 3D telah mengalami beberapa kali penyempurnaan baik dari segi peralatan maupun bahan pencetaknya. Belum ada batasan volume pada objek yang dicetak terkait volume objek yang dicetak tersebut mengikuti ukuran atau kapasitas mesin pencetaknya.

Penambahan teknologi laser, software bahan pencetak emas dan perak serta bahan metal lainnya memungkinkan bisa mencetak suatu objek yang sebelumnya mustahil.

Contoh penerapan teknologi printer 3D adalah pembuatan prototype mobil oleh Kor Ecologic yang memperkenalkan Urbee berbentuk ramping dan ramah lingkungan seperti ditampilkan dalam acara konferensi TEDxWinnipeg di Kanada tahun 2011.

0 Comments