Pengaruh Six Big Losses Terhadap Biaya Proses Mesin Produksi

Six big losses (6 kerugian besar) meliputi breakdown, seting mesin, kecepatan rendah, error sesaat, defect produk dan reduce yield sehingga pengaruh six big losses ini menyebabkan kerugian besar terhadap produktivitas dan gross profit salah satunya berdampak terhadap peningkatan biaya proses mesin produksi seperti hasil contoh perhitungan biaya proses mesin produksi di bawah ini agar bisa dibuat solusi pencegahannya.

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya tentang "Menghitung Biaya Proses Mesin Produksi Agar Produk Yang Dibuat Menjadi Profit".

Merujuk artikel tersebut termasuk dengan simulasi perhitungan mesin CNC (mesin percontohan perhitungan), maka sebagai patokan ditetapkan biaya proses mesin CNC Rp. 153.000,- /jam atau Rp. 25.739.000,- /bulan (21 hari non shift) dan kita tetapkan nilai biaya tersebut sebagai patokan awal perhitungan disini.

Mesin CNC harus beroperasi mengejar profit minimal pada angka di atas. Selanjutnya mari kita lihat seberapa besar kerugian rupiah oleh pengaruh six big losses ini terhadap biaya proses mesin produksi yang kita tetapkan periode 1 bulan.

pengaruh six big losses terhadap biaya proses mesin produksi

1. Kerugian Breakdown

Contoh terjadi kerusakan vacuum penghisap sehingga produk tidak bisa tertahan stabil ketika proses. Perbaikan sampai normal lagi memakan waktu 2 jam. Dilain waktu terjadi kerusakan sumbu tidak bisa bergerak dan perbaikan memakan waktu 8 jam. Availability mesin menjadi berkurang karena kehilangan waktu mesin beroperasi sampai mesin normal lagi

Maka total breakdown time 10 jam. Besarnya kerugian: 10 jam x Rp. 153.000,- = Rp. 1.530.000,- dalam sebulan.

Pembebanan kerugian rupiah (cost center) akibat breakdown umumnya dikenakan pada departemen maintenance. Mengantisipasinya departemen maintenance menargetkan zerro breakdown pada KPI maintenance supaya tidak ada kerusakan pada setiap mesin.

Akibat kerugian sebesar Rp. 1.530.000,- maka kehilangan peluang 10 jam untuk rata - rata biaya proses mesin produksi sehingga terjadi kenaikan target yang harus dicapai setiap jamnya. Simulasinya bahwa dalam 1 bulan terdiri dari 21 hari x 8 jam = 168 jam. Maka dengan adanya kehilangan 10 jam availability mesin: 158 jam.

Kenaikan pembebanan menjadi Rp. 25.739.000,- dibagi 158 jam = Rp. 162.905,- /jam dari patokan awal Rp. 153.000,- /jam.

2. Kerugian Seting Mesin

Contoh pengaturan parameter pada panel HMI (Human Interface Module) sampai menghasilkan proses kerja mesin yang menghasilkan produk sesuai standar mutu. Selama pengaturan parameter mesin ini menyebabkan kerugian dari hilangnya time base.

Misalnya dalam sekali pengaturan parameter memakan waktu 15 menit dan dalam 1 bulan terjadi 16 kali pengaturan terkait varisi jenis produk yang di proses, maka dapat dihitung kehilangan waktu operasi mesin sebesar 15 menit x 16 = 4 jam.

Sekarang biaya proses mesin CNC produksi per jam sudah mencapai Rp. 162.905,- akibat pengaruh six big losses pertama sehingga perhitungan kerugian biaya proses mesin CNC setelah pengaruh six big losses seting mesin sebesar Rp. 162.905,- x 4 jam = Rp. 651.620,- sebulan.

Kenaikan pembebanan menjadi Rp. 25.739.000,- dibagi 154 jam menjadi Rp. 167.000,- /jam dari patokan awal Rp. 153.000,- /jam.

3. Kerugian Kecepatan Rendah (Speed Losses)

Kerugian akibat kecepatan rendah menyebabkan kenaikan cycle time produk dan penurunan kapasitas produksinya. Contoh terjadi kenaikan cycle time produk dari standar kapasitas produksi mesin sebesar 20% akibat kelalaian operator dalam memperhatikan setingan parameter standar dan baru diketahui setelah 20 jam.

Kerugian karena kehilangan potensi waktu proses dapat dihitung 20% x 20 jam = 4 jam. Kerugian biaya proses mesin menjadi Rp. 167.000,- x 4 jam = Rp. 668.000,- sebulan.

Kenaikan pembebanan menjadi Rp. 25.739.000,- dibagi 150 jam menjadi Rp. 172.000,- /jam dari patokan awal Rp. 153.000,- /jam.

4. Kerugian Error Sesaat (Minor Stopped Losses)

Contoh mesin berhenti operasi karena dihentikan oleh inverter dan PLC akibat adanya gangguan seperti over current, under voltage dan sebagainya yang harus direset agar mesin kembali beroperasi. Diketahui dalam 1 bulan terjadi error sesaat sebanyak 12 kali dan waktu rata - rata untuk melakukan reset 5 menit maka potensi kehilangan waktu operasi mesin sebesar 5 menit x 12 = 1 jam.

Kerugian kehilangan waktu operasi akibat error sesaat menjadi Rp. 172.000,- x 1 jam = Rp. 172.000,- dalam sebulan. Kenaikan pembebanan biaya proses mesin menjadi Rp. 25.739.000,- dibagi 149 jam menjadi Rp. 173.000,- /jam.

5. Kerugian Defect Produk

Produk yang dihasilkan tidak sesuai standar mutu baku sehingga harus dilakukan rework untuk mengganti produk cacat atau memperbaiki kerusakan produk. Timbul pemborosan biaya dan waktu untuk menghasilkan 1 jenis barang.

Kerugian kehilangan waktu operasi mesin berbanding lurus dengan banyaknya defect yang harus diperbaiki. Contoh terjadi defect 5% dari suatu produk yang memiliki cycle time 60 jam maka potensi kehilangan waktu operasi mesin adalah 5% x 60 jam = 3 jam.

Potensi kerugian akibat rework menjadi Rp. 173.000,- x 3 jam = Rp. 519.000,- dan ini hanya melihat kerugian dari sisi biaya proses mesin mengesampingkan biaya material, waste dan sebagainya.

Kenaikan pembebanan biaya proses mesin menjadi Rp. 25.739.000,- dibagi 146 jam menjadi Rp. 176.000,- /jam.

6. Kerugian Reduce Yield

Contoh: produk yang sudah menjadi finish goods dinyatakan fail oleh eksternal quality inspector sehingga harus dilakukan reprocessing. Sering terjadi ketika ditemukan 1 fail maka reprocessing berupa pemerikasaan ulang harus dilakukan 100% atau pemeriksaan untuk seluruh finish goods.

Jika fail yang ditemukan terdapat komponen defect maka perlu dilakukan rework untuk membuat komponen pengganti. Sama dengan poin 5 kerugian kehilangan waktu operasi mesin berbanding lurus dengan banyaknya temuan defect. Jika temuan sampai 5% seperti poin 5 maka kehilangan waktu operasi mesin sebesar 3 jam.

Kenaikan pembebanan biaya proses mesin menjadi Rp. 25.739.000,- dibagi 143 jam menjadi Rp. 180.000,- per jam dari patokan awal Rp. 153.000,- /jam.

Sekarang terdapat selisih Rp. 27.000,- /jam untuk biaya yang terjadi di proses mesin CNC tersebut. Apakah kenaikan biaya ini akan dibebankan pada kenaikan harga jual produk?

Pertimbangkan bahwa harga jual produk yang dinaikan akan melemahkan daya saing di pasaran. Anda perlu mengutak - atik faktor lainnya yang mempengaruhi harga jual produk sehinga tetap menjadi profit.

0 Comments