4 Nilai Dan 12 Prinsip Agile

Agile manifesto terdiri dari 4 nilai dan 12 prinsip agile dicetuskan tanggal 11 - 13 Februari 2001 di The Lodge, Utah, Amerika Serikat dalam suatu pertemuan dihadiri 17 orang untuk pembahasan software development.

Berikut 4 Nilai Agile:
  1. Mengedepankan interaksi individu dibandingkan urusan proses dan tools (individuals and interactions over processes and tools)
  2. Mengedepankan penggunaan dokumen secukupnya saja (working software over comprehensive documentation)
  3. Mengedepankan kolaborasi antara business user dan development team guna menghasilkan outcome values dibandingkan fokus negosiasi kontrak (customer collaboration over contract negotiation)
  4. Fleksibel terhadap perubahan kondisi market dibandingkan perencanaan tetapi bukan berarti tanpa perencanaan awal (responding to change over following a plan). Akan lebih baik membuat short term plan berdasarkan kondisi terkini dibanding membuat perencanaan jangka panjang karena bisa jadi tidak relevan ketika produk dirilis. Agile tetap membuat perencanaan tetapi jika ditengah jalan perlu perubahan maka harus menyesuaikan kebutuhan market.
4 nilai dan 12 prinsip agile

Berikut 12 prinsip agile manifesto meliputi kepuasan pelanggan, siap menerima perubahan, membuat produk secara sinambung, koordinasi harian, motivasi tinggi, komunikasi langsung, produk adalah indikator kemajuan, perkembangan berkelanjutan, perhatian pada teknis, kesederhanaan, kemandirian dan evaluasi.

1. Kepuasan pelanggan

Prinsip agile pertama adalah kepuasan pelanggan sehingga tujuan semua bentuk produksi harus berlandaskan kepuasan pelanggan, bukan kepuasan pemilik produk. Pelanggan puas ketika menerima produk yang berfungsi secara bertahap dibandingkan menunggu periode lama merilis semua produk.

Contoh memberikan kepuasan pelanggan adalah kecepatan pelayanan memberikan produk atau prototipe secara MVP (Minimum Viable Product) dan dilakukan berkelanjutan untuk menguji kepuasan pelanggan kemudian diperbaiki setelah pemilik produk menerima umpan balik.

Kriteria Minimum Viable Product (MVP) paling sedikit mengacu 2 poin pertama dari 4 poin kaidah MOSCOW berikut:
  • Must have: harus ada agar produk bisa dipakai dan terkait dengan regulasi.
  • Should have: semestinya ada agar user bisa menggunakan dengan nyaman.
  • Could have: bersifat nice to have
  • Won't have: tidak memiliki nilai bisnis.
2. Siap menerima perubahan

Prinsip agile kedua adalah siap menerima perubahan meskipun perubahan tersebut bisa menghambat proses kerja karena agile belum memastikan memiliki rancangan detil sejak awal proyek bergulir sampai selesai.

3. Membuat produk secara sinambung

Prinsip agile ketiga adalah membuat produk secara sinambung karena produk boleh jadi berupa prototipe saja. Selanjutnya produk diselesaikan bertahap mengikuti preferensi pelanggan.

4. Koordinasi harian

Prinsip agile keempat adalah koordinasi harian tim agile secara intens berinteraksi karena proses agile berlangsung singkat, mungkin hanya dalam hitungan minggu sehingga setiap tim agile harus berkoordinasi setiap hari dengan proses quick daily meeting.

5. Motivasi tinggi

Prinsip agile kelima bahwa setiap anggota tim agile harus memiliki motivasi tinggi dan self directed karena proses agile mengharuskan setiap orang untuk mengerjakan pekerjaannya sendiri-sendiri dengan minim superivisi. Tim yang termotivasi lebih cenderung memberikan karya terbaik mereka dari pada tim tanpa motivasi.

6. Komunikasi langsung

Proses agile memiliki durasi pengerjaan relatif singkat sehingga akan lebih efektif jika berkomunikasi langsung dibandingkan koordinasi berbentuk video call dan sejenisnya. Salah satu kunci sukses suatu project adalah komunikasi.

7. Produk adalah indikator kemajuan

Produk atau hasil adalah indikator kemajuan sedangkan proses kerja tidak begitu berpengaruh. Produk yang siap rilis merupakan ukuran utama kemajuan progress proyek bukan berdasarkan prosentase status proyek.

8. Perkembangan berkelanjutan

Agile mempromosikan proses yang lincah untuk development yang berkelanjutan. Agile melibatkan semua stakeholder terkait dan mempertahankan tempo kerja tim terus menerus.

9. Perhatian pada teknis

Teknis pembuatan produk akan menjadi perhatian utama dengan setiap perhitungan dan ukuran harus betul-betul diperhatikan. Semakin baik teknisnya, semakin cepat pembuatan produknya, maka semakin cepat pula proyek bisa diselesaikan. Keterampilan tepat dan desain baik memastikan tim dapat mempertahankan kecepatan dan meningkatkan kualitas produk.

10. Kesederhanaan

Agile menuntut kecepatan penyelesaian proyek bukan sempurnanya proyek. Produk sederhana tapi selesai jauh lebih baik dari pada produk keren tapi tidak selesai. Tim agile fokus pada aktivitas untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prioritas tidak terpancing mengerjakan hal - hal lain diluar sprint backlog.

11. Kemandirian

Prinsip agile ke 11 adalah kemandirian sehubungan minimnya supervisi dan pimpinan proyek tidak banyak ikut campur di dalam pekerjaan teknis. Setiap anggota tim agile membutuhkan kemandirian dalam menyelesaikan pekerjaan.

Mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa banyak arahan dan pengawasan merupakan sebuah kualitas anggota tim agile. Setiap anggota akan berbagi ide, skill dan pengetahuan sehingga menghasilkan produk berkualitas.

baca juga: 8 Alasan Menggunakan Agile

12. Evaluasi

Perbaikan diri, peningkatan proses, skill, keterampilan serta saling membantu anggota tim agar bisa bekerja lebih efisien karena tujuan agile adalah untuk menyelaraskan development team dengan kebutuhan bisnis dan keberhasilan agile tampak jelas dan transparan.

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih