Daftar Penyakit Akibat Kerja

Manfaat JKK tidak hanya diterima untuk kasus kecelakaan kerja saja tetapi juga akan diterima untuk kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK) bagi peserta program JKK BPJS Ketenagakerjaan tetapi terlebih dulu perlu mengetahui daftar seluruh penyakit akibat kerja ini agar laporan tahap 1 kepada BPJS Ketenagakerjaan sudah sesuai dengan jenis penyakit akibat kerja tersebut.

Manfaat JKK berupa uang tunai dan pelayanan kesehatan saat peserta mengalami kecelakaan kerja maupun penyakit akibat rutinitas pekerjaan dan lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja dikelompokan menjadi:
  1. Akibat pajanan faktor aktivitas pekerjaan
  2. Penyakit akibat kerja berdasarkan sistem target organ
  3. Jenis kanker akibat kerja
  4. Penyakit akibat spesifik lainnya
I. Akibat pajanan faktor aktivitas pekerjaan

Penyakit akibat faktor kimia, fisika, biologi dan penyakit infeksi (parasit)

a. Penyakit akibat faktor kimia termasuk persenyawaannya:
  1. Berillium
  2. Cadmium
  3. Fosfor
  4. Krom
  5. Mangan
  6. Arsen
  7. Raksa
  8. Timbal
  9. Fluor
  10. Karbon disulfida
  11. Derivat halogen (persenyawaan hidrokarbon alifatik dan aromatic)
  12. Benzene dan homolognya
  13. Derivat nitro dan amina (benzene dan homolognya)
  14. Nitrogliserin dan ester asam nitrat lainnya
  15. Alcohol, glikol dan keton
  16. Gas penyebab asfiksia seperti karbon monoksida, hydrogen sulfida, hidrogen sianida dan derivatnya
  17. Acrylonitrile
  18. Nitrogen oksida
  19. Vanadium
  20. Antimon
  21. Hexane
  22. Asam mineral
  23. Bahan obat
  24. Nikel
  25. Thalium
  26. Osmium
  27. Selenium
  28. Tembaga
  29. Platinum
  30. Timah
  31. Zinc
  32. Phosgene
  33. Zat iritan kornea seperti benzoquinone
  34. Isosianat
  35. Pestisida
  36. Sulfur oksida
  37. Pelarut organik
  38. Lateks dan produk yang mengandung lateks
  39. Penyakit akibat bahan kimia di tempat kerja diluar disebutkan di atas dan terdapat paparan bahan kimia dan penyakit pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode sesuai standar.
b. Penyakit akibat kerja oleh faktor fisika:
  1. Kerusakan pendengaran akibat kebisingan
  2. Penyakit akibat getaran atau kelainan otot, tendon, tulang, sendi, pembuluh darah tepi dan saraf tepi
  3. Penyakit akibat udara bertekanan
  4. Penyakit akibat radiasi ion
  5. Penyakit akibat radiasioptik meliputi ultraviolet, radiasi elektromagnetik (visible light), infra merah termasuk laser
  6. Penyakit akibat pajanan temperatur ekstrim
  7. Penyakit akibat faktor fisika diluar disebutkan di atas dan ada paparan faktor fisika akibat aktivitas pekerjaan dengan penyakit pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode sesuai standar.
c. Penyakit akibat kerja oleh faktor biologi dan penyakit infeksi (parasit):
  1. Brucellosis
  2. Virus hepatitis
  3. Virus pengganggu sistem kekebalan tubuh manusia (human immunodeficiency virus)
  4. Tetanus
  5. Tuberkulosis
  6. Sindrom toksik (inflamasi) karena kontaminasi bakteri maupun jamur
  7. Anthrax
  8. Leptospira
  9. Penyakit akibat faktor biologi lain di tempat kerja diluar disebutkan di atas dan ada paparan faktor biologi akibat pekerjaan dengan penyakit pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode standar.
daftar penyakit akibat kerja

Apakah pandemi Covid-19 bisa menjadi salah satu penyakit akibat kerja?

Pendapat kami secara pribadi untuk pandemi Covid-19 bisa menjadi salah satu penyakit akibat kerja kategori faktor biologi dan penyakit infeksi. Ilustrasinya ketika Anda sedang bekerja di lingkungan kerja dan tanpa diketahui telah terpapar oleh rekan kerja Anda namun kebetulan tidak menunjukan gejala umum penyakit Covid-19 (asimptomatik).

Tentu saja penanganan Covid-19 sangat berbeda dengan penyakit lainnya terkait penyakit ini sangat menular dan berbahaya sehingga tata cara pelaporannya tidak seperti cara melaporkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara umum sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan.

Jika tidak bisa WFH (Work From Home) ditengah pandemi Covid-19 dan harus tetap bekerja di lingkungan kerjanya bisa menerapkan 7 kebijakan mewaspadai Covid-19 masuk lingkungan kerja disamping cara lainnya untuk melindungi terhadap paparan Covid-19 saat sedang bekerja.

II. Penyakit akibat kerja berdasarkan sistem target organ

Penyakit saluran pernafasan, penyakit kulit, gangguan otot dan kerangka serta gangguan mental dan perilaku.

a. Penyakit saluran pernafasan:
  1. Pneumokoniosis akibat debu mineral pembentuk jaringan parut seperti silikosis, antrakosilikosis dan asbestos
  2. Siliko tuberkulosis
  3. Pneumokoniosis akibat debu mineral nonfibrogenic
  4. Siderosis
  5. Penyakit bronkhopulmoner akibat debu logam keras
  6. Penyakit bronkhopulmoner akibat debu kapas seperti bissinosis, vlas, henep, sisal dan ampas tebu (bagassosis)
  7. Asma akibat sensitisasi (zat iritan)
  8. Alveolitis alergika akibat penghirupan debu organik atau aerosol karena terkontaminasi dengan mikroba yang timbul saat bekerja.
  9. Penyakit paru obstruktif kronik akibat menghirup debu batu bara, debu dari tambang batu, debu kayu, debu dari gandum dan pekerjaan perkebunan, debu dari kandang hewan, debu tekstil dan debu kertas akibat aktivitas pekerjaan
  10. Penyakit paru akibat aluminium
  11. Kelainan saluran pernafasan atas akibat sensitisasi (iritasi zat)
  12. Jenis penyakit saluran pernafasan lainnya akibat ada hubungan langsung antara paparan risiko rutinitas pekerjaan dan penyakit pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode standar.
b. Penyakit kulit:
  1. Dermatosis kontak alergika dan urtikaria akibat penyebab alergi lain oleh rutinitas pekerjaan.
  2. Dermatosis kontak iritan akibat zat iritan yang timbul dari aktivitas pekerjaan tidak termasuk dalam penyebab lain
  3. Vitiligo akibat zat penyebab dari aktivitas pekerjaan tidak temasuk dalam penyebab lain
c. Gangguan otot dan kerangka meliputi:
  1. Radial styloid tenosynovitis akibat gerak repetitif, penggunaan tenaga berlebihan dan posisi ekstrim pergelangan tangan
  2. Gangguan berupa Tenosynovitis kronis dalam tangan dan pergelangan tangan akibat gerak repetitif, penggunaan tenaga berlebihan dan posisi ekstrim pergelangan tangan
  3. Olecranon bursitis karena tekanan berkepanjangan daerah siku
  4. Prepatellar bursitis karena posisi berlutut berkepanjangan
  5. Epicondylitis karena pekerjaan repetitif
  6. Meniscus lesions karena periode kerja panjang dalam posisi berlutut dan jongkok
  7. Carpal tunnel syndrome karena periode berkepanjangan gerak repetitif yang mengerahkan tenaga, pekerjaan yang melibatkan getaran, posisi ekstrim pergelangan tangan, atau 3 (tiga) kombinasi diatas
  8. Penyakit otot dan kerangka lain diluar tersebut diatas dan ada paparan akibat kegiatan pekerjaan dan penyakit otot dan kerangka pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode sesuai standar.
d. Gangguan mental dan perilaku:
  1. Gangguan stres pasca trauma
  2. Gangguan mental dan perilaku lain dan ada paparan terhadap risiko akibat kegiatan pekerjaan dengan gangguan mental dan perilaku pada pekerja serta dibuktikan ilmiah menggunakan metode sesuai standar.

III. Kanker akibat kerja

Meliputi kanker akibat zat berikut:
  1. Asbestos
  2. Benzidine dan garamnya
  3. Bis-chloromethyl ether
  4. Persenyawaan chromium VI
  5. Coal tars, coal tar pitches atau soots
  6. Beta-naphthylamine
  7. Vinyl chloride
  8. Benzene
  9. Toxic

IV. Penyakit akibat spesifik lainnya

Merupakan penyakit akibat pekerjaan dan penyakit tersebut ada hubungan langsung antara paparan dengan penyakit pekerja serta dibuktikan ilmiah menggunakan metode sesuai standar. Contoh penyakit spesifik lainnya yaitu nystagmus pada penambang.

Setelah pekerja terdiagnosis menderita penyakit akibat kerja berdasarkan surat keterangan dokter berhak atas manfaat JKK meskipun hubungan kerjanya telah berakhir. Hak atas manfaat JKK ini diberikan apabila penyakit akibat kerja timbul dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak hubungan kerja berakhir.

Cara Melaporkan Kecelakaan Kerja Dan Penetapan Besarnya Manfaat JKK

Cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja penerima upah dan pekerja bukan penerima upah berikut penetapan besarnya manfaat JKK yang ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan surat keterangan dokter atau ditetapkan pengawas ketenagakerjaan setempat jika terjadi perbedaan perhitungan diantara pekerja, perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Sekilas tentang pekerja bukan penerima upah

Pekerja bukan penerima upah adalah pekerja yang menjalankan kegiatan kerjanya secara mandiri sehingga menerima penghasilan dari usahanya tersebut. Pekerja bukan penerima upah terdiri dari:
  • Pemberi kerja
  • Pekerja di luar hubungan kerja
  • Pekerja di luar hubungan kerja dan tidak menerima upah misalnya ojol, supir angkot, pedagang kaki lima, dokter, pengacara, artis dan seterusnya.
cara melaporkan kecelakaan kerja

Pekerja bukan penerima upah dapat menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan dengan memilih program sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Cara pendaftarannya:
  1. Mendatangi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan
  2. Melalui suatu mitra yang telah memiliki Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan
Manfaat setelah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan:
  • JKK : biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi, biaya pengantaran, penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja, santunan cacat tetap sebagian, santunan cacat total tetap, santunan kematian, biaya pemakaman, santunan berkala jika meninggal dunia dan cacat total tetap
  • JK : biaya pemakaman dan santunan berkala
  • JHT : keseluruhan setoran iuran berikut hasil pengembangannya
Besarnya iuran bagi pekerja bukan penerima upah:
  • JKK sebesar 1% berdasarkan nominal tertentu sesuai kemampuan penghasilan
  • JK sebesar Rp.6.800,-
  • JHT sebesar 2%.
Iuran ini dibayarkan setiap bulan, 3 bulan maupun 1 tahun sekaligus serta ditanggung sepenuhnya oleh pekerja bukan penerima upah.

Persyaratan pekerja bukan penerima upah ntuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan:
  1. Memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  2. Mengisi formulir F1 BPU (Bukan Penerima Upah) untuk pendaftaran wadah/Kelompok/Mitra Baru.

Cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja penerima upah

Laporan tahap I
Perusahaan wajib melaporkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan, disampaikan paling lama 2 x 24 jam dari kejadian menggunakan formulir Kecelakaan Kerja tahap I.

Laporan tahap II
Perusahaan wajib melaporkan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan, disampaikan paling lama 2 x 24 jam sejak dikeluarkan pernyataan kondisi pekerja berdasarkan surat keterangan dokter:
  • Keadaan sementara tidak mampu bekerja telah berakhir
  • Cacat total tetap untuk selamanya
  • Cacat sebagian anatomis
  • Cacat sebagian fungsi
  • Meninggal dunia.
Laporan tahap II merupakan pengajuan manfaat JKK kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan melampirkan persyaratan meliputi:
  1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  2. KTP
  3. Surat keterangan dokter yang memeriksa dan merawat maupun dokter penasehat
  4. Kuitansi biaya pengangkutan
  5. Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan bila fasilitas pelayanan kesehatan belum bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan
  6. Dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan.
Apabila persyaratan ini telah dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan menghitung dan membayar manfaat JKK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila persyaratan ini belum dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan memberitahukan kepada perusahaan paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak laporan tahap II diterima.

Cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja bukan penerima upah

Pada prinspinya sama dengan cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja penerima upah tetapi agar lebih detil maka penjelasannya ditulis terpisah.

Peserta bukan penerima upah maupun keluarganya wajib melaporkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan.

Laporan ini merupakan laporan tahap I disampaikan paling lama 2 x 24 jam sejak terjadi kecelakaan kerja atau sejak didiagnosis penyakit akibat kerja menggunakan formulir yang telah ditetapkan.

Selanjutnya peserta bukan penerima upah atau keluarganya wajib membuat laporan tahap II yaitu melaporkan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan.

Laporan tahap II disampaikan paling lama 2 x 24 jam setelah peserta dinyatakan sembuh, cacat, meninggal dunia berdasarkan surat keterangan dokter bahwa:
  • Keadaan sementara tidak mampu bekerja telah berakhir
  • Cacat total tetap untuk selamanya
  • Cacat sebagian anatomis
  • Cacat sebagian fungsi
  • Meninggal dunia.
Laporan ini sekaligus merupakan pengajuan manfaat JKK kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan melampirkan persyaratan meliputi:
  1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  2. KTP
  3. Surat keterangan dokter yang memeriksa/merawat atau dokter penasehat
  4. Kuitansi biaya pengangkutan
  5. Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan bila fasilitas pelayanan kesehatan belum bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan
  6. Dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan.
Apabila persyaratan ini telah dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan menghitung dan membayar manfaat JKK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabila persyaratan ini belum dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan memberitahukan kepada peserta bukan penerima upah atau keluarganya paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak laporan tahap II diterima

Cara melaporkan kecelakaan kerja ini baik bagi pekerja penerima upah maupun pekerja bukan penerima upah dapat dilakukan secara manual dan elektronik. Formulir bisa di download di https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/Formulir.html

Penetapan besarnya manfaat JKK

Besarnya manfaat JKK dihitung dan ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan surat keterangan dokter kecuali terjadi perbedaan perhitungan sehingga menimbulkan perbedaan pendapat diantara pekerja, perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan maka penetapan berapa besarnya manfaat JKK dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan setempat.

Jika ada salah satu pihak tetap tidak menerima besarnya manfaat JKK ketetapan pengawas ketenagakerjaan setempat maka pihak yang tidak menerima dapat meminta penetapan Menteri. Penetapan Menteri ini merupakan penetapan akhir maka wajib dilaksanakan oleh para pihak.

BPJS Ketenagakerjaan wajib membayar fasilitas pelayanan kesehatan paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen pengajuan pembayaran dari fasilitas pelayanan kesehatan diterima secara lengkap oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Besarnya tarif pembayaran kepada fasilitas pelayanan kesehatan ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Hak atas manfaat JKK ini diberikan pula bagi pekerja yang menderita penyakit akibat kerja walaupun hubungan kerjanya telah berakhir apabila penyakit akibat kerja tersebut timbul dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak hubungan kerja berakhir.

Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berdasarkan rekomendasi dari dokter penasehat dapat memperoleh program kembali kerja agar pekerja dapat bekerja kembali seperti semula.

Selama peserta tersebut masih belum mampu bekerja, perusahaan tetap membayar upah pekerja sampai ada surat keterangan dokter menyatakan pekerja telah sembuh, cacat atau meninggal dunia.

BPJS Ketenagakerjaan membayar santunan sementara tidak mampu bekerja kepada perusahaan sebagai pengganti upah yang telah dibayarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Penggantian santunan sementara tidak mampu bekerja oleh BPJS Ketenagakerjaan lebih besar dari upah yang telah dibayarkan perusahaan maka selisihnya dibayarkan langsung kepada pekerja.
  • Penggantian santunan sementara tidak mampu bekerja oleh BPJS Ketenagakerjaan lebih kecil dari upah yang telah dibayarkan perusahaan maka selisihnya tidak dapat dimintakan kembali dari pekerja.
Saat pekerja masih dalam masa pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja maka perusahaan dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja.

Pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja harus tetap dipekerjakan kembali kecuali pekerja tersebut mengalami cacat total tetap berdasarkan surat keterangan dokter dan karena kecacatannya tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pekerjaan.

7 Kebijakan Mewaspadai Covid-19 Masuk Lingkungan Kerja

7 kebijakan manajemen guna mewaspadai Covid-19 masuk lingkungan kerja sebagai bentuk pencegahan penyebaran wabah Covid-19 ke dalam lingkungan kerja sehubungan penerapan WFH (Work From Home) sulit dilakukan bagi semua bidang kerja seperti proses produksi harus tetap berada di dalam suatu pabrik agar proses produksi tersebut tetap berjalan. 7 kebijakan mewaspadai Covid-19 masuk lingkungan kerja meliputi:
  1. Rapid test
  2. Pengukuran suhu tubuh semua orang
  3. Wajib memakai masker
  4. Cuci tangan
  5. Menjaga jarak
  6. Memperkuat pertahanan tubuh
  7. Karantina bahan baku
1. Rapid test

7 kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja pertama adalah melakukan rapid test secara keseluruhan untuk mendeteksi adanya antibody dalam darah. Akurasi hasil rapid test hanya 36% tetapi tidak ada salahnya dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan penyebaran covid-19.

Alat rapid test bisa didapatkan secara umum kisaran seharga Rp. 2.600.000,- per paket terdiri dari 25 set rapid test meliputi:
  1. Test cassettes
  2. Droppers
  3. Buffers
  4. Alcohol pads
  5. Lancets
Sample darah dimasukan dalam test cassettes dan setelah 2 menit akan terlihat indikasi garis penunjuk negatif, reaktif dan positif.

Memperhitungkan budget pengadaan alat rapid test ini cukup mahal maka cukup 1 kali pelaksanaan rapid test dan dijadikan momentum awal bagi kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja. Rapid test kedua dan seterusnya menjadi biaya individu karyawan ketika mengalami suatu penyakit dan ketika akan masuk kerja lagi harus menjalani rapid test biaya sendiri.

2. Pengukuran suhu tubuh semua orang

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja kedua adalah pengukuran suhu tubuh kepada semua orang mulai karyawan biasa sampai pemilik pabrik. Lokasi pengukuran suhu tubuh setiap orang berada di luar gerbang masuk pabrik agar lokasi kerja lebih steril terhadap kemungkinan adanya Covid-19.

Security melakukan pengukuran suhu tubuh setelah sebelumnya mereka saling melakukan pengukuran suhu tubuh. Security wajib mengenakan APD lengkap ketika menjalankan pengukuran ini seperti memakai masker standar SNI, sarung tangan dan face shield.

Hasil pengukuran dicatat dalam form daftar pengukuran suhu tubuh untuk dokumentasi dan bahan analisa lebih lanjut.

Jika didapati hasil pengukuran suhu tubuh seseorang adalah 37,5 oC ke atas, orang tersebut dipersilakan pulang dan memeriksakan kondisi kesehatannya ke klinik rujukan BPJS.

Pengukuran suhu tubuh dilakukan 2 kali yaitu sebelum dan sesudah bekerja.

Apakah pengidap Covid-19 dapat di deteksi melalui demam atau suhu tubuhnya di atas 37,5oC?

Jawabannya belum tentu.

Pengidap Covid-19 belum tentu menunjukan gejala suhu tubuh tinggi (asimtomatik) disebut sebagai silent spreader. Mereka tidak menunjukan demam, batuk kering dan sesak napas tetapi dapat menularkan Covid-19.

Praktek pengukuran suhu tubuh ini sebagai salah satu cara mewaspadai covid-19 masuk ke lingkungan kerja.

3. Wajib memakai masker

Penularan Covid-19 melalui percikan dari hidung dan mulut seseorang pengidap covid-19 saat mereka berbicara, batuk atau bersin. Ketika batuk akan menghasilkan sampai 3.000 tetesan (droplets) sekali batuk.

Partikel droplets ini dapat mendarat di permukaan sekitar mereka dan beberapa partikel droplets lebih kecil tetap berada di udara membawa covid-19 yang mampu bertahan hidup sampai 3 jam.

Mewaspadai covid-19 masuk ke tubuh berupa kewajiban memakai masker standar SNI setiap waktu secara benar yaitu masker tersebut menutupi mulut dan hidung.

4. Cuci tangan

Berdasarkan hasil studi National Institutes of Health dan Rocky Mountain Laboratories menemukan bahwa virus Covid-19 bertahan lebih lama di atas kardus hingga 24 jam dan sekitar 2-3 hari di permukaan plastik dan stainless steel.

Lebih sering cuci tangan dan menggunakan sabun menggunakan air mengalir minimal 20 detik. Jika tidak ada air dan sabun, gunakan cairan pembersih tangan lainnya (minimal 60% alkohol)

Kenapa cuci tangannya harus menggunakan sabun?

Hasil studi The Atlantic mengungkapkan bahwa corona sebenarnya mudah dihancurkan. Setiap partikel adalah satu set gen kecil dikelilingi bola molekul lemak dan cangkang lipid mudah terkoyak oleh sabun.

5. Menjaga jarak

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja keliam adalah menjaga jarak aman sekitar 1 meter dan berlaku dimana saja serta kapan saja. Contohnya waktu menyantap makan siang di kantin atau dalam area pabrik dilarang berdekatan satu sama lain.

Menjaga jarak ini berlaku juga diluar pekerjaan seperti berangkat kerja maupun pulang kerja dan sebisa mungkin menghindari kerumunan orang.

Jam istirahat siang maupun istirahat pertengahan shift berkisar 1 jam dipergunakan sebagai waktu makan siang atau makan malam dalam kerja shift. Apabila pabrik belum menyediakan kantin menyebabkan para pekerja akan makan diluar pabrik atau membawa bekal makanan.

Resiko terpapar Covid-19 muncul waktu mereka makan diluar pabrik dari pekerja lainnya.

Guna menghindari kemungkinan resiko terpapar Covid-19 tersebut maka kebijakannya adalah membatasi para pekerja agar tidak keluar area pabrik jam istirahat serta menghimbau supaya membawa bekal makan sendiri.

Jika kelupaan membawa bekal makanan maka dapat memesan makanan secara kolektif kepada salah satu security supaya membelikan makanan.

6. Memperkuat pertahanan tubuh

Pertahanan tubuh merupakan penyelamat di tengah pandemi Covid-19 mengingat belum tersedia vaksin Covid-19 hingga kini. Untuk itu ketahui beberapa tanda kondisi pertahanan tubuh sedang melemah berikut ini:

Pertahanan tubuh melemah jika mengalami stres berkepanjangan karena stress menyebabkan peningkatan hormon adrenalin, kortisol dan norepinephrine menimbulkan peningkatan volume aliran darah ke otot ataupun sistem pencernaan. Kondisi ini memengaruhi cara kerja sistem imun berakibat timbulnya beberapa gangguan seperti peradangan, berkurangnya sel darah putih, jaringan rusak dan risiko terpapar infeksi Covid-19.

Pertahanan tubuh sedang melemah disebabkan sistem imun sendiri tidak bekerja baik akibatnya tubuh akan bekerja ekstra untuk memerangi bakteri maupun parasit. Kondisi ini dapat terasa manakala bangun tidur merasa lelah secara terus-menerus tanpa kita menyadari penyebabnya.

Pertahanan tubuh sedang melemah saat kita sering demam. Segera berkonsultasi dokter karena tidak tertutup kemungkinan jika ini merupakan gejala penyakit lebih serius.

Pertahanan tubuh sedang melemah bisa dilihat melalui luka di kulit tak kunjung sembuh akibat sistim imun lamban.

Pertahanan tubuh sedang melemah ditandai munculnya masalah perut seperti diare, mual dan infeksi saluran pencernaan

Perkuat pertahanan tubuh melalui makanan bergizi seimbang, konsumsi vitamin terutama vitamin C dan istirahat cukup.

Berikut 3 makanan alami hasil temuan para peneliti IPB dan UI dan sangat direkomendasikan sebagai pencegah pandemi virus korona Covid-19 karena didalamnya terkandung senyawa hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin untuk menangkal sifat virus penyebab Covid-19.

Daun Kelor

Daun kelor kaya nutrisi beberapa vitamin dan mineral seperti protein, vitamin B6, vitamin C, zat besi, vitamin B2, vitamin A, kalsium dan magnesium.

Perbandingannya:
  • Vitamin A: 4 kali lebih banyak dibanding wortel.
  • Vitamin C: 7 kali lebih banyak dibanding buah jeruk.
  • Kalsium dan protein: 2 sampai 4 kali lebih banyak dibanding susu
  • Potasium : 3 kali lebih banyak dibanding buah pisang
  • Antioksidan pada daun kelor berguna sebagai pelindung tubuh terhadap radikal bebas sehingga bisa mencegah penyakit diantranya diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung dislipidemia (penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol dan trigliserida) serta bermanfaat untuk wanita menopause karena antioksidan wanita menopause akan menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen.
Daun kelor mengandung Isotiosianat mampu meredakan peradangan tubuh termasuk stres dan peradangan di otak serta bisa meningkatkan daya ingat.

Daun kelor terdapat bahan antimikrobial untuk menghilangkan bakteri terutama bakteri berjenis gram positif.

Dan masih banyak lagi manfaat daun kelor ini dan tidak bisa dituliskan semuanya disini. Lebih dari 300 jenis penyakit bisa diatasi oleh daun kelor termasuk mencegah virus corona karena kandungan beberapa senyawa pencegah virus corona ini.

Penyajian daun kelor bisa berupa sayuran bening atau tumis pengiring nasi atau dibuat sebagai seduhan teh.

Jambu Biji Merah

Buah jambu biji merah dimaksud adalah daging buahnya tersebut berwarna merah karena jambu biji juga terdapat daging buahnya berwarna putih.

Selain mengandung senyawa pencegah covid-19, terdapat banyak kelebihan lainnya jambu biji merah bagi kesehatan tubuh.

Jambu biji merah kaya vitamin C dosis tinggi untuk meningkatkan imunitas tubuh mencegah serangan berbagai penyakit

Jambu biji merah terdapat zat lycopene sebagai zat Anti-Tumor dan Anti-Inflamasi mencegah pertumbuhan tumor.

Jambu biji merah mengandung antioksidan yaitu flavonid dan fitonutrien untuk mencegah kanker serta mencegah penuaan dini.

Jambu biji merah memiliki kandungan kalium sebagai penstabil tekanan darah.

Jambu biji merah mengandung vitamin A mencegah infeksi mata dan penyakit mata.

Jambu biji merah juga digunakan sebagai obat alami bagi penderita diabetes.

Kulit Jeruk

Kulit jeruk mengandung nutrisi berupa serat, vitamin dan mineral.
  • 100 gram kulit jeruk terdapat 11 gram serat
  • Vitamin C kulit jeruk sama dengan 3 kali kandungan vitamin C buah jeruk.
Serat kulit jeruk berguna menurunkan kolesterol sedangkan vitamin C mampu melindungi jantung dan pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kulit jeruk kaya senyawa antioksidan polifenol berfungsi:
  • Melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan.
  • Memicu respons sistem kekebalan tubuh dan merangsang pertumbuhan sel.
  • Mengurangi risiko penyakit jantung, masalah pencernaan, penurunan fungsi saraf, diabetes tipe 2, radang pankreas dan jenis kanker tertentu.
Kulit jeruk terdapat senyawa antibakteri serta mineral fosfor dan kalsium. Senyawa antibakteri berguna mencegah pembentukan plak serta gigi berlubang sedangkan fosfor dan kalsium diperlukan bagi kesehatan tulang dan gigi.

Kulit jeruk memiliki senyawa limonene untuk memutihkan gigi secara alami sebab senyawa ini melarutkan kotoran pada permukaan gigi

Disamping beberapa kelebihan kulit jeruk di atas juga terdapat beberapa kekurangan mengkonsumsi kulit jeruk antara lain:
  • Kulit jeruk berpotensi terdapat sisa pestisida bisa mengganggu fungsi hormon, bahkan diduga meningkatkan risiko kanker. Cuci jeruk memakai air hangat sebelum dimakan supaya menghilangkan sisa pestisida.
  • Kulit jeruk memiliki tekstur keras dan kering menyebabkan sulit dikunyah serta rasanya pahit.
  • Kulit jeruk sulit dicerna menyebabkan sakit perut, kembung dan rasa tidak nyaman.
7. Karantina bahan baku

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja terakhir adalah karantina bahan baku terkait Covid-19 ini mampu bertahan hidup selama 24 jam di permukaan kardus serta dapat bertahan hidup sampai 3 hari di permukaan plastik dan stainless steel maka wajib karantina setiap bahan baku ataupun barang lainnya yang kemasannya atau bahannya berupa kardus, plastik dan stainless steel.

Tidak menutup kemungkinan karantina ini berlaku pada jenis bahan lainnya selain yang tersebut tadi.

Karantina ini berbentuk mendiamkan dulu masa hidup covid-19 sampai akhir durasi hidupnya misalnya bahan baku kemasan kardus didiamkan dulu saat tiba selama 24 jam baru dilakukan pembongkaran.

Mengetahui Besarnya Uang Santunan Cacat Tetap Sebagian Anatomis Dan Fungsi

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami musibah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja berhak mendapatkan uang santunan cacat tetap sebagian anatomis atau cacat tetap sebagian fungsi tubuh. Cacat sebagian anatomis adalah cacat hilangnya sebagian anggota tubuh sedangkan cacat sebagian fungsi adalah cacat hilangnya atau berkurangnya fungsi tertentu anggota badan.

Berapakah besarnya uang santunan cacat tetap sebagian yang bakal diterima karyawan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami musibah akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja?

Rumus perhitungan santunan cacat tetap sebagian adalah

% x 80 x Upah

Setiap kejadian kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja yang berdampak pada cacat sebagian anatomis atau cacat sebagian fungsi akan menerima uang santunan sesuai prosentasenya dikali dengan 80 upah sebulan karyawan yang bersangkutan.
mengetahui besarnya uang santunan cacat

Berikut daftar cacat tetap sebagian anatomis dan cacat tetap sebagian fungsi yang mendapatkan uang santunan cacat tetap sebagian beserta prosentasenya sesuai PP No.44 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

A. Cacat tetap sebagian di seputar kepala
  1. Cacat pada kedua belah mata sebesar 70%
  2. Cacat pada sebelah mata atau diplopia pada penglihatan dekat sebesar 35%. Diplopia adalah timbulnya penglihatan ganda pada 1 obyek.
  3. Cacat hilangnya pendengaran pada kedua belah telinga sebesar 40%
  4. Cacat hilangnya pendengaran pada sebelah telinga sebesar 20%
  5. Cacat berupa terkelupasnya kulit kepala sebesar 10% sampai 30%
  6. Cacat berupa penurunan daya dengar kedua belah telinga sebesar 6% setiap 10 desibel
  7. Cacat berupa penurunan daya dengar sebelah telinga sebesar 3% setiap 10 desibel
  8. Cacat hilangnya daun telinga sebelah sebesar 5%
  9. Cacat hilangnya kedua belah daun telinga sebesar 10%
  10. Cacat hilangnya cuping hidung sebesar 30%
  11. Cacat berupa perforasi sekat rongga hidung sebesar 15%
  12. Cacat berupa hilangnya daya penciuman sebesar 10%
  13. Cacat hilangnya sebagian fungsi penglihatan sebesar 7%
  14. Cacat hilangnya penglihatan warna sebesar 10%
  15. Cacat berupa kehilangan lapangan pandang 10% sebesar 7%

B. Cacat tetap sebagian di seputar lengan
  1. Cacat hilangnya lengan kanan dari sendi bahu ke bawah dan untuk kidal berlaku sebaliknya sebesar 40%
  2. Cacat hilangnya lengan kiri dari sendi bahu ke bawah sebesar 35%
  3. Cacat hilangnya lengan kanan dari siku ke bawah dan untuk kidal berlaku sebaliknya sebesar 35%
  4. Cacat hilangnya lengan kiri dari siku ke bawah sebesar 30%
  5. Cacat hilangnya tangan kanan dari pergelangan tangan ke bawah sebesar 32%
  6. Cacat hilangnya tangan kiri dari pergelangan tangan ke bawah dan untuk kidal berlaku sebaliknya sebesar 28%
  7. Cacat hilangnya ibu jari tangan kanan sebesar 15%
  8. Cacat hilangnya ibu jari tangan kiri sebesar 12%
  9. Cacat hilangnya telunjuk tangan kanan sebesar 9%
  10. Cacat hilangnya telunjuk tangan kiri sebesar 7%
  11. Cacat hilangnya salah satu jari lain tangan kanan sebesar 4%
  12. Cacat hilangnya salah satu jari lain tangan kiri sebesar 3%
  13. Cacat hilangnya ruas pertama telunjuk tangan sebesar 4,5%
  14. Cacat hilangnya ruas pertama telunjuk kiri sebesar 3,5%
  15. Cacat hilangnya ruas pertama jari lain tangan kanan sebesar 2%
  16. Cacat hilangnya ruas pertama jari lain tangan kiri sebesar 1,5%

C. Cacat tetap sebagian di seputar kaki
  1. Cacat hilangnya kedua belah kaki dari pangkal paha ke bawah sebesar 70%
  2. Cacat hilangnya sebelah kaki dari pangkal paha ke bawah sebesar 35%
  3. Cacat hilangnya kedua belah kaki dari mata kaki ke bawah sebesar 50%
  4. Cacat hilangnya sebelah kaki dari mata kaki ke bawah sebesar 25%
  5. Cacat hilangnya salah satu ibu jari kaki sebesar 5%
  6. Cacat hilangnya salah satu jari telunjuk kaki sebesar 3%
  7. Cacat hilangnya salah satu jari kaki lain sebesar 2%
  8. Cacat berupa kaki memendek dengan ketentuan kurang dari 5 cm sebesar 10%, 5 cm sampai kurang dari 7,5 cm sebesar 20% dan 7,5 cm atau lebih sebesar 30%

D. Cacat tetap yang lainnya
  1. Cacat berupa hilangnya kemampuan kerja fisik 51% - 71% sebesar 40%, hilangnya kemampuan kerja fisik 26% - 50% sebesar 20% dan hilangnya kemampuan kerja fisik 10% - 25% sebesar 5%
  2. Cacat berupa hilangnya kemampuan kerja mental tetap sebesar 70%
  3. Cacat berupa impotensi sebesar 40%
Contoh perhitungan besarnya uang santunan cacat tetap sebagian
Berapakah besarnya uang santunan yang bakal diterima si peserta BPJS Ketenagakerjaan ketika mengalami kecelakaan kerja akibat terlindas excavator sehingga mengalami kehilangan ibu jari kaki bagian kiri?

Dari daftar prosentasi besarnya santunan diketahui untuk cacat tetap hilangnya ibu jari kaki adalah sebesar 5%. Diketahui upah pekerja ini sebesar Rp. 5.000.000,- perbulan (gaji pokok dan tunjangan). Maka besarnya uang santunan adalah 5% x 80 x RP.5.000.000,- atau sebesar Rp. 20.000.000,-
JKK BPJS Ketenagakerjaan Untuk Perlindungan Dari Kecelakaan Kerja Dan Penyakit Akibat Kerja

JKK BPJS Ketenagakerjaan Untuk Perlindungan Dari Kecelakaan Kerja Dan Penyakit Akibat Kerja

Pekerja berhak atas manfaat JKK dari BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja oleh karena itu pengusaha wajib mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan jika pengusaha tidak mendaftarkan para pekerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan maka pekerja berhak untuk mendaftarkan diri sendiri sebagai peserta program jaminan sosial BPJS dengan tanggungan dari pengusaha.

Kecelakaan kerja adalah kejadian tidak terduga yang menimpa pekerja yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditentukan kejadiannya dari perjalanan ke tempat kerja sampai perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerja.

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang timbul akibat pekerjaan, bahan atau material, peralatan kerja, proses dan lingkungan pekerjaan.

Contoh kecelakaan kerja di pabrik adalah tertimpa benda jatuh, jatuh dari ketinggian, tersengat listrik, terbentur benda keras, terjatuh karena licin, terjepit, terpotong, terlindas, tertabrak alat berat atau alat yang bergerak, terkontak dengan bahan kimia atau B3, tertusuk, tergores, gas bocor dan kecelakaan kerja akibat bencana alam seperti gempa bumi, banjir, lonsor dan angin puting beliung.

Termasuk juga kecelakaan kerja selama perjalanan pergi pulang contohnya kecelakaan lalu lintas yang masih dikategorikan sebagai kecelakaan kerja.

Contoh penyakit akibat kerja adalah rinitis, rinosinusitis, pneumonitis, aspergilosis akut bronchopulmoner, hipersensitivitas lateks, penyakit jamur, dermatitis kontak, anafilaksis, bronchitis kronis, emfisema, karsinoma bronkus, fibrosis, TBC, mesetelioma, pneumonia, sarkoidosis, kanker oesofagus (tambang batu bara dan vulkanisir karet), cirhosis hati, gagal ginjal, vesica urinaria, anemia akibat bahan kimia timbal (Pb), leukimia akibat bahan kimia benzena, jantung koroner, febrilasi ventricel, infertilitas, kerusakan janin, keguguran, sindroma raynaud, carval turnel syndroma, sakit punggung, penurunan pendengaran, conjungtivitis, katarak, pusing, sering lupa, depresi, neuropati perifer, ataksia serebeler, ansietas, leptospirosis, brucellosis, keracunan, ketulian, hyperpireksi, milliaria, heat cramp, heat exhaustion, heat stroke dan coison diseae

Apa saja penyebab kecelakaan kerja?

Jenis kecelakaan kerja dapat dikelompokan berdasarkan sumber penyebab kecelakaan kerja yang umum terjadi yaitu:
  • Kecelakaan kerja akibat listrik
  • Kecelakaan kerja akibat alat berat
  • Kecelakaan kerja akibat bahan kimia
  • Kecelakaan kerja akibat mesin
  • Kecelakaan kerja akibat kebakaran
  • Kecelakaan kerja akibat peralatan lain
  • Kecelakaan kerja akibat tidak menggunakan APD
  • Kecelakaan kerja akibat faktor manusia
  • Kecelakaan kerja akibat kecelakaan lalu lintas

Dampak kecelakaan kerja:
  • Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB)
  • Cacat sebagian fungsi
  • Cacat sebagian anatomis
  • Cacat total tetap
  • Meninggal dunia
Manfaat JKK BPJS Ketenagakerjaan berupa santunan uang yang diberikan kepada pekerja dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja:
  1. Penggantian ongkos transportasi dari tempat kejadian ke rumah sakit atau ke rumahnya dengan ketentuan besarnya biaya penggantian maksimal Rp. 1.000.000,- untuk transportasi darat, maksimal Rp. 1.500.000,- untuk transportasi laut dan maksimal Rp. 2.500.000,- untuk transportasi udara. Jika menggunakan lebih dari 1 jenis transportasi maka berhak mendapatkan penggantian maksimal dari setiap transportasi yang digunakan tersebut.
  2. Santunan STMB atau santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja sebesar 100% upah untuk 6 bulan pertama, 50% upah untuk 6 bulan kedua dan 50% upah untuk 6 bulan ketiga dan seterusnya sampai dinyatakan sembuh, cacat sebagian fungsi, cacat sebagian anatomis, cacat total tetap atau meninggal dunia yang dinyatakan secara medis.
  3. Santunan cacat sebagian fungsi atau santuan cacat sebagian anatomis yang diberikan berdasarkan setiap kondisi cacat dengan nilai yang berbeda mengikuti ketentuan prosentasi santunan cacat ini. Prosentase tersebut akan dikalikan dengan 80 kali upah. Sedangkan santunan cacat total tetap ditentukan sebesar 70% kali 80 upah.
  4. Santunan kematian sebesar 60% kali 80 upah.
  5. Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-
  6. Santunan selama 2 tahun dibayar sekaligus total sebesar Rp. 4.800.000,-
  7. Bantuan beasiswa sekolah untuk anak peserta sebesar Rp. 12.000.000,-
  8. Pelayanan kesehatan meliputi pemeriksaan dasar dan penunjang, perawatan tingkat pertama dan lanjutan, rawat inap kelas 1 rumah sakit pemerintah atau rumah sakit pemerintah daerah atau rumah sakit swasta yang setara, perawatan intensif, penunjang diagnostik, pengobatan, pelayanan khusus, alat kesehatan dan implan, jasa dokter atau medis, operasi, transfusi darah, rehabilitasi medis.
  9. Rehabilitasi alat bantu atau alat pengganti fungsi angota tubuh untuk setiap kasus kecelakaan kerja dengan patokan harga ditetapkan oleh pusat rehabilitasi rumah sakit umum pemerintah ditambah 40% dari harga tersebut serta ditambah biaya rehabilitasi medis.
  10. Gigi tiruan sebesar maksimal Rp. 3.000.000,-

5 Proses Mencapai Zero Accident

Zero accident adalah rajanya KPI karena semua departemen, divisi, unit kerja, komite, panitia dan team menetapkan target zero accident selama aktivitas pekerjaan sehingga zero accidents harus dicapai melalui 5 proses mencapai zero accident meliputi pembentukan safety officer, P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja), pembuatan agenda kerja K3 (task list), budget dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.

Contohnya
  • Departemen produksi menargetkan zero accident adalah tanpa kecelakaan kerja per 100000 hour meter di mesin A.
  • Departemen maintenance membuat target zero accident adalah tanpa kecelakaan kerja interval 365 hari kalender (pekerjaan maintenance bisa masuk di hari libur sabtu minggu / hari libur nasional).
  • Departemen Transportasi target zero accident adalah nol kecelakaan lalu lintas setiap 1000000 Km untuk seluruh unit armadanya.
  • Komite Energi menargetkan zero accident adalah tanpa kecelakaan kerja akibat sengatan listrik per 100000 kwh meter.
  • Dan departemen - departemen lainnya dengan targetnya masing - masing.
Ketika KPI zero accident tidak tercapai menyebabkan urusannya panjang bahkan sampai timbul pertimbangan terhadap kredibilitas pimpinan departemen bersangkutan.

Saking pentingnya KPI mencapai zero accident untuk dapat terpenuhi maka perlu upaya serius guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja seperti menghentikan pekerjaan bila terdapat potensi bahaya walaupun sedang dikejar target.

Salah satu contohnya penerbitan kartu SWO (Stop Work Operation) berbentuk ID card. Kartu ini diberikan kepada beberapa orang pilihan seperti level supervisor. SWO dapat menghentikan operasional aktivitas kerja dengan tidak memandang tingkat urgensi pekerjaannya. Saat SWO dikeluarkan semua mematuhi karena pada SWO dilengkapi dokumen diketahui direksi.

Berikut 5 proses mencapai zero accident berdasarkan pengalaman nyata selama bekerja mengacu standar keselamatan kerja OHSAS 18001
  1. Membentuk safety officer
  2. Membentuk P2K3
  3. Agenda kerja (task list) K3
  4. Budget
  5. Kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja
zero accident

1. Membentuk Safety Officer

Safety officer bertugas mengelola K3 seperti perencanaan, organisasi, pelaksanaan serta evaluasi terhadap standar K3 berikut pencapaian hasil. Safety officer bertanggung jawab mencegah bahaya maupun kecelakaan kerja. Pada industri kecil, peran safety officer menyatu dengan general affairs tetapi bagi industri besar peran safety officer akan memiliki struktur organisasinya sendiri.

Kontribusi safety officer terhadap pencapaian target zero accident berupa perencanaan serta tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Seluruh proses pekerjaan pada setiap bagian dievaluasi adanya kemungkinan resiko kecelakaan kerja akibat pekerjaan tersebut. Dengan mengetahui resiko tersebut maka diupayakan tindakan maupun improvement pencegahan kecelakaannya.

Safety officer membuat HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control) berdasarkan standar OHSAS 18001:2007 clause 4.3.1. HIRADC (jika sudah menerapkan) selanjutnya menjadi acuan proses mencapai zero accident dalam identifikasi bahaya, penilaian resiko serta penentuan pengendalian bahaya resiko masing-masing departemen.

2. Membentuk P2K3

Proses mencapai zero accident kedua adalah membentuk P2K3 yaitu badan pembantu di tempat kerja sebagai wadah kerja sama antara pengusaha dan pekerja untuk penerapan K3. P2K3 dapat memberikan saran baik diminta maupun tanpa diminta kepada pengusaha tentang masalah K3.

Mengapa P2K3 perlu dibentuk?

Pembentukan P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) hukumnya wajib bagi industri dengan tenaga kerja 100 (seratus) orang atau lebih atau kurang dari 100 tetapi industri tersebut menggunakan bahan, proses dan instalasi yang berpotensi besar terhadap terjadinya ledakan, kebakaran, keracunan serta radiasi (sumber: PER.04/MEN/1987).

Dalam struktur organisasi P2K3, posisi sekretaris harus dipegang seorang ahli K3 umum ataupun bisa dipegang oleh safety officer. Hal ini terkait tanggung jawab sekretaris P2K3 menuntut pengetahuan mendalam tentang K3 diantaranya memberikan bantuan / saran kepada seksi - seksi serta membuat laporan ke instansi pemerintah Disnakertrans mengenai kondisi serta tindakan bahaya di tempat kerja berikut langkah tepat cara antisipasinya.

Kontribusi P2K3 terhadap proses mencapai zero accident adalah pengorganisasian, pemeriksaan juga evaluasi terhadap potensi timbulnya kecelakaan kerja. P2K3 memiliki izin patroli K3 ke setiap area kerja serta memiliki kewenangan menghentikan proses kerja bila dinyatakan memiliki resiko tinggi tetapi belum dilakukan antisipasi pencegahannnya.

3. Agenda Kerja (Task List) K3

Agenda kerja K3 adalah daftar tugas terkait masalah K3, dibuat oleh setiap departemen dan komite dalam pemantauan safety officer serta P2K3. Agenda kerja K3 merupakan hasil evaluasi KPI zero accident.

Ilustrasi kerjanya seperti berikut:
Setiap departemen maupun komite akan membuat target pencapaian zero accident masing - masing sebagai salah satu pelaporan target di KPI atau TTMK3L. Setiap bulan dilakukan rapat evaluasi pencapaian target zero accident dan evaluasi tentang kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pekerja dalam lingkup setiap departemen tersebut.

Hasilnya berupa beberapa poin pekerjaan K3 setiap departemen dan komite, kemudian dituangkan sebagai agenda kerja / task list K3 masing - masing dan akan dievaluasi juga setiap bulan apakah sudah closing atau belum.

Contoh agenda kerja:
  • Membuat safety cover mesin (produksi)
  • Memperbaiki penerangan area gudang sesuai standar lumen (PPIC)
  • Instalasi smoke detector (general affair)
  • Membuat TPS (Tempat Penampungan Sementara) limbah oli di workshop (maintenance)
  • dan seterusnya...
4. Budget

Ada aktivitas ada biaya. Agenda kerja K3 sudah pasti sedikit banyak memerlukan biaya seperti pembelian APD, pengadaan safety peralatan misalnya back buzzer alat berat, biaya training pekerja agar memperoleh sertifikasi ahli K3, biaya kelayakan peralatan dari Disnakertrans (SILO) dan biaya lainnya terkait pemenuhan target zero accident.

Budget agenda kerja K3 anggap saja sebuah investasi serta proteksi. Pengusaha memberikan dukungan penuh pemenuhan kebutuhan agenda kerja K3 ini. Terutama industri sektor oil and gas minning, pengusaha wajib memiliki pemahaman keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dari pada proses bisnisnya sendiri. Kenapa demikian? Karena 1 kecelakaan kerja fatal bisa menyebabkan order dihentikan termasuk izin usaha dicabut.

5. Kepatuhan Terhadap Standar Keselamatan Kerja

Keempat proses mencapai zero accident tadi tidak ada artinya jika pekerja kurang mengindahkan standar keselamatan kerja. Contohnya tidak mematuhi kewajiban memakai APD, bekerja diketinggian lebih dari 2 meter tanpa menggunakan full body harness padahal APD tersebut sudah dipersiapkan.

Disinilah pentingnya sosialisasi K3 kepada para pekerja. Buka pemahaman bahwa keselamatan adalah yang utama (Safety First) kemudian berikan informasi tentang prosedur aman melakukan suatu pekerjaan tertentu.

Safety officer dan P2K3 berwenang melakukan patroli sekaligus memberikan sanksi bagi pekerja yang tidak mematuhi atuan standar keselamatan kerja termasuk pekerja luar (kontraktor) yang sedang melakukan pekerjaan di dalam lingkungan kerja perusahaan apa lagi pekerjaan tersebut berbahaya.

Contoh pekerjaan berbahaya adalah pengelasan terutama di area mudah terbakar atau lingkungan penuh dengan bahan kimia.

poin penting sebelum memulai pekerjaan berbahaya

Beberapa poin penting perlu diperhatikan ketika suatu pekerjaan berbahaya akan dimulai dalam proses mencapai zero accident:
  1. Melakukan komunikasi efektif antara pihak - pihak terkait untuk menghindari potensi bahaya selama pelaksanaan pekerjaan terkait resiko adanya potensi bahaya kebocoran gas dan tumpahan hidrokarbon.
  2. Semua potensi bahaya harus diidentifikasi dan diamankan. Laporkan segera jika ditemukan potensi bahaya tersebut.
  3. Setiap bahan dan material sumber penyebab kebakaran harus dipindahkan, diamankan dan ditempatkan terpisah sumber bahaya kebakaran.
  4. Melibatkan orang berkompeten dalam melengkapi langkah - langkah dalam proses berlangsungnya pekerjaan.
  5. Meminimalkan jumlah pekerja pada area kerja, hanya pekerja yang diizinkan untuk tetap berada di area kerja tersebut.
  6. Melakukan visual inspection sebelum bekerja sebagai bagian persiapan sebelum melakukan pekerjaan.
  7. Menyiapkan pengawas personel masuk agar memastikan hanya orang - orang berkepentingan dan personel berhubungan dengan pekerjaan maintenance di area kerja.
  8. Memastikan peralatan sudah diinspeksi dan memiliki sertifikasi sehingga layak dan aman digunakan.
  9. Memastikan adanya personel safety officer selama pekerjaan berlangsung.
Perhatikan potensi sumber bahaya beberapa sumber penyebab berikut:
  • Motion : tersandung, terpeleset, terjepit
  • Mechanical : terkena peralatan / mesin berputar
  • Electrical : Tersengat listrik
  • Temperature : dehidrasi, kebakaran
  • Chemical : terhirup debu atau gas beracun, terpapar bahan kimia
  • Bioligical : terkena gigitan binatang
  • Radiasi : Radiasi sinar matahari, radiasi panas boiler
  • Sound : terpapar suara keras
  • Gravity : tertimpa benda jatuh
  • Pressure : kebocoran pada steam
Dalam proses mencapai zero accident ini perlu ditunjang dengan kelengkapan beberapa jenis APD sesuai kebutuhan:

Jenis APD pelindung bagian kepala
  1. Safety helmet berfungsi melindungi kepala berbahan plastik serta aluminium dalam beberapa warna sesuai peruntukannya.
  2. Safety goggles berfungsi melindungi mata berasal paparan partikel melayang di udara, percikan benda kecil, benda panas ataupun uap panas.
  3. Ear plug berfungsi melindungi terhadap kebisingan ataupun tekanan.
  4. Masker kain berfungsi sebagai alat pelindung pernafasan saat berada di area dengan kualitas udaranya tidak baik dan melindungi dari paparan virus berbahaya
  5. Masker respirator berfungsi melindungi pernafasan saat berada di area mengandung paparan bahan beracun maupun bahan kimia berbahaya. Filter masker respirator wajib diganti setelah pemakaian dalam waktu tertentu.
  6. Face shield berfungsi melindungi wajah dari paparan bahan kimia, percikan benda kecil, benda panas ataupun uap panas, benturan atau pukulan benda keras dan tajam dan paparan virus berbahaya.
Jenis APD pelindung bagian tubuh
  1. Apron berfungsi melindungi tubuh dari percikan bahan kimia dan suhu panas. Apron sebagai APD pengelasan wajib digunakan welder saat pekerjaan pengelasan.
  2. Safety vest berfungsi dalam mencegah terjadinya kontak atau kecelakaan. Rompi ini dilengkapi dengan strip warna kuning yang dapat memantulkan cahaya terang.
  3. Wearpack berfungsi melindungi tubuh saat bekerja, mengurangi resiko terluka dan juga digunakan sebagai identitas pekerja.
Jenis APD pelindung anggota tubuh
  1. Safety gloves berfungsi melindungi jari-jari dan tangan terhadap api, suhu panas, suhu dingin, radiasi, bahan kimia, arus listrik, bahan kimia, benturan, pukulan, dan goresan benda tajam. Bentuk sarung tangan safety bervariasi tergantung sumber bahayanya. Sarung tangan sebagai APD pengelasan berbahan dasar kulit serta harus segera diganti jika telah rusak.
  2. Full body harness dipakai saat menggunakan alat transportasi serta untuk membatasi ruang gerak pekerja agar tidak terjatuh.
  3. Sepatu safety dan sepatu boot melindungi kaki berupa benturan, tertimpa benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap panas, bahan kimia berbahaya ataupun permukaan licin.
Pekerjaan boleh dilanjutkan ke tahap pelaksanaan jika:
  • Izin kerja masih berlaku
  • Penerangan cukup di tempat kerja
  • Peralatan dan perkakas kerja dalam kondisi layak dan standar
  • Sudah dilakukan pengecekan gas berbahaya di area kerja dan kondisi aman.
  • Sudah dilakukan isolasi sumber bahaya.
  • Tidak ada hujan, petir, gelombang dan hal - hal membahayakan keselamatan.
  • Tidak ada peralatan listrik membahayakan.
Pekerjaan jangan dilanjutkan / dihentikan sementara jika:
  • Terindikasi adanya kebocoran gas sehingga dapat menimbulkan bahaya kebakaran.
  • Terjadi peristiwa emergency dan adanya intruksi operator untuk meninggalkan area kerja
  • Terjadi shutdown, ledakan dan kebakaran
  • Hujan, petir, gelombang dan hal - hal membahayakan keselamatan
  • Intruksi User untuk penghentian pekerjaan misalnya terjadi kesalahan gambar.
Emergency Response
  1. Melakukan komunikasi ke pekerja lainnya
  2. Bila ada liquid spill maka pekerjaan dihentikan sementara untuk dilakukan pembersihan terlebih dulu.
  3. Jika terjadi kebakaran, padamkan api dengan APAR, jika api sulit dipadamkan segera tinggalkan area.
  4. Menghentikan pekerjaan dengan aman dan jangan panik.
  5. Meninggalkan lokasi menuju titik kumpul terdekat dan jangan terburu - buru,
Kelima proses mencapai zero accident ini jika dipenuhi maka akan diperoleh hasil maksimal yaitu tanpa terjadi kecelakaan kerja sehingga KPI zero accident adalah 100% tanpa kecelakaan kerja. Tetapi jangan menjadi suatu alasan bagi suatu pekerjaan reguler yang tidak tercapai bahwa pekerjaan tersebut gagal karena masalah safety.

4 Upaya Menjaga Kesehatan Saat Bekerja Malam Dalam Sistem Kerja 2 Long Shift

4 upaya menjaga kesehatan saat bekerja malam dalam sistem kerja 2 long shift terkait diantara pembagian shift kerja maka sistem shift ini paling memiliki resiko tertinggi timbulnya penyakit akibat kerja diantaranya angin duduk, masuk angin, kepala pusing, maag, BAB, diabetes tingkat 2, resiko kanker payudara bagi pekerja wanita, naiknya gula darah dan tekanan darah serta kolestrol, obesitas dan gangguan fungsi otak

Long shift hanya terdiri 2 shift 2 group dengan pergantian shift setiap bulan. Pengaturan jam kerjanya:
  • Shift 1: jam 08.00 - 18.00
  • Shift 2: jam 19.00 - 05.00 hari berikutnya.
Jam kerja sangat tinggi menyebabkan kelelahan fisik sehingga biasanya jarang ditemukan pengaturan long shift dalam enam hari kerja, maksimal sampai lima hari kerja saja.

Berikut 4 upaya menjaga kesehatan saat bekerja malam dalam sistem kerja 2 long shift:
  1. Keseimbangan tidur
  2. Keseimbangan makanan
  3. Refreshing dan olah raga
  4. Mengelola stres

1. Keseimbangan Tidur

Orang dewasa bisasanya membutuhkan waktu tidur normal sekitar 7 sampai 9 jam setiap hari. Ketika mengikuti kerja shift maka waktu tidur tetap harus seimbang mendekati 7 - 9 jam setiap hari melalui pembagian 3 waktu tidur berikut:

Waktu tidur 1: 06.30 - 11.30 (5 jam).
Jam kerja shift 2 long shift berakhir pukul 05.00 selanjutnya adalah perjalanan pulang dan sarapan sekitar 1,5 jam. Jadi jam 06.30 sudah bisa istirahat tidur sampai jam 11.30.

Waktu tidur 2: 13.00 - 16.00 (3 jam).
Perhatikan bahwa terdapat interval 1,5 jam antara jam 11.30 sampai jam 13.00 maka gunakan untuk berinteraksi bersama keluarga dan makan siang. Jam 16.00 sudah segar bugar kemudian mempersiapkan diri menghadapi pekerjaan shift malam.

Waktu tidur 3: Setengah jam sebelum berangkat kerja dan setengah jam saat jam istirahat.
Waktu tidur 3 adalah ketika waktu tidur 1 atau waktu tidur 2 terganggu karena ada urusan penting.

2. Keseimbangan Makanan

4 upaya menjaga kesehatan saat bekerja malam

Makanan 4 sehat 5 sempurna sangat dianjurkan untuk dikonsumsi seperti sayuran dan buah - buahan yang memiliki zat anti oksidan tinggi. Makanan berlemak sebaiknya dikurangi atau diganti makanan berserat.

Godaan saat bekerja shift malam berupa memakan camilan, gorengan dan makanan instan bahkan ketika jam istrirahat seharusnya makan malah ngemil dan ngopi. Ini sebaiknya dihindari karena akan menimbulkan resiko tekanan darah dan kolestrol tinggi serta obesitas.

Lebih berbahaya lagi jika tanpa makan sama sekali, misalnya hanya ngopi dan merokok. Padahal seharusnya sudah diketahui bahwa udara dingin malam mengakibatkan masuk angin dan angin duduk. Jangan biarkan perut kosong selama bekerja shift malam.

Tidak hanya keseimbangan asupan makanan tetapi asupan air pun harus seimbang. Seseorang dapat bertahan seminggu tanpa makan tetapi tidak akan bertahan tanpa air minum. Begitu pentingnya air minum ini bahkan menduduki urutan kedua setelah oksigen. Memang ketika bekerja shift malam paling cepat buang air tetapi itu bukan alasan untuk mengurangi jatah harian air minum untuk kebutuhan tubuh agat tetap sehat.

Hindari minuman suplemen seperti kafein dan penambah energi. Tetap bergerak aktif agar kantuk menghilang.

3. Refreshing dan Olah Raga

Segarkan fikiran dan badan dengan melakukan refreshing dan olah raga di hari minggu. Bentuk refreshing diantaranya jalan bareng keluarga ke tempat wisata / tempat hiburan, mancing bersama keluarga, silaturahmi ke sodara atau teman diluar pekerjaan dan rekreasi bersama rekan kerja.

Salurkan minat olah raga seperti futsal, bulu tangkis serta minat olah raga lainnya bersama rekan sesama hobi. Keringat hasil olah raga adalah sehat karena akan membuang racun dari dalam tubuh. Olah raga ringan seperti jalan dan lari kecil bisa dilakukan 3 kali seminggu untuk menjaga kebugaran setiap hari.

4. Mengelola Stres Akibat Pekerjaan

Stres akibat pekerjaan dapat menghampiri disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:

Stres karena target pekerjaan harian belum selesai sesuai rencana shift sebelumnya sehingga apa bila belum selesai dikerjakan di shift malam maka akan mengganggu target output mingguan.

Hal ini terjadi pada kondisi terdapat masalah kekurangan suplai material, tidak ada alat, salah pendelegasian di awal shift malam dan kekurangan SDM. Cara mengatasinya dengan melakukan upaya alternatif terbaik mengganti pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dengan koordinasi kepada lawan shift jika mereka belum tidur. Buat laporan kendala yang dihadapi seperti dituangkan pada form serah terima shift atau di infokan pada grup sosial media.

Stres karena sudah lebih dulu memahami resiko tinggi dalam bekerja malam di sistem kerja shift dan tidak bisa berkelak dari kenyataan ini karena masih perlu gaji, betul?

Mungkin stres akan berkurang ketika perusahaan memberikan tunjangan khusus untuk para pekerja shift ketika bekerja di malam hari. Bentuknya bisa berupa tambahan tunjangan shift, uang makan shift malam dan ekstra puding. Tentang nilainya biasanya disesuaikan kemampuan perusahaan.

Stres karena tidak bisa beristirahat di waktu tidur saat sudah memejamkan mata tetapi kantuk tidak datang. Cara mengatasinya adalah dengan asupan makanan atau minuman hangat yang memiliki kemampuan mendatangkan kantuk, contohnya sayur kangkung, susu hangat dan lainnya.