8 Alasan Menggunakan Agile

8 alasan kenapa perlu menggunakan agile dalam menghadapi perubahan bisnis yang cepat dan kompleks saat ini terutama ketika menghadapi kenyataan bahwa susunan perencanaan di awal tidak sesuai kondisi market terkini karena rencana awal tersebut hasilnya menjadi usang walaupun perencanaan sebenarnya masih diperlukan.

8 alasan menggunakan agile

1. Peluang Memasarkan Produk (time to market)

Alasan menggunakan agile pertama adalah untuk mencegah hilangnya peluang atau momentum untuk memasarkan produk (time to market). Menggunakan agile memungkinkan produk dapat dirilis ke pasar / konsumen tanpa harus menunggu seluruh langkah penyempurnaan produk selesai dikerjakan contohnya mengirimkan minimum produk tersedia terlebih dulu untuk dirilis ke pasar agar selalu mendapatkan time to market.

2. Perubahan Produk (ability to change)

Alasan menggunakan agile kedua adalah dapat melakukan perubahan scope produk (ability to change) menyesuaikan situasi dan kondisi market terkini dengan cara "menginspect" dan "adaft" product incement. Increment adalah hasil pekerjaan yang dapat diinspeksi dan telah selesai guna mendukung empirisme diakhir sprint. Increment merupakan manifestasi dari product backlog yang diselesaikan dalam sprint. Setiap increment merupakan tambahan dari increment sebelumnya dan telah dipastikan sudah diuji secara seksama

3. Sprint (accelerate product delivery and feasibility)

Dapat menjalankan sprint dengan siklus pendek berdurasi singkat maksimal 1 bulan sehingga resiko terhadap product delay sedikit dibandingkan rencana jangka panjang (long term planning) keseluruhan proses produk. Rencana jangka panjang lebih beresiko terhadap kesalahan estimasi.

4. Kepuasan Pelanggan (customer satisfaction)

Agile berfokus pada outcome value bisnis terkini dibandingkan output berdasarkan rencana awal yang sebenarnya tidak digunakan pelanggan karena sudah tidak sesuai lagi kondisi terkini serta pelanggan dapat memberikan umpan balik terhadap produk tersebut sehingga bisa inspect dan adaft pada sprint berikutnya.

Proses dari umpan balik ini sampai eksekusi mengharuskan lahirnya sebuah produk belum final untuk dipakai dan dicoba dan setelah umpan balik didapat maka produk diperbaiki lagi sampai pelanggan merasa puas. Teknik ini memungkinkan produk berkembang lebih cepat dan jarak pembuatan antar prototipe mungkin hanya berjarak mingguan atau bulanan.

5. Kelanggengan Usaha (business existency)

Alasan menggunakan agile kelima adalah menjaga kelanggengan usaha. Saat ini perubahan sering terjadi dalam waktu singkat maka sebaiknya harus beradaptasi terhadap perubahan agar mampu bertahan hidup atau terdisrupsi, bangkrut dan gulung tikar. Sekarang banyak perusahaan start up menjadi ancaman bagi perusahaan besar dan dengan menggunakan agile diharapkan akan menjadi siap dalam menghadapi perubahan sehingga organisasi tetap bertahan.

6. Kolaborasi IT

Agile mengedepankan kerja sama antara IT dan team sesuai agile pincipal nomor 4 yaitu "business people and developers must work together" untuk dapat menghasilkan produk semakin berkualitas dan memiliki nilai bisnis tinggi sesuai kondisi market terkini.

7. Menghilangkan Pola Pikir Bagian (removed silo mindset)

Agile menghilangkan istilah business analyst, developer, tester dan lainnya, semua tergabung menjadi development team yang bertanggung jawab terhadap kualitas produk dimana business analyst, developer dan tester ini berasal dari departemen berbeda dengan KPI masing - masing departemen.

8. Kemandirian (self organize)

Alasan menggunakan agile terakhir adalah kemandirian tim sehingga bisa berkembang dan meningkatkan skill karena diberi ruang berkembang dan berani menyatakan pendapat serta tanpa ada suruhan demi pencapaian business goal. Cara kerja agile mengedepankan respon menghadapi perubahan ketimbang mengikuti perencanaan awal. Agile akan minimalkan resiko dengan cara iterasi produk dan merilis produk ke pasar sedikit demi sedikit namun sering

Manajemen agile mendorong tim agar solid, adaptif dan multitasking terhadap segala perubahan. Berikut sifat / karakteristik member tim agile:
  1. T-shapped member: memiliki pengetahuan dasar luas sekaligus memiliki pengetahuan expert pada salah satu bidangnya.
  2. Cross functional: memiliki kemampuan di beberapa area bukan hanya kemampuan utamanya saja
  3. Adaptif: memiliki skill mumpuni agar memiliki hasil konsisten meskipun keadaan berubah-ubah
  4. Rasa ingin tahu: merupakan hal penting dalam tim agar menemukan solusi
  5. Entrepreneurial: memiliki kapasitas bergerak sendiri tanpa harus diperintah, inisiatif dan mampu melihat kebutuhan apa saja saat ini.
  6. Team oriented: prioritas pada kesuksesan bersama bukan hanya pada diri sendiri
  7. Target tinggi :memiliki standar kualitas tinggi, dedikasi tinggi dan siap menghasilkan kualitas terbaik.
Agile adalah pola pikir (mindset) supaya bertindak cepat, adaptif dan fleksibel. Agile meliputi 4 values dan 12 principal sesuai agile manifesto serta mencakup berbagai kerangka kerja.

Agile bukan sebuah metodologi sehingga menggunakan agile akan berbeda antara satu perusahaan ke perusahaan lainnya tergantung perjalanan bisnis perusahaan tersebut. Implementasi agile menjadikan manajemen agile sebagai dasar berbagai kerangka kerja didalamnya.

Manajemen agile bisa berlaku berbeda bagi setiap tim, tapi prinsipnya tetap sama dan manajemen agile ini akan bisa diterapkan pada tim dengan jumlah kecil (5-10 orang), semakin sedikit anggota tim akan semakin sedikit waktu berdebat.

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih