Memahami Dasar Mesin Bubut Untuk Pemula

Prinsip dasar proses mesin bubut adalah mengikis benda dan menjadikannya bentuk tertentu sesuai yang diinginkan seperti untuk membuat spare part, material dan keperluan pendukung lainnya.

Memiliki mesin bubut dalam industri tentu menguntungkan karena akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi waktu maupun efisiensi biaya. Perlu spare part, material atau perbaikan barang, maka dapat disediakan sendiri dengan jadwal yang dapat ditetapkan.

Hal ini pastinya ditunjang dengan operator mesin bubut yang telah mampu mengoperasikan mesin bubut dan menghasilkan benda kerja berkualitas. Kemampuan operator ini tidak instan tetapi melalui proses perjalanan pembelajaran tentang mesin bubut.

Pembelajaran operator mesin bubut yang dimaksud mencakup pemahaman dasar sampai tingkat cara pengoperasian dan perawatan mesin bubut.

Pada bahasan ini kita akan mengenal bagian - bagian utama mesin bubut yang merupakan pemahaman dasar dalam melengkapi pembelajaran mesin bubut untuk para pemula atau karyawan baru di industri.

Kita lihat gambar di bawah merupakan posisi bagian utama mesin bubut manual. Untuk mesin bubut otomatis, bagian - bagiannya sebenarnya sama saja yang membedakan adalah cara mengoperasikannya misalnya mesin bubut otomatis dengan program CNC yang telah disinggung di artikel Cara Mengatasi Error SP1240 Mesin CNC
memahami dasar mesin bubut untuk pemula
Dari gambar di atas diketahui mesin bubut memiliki setidaknya 8 bagian:
  1. Head Stock
  2. Chuck
  3. Tool Post
  4. Tail Stock
  5. Feed Shaft
  6. Carriage
  7. Lead Screw
  8. Bed
Head stock bisa dikatakan sebagai alat transmisi kecepatan dari putaran motor listrik terhadap kecepatan putaran spindle. Kecepatan spindle ini dapat diatur sesuai dengan pengaturan rasio gear di dalam head stock.

Karena diantara gear transmisi head stock saling bergesekan maka perlu diperhatikan untuk system pelumasannya. Apakah oli nya masih sesuai level seperti terlihat pada sight glass head stock, apakah ada kebocoran oli dan apakah olinya masih baik untuk pelumasan gear transmisi.

Biasanya penggantian oli gear transmisi head stock dilakukan setiap tahun atau ketika olinya sudah kotor, mana yang tercapai terlebih dulu. Jenis oli yang digunakan memiliki kekentalan tinggi atau gunakan oli SAE 140.

Spindle head stock berfungsi sebagai tempat memasang chuck sehingga kecepatan putaran spindle head stock sama dengan kecepatan putaran chuck.

Chuck memiliki rahang chuck untuk mencengkram benda kerja yang akan dibentuk. Setiap chuck memiliki 3, 4 atau 6 rahang chuck.

Tail stock dan bed yang dianggap 1 unit karena tail stock berada di atas bed machine sementara tail stock akan terpasang dengan perlengkapan kerja diantaranya mata bor, senter dan chuck drill.

Carriage akan mengarahkan tool post mendekati atau menjauhi benda kerja, melintahg dan arah sesuai sudut yang diharapkan. Tool post sendiri sebagai tempat menjepit atau memasang berbagai jenis alat potong bubut

Salah satu alat potong mesin bubut yang paling sering digunakan adalah pahat bubut karena pahat bubut dapat membuat berbagai bentuk benda kerja sesuai gambar teknik seperti membubut permukaan, bertingkat, rata, tirus, champer, alur, ulir, memperbesar lubang dan memotong

Pahat bubut dapat dibuat dari salah satu 6 jenis material meliputi material baja karbon, baja kecepatan tinggi, paduan cor non ferro, karbida, keramik, CBN (Cubic Boron Nitrides) dan intan

Berikutnya bagian Carriage. Pergeseran carriage dilakukan atas fungsi kerja lead screw dan feed shaft. Membedakan lead screw dan feed shaft adalah dari bentuk permukaannya, lead screw berulir sedangkan permukaan feed shaft rata.
Umar A
Hi, I'm a production head and currently looking for a job as a production manager for the Tangerang area

Related Posts