Upaya Meningkatkan Volume Produksi Susu Sapi Sesuai Target Yang Ditetapkan

Bagaimana upaya meningkatkan volume produksi susu sapi sesuai target yang ditetapkan sesuai pertanyaan salah seorang pembaca: "Saya mau bertanya, metode yang cocok untuk penyelesaian permasalahan seperti ini: produk susu sehari menghasilkan 18.000 liter. Sedangkan permintaan konsumen ada 2 tempat, masing - masing tempat meminta 10.000 liter /hari sedangkan hasil produksi dalam sehari sebanyak 18.000 liter"

Menanggapi pertanyaan ini disampaikan dalam artikel terpisah tentang "5 contoh masalah besar produksi dan cara ampuh mengatasinya" perlu sedikit mengetahui kondisi di tempat kerja beliau agar solusi tepat sasaran. Sehubungan datanya sangat sedikit sehingga beberapa perkiraan solusi akan kita munculkan dengan tujuan akhirnya menaikan volume susu harian.

1. Masalah suplay susu dari sapi perah

Standar seekor sapi perah menghasilkan susu setiap hari sebanyak 8 liter. Untuk menghasilkan 20.000 liter susu setiap hari maka jumlah sapi perah setidaknya sebanyak 20.000 dibagi 8 sehingga menjadi 2.500 ekor sapi perah.

Jika kurang jumlah tersebut maka susu sapi akan kurang dari 20.000 liter per hari. Lengkapi jumlah sapi perah seperti perhitungan standar agar mendapatkan minimal 20.000 liter susu setiap hari.

Cara lain peningkatan produksi susu sapi dapat ditempuh dengan memelihara jenis sapi unggulan agar mampu menghasilkan laktasi lebih banyak setiap harinya.

Dikutip laman ekor9.com beberapa jenis sapi perah unggulan diantaranya:
  1. Sapi Ayrshire dari Ayr Skotlandia mampu menghasilkan 24,7 liter susu sehari
  2. Sapi Brown Swiss dari Swiss mampu menghasilkan 24,6 liter susu setiap hari.
  3. Sapi Holstein - Friesian asal Belanda mampu menghasilkan 21 liter susu sehari.
  4. Sapi Milking Shorthorn asal Inggris mampu menghasilkan 19 liter susu sehari.
  5. Sapi Guernsey kepulauan Guernsey mampu menghasilkan 16,4 liter susu per hari.
  6. Sapi Jersey dari Jersey mampu menghasilkan 16 liter susu sehari
  7. Sapi Red Poll dari Ingris mampu menghasilkan 12 liter susu sehari
Kecukupan asupan pakan serta kesehatan sapi dan lingkungan turut mempengaruhi produksi susu maksimal setiap tahunnya.

Penting juga dalam memperhatikan pengiriman susu sapi dari peternakan ke pabrik dipastikan sudah memenuhi standar kualitas contohnya suhu saat pengiriman harus berada pada 4 oC sebelum proses pasteurisasi menghilangkan bakteri berbahaya.

2. Masalah proses produksi tidak efisien

Target 20.000 liter susu sehari tidak tercapai sementara kita menganggap bahwa sebelumnya telah tercapai target tersebut namun terjadi penurunan hasil.

Kita angap bahwa suplay dari peternakan sapi perah tidak ada kendala volume permintaan dan delivery tepat waktu. Artinya akan dilihat proses selanjutnya di dalam pabrik berupa proses pasteurisasi, pemanasan dan packaging.

Pabrik pengolah susu menggunakan teknologi tinggi serta proses produksinya terkontrol automatis tidak membutuhkan banyak orang.

Pertanyaan berikutnya adalah mungkinkah jumlah volume input proses susu tidak sesuai dengan jumlah volume output dari mesin berteknologi tinggi ini dan menyebabkan kehilangan 2000 liter susu setiap harinya?

Salah satu cara memastikannya dengan menghitung OEE mesin pengolah susu. Untuk mesin berteknologi tinggi seperti ini seharusnya pencapain OEE standar 85% bahkan bisa mencapai nilai OEE optimal 95% karena faktor kerugian terselubungnya sedikit dalam kapasitas 20.000 liter susu sehari.

OEE dipengaruhi six big losses sehingga perlu pengamatan secara cermat apakah ada poin kerugian besar mempengaruhinya baik terhadap availability, performance maupun quality rate OEE.

Availability
Dalam sehari mesin pengolah susu akan bekerja non stop 24 jam untuk menghasilkan volume 20.000 liter susu. Apabila terjadi kerusakan mesin, seting mesin dan maintenance maka waktu operasi mesin berada dibawah waktu kerja atau ketersediaan mesin tidak 100%.

Target 20.000 liter susu tidak bisa dicapai pada availability dibawah 100%.

Solusi agar availability 100% dengan menciptakan zero breakdown dan zero seting mesin karena seting mesin hanya sekali pada saat start up dan schedule maintenance sudah terkoordinasi supaya mencegah downtime selama proses produksi.

Performance
Kinerja mesin pengolah susu sesuai dengan spesifikasi mesin menjadi standar time base proses mesin tersebut sehingga dapat menghasilkan 20.000 liter susu sehari. Kinerja mesin menurun jika terdapat error sesaat atau kecepatan rendah.

Error sesaat dapat disebabkan oleh
  • Over load dan over heat
  • Sumber listrik tidak stabil menyebabkan under voltage.
Contoh pencegahan error dengan membuat temperature dingin dalam ruang panel instrumentasi.

Contoh pencegahan kecepatan rendah dengan memastikan parameter setingan sudah sesuai atau menjaga ketersediaan suplay input proses agar mesin pengolah terus beroperasi.

Quality
Bedanya dengan jenis produksi lainnya, ketika terdapat kualitas tidak sesuai pada hasil pengolahan susu maka jumlah reject sebesar 100%. Hasil produk susu tidak memenuhi standar kualitas harus dimusnahkan semua dan diganti dengan proses susu batch berikutnya.

Contohnya dalam 1 hari terjadi masalah kualitas menyebabkan kehilangan target produksi harian sebesar 20.000 liter susu. Dampak berikutnya adalah masalah carry over harus mengejar kekurangan target tersebut dan menyebabkan over capacity.

Deteksi masalah kualitas sejak pertama proses guna menghindari dampak kerugian lebih besar.

3. Peningkatan target harian

Peningkatan permintaan konsumen berbanding lurus dengan target produksi. Awalnya target harian hanya sebesar 18.000 liter susu tetapi kini harus dapat menghasilkan 20.000 liter susu sehari.

Jika kondisinya ideal tanpa adanya downtime dari six big losses atau tanpa pemborosan kerja (proses sangat efisien) maka beberapa pilihan berikut sebagai upaya penambahan kapasitas produksi harian:
  • Suplay susu: Menambah jumlah sapi perah atau sapi unggulan sehingga dapat menambah supply volume susu ke pabrik seperti disebutkan pada poin 1.
  • Mesin: Menambah kapasitas mesin pengolah susu atau membuat cycle time lebih pendek jika memungkinkan untuk mengimbangi pertambahan supply volume susu dari peternakan sapi perah.
  • Metode kerja: Menambah time base proses dengan pengaturan kerja shift.. Hal ini hanya berlaku jika kondisi saat ini sistem kerja 3 shift 3 group kemudian dirubah menjadi 3 shift 4 group sehingga proses non stop production.
  • Mencari pengolah susu lainnya diluar perusahaan untuk membantu mengimbangi permintaan kenaikan volume susu.

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih