Pengolahan Limbah B3 Menjadi Bahan Alternatif Material dan Alternatif Fuel

Syarat wajib KLHK memberikan izin operasi industri pengolahan limbah B3 diantaranya bahwa hasil akhir pengolahan limbah B3 harus dapat dimusnahkan supaya menghilangkan pencemaran lingkungan hidup dengan cara mengolah limbah B3 tersebut menjadi bahan bermanfaat seperti bahan alternatif material dan bahan alternatif fuel pada industri semen.

Bahan alternatif material sebagai campuran pada bahan baku utama proses produksi dan bahan alternatif fuel sebagai bahan bakar tambahan karena limbah B3 ini memiliki kandungan kalori tinggi.

Industri pemakai jasa pengolahan limbah B3 akan memberikan bayarannya setelah limbah B3 dimusnahkan dengan bukti pemusnahannya dari dokumen manifest pemusnahan akhir yaitu dari industri semen tersebut.

Apakah industri semen akan membayar juga pada industri pengolahan limbah B3 ini sehubungan telah diuntungkan dari penambahan bahan baku maupun bahan bakarnya?

Hal ini tergantung dari perjanjiannya. Bisa saja industri semen akan membayar untuk bahan alternatif material sedangkan bahan alternatif fuelnya gratis.

Tetapi biasanya industri semen pun membuat aturan tertentu diantaranya agar mesin pengolahan limbah B3 harus menggunakan mesin pengolah limbah B3 dari pembuat mesin legal dan dipercaya. Mesin pengolah limbah B3 menjadi bahan alternatif material maupun bahan alternatif fuel berikut peralatannya diantaranya:
  1. Mesin Shredder
  2. Mesin Crusher
  3. Alat berat Excavator
  4. Alat berat Wheel Loader
Apakah semua jenis limbah B3 dapat diolah menjadi alternatif fuel maupun alternatif material?

Tidak semua jenis limbah B3 dapat diolah menjadi bahan alternatif material maupun bahan alternatif fuel. Sifat limbah B3 memiliki salah satu di bawah ini:
  1. Beracun
  2. Korosif
  3. Mudah meledak
  4. Mudah menyala
  5. Infeksius
  6. Reaktif
Limbah B3 beracun saja (poin 1) untuk menjadi alternatif material maupun alternatif fuel.

Pengolahan limbah B3 menjadi bahan alternatif material

pengolahan limbah B3

Jenis limbah B3 yang dapat diolah menjadi alternatif material pada industri semen adalah abu batu bara FABA (Flay Ash Bottom Ash) hasil proses PLTU batu bara.

Tetapi beberapa kalangan masih meragukan bahwa faba bukan termasuk limbah B3 berdasarkan hasil uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dan Lethal Dose 50 (LD50) yang menyatakan bahwa faba masih di bawah ambang batas diizinkan. Terlepas dari itu, kita lanjutkan saja ke proses pengolahan faba menjadi bahan alternatif material.

Proses pengolahan faba menggunakan mesin crusher kapasitas besar untuk membuat faba menjadi hancur agar bisa disatukan dengan bahan baku utama semen, karena bentuk asal faba tidak beraturan dan mengeras seperti batu.

Selanjutnya faba yang telah halus dikirim ke industri semen disertai manifest pemusnahan B3 sebagai lampiran invoice ke PLTU batu bara.

Selain menjadi alternatif material bahan baku semen, faba bisa juga dijadikan bahan baku pembuatan batako, coneblock, pavingblock dan bahan campuran kontruksi namun kualitas hasilnya tidak bisa dijamin.

Menggunakan mesin press batako, faba diproses dan dicetak menjadi batako sesuai ukuran standar. Batako faba ini ternyata mudah rapuh dibandingkan dengan batako standar sehingga hanya dimanfaatkan untuk pemakaian internal.

Terdapat permasalahan dengan pengolahan limbah B3 faba yaitu masalah yang dihadapi PLTU batu bara dan masalah yang dihadapi industri pengolahan limbah B3.

Masalah yang dihadapi PLTU batu bara:
Biaya pengangkutan faba yang tinggi menggunakan armada dump truck milik pengolah limbah B3 dengan jarak tempuh ratusan sampai ribuan kilometer antara PLTU batu bara di mulut tambang batu bara dengan pusat pengolahan limbah B3 di sekitar industri semen. Kisaran biaya pengankutan ini 1,2 juta rupiah per ton sedangkan faba yang dihasilkan ribuan ton. Untuk 1 angkutan dengan dump truck kapasitas dasar 13 ton dan mengangkut 10 ton faba maka PLTU harus mengeluarkan biaya sekitar 12 juta rupiah.

Masalah yang dihadapi industri pengolahan limbah B3
Faba yang dihasilkan PLTU dalam jumlah besar tidak sebanding dengan proses pemusnahannya di industri semen. PLTU batu bara hanya akan membayar berdasarkan jumlah yang telah dimusnahkan di industri semen. Penumpukan faba akan terjadi di lokasi pengolah limbah B3 sementara faba harus tersimpan di dalam gedung tertutup sehingga membutuhkan jumlah gedung yang luas sekali. Ditambah lagi ketentuan pemusnahan dari KLHK dalam batas waktu 90 hari sejak faba dikirim dari PLTU batu bara.

artikel lainnya: Perlindungan TKI Sebelum Penempatan Sampai Pulang Ke Indonesia

Pengolahan limbah B3 menjadi bahan alternatif fuel

Jenis limbah B3 sebagai bahan alternatif fuel adalah sludge oil dengan campuran jenis limbah B3 tertentu lainnya. Sludge oil merupakan residu campuran antara petroleum, lumpur dan air. Karena mengandung petroleum inilah sehingga sludge oil memiliki kalori tinggi dan dapat dijadikan sebagai alternatif fuel.

Sludge oil dicampurkan dengan limbah B3 pencampur dalam kolam bak dengan menggunakan alat berat excavator sebagai pengaduk campuran hingga didapatkan nilai kalori sesuai standar.

Bahan pencampur sludge oil diantaranya:
  1. Sekam padi, atau
  2. Limbah kertas, karung dan kain yang sudah dicacah menggunakan mesin shredder.
Selanjutnya sludge oil campuran ini dikirim ke industri semen sebagai bahan alternatif fuel pembakaran semen.

Perlindungan TKI Sebelum Penempatan Sampai Pulang Ke Indonesia

Pernah terdengar berita beberapa TKI mengalami permasalahan serius sampai berurusan hukum di negara tempat TKI bekerja tetapi kita melihat adanya tindakan pemerintah membantu TKI tersebut yang merupakan bagian dari bentuk perlindungan terhadap TKI secara total dari penempatan sampai pulang kembali ke Indonesia dengan selamat.

Apa menariknya menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia)? Berapa sebenarnya penghasilan sebagai TKI disana? Pertanyaan ini diajukan kepada seorang tetangga desa terkait istrinya menjadi asisten rumah tangga di Taiwan.

Gambaran upah rata - rata TKI Taiwan (kurs 1 TWD (Dolar Taiwan) = Rp. 460)
Pekerja pabrik : 22.000 TWD x 460 = Rp. 10.120.000,-
Asisten rumah tangga : 17.000 TWD x 460 = Rp. 7.820.000,-

Upah pekerja pabrik maupun asisten rumah tangga di Taiwan lebih besar dari upah pekerja pabrik dan asisten rumah tangga di Indonesia. Inilah daya tarik untuk menjadi TKI tersebut. Upah pekerja Indonesia sangat tergantung besarnya UMR / UMK / UMP.

Menerima upah Rp. 10.120.000,- sebagai pekerja pabrik Taiwan, apakah masih lebih makmur dari pada Indonesia sekitar Rp. 4.000.000,- mengingat biaya hidup disana pastinya lebih tinggi?

perlindungan TKI sebelum penempatan sampai pulang

Ayo kita hitung-hitung disini (ini hanya sebatas hipotesa). Patokan harga menggunakan standar harga emas dunia bulan Nopember 2019.

Indonesia : 1 gram emas Rp. 668.777
Taiwan : 1 gram emas TWD 1.452

Indonesia: Prosentase harga emas terhadap upah = Rp. 668.777 / Rp. 4.000.000 = 16,7%
Taiwan : Prosentase harga emas terhadap upah = TWD 1.452 / TWD 22.000 = 6,6%

Artinya pekerja Indonesia untuk membeli 1 gram emas 24 karat harus mengeluarkan 16,7% dari upahnya sedangkan TKI Taiwan hanya mengeluarkan 6,6% upahnya sebagai pekerja pabrik Taiwan.

Kesimpulannya TKI Taiwan sebagai pekerja pabrik masih lebih sejahtera dari pada pekerja Indonesia sebagai pekerja pabrik negaranya sendiri.

Perlindungan TKI

Perlindungan TKI secara penuh tanpa diskriminasi oleh pemerintah kepada semua TKI. Lembaga penempatan TKI yaitu BNP2TKI, PPTKIS, perusahaan penempatan TKI untuk kepentingan sendiri termasuk TKI secara perseorangan.
  • BNP2TKI : Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (Lembaga Pemerintah Non Kementerian)
  • PPTKIS : Pelaksana Penempatan TKI Swasta (badan hukum yang telah memperoleh izin tertulis Pemerintah untuk menyelenggarakan pelayanan penempatan TKI ke luar negeri)
Perlindungan TKI secara penuh tanpa diskriminasi kepada semua TKI mencakup perlindungan TKI sebelum penempatan, masa penempatan dan perlindungan TKI purna penempatan.

1. Perlindungan TKI Sebelum Penempatan

Ditujukan pada calon TKI sebelum ditempatkan yaitu perlindungan administratif serta perlindungan teknis.

Perlindungan admunistratif
  1. Pemenuhan dokumen penempatan
  2. Penetapan biaya penempatan
  3. Penetapan kondisi dan syarat kerja.
Perlindungan teknis
  1. Sosialisasi diseminasi informasi
  2. Peningkatan kualitas calon TKI
  3. Pembelaan atas pemenuhan (PAP) hak-hak TKI
  4. Pembinaan dan pengawasan.
Penjelasan setiap poin perlindungan administratif maupun perlindungan teknis sebagai berikut:

Dokumen yang harus dilengkapi sebagai pemenuhan dokumen penempatan : Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN), KTP, visa kerja, ijazah pendidikan terakhir, akte kelahiran / surat keterangan kenal lahir, sertifikat kompetensi kerja, surat keterangan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi serta pemeriksaan kesehatan, paspor dari Kantor Imigrasi setempat

Penetapan biaya penempatan : berdasarkan negara tujuan penempatan maupun sektor jabatan, ditetapkan Menteri tetapi dapat ditinjau kembali sesuai kebutuhan.

Penetapan kondisi dan syarat kerja : jam kerja, upah, tata cara pembayaran, hak cuti, waktu istirahat, fasilitas termasuk jaminan sosial.

Sosialisasi diseminasi informasi berupa penyuluhan, kampanye peningkatan pemahaman cara bekerja di luar negeri dilakukan secara langsung maupun tidak langsung melalui media cetak / elektronik oleh Pemerintah serta pemangku kepentingan terkait, dikoordinasikan oleh instansi penanggung jawab bidang ketenagakerjaan.

Peningkatan kualitas calon TKI : pelatihan, uji kompetensi, PAP (Pembelaan Atas Pemenuhan)

Pembelaan atas pemenuhan hak-hak TKI :meninggal dunia, sakit, cacat, kecelakaan, gagal berangkat bukan karena kesalahan calon TKI, tindak k*kerasan fisik, p*merk*saan / p*lec*han s*ks*al.

Pembinaan pengawasan terhadap pelaksana penempatan berikut pihak terkait lainnya.


2. Perlindungan TKI Masa Penempatan

Perlindungan TKI masa penempatan dimulai sejak TKI sampai bandara / pelabuhan negara tujuan penempatan, selama bekerja, sampai kembali ke bandara debarkasi Indonesia diberikan oleh Perwakilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, hukum negara setempat serta kebiasaan internasional melibatkan pemangku kepentingan terkait.

Bentuk perlindungan TKI masa penempatan:
  1. Pembinaan pengawasan
  2. Bantuan berikut perlindungan kekonsuleran
  3. Pemberian bantuan hukum
  4. Pembelaan atas pemenuhan hak-hak TKI
  5. Perlindungan serta bantuan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta hukum dan kebiasaan internasional termasuk upaya diplomatik.
Pembinaan pengawasan: pembinaan pengawasan terhadap TKI, perwakilan PPTKIS, mitra usaha pengguna, memberikan bimbinga advokasi kepada TKI, fasilitasi penyelesaian perselisihan / sengketa TKI dengan pengguna / pelaksana penempatan TKI. menyusun maupun mengumumkan daftar mitra usaha pengguna tidak bermasalah ataupun bermasalah secara berkala sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan juga melakukan kerja sama internasional dalam rangka perlindungan TKI.

Ketika terjadi sesuatu pada TKI seperti kecelakaan, sakit, meningal dunia maka dilakukan pengurusan pada TKI bersangkutan sebagai bentuk bantuan berikut perlindungan kekonsuleran termasuk akses komunikasi antara Perwakilan dan TKI serta akses informasi kepada negara penerima mengenai TKI yang mendapat masalah hukum.

Pemberian bantuan hukum: pemberian mediasi, pemberian advokasi, pendampingan terhadap TKI, penanganan masalah TKI jika TKI mengalami tindak k*kerasan fisik dan p*lecehan s*ksual serta penyediaan advokat.

Pembelaan atas pemenuhan hak-hak TKI: memanggil pihak penyelenggara terkait tidak memenuhi hak-hak TKI, melaporkan kepada otoritas berwenang, menuntut pemenuhan hak-hak TKI, memperkarakan pihak penyelenggara terkait tidak memenuhi hak-hak TKI, bantuan terhadap TKI bila dipindahkan ke tempat lain / majikan lain karena tidak sesuai perjanjian kerja, penanganan terhadap TKI saat dipekerjakan tidak sesuai perjanjian kerja termasuk penyelesaian tuntutan perselisihan TKI dengan pengguna jasa TKI / mitra usaha.

Hak-hak TKI yang dibela adalah hak-hak TKI sesuai perjanjian kerja, hukum nasional, hukum perburuhan setempat serta konvensi internasional.

Perlindungan dan bantuan lainnya paling sedikit menyediakan penerjemah bahasa, pemulangan TKI juga pendekatan untuk mendapatkan pengampunan hukuman / pidana.

PPTKIS wajib membantu Perwakilan untuk memberikan perlindungan serta bantuan hukum selama masa penempatan.

artikel lainnya: Perlindungan Konsumen

3. Perlindungan TKI Purna Penempatan

Berupa:
  1. Pemberian kemudahan / fasilitas kepulangan TKI
  2. Pemberian upaya perlindungan terhadap TKI dari kemungkinan adanya tindakan pihak-pihak tidak bertanggung jawab sehingga dapat merugikan TKI selama kepulangan dari negara tujuan, debarkasi berikut selama perjalanan sampai ke daerah asal
  3. Fasilitasi pengurusan klaim asuransi
  4. Fasilitasi kepulangan TKI berupa pelayanan transportasi, jasa keuangan dan jasa pengurusan barang
  5. Pemantauan kepulangan TKI sampai ke daerah asal
  6. Fasilitasi TKI bermasalah berupa fasilitasi hak-hak TKI
  7. Penanganan TKI sakit berupa fasilitasi perawatan kesehatan, rehabilitasi fisik / mental.
  8. Bantuan pemulangan oleh Perwakilan.
  9. Evakuasi TKI saat terjadi bencana alam, wabah penyakit, perang, pendeportasian besar-besaran negara penempatan tidak lagi menjamin keselamatan TKI. Evakuasi dilakukan dengan cara yang paling memungkinkan ke negara terdekat yang dianggap aman atau dipulangkan ke Indonesia, dikoordinasikan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang hubungan luar negeri politik luar negeri, berkoordinasi dengan kementerian / lembaga terkait di tingkat nasional maupun internasional.
Perlindungan Konsumen

Perlindungan Konsumen

Perlindungan konsumen menjamin kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan jasa, pemilihan barang dan jasa, mendapatkan barang dan jasa sesuai nilai tukar, kejelasan informasi, kebenaran dan kejujuran kondisi barang dan jasa, hak didengar pendapat dan keluhannya, mendapatkan perlindungan hukum, perlindungan penyelesaian sengketa, perlindungan hak mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen dan perlindungan diperlakukan secara benar dan adil.

Asas perlindungan konsumen adalah asas manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan dan keselamatan konsumen serta kepastian hukum.

Agar terbentuk perlindungan terhadap konsumen ini maka ditetapkan aturan tentang perlindungan konsumen UU No.8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen diantaranya mengenai hak dan kewajiban pelaku usaha serta hak dan kewajiban konsumen.

Perlindungan konsumen menetapkan para pengusaha tidak boleh memproduksi dan memperdagangkan barang dan jasa di luar persyaratan standar dan ketentuan peraturan perundang-undangan yaitu:

1. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih (netto) dan jumlah dalam hitungan seperti dinyatakan pada label maupun etiket barang tersebut.

2. Tidak sesuai ukuran, takaran, timbangan dan jumlah hitungan menurut ukuran sebenarnya

3. Tidak sesuai kondisi, jaminan, keistimewaan, kemanjuran seperti dinyatakan di label, etiket maupun keterangan lainnya tentang barang dan jasa dimaksud.

4. Tidak sesuai mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, penggunaan tertentu seperti dinyatakan di label atau keterangan barang dan jasa.

5. Tidak sesuai dengan janji di label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan jasa.

6. Tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa, angka waktu penggunaan atau pemanfaatan yang paling baik atas barang.

7. Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan di label.

HAS 23000 untuk jaminan produk Halal merupakan standar persyaratan untuk memastikan produk yang dibuat halal tidak terkontaminasi najis. HAS 23000 diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia. Barang yang memiliki sertifikasi label Halal menandakan barang tersebut sudah dijamin Halal sebagai barang konsumsi terbebas dari najis.

8. Tidak memasang label, tidak membuat penjelasan barang yang mencakup nama barang, ukuran, berat isi bersih (netto), komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha seperti alamat kantor atau pabrik serta keterangan lain untuk penggunaan sesuai ketentuannya harus dipasang.

9. Tidak mencantumkan informasi dan petunjuk penggunaan barang (aturan pakai, instruksi perakitan dan lainnya) dalam bahasa Indonesia mengikuti ketentuan perundang-undangan.

10. Barang rusak, cacat, bekas dan tercemar tidak boleh diperdagangkan oleh para pengusaha tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.

11. Pengusaha tidak memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan rusak, cacat, bekas dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.

12. Pengusaha tidak menawarkan, memproduksikan, mengiklankan suatu barang dan jasa secara tidak benar dan seolah-olah barang tersebut telah memenuhi dan memiliki :
Potongan harga, harga khusus, standar mutu, mode, karakteristik, sejarah guna, barang dalam keadaan baik dan baru, barang dan jasa telah mendapatkan dan memiliki sponsor, persetujuan, perlengkapan, keuntungan, ciri-ciri kerja tertentu, aksesori tertentu, barang dan jasa dibuat oleh perusahaan bersponsor, persetujuan atau afiliasi, Barang dan jasa tersedia, barang tidak mengandung cacat tersembunyi, barang merupakan kelengkapan dari barang tertentu, barang tersebut berasal dari daerah tertentu.

13. Pengusaha tidak melakukan persaingan tidak sehat dengan merendahkan pesaing secara langsung maupun tidak langsung, menggunakan kata-kata berlebihan seperti aman, tidak berbahaya, tidak mengandung risiko efek sampingan tanpa keterangan lengkap, menawarkan sesuatu janji tapi belum pasti

14. Pengusaha tidak menawarkan, mempromosikan, mengiklankan, membuat pernyataan tidak benar sehingga menyesatkan mengenai harga / tarif suatu barang dan jasa, kegunaan suatu barang dan jasa, kondisi, tanggungan, jaminan, hak ganti rugi atas suatu barang dan jasa, tawaran potongan harga maupun hadiah menarik, bahaya penggunaan barang dan jasa.

15. Dalam sistem penjualan secara obral / lelang, pengusaha tidak mengelabui atau menyesatkan konsumen dengan menyatakan barang dan jasa dimaksud seolah-olah telah memenuhi standar mutu tertentu, menyatakan barang dan jasa dimaksud seolah-olah tidak mengandung cacat tersembunyi.

16. Pengusaha tidak berniat untuk menjual barang yang ditawarkan melainkan ada maksud untuk menjual barang lain.

17. Pengusaha tidak menyediakan jumlah barang cukup melainkan ada maksud menjual barang lain

18. Pengusaha Tidak menyediakan jumlah kapasitas jasa tertentu melainkan ada maksud menjual jasa lain.

19. Pengusaha tidak menawarkan, mempromosikan atau mengiklankan suatu barang dan jasa dengan harga tarif khusus dalam waktu dan jumlah tertentu jika pelaku usaha tidak bermaksud untuk melaksanakannya sesuai waktu dan jumlah yang ditawarkan, dipromosikan dan diiklankan.

Pengusaha Memiliki Kewajiban

Pengusaha wajib memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif,

Pengusaha wajib menjamin mutu barang dan jasa berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan jasa.

Konsumen diberikan kesempatan oleh untuk menguji dan mencoba barang dan jasa tertentu serta memberi jaminan dan garansi.

Pengusaha wajib memberi kompensasi, ganti rugi penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan jasa, memberi kompensasi, ganti rugi dan penggantian apabila barang dan jasa tidak sesuai perjanjian

Pengusaha Memiliki Hak

1. Pengusaha berhak menerima pembayaran sesuai kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan jasa.

2. Pengusaha berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik, hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya pada penyelesaian hukum sengketa konsumen dan hak rehabilitasi nama baik.

artikel lainnya: Mengetahui Kepribadian Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance Dalam DISC Psikotes

Kewajiban Konsumen Dalam Perlindungan Konsumen

Tidak hanya pengusaha yang dituntut untuk memenuhi kewajibannya dalam upaya perlindungan konsumen tetapi ada proaktif dari konsumen sendiri untuk memenuhi kewajibannya sebagai konsumen sehingga upaya perlindungan konsumen berjalan lancar dan seimbang.

Berikut adalah kewajiban konsumen yang harus dipenuhi tersebut :
  1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian dan pemanfaatan barang dan jasa demi keamanan dan keselamatan pengguna
  2. Beritikad baik saat melakukan transaksi pembelian barang dan jasa
  3. Membayar sesuai nilai tukar
  4. Jika konsumen dan pelaku usaha sedang terlibat suatu sengketa maka menjadi kewajiban bagi konsumen untuk menyelesaikan dan menuntaskannya yang dilakukan secara hukum sengketa perlindungan konsumen.
Penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen dilaksanakan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional.

Mengetahui Kepribadian Dominance Influence Steadiness Compliance Dalam DISC Psikotes

Salah satu jenis psikotes umum diberikan saat wawancaran lamaran kerja berupa DISC test untuk mengetahui tipe kepribadian Anda apakah Dominance, Influence, Steadiness atau Compliance yang akan diketahui hasilnya dalam DISC psikotes berupa sejumlah pertanyaan pilihan dengan jawaban setiap pertanyaan terdiri dari 4 pilihan yang menggambarkan sifat Anda.

Untungnya penjelasan setiap kepribadian dibawah ini akan disertakan kata kunci identik agar dapat mengintip setiap pernyataan dari soal psikotes DISC tes, apakah masuk dalam kategori mana saja dari DISC psikotes tersebut.

Tetapi sebelumnya kita lihat dulu sejarah lahirnya psikotes DISC ini.

Sejarah DISC Test Psikotes

Sejarah adanya psikotes DISC test sudah dimulai sejak tahun 444 sebelum masehi dengan menggolongkan kepribadian manusia menjadi 4 elemen yaitu air, api, angin dan tanah.

Pada tahun 400 sebelum masehi seorang dokter Yunani Hippokrates mengembangkan teori 4 elemen kepribadian manusia menjadi 4 teori temperamen manusia yaitu koleris, melankolis, plegmatis dan sanguin.

Pada zaman Renaissance seorang sarjana bernama Galen mengembangkan dasar pemikiran Hippokrates tersebut dalam pendekatan kebijaksanaan hippokrates disamping pendekatan kedokteran hippokrates.

Dominance, influence, steadiness dan compliance pertama kali dikenalkan oleh Dr. William Marston dalam buku karyanya berjudul Emotions of Normal People terbit tahun 1928 dan selanjutnya menjadi rujukan dalam tes kepribadian psikotes DISC modern para ahli psikologi sekarang.

kepribadian dominance influence steadiness compliance dalam disc psikotes

Kelebihan, Kelemahan, Ketakutan dan Kata Kunci Setiap Kepribadian DISC Psikotes

Kepribadian Dominance (D)

Kelebihan Dominance (D) adalah suka mencapai hasil sangat cepat, suka akan tantangan dan hal bidang baru serta mengambil otoritas. Kepribadian Dominance akan merasa nyaman di lingkungan penuh kekuasaan dan wewenang kesempatan untuk dapat meningkatkan prestasi individu.

Dominance suka bertanggung jawab dan enggan berada di bawah kendali lain dan paling nyaman ketika dapat mengontrol lingkungan. Dominance bekerja paling baik ketika mereka bebas dari kontrol dan pengawasan.

Dominance selalu memunculkan ide besar sehingga sering memegang kendali dan pembuat keputusan cepat.

Kelemahan Dominance : sering melewatkan detail, kurang berkomitmen dan jarang memperdulikan penilai dan perasaan lainnya. Dominance membutuhkan pendamping sebagai penasehat, menghitung resiko dan fakta penilitian.

Ketakutan terbesar Dominance : dimanfaatkan

Kata Kunci
Langsung, menentukan, ego tinggi, pemecah masalah, pengambil risiko, inisiatif, pengambil keputusan, menjunjung nilai, menantang status quo, inovatif, melangkahi otoritas, suka berargumen, anti rutinitas serta mencoba terlalu banyak pekerjaan sekaligus.

Kepribadian Influence (I)

Kelebihan Influence (I) adalah perilakunya cenderung cepat tetapi lebih suka berada dan bekerja sama ketika mengerjakan sebuah tugas. Influence biasanya suka menghibur atau sedikit humoris.

Influence berpengaruh dan pintar mengambil hati. Menjadi terkenal dan dielu-elukan merupakan hal yang mereka suka. Sehingga Influence bisa sangat senang bergaul dalam komunitas dan kelompok sehingga memperbanyak channel.

Influence menikmati berhubungan dengan orang lain dan membuat kesan baik, berbicara lantang dan menciptakan lingkungan positif dan antusias. Influence lebih suka dalam bidang pembinaan dan konseling.

Kelemahan Influence : memiliki perasaan halus dan tidak berkonsentrasi dengan tugas yang sekarang di hadapi. Influence lebih cocok sebagai penasehat.

Influence membutuhkan pendamping. Influence suka mencari fakta, berkomunikasi lengkap, menghormati ketulusan, memberi penghargaan atas hal-hal kecil dan melakukan pendekatan secara logis.

Ketakutan terbesar Influence : penolakan.

Kata Kunci
Antusias, dapat dipercaya, optimis, persuasif, talkative, impulsif, emosional, pemecah masalah, kreatif, penyemangat yang baik, memotivasi mencapai tujuan, selera humor positif, pendamai, lebih memikirikan popularitas dari hasil nyata, jarang peduli pada detil, gerakan tubuh dan wajah berlebihan, hanya mau mendengarkan apa bila menarik

Kepribadian Steadiness (S)

Kelebihan Steadiness adalah konsistensinya melakukan sesuatu sampai berhasil atau selesai, tidak berorientasi pada kecepatan tetapi mengutanakan konsistensi. Steadiness paling sesuai saat menciptakan harmoni di tempat kerja.

Kontribusi paling positif Steadiness ini yaitu menjadi pendengar sejati, sabar, suka membantu dan pandai mengendalikan keadaan. Individu Stediness lebih fokus bekerja sama untuk menyelesaikan tugas mereka.

Kelemahan Steadiness : Kurang memiliki kekuatan motivasi diri sehingga cepat berubah dan mudah dipengaruhi (apalagi kalau sudah kena pengaruh si Influence) dan enggan membuat keputusan.

Steadiness kurang memiliki efektivitas optimal sehingga individu ini perlu diberitahu secara mendalam tentang perubahan berikutnya sesegera mungkin agar dapat menyesuaikan. Steadiness akan nyaman berada di lingkungan minimal konflik, berorientasi tugas kelompok, memiliki penghargaan tulus dan percaya kemampuan orang lain.

Ketakutan terbesar berkepribadian Steadiness : ketidakamanan.

Kata Kunci
Pendengar, anggota tim, posesif, tenang, dapat diprediksi, memahami, ramah, dapat diandalkan, anggota setia, patuh pada peraturan, sabar dan berempati, sebagai penengah konflik, menolak perubahan, perlu waktu lama untuk berubah. pendendam, sensitif terhadap kritik, sulit menentukan prioritas

Kepribadian Compliance (C)

Kelebihan kepribadian Compliance adalah menghasilkan pekerja tekun, fokus terhadap kualitas dan ketepatan proses. Ciri khusus Compliance yaitu teliti.

Compliance akan nyaman berada di lingkungan berekspektasi kinerja jelas. Compliance senang melakukan apa saja asal berdampak positif. Compliance biasanya teguh pendirian dan pilihannya. Compliance terkadang terkesan ngotot.

Compliance orangnya teliti, berfikir kritis, menggunakan pendekatan secara halus dan analitis, memiliki rencana matang, dapat menyelesaikan masalah, profesional, diplomatis dan punya loyalitas tinggi.

Kelemahan kepribadian Compliance : cenderung meragu dan terkesan lambat saat pengambilan keputusan karena terlalu teliti. Maka pekerjaan yang dilakukan akan terproses dengan lambat. Compliance memiliki sifat pendendam dan karakter terlalu kritis.

Karena sangat teliti maka akan membutuhkan kepribadian lain untuk berkompromi dan mengambil keputusan cepat. Sehingga kepribadian Compliance biasanya bekerjasama di bawah komando si Dominance.

Ketakutan terbesar Compliance : kritik.

Kata Kunci
Akurat, analitis, teliti, berhati-hati, pencari fakta, presisi, standar tinggi, sistematis, memiliki perspektif, emosi stabil, meneliti semua aktivitas, mampu memahami situasi. mengumpulan, mengkritisi dan menguji informasi, memerlukan batasan jelas antara tindakan dan hubungan, terikat dengan prosedur dan metode, terlalu memikirkan detil, jarang mengungkapkan perasaan secara verbal, tidak mau berdebat dan menyimpan sendiri perasaan

Itulah gambaran dari setiap kepribadian, terdapat kelebihan, kelemahan dan ketakutannya yang akan menimbulkan perasaan gelisah dalam bekerja.

artikel lainnya: Bagaimana Tata Cara Pencatatan Serikat Pekerja atau Serikat Buruh Baru

Kembali dalam proses melamar pekerjaan posisi / jabatan tertentu misalnya posisi puncak perusahaan atau posisi lainnya maka sebaiknya pelajari terlebih dulu kepribadian mana yang dibutuhkan posisi sedang dilamar tersebut. Jangan tampilkan kepribadian asli kita jika tidak sesuai dengan posisi sedang dilamar.

Tetapi mengetahui kepribadian dimaksud untuk posisi tertentu tersebut tidak mudah dan hanya akan tahu jika Anda "beruntung" diberitahukan sebelumnya oleh user perekrut Anda. Dan ini sangat jarang terjadi perekrut memberitahukan bocoran di situasi tes psikotes ini.

Misalnya ada pernyataan bahwa seorang pimpinan pabrik atau factory manager harus memiliki berkepribadian Dominance tetapi nyatanya selama masa kerja penulis pernah bekerja dengan factory manager Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance.

Bagaimana Tata Cara Pencatatan Serikat Pekerja Atau Serikat Buruh Baru

Bagaimana tata cara pencatatan serikat pekerja atau serikat buruh baru setelah terbentuk oleh para pekerja dengan jumlah paling sedikit 10 orang sebagai langkah kewajiban berikutnya dalam memberitahukan keberadaan serikat pekerja atau serikat buruh yang baru terbentuk ini ke instansi pemerintahan bidang ketenagakerjaan setempat

Demikian juga dengan pembentukan baru federasi serikat pekerja atau serikat buruh dan konfederasi serikat pekerja atau serikat buruh harus memberitahukan keberadaanya untuk dilakukan pencatatan di instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan setempat.

Hasil dari pemberitahuan dari serikat dan pencatatan dari instansi pemerintahan adalah nomor bukti pencatatan yang merupakan kunci validasi keberadaan serikat pekerja atau serikat buruh, federasi serikat pekerja atau buruh dan konfederasi serikat pekerja atau buruh.

Ulasan di artikel ini kelanjutan dari "cara membentuk serikat pekerja atau serikat buruh serta federasi dan konfederasi" dan di ulasan ini akan dilihat tugasnya instansi pemerintahan bidang ketenagakerjaan dalam melaksanakan pencatatan sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP.16/MEN/2001 Tentang Tata Cara Pencatatan Serikat Pekerja atau Serikat Buruh.

tata cara pencatatan serikat pekerja

PEMBERITAHUAN

Pemberitahuan secara tertulis ini dengan dilampiri syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Daftar nama anggota pembentuk
  2. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
  3. Susunan dan nama pengurus
Dalam anggaran dasar sekurang-kurangnya harus memuat :
  1. Nama organisasi dan lambang organisasi serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh
  2. Dasar negara, asas dan tujuan yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
  3. Tanggal pendirian
  4. Tempat kedudukan
  5. Persyaratan menjadi anggota dan persyaratan pemberhetiannya
  6. Hak dan kewajiban anggota
  7. Persyaratan menjadi pengurus dan persyaratan pemberhetiannya
  8. Hak dan kewajiban pengurus
  9. Sumber, tata cara penggunaan dan pertanggung jawaban keuangan
  10. Ketentuan perubahan anggaran dasar dan/atau anggaran rumah tangga
Pemberitahuan tersebut diajukan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintahan bidang ketenagakerjaan.

PENCATATAN

Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota setempat wajib mencatat dan memberikan nomor bukti pencatatan atau menangguhkan pencatatan.

Pencatatan dilakukan dalam buku pencatatan dengan sekurangkurangnya memuat :
  1. Nama dan alamat serikat pekerja/serikat buruh
  2. Nama anggota pembentuk
  3. Susunan dan nama pengurus
  4. Tanggal pembuatan dan perubahan anggaran dasar dan/atau anggaran rumah tangga
  5. Nomor bukti pencatatan
  6. Tanggal pencatatan
Tanggal pencatatan dan pemberian nomor bukti pencatatan dilakukan selambat-lambatnya 21 (duapuluh satu) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya pemberitahuan dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Dalam hal serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh belum memenuhi persyaratan sesuai penjelasan di atas maka instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dapat menangguhkan pencatatan dan pemberian nomor bukti pencatatan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak tanggal diterima pemberitahuan dengan memberitahukan kelengkapan yang harus dipenuhi, dengan menggunakan formulir resmi instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Apabila setelah lewat 14 (empat belas) hari kerja setelah pemberitahuan, serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh belum melengkapi persyaratan maka berkas pemberitahuan dikembalikan dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Jika terjadi perpindahan domisili maka pengurus harus memberitahukan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota dimana serikat pekerja/serikat buruh tercatat dan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota di domisili baru dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Setelah menerima pemberitahuan pemindahan domisili maka Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota dimana serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh tercatat sebelumnya, harus menghapus nomor bukti pencatatan serikat pekerja/seikat buuruh tersebut.

Instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan setelah menerima pemberitahuan pemindahan domisili harus mencatat permohonan pencatatan serikat pekerja/serikat buruh tersebut dan memberikan nomor bukti pencatatan.

Jika terjadi perubahan anggaran dasar/anggaran rumah tangga serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh maka pengurus harus memberitahukan secara tertulis mengenai pasal-pasal perubahan anggaran dasar/anggaran rumah tangga kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota dengan dilampiri anggaran dasar/anggaran rumah tangga yang baru, dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan setelah menerima pemberitahuan ini selanjutnya harus mencatat perubahan anggaran dasar/anggaran rumah tangga serikat pekerja/serikat buruh dalam buku pencatatan.

Jika pengurus serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh menerima bantuan keuangan dari luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 untuk kegiatan organisasi, maka harus memberitahukan secara tertulis kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota sesuai dengan domisili organisasinya sekurang-kurangnya 90 (sembilan puluh) hari setelah bantuan tersebut diterima, dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagekerjaan kabupaten/kota setelah menerima pemberitahuan ini harus membuat tanda bukti pemberitahuan bantuan keuangan dari luar negeri dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Jika organisasi bubar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a dan b Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000, pengurus memberitahukan secara tertulis kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Jika serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh dinyatakan bubar dengan keputusan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c Undangundang Nomor 21 Tahun 2000, maka setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, instansi pemerintah selaku penggugat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (3) Undangundang Nomor 21 Tahun 2000 memberitahukan secara tertulis kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota setelah menerima pemberitahuan ini segera mencabut nomor bukti pencatatan dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintahan bidang ketenagakerjaan

Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota harus melaporkan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kegiatan pencatatan yang diatur dalam Keputusan Menteri ini secara berkala dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sekali, dengan menggunakan formulir resmi dari instansi pemerintah bidang ketenagakerjaan.

baca juga: Cara Membentuk Serikat Pekerja atau Serikat Buruh serta Federasi dan Konfederasi

KETENTUAN LAIN

Setelah memberitahukan atau telah terdaftar berdasarkan Permenaker No.Per.05/Men/1998 atau Kepmenaker No.Kep.201/Men/1999, memberitahukan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota dan diberi nomor bukti pencatatan baru selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak berlakunya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 dengan melengkapi semua persyaratan di atas.

Jika dalam jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 mulai berlaku, serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh yang telah membertahukan atau sudah terdaftar sesuai Permenaker No.Per.05/Men/1998 atau Kepmenaker No.Kep.201/Men/1999 tidak memberitahukan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota sesuai dengan Keputusan Menteri ini, dianggap tidak mempunyai nomor bukti pencatatan.

Cara Membentuk Serikat Pekerja Atau Serikat Buruh Serta Federasi Dan Konfederasi

Panduan bagaimana cara membentuk serikat pekerja / serikat buruh jika belum ada serikat pekerja / serikat buruh di tempat kerja maupun ingin mendirikan serikat pekerja / serikat buruh baru dan juga tentang bagaimana cara membentuk federasi / konfederasi jika serikat pekerja / serikat buruh sudah terbentuk sebelumnya.

1. Kaidah Pembentukan

Serikat pekerja / serikat buruh dibentuk para pekerja / buruh paling sedikit 10 (sepuluh) orang. Pembentukan serikat ini sebagai bagian dari hak para pekerja tersebut.

Federasi serikat pekerja / serikat buruh dibentuk serikat pekerja / serikat buruh paling sedikit 5 (lima) serikat pekerja / serikat buruh.

Konfederasi serikat pekerja / serikat buruh dibentuk federasi serikat pekerja / serikat buruh paling sedikit 3 (tiga) federasi serikat pekerja / serikat buruh.

cara membentuk serikat pekerja atau buruh

Proses pembentukan ini atas kehendak bebas pekerja / buruh dan tidak ada tekanan ataupun campur tangan pengusaha, pemerintah, partai politik dan pihak manapun.

Ruang lingkup keanggotaan serikat, federasi serikat dan konfederasi serikat berdasarkan sektor usaha, jenis pekerjaan dan ruang lingkup lainnya sesuai kehendak pekerja / buruh.

Sebagai sebuah organisasi maka Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) wajib dimiliki serikat pekerja / serikat buruh paling sedikit harus memuat penjelasan mengenai
  • Nama organisasi dan lambang organisasi
  • Dasar negara, azas dan tujuan
  • Tanggal pendirian, sekretariat dan struktur organisasi
  • Sumber keuangan berikut pertanggung-jawaban keuangan
  • Ketentuan perubahan ADART
2. Anggota Serikat

Keanggotaan bersifat terbuka tidak membedakan aliran politik, SARA dan jenis kelamin sesuai ADART.

Dalam 1 perusahaan, setiap pekerja / buruh hanya diperbolehkan menjadi anggota 1 serikat pekerja / serikat buruh. Jika ternyata didapati ada pekerja / buruh memiliki keanggotaan lebih dari 1 serikat pekerja / serikat buruh dalam 1 perusahaan maka yang bersangkutan menyatakan secara tertulis 1 pilihan anggota serikat pekerja / serikat buruh.

Tidak diperbolehkan menjadi pengurus serikat pekerja / serikat buruh bagi pekerja / buruh yang menduduki jabatan tertentu di perusahaan mencegah pertentangan kepentingan antara pihak pengusaha dan pekerja / buruh.

Keanggotaan serikat pekerja / serikat buruh hanya untuk 1 (satu) federasi serikat pekerja / buruh. Keanggotaan federasi serikat pekerja / buruh hanya untuk 1 (satu) konfederasi serikat pekerja / buruh.

Cara berhenti keanggotaan serikat pekerja / serikat buruh, pekerja / buruh menyampaikannya secara tertulis kepada serikat pekerja / serikat buruh dan tetap memenuhi kewajibannya.

Serikat pekerja / serikat buruh dapat memberhentikan pekerja / buruh dari keanggotaan serikat pekerja / serikat buruh sesuai ketentuan ADART. Pekerja / buruh tetap memenuhi kewajibannya yang belum terpenuhi.

3. Pendataan Organisasi Baru

Langkah selanjutnya setelah pembentukan serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat adalah penyampaian pemberitahuan secara tertulis kepada Disnakertrans setempat untuk dicatat.

Lampiran pemberitahuan ini meliputi:
  1. Daftar nama anggota pembentuk
  2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART)
  3. Susunan dan nama pengurus
Catatan bahwa nama dan lambang serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / buruh harus berbeda dari yang sudah dicatatkan terlebih dahulu di instansi pemerintahan.

Instansi pemerintahan melalui Disnakertrans wajib mencatat dan memberi nomor bukti pencatatan selambat-lambatnya 21 (dua puluh satu) hari kerja terhitung sejak tanggal diterima pemberitahuan.

Tetapi pencatatan dan pemberian nomor bukti pencatatan dapat ditangguhkan jika dinyatakan belum lengkap semua persyaratan termasuk lampiran pemberitahuan di atas dan alasan - alasan ini diberitahukan secara tertulis 14 (empat belas) hari kerja paling lambat terhitung sejak tanggal diterima pemberitahuan.

Jika ada perubahan ADART serta perubahan susunan pengurus serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi, segera memberitahukan kepada instansi pemerintah paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal perubahan.

Instansi pemerintah wajib memelihara buku pencatatan ini dan harus dapat dilihat setiap saat serta terbuka untuk umum. Ketentuan tentang tata cara pencatatan ini diatur lebih lanjut oleh keputusan menteri.

Serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi yang telah memiliki nomor bukti pencatatan berkewajiban memberitahukan secara tertulis keberadaannya kepada mitra yang disampaikan oleh pengurus.

4. Hak dan Kewajiban

Serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi berhak:
  1. Membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) bersama pengusaha
  2. Mewakili pekerja / buruh menyelesaikan perselisihan industrial
  3. Mewakili pekerja / buruh di lembaga ketenagakerjaan
  4. Membentuk lembaga atau melakukan kegiatan berkaitan usaha peningkatan kesejahteraan pekerja / buruh
  5. Melakukan kegiatan lainnya dibidang ketenagakerjaan sesuai perundang-undangan.
Serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi wajib:
  1. Memberikan perlindungan anggota terhadap pelanggaran hak-hak dan memperjuangkan kepentingannya
  2. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya
  3. Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan organisasi kepada anggotanya sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
Serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh dapat bekerja sama dengan serikat pekerja / serikat buruh internasional maupun organisasi internasional lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Berkenaan keanggotaan serikat maka pengusaha tidak diperkenankan kepada pekerja / buruh:
  • Mengeluarkan PHK, memberhentikan sementara, menurunkan jabatan dan mutasi
  • Tidak membayar dan mengurangi upah pekerja / buruh
  • Melakukan intimidasi dalam bentuk apapun
  • Membuat ampanye anti pembentukan serikat.
Pengurus maupun anggota serikat pekerja / serikat buruh diberikan kesempatan pengusaha menjalankan kegiatan serikat pekerja / serikat buruh saat jam kerja berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak tertuang pada perjanjian kerja bersama:
  • Jenis kegiatan yang diberikan kesempatan
  • Tata cara pemberian kesempatan
  • Penentuan apakah masih mendapat upah dan tidak mendapat upah untuk kesempatan tersebut.
5. Pendanaan

Sumber dana serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi:
  • Iuran anggota besarnya ditetapkan ADART
  • Hasil usaha sah
  • Bantuan anggota dan pihak lain tetapi tidak mengikat.
Bantuan pihak lain berasal dari luar negeri, pengurus serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh harus memberitahukan secara tertulis kepada instansi pemerintah. Bantuan ini digunakan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan anggota.

baca juga: Dasar Pembentukan Serikat Pekerja atau Serikat Buruh

Investasi dana dan usaha sah lain serta pengalihan keuangan dan harta kekayaan kepada pihak lain hanya dapat dilakukan menurutADART serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh.

Pengurus bertanggung jawab mengelola keuangan dan harta kekayaan serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh. Pengurus wajib memuat pembukuan keuangan dan harta kekayaan serta melaporkan secara berkala kepada anggotanya menurut ADART serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh.

Dasar Pembentukan Serikat Pekerja Atau Serikat Buruh

Mengetahui sebesar apa kekuatan "bargaining power" serikat pekerja / serikat buruh dengan cara memahami dasar pembentukan serikat pekerja / serikat buruh ini karena serikat pekerja / serikat buruh hadir di setiap perusahaan untuk memperjuangkan, membela dan melindungi hak dan kepentingan pekerja / buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja / buruh dan keluarganya.

Latar belakang

Data Ketenagakerjaan menunjukan baru 30% perusahaan di Indonesia yang memiliki PKB (Perjanjian kerja Bersama) atau sekitar 14.423 perusahaan di luar hitungan dengan perusahaan kecil dan mikro berjumlah 230 ribu hingga jutaan berdasarkan data kementrian dan BPS sehingga timbul pertanyaan apakah pemerintah perlu memberikan insentif untuk mendorong perusahaan memiliki PKB?

Sebelum mendapatkan jawabannya mari kita lihat bahwa definisi insentif identik materi tetapi perusahaan pastinya tidak memerlukan materi dari pemerintah tetapi menginginkan kemudahan izin, pelaporan, keringanan biaya iuran tenaga kerja asing dan lain sebagainya.

Hal ini menandakan bahwa perusahaan mengajukan syarat kepada pemerintah kalau perusahaan mau memiliki PKB atau hanya cukup sampai memiliki PP (Peraturan Perusahaan) saja.

Kedudukan PKB lebih tinggi dari PP karena PKB melibatkan semua pihak.

Jadi jawaban pertanyaan apakah pemerintah perlu memberikan insentif kepada perusahaan untuk mendorong kepemilikan PKB sekarang bisa disimpulkan.

Kita kembali ke cek data lagi. Kali ini tentang jumlah anggota serikat pekerja / serikat buruh.

Tahun 2007 tercatat 3,4 juta anggota serikat tetapi tahun 2017 tinggal 2,7 juta anggota serikat pekerja / serikat buruh dan digambarkan trend menurun setiap tahun.

Secara logika, jika jumlah perusahaan tahun 2007 ada x perusahaan serta jumlah anggota serikat 3,4 juta maka tahun 2017 jumlah perusahaan meningkat 2 x akan berbanding lurus pada dampak jumlah anggota serikat 2 x 3,4 juta orang = 6,8 juta orang.

Nyatanya tahun 2017 hanya 2,7 juta anggota serikat.

Apakah akan mengkambing hitamkan Revolusi Industri 4.0 penyebab dari penurunan ini seperti yang sering digembar-gemborkan di media?

Untuk mendapatkan jawaban ini, mari kita masuk lebih dalam pada pemikiran para pekerja / buruh seolah-olah kita bagian dari mereka. Dan saya akan menghipnotis Anda menjadi seorang pekerja yang baru diterima di suatu perusahaan sebagai pekerja biasa.

3...2...1...

(HRD) Selamat... Mulai besok Anda bisa bergabung di perusahaan ini setelah serangkaian tes dilewati dan berhasil baik. Silakan dibaca dan ditanda-tangani surat perjanjian kontraknya

(Anda) Terima kasih Pak... saya baca dulu surat kontraknya. Kok cuma 3 bulan kontaraknya ya Pak?

(HRD) Betul. Kontrak 3 bulan dan bisa diperpanjang tergantung hasil kerja. Pesan kami bekerjalah dengan baik dan tekun dan jangan ikut-ikutan hal-hal diluar pekerjaan Anda dan absen dijaga supaya bagus terus

Keesokan harinya Anda mulai bekerja dan pada suatu kesempatan berbincang bersama rekan kerja

(Anda) Berapa lama kerja disini?

(Rekan Anda) 9 bulan. Sudah lumayan lama (9 bulan dianggap lama). Kalau seangkatanku sudah banyak keluar, kerjanya cuma 3 bulan ada 6 bulan kontraknya tidak diperpanjang

(Anda) Yang keluar duluan tuh sering bolos ya atau hasil kerjanya kurang baik?

(Rekan Anda) Gak, mereka malah rajin masuk tidak pernah bolos dan hasil kerjanya baik cuma mereka masuk anggota serikat, jadinya ditandai. Disini mah terpenting manut wae supaya langgeng


Dilain waktu Anda berbincang bersama rekan kerja lainnya.

(Anda) Bro... harusnya perusahaan segede gini sudah punya serikat pekerja ya, tapi kok saya perhatikan gak ada serikat tuh!

(Rekan Anda) Gak ada yang mau mulai bikin, gak ngerti caranya, butuh biaya kali, butuh waktu sama ngeri ditandai Bro

(Anda) Ya udah lu aja mulai bikin tuh serikat, lu kan sudah lama disini Bro

(Rekan Anda) Aku mah apa atuh... cuma pendidikan rendah dan gak mau ribet, penting tiap akhir bulan gajian dah cukup. Coba saja tanya sama lainnya, mentok-mentok jawabannya juga sama

Ok sekarang saya bawa Anda menjadi supervisor produksi membawahi banyak anak buah.

3....2....1

(Anda) Susah sekali ya dapat output minggu ini, giliran kejar proses ehh.. ada saja bawahan minta izin ikut rapat serikat, apalagi si iwan keras kepala kalau disuruh mentang - mentang anggota, malah nantangin terus kalau disuruh jawabnya pecat saja saya kalau mau

(Atasan) Jadinya mau gimana?

(Anda) Buangin saja Pak, gak bisa diatur

(Atasan) Ok saya follow ke HRD. anggota - anggota serikat kita ganti baru


Dilain waktu Anda berbincang bersama atasan

(Anda) Nah kan Bapak lihat sendiri... hari ini pada demo jadinya gak ada orangk

(Atasan) Iya ya ... coba kalau gak ada serikat, mungkin produksi lancar terus dan kita gak diomelin si bos

1....2.....3 Anda kembali normal sebagia pembaca setia seputarpabrik.com


Dan sekarang solusi dari kami versi seputarpabricom

Solusi 1

Anda boleh tahu bahwa beberapa perbincangan di atas adalah nyata didengar telinga penulis di lingkungan kerja suatu perusahaan.

Dan ini sebenarnya sumber solusi untuk meningkatkan kepemilikan PKB bagi perusahaan, bukan hanya pemerintah menetapkan target dan solusinya melalui training serta pelatihan terhadap serikat pekerja dan perwakilan perusahaan bahkan sampai memberikan insentif ke pengusaha agar memiliki PKB di perusahaannya.

Bukankah pendirian serikat pekerja / serikat buruh ini adalah amanah dari UUD 1945 sebagai salah satu dasar pembentukan serikat pekerja / serikat buruh.

Dan karena ini amanah UUD 1945 maka pemerintah hanya tinggal menegaskannya saja. Contohnya bagi pengusaha bila tidak memiliki PKB maka SIUP akan dibekukan.

Coba kalau pemerintah mengikuti kemauan perkumpulan para pengusaha misalnya izin di buat ringan dengan banyak toleransi pada kasus pengolahan limbah B3, apa yang terjadi? Pembuangan limbah tidak pada tempatnya.

Atau keringanan biaya iuran tenaga kerja asing dikabulkan pemerintah, apa yang terjadi? Anda pastinya sudah tahu kelanjutannya.

Dari pertanyaan tadi sudah dapat dilihat bahwa revolusi industri 4.0 bukan penyebab penurunan jumlah anggota serikat pekerja / serikat buruh.

Solusi 2

Adanya PKB karena sudah terbentuk serikat pekerja / serikat buruh di perusahaan. Bagaimana jika tidak ada pekerja / buruh yang mau mendirikan serikat karena ketakutan terhadap masa depan pekerjaannya sendiri di perusahaan tersebut, ketakutan akan putusnya kontrak kerja?

Walaupun sudah ditegaskan dalam UU No. 21 tahun 2000 tidak boleh ada yang menghalangi pekerja untuk membentuk serikat atau menjadi anggota serikat tertentu.

Mungkin ini juga pesan ke pemerintah bahwa ada sisi negatif dari berlakunya sistem kontrak kerja karyawan apalagi hanya interval 3 bulan jika menimbulkan ketidaknyamanan dalam pekerjaannya. Tanggung jawab pemerintah adalah melindungi semua warga negara dari rasa tidak aman sebagai salah satunya.

Jika memang sistem kontrak kerja tidak efektif apa sebaiknya dihapus saja.

Solusi 3

Mengenai pemberdayaan para pekerja karena kurang percaya diri, kurang pendidikan, kurang tegas, arogansi, asal kerja akhir bulan gajian dan pemikiran aku mah apa atuh. Jika sebagian besar para pekerja seperti ini sampai kapanpun serikat akan sulit terbentuk.

Lantas tugas siapakah ini untuk merubah paradigma tersebut?

Tugas semua orang untuk saling mengingatkan dan saling memberitahukan kebaikan, bukan hanya tugas HRD atau atasan saja.

Sebagai ilustrasi, para pekerja di suatu perusahaan ini banyak percaya diri dan mereka membentuk serikat pekerja dengan hasilnya PKB. Dalam PKB tersebut dijelaskan hak dan kewajiban pengusaha dan juga hak dan kewajiban pekerja.

Ada salah satu poin dalam PKB menjelaskan mengenai penentangan terhadap perintah atasan resikonya SP2. Setiap pekerja memahami ini dan mereka mengikuti aturan tersebut. Apa selanjutnya? Atasan tidak perlu mengurut dada lagi ketika mengintruksikan suatu tugas bahkan pada orang paling bandel sekalipun.

Dasar pembentukan serikat pekerja atau serikat buruh

Serikat pekerja / serikat buruh meliputi serikat pekerja / serikat buruh di perusahaan dan serikat pekerja / serikat buruh diluar perusahaan. Perbedaan kedua organisasi serikat ini adalah:
  • Serikat pekerja / serikat buruh di perusahaan adalah serikat pekerja / serikat buruh didirikan para pekerja / buruh di satu perusahaan atau beberapa perusahaan.
  • Serikat pekerja / serikat buruh di luar perusahaan adalah serikat pekerja / serikat buruh didirikan para pekerja / buruh yang tidak bekerja di perusahaan.
dasar pembentukan serikat pekerja

Jika terjadi perselisihan misalnya tidak adanya persesuaian faham mengenai keanggotaan serta pelaksanaan hak dan kewajiban keserikat pekerjaan akan menjadi sebatas perselisiahan diantara serikat pekerja, serikat buruh, federasi serikat pekerja / serikat buruh dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh saja.

Berikut dasar pembentukan serikat pekerja / serikat buruh:

1. UUD 1945
  • Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,mengeluarkan fikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan undang - undang (pasal 28).
  • Setiap orang berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya (pasal 28a)
  • Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan sama dihadapan hukum (pasal 28d ayat 1)
  • Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan adil dan layak dalam hubungan kerja (pasal 28d ayat 2).
2. Lembaran Negara tahun 1956 nomor 42 dan tambahan Lembaran Negara nomor 1050 tentang Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional Nomor 98 mengenai berlakunya dasar-dasar dari Hak untuk Berorganisasi dan untuk Berunding Bersama yang selanjutnya diatur UU No. 18 Tahun 1956.

3. UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia ditetapkan dalam Lembaran Negara Nomor 165 dan tambahan Lembaran Negara Nomor 3886.

4. UU Nomor 21 tahun 2000 Serikat Pekerja dan Serikat Buruh

Keempat dasar pembentukan serikat pekerja / serikat buruh di atas menjadi dasar kuat dan menjadikan organisasi ini memiliki power bagi semua anggotanya.

Serikat pekerja / serikat buruh harus memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Serkat pekerja / serikat buruh menjadi pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial.
  2. Sebagai wakil pekerja / buruh dalam lembaga kerja sama dibidang ketenagakerjaan sesuai tingkatannya
  3. Serkat pekerja / serikat buruh menjadi sarana menciptakan hubungan industrial harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai peraturan perundang-undangan
  4. Serkat pekerja / serikat buruh menjadi sarana penyalur aspirasi memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya
  5. Sebagai perencana, pelaksana, dan penanggungjawab pemogokan pekerja / buruh sesuai peraturan perundang-undangan.
  6. Serkat pekerja / serikat buruh menjadi wakil pekerja / buruh memperjuangkan kepemilikan saham di perusahaan
Ketika musyawarah tidak mencapai kesepakatan, perselisihan antar serikat pekerja serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan.

artikel lainnya: Mengetahui Density MDF Furniture dan Klasifikasi Emisi Formaldehida

Serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh dinyatakan bubar jika:
  • Para angggotanya menyatakan pembubaran
  • Perusahaan sudah tidak beroperasi lagi secara permanen
  • Dinyatakan melalui putusan Pengadilan.
Pengadilan dapat membubarkan serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh disebabkan :

1. Organisasi tersebut telah melanggar Pancasila dan UUD 1945

2. Telah melakukan kejahatan terhadap keamanan negara dan dijatuhi pidana penjara sekurang kurangnya 5 (lima) tahun yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap oleh pengurus atau anggota.

3. Apabila putusan kepada para pelaku tindak pidana lama hukumannya tidak sama, maka sebagai dasar gugatan pembubaran serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh, digunakan putusan yang memenuhi syarat

4. Gugatan pembubaran serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh diajukan oleh instansi pemerintah kepada pengadilan tempat serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh bersangkutan berkedudukan.

5. Pembubaran ini tidak melepaskan para pengurus dari tanggung jawab dan kewajibannya, baik terhadap anggota maupun terhadap pihak lain.

6. Pengurus dan atau anggota serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh jika terbukti bersalah menurut keputusan pengadilan sehingga menyebabkan pembubaran maka tidak boleh membentuk dan menjadi pengurus serikat pekerja / serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja / serikat buruh lain dalam jangka waktu 3 tahun sejak pembubaran.

Mengetahui Density MDF Furniture Dan Klasifikasi Emisi Formaldehida

Cara mengetahui density MDF salah satu bahan utama produksi furniture panel terbuat dari pecahan residu kayu atau kayu lunak menjadi serat kayu dalam bentuk panel dibuat dengan tekanan dan temperature tinggi berikut mengetahui klasifikasi emisi formal dehida sehingga dapat ditentukan kualitas bahan MDF ini sesuai standar.

Industri furniture memilih material utama jenis MDF karena beberapa kelebihannya diantaranya lebih murah dibandingkan kayu alami (solid), kekuatan dan ukurannya konsisten, dimensi stabil, peresapan cat dan lem kayu sangat baik, daya kencang skrup kuat, substrat sangat baik untuk veneer, bentuknya bagus, mampu meredam suara dan tidak dapat dimakan oleh kumbang kutu.
furniture MDF

Perabot furniture terpajang di atas sekilas tampak seperti terbuat plastik tetapi sebenarnya bahan dasar perabot furniture tersebut adalah jenis MDF Medium Density Fibreboard yang diproses akhir menggunakan cat coating variasi warna melalui proses Ultra Violet.

Visual warna hasil proses Ultra Violet bisa beragam tetapi merata satu warna untuk satu permukaan. Contoh di atas terdapat 4 warna kombinasi yaitu white, light grey, pink dan dark grey.

Proses Ultra Violet hanya bisa digunakan untuk material density tinggi seperti MDF ini dan bisa juga material jenis HDF High Density Fibreboard hanya saja harganya terlalu tinggi kecuali produk tersebut akan dipasarkan eksport keluar negeri mungkin bisa menutup biaya proses produksinya.

Proses Ultra Violet memerlukan time base tinggi dan belum dapat diatur kecepatan proses setiap mesin Ultra Violet karena setiap mesin memiliki fixed cycle time.

Komposisi MDF meliputi serat kayu 82%, lem resin urea formaldehida (H2CO) sering dikenal istilah formalin atau metanal sebesar 9%, air 8% dan parafin 1%.

Terdapat jenis MDF khusus berwarna seperti MDF tahan terhadap kelembaban memiliki warna hijau, MDF tahan terhadap api diberi berwarna merah atau biru, tentu harganya akan lebih mahal dibanding MDF biasa polos.

Bahan residu kayu MDF paling bagus adalah pohon pinus radiata Australia dan Selandia Baru tetapi perkembangan berikutnya bahan kayu lain dan kertas bekas dapat digunakan untuk pembuatan MDF.

jenis MDF furniture

MDF terdapat kelemahan diantaranya:
  1. MDF dapat melengkung (bending) di lingkungan lembab jika tidak di segel secara benar saat masih lembaran standar maupun MDF hasil potongan (WIP)
  2. Membengkak dan pecah ketika jenuh dengan air
  3. Melepaskan formalin bebas ke udara yang merupakan karsinogen manusia terutama saat proses potong dan proses amplas
  4. Pemakaian pisau lebih cepat tumpul.
Dampak karsinogen diantaranya iritasi dan alergi pada mata dan paru-paru, kanker sinus hidung, kanker nasofaring dan leukimia (sumber: Badan Internasional untuk Penelitian Kanker IARC WHO dan EPA Amerika Serikat).

Diwajibkan operator mesin potong dan bagian amplas memakai alat bantu pernapasan saat melakukan proses jenis MDF ini atau menggunakan masker respirator dan rutin mengganti filternya setiap 3 bulan. Pemakaian pisau pengolahan MDF harus menggunakan pisau bermata tungsten karbida supaya pisau tersebut tidak cepat tumpul.

MDF memiliki karakteristik khusus tidak dimiliki PB terutama densitynya / kerapatannya.

Density (ρ) adalah perbandingan antara masa benda dibagi dengan volumenya.
density calculation

Standar dimensi lembaran MDF adalah 1220 mm x 2440 mm dan ketebalan 1,5 mm sampai 32 mm.

Apakah density MDF sama untuk setiap ketebalannya?

Berdasarkan hasil percobaan pengukuran density MDF beberapa ketebalan untuk semua tipe E0, E1, E2, P2, FR dan HMR diperoleh data density MDF sebagai berikut:
  • Ketebalan 1,5 mm - 2,4 mm average density 825 Kg/M3
  • Ketebalan 2,5 mm - 3 mm average density 800 Kg/M3
  • Ketebalan 3,1 mm - 6 mm average density 780 Kg/M3
  • Ketebalan 6,1 mm - 12 mm average density 750 Kg/M3
  • Ketebalan 12,1 mm - 18 mm average density 680 Kg/M3
  • Ketebalan 18,1 mm - 25 mm average density 660 Kg/M3
  • Ketebalan 25,1 mm - 32 mm average density 640 Kg/M3
Semakin besar ketebalan MDF maka density semakin berkurang. Jika dimensi sebagai pembaginya kita anggap konstan maka bisa dinyatakan bahwa semakin tebal MDF sama dengan semakin ringan.

Seharusnya nilai density MDF sama setiap ketebalan MDF. Berkurang density pada ketebalan MDF lebih besar ini dapat disebabkan kerapatan masa partikel bagian tengah lebih longgar dibanding permukaan atau kerapatannya tidak sama antara permukaan dan bagian tengan MDF.

Bila hal ini masuk dalam kategori toleransi standar QC maka tinggal melanjutkan pengolahan MDF tersebut ke proses produksi furniture panel tetapi bila hal ini diluar toleransi QC dengan mengacu standar mutu pembuat MDF, maka bisa melakukan complain terhadap perbedaan density ini, mungkin saat proses press mesinnya kondisi temperature dan tekanannya kurang.

Pengukuran ini berlaku untuk semua tipe : E0, E1, E2, P2, FR dan HMR.

Klasifikasi E0, E1, E2, P2, FR dan HMR

1. Klasifikasi E0, E1 dan E2 diterbitkan oleh Standar Emisi Dewan Komposit Internasional (ICBES) dan European Panel Industry, membagi klasifikasi berdasarkan tingkat emisi formaldehida.
E0 : Emisi formaldehida kurang dari 3 miligram per 100 gram.
E1 : Emisi formaldehida antara 3 sampai 9 miligram per 100 gram
E2 : Emisi formaldehida antara 9 sampai 30 miligram per 100 gram

2. Klasifikasi P2 diterbitkan oleh California Air Regulatory Board (CARB)
CARB P1 : Emisi formaldehida 0.08 ppm
CARB P2 : Emisi formaldehida 0.05 ppm, memiliki standar emisi lebih tinggi dari E0 standar eropa

MDF FR atau MDF Fire Retardant adalah MDF tahan api biasanya berwarna merah. MDF HMR (High Moisture Resistant) adalah MDF tahan air biasanya berwarna hijau. Kedua jenis MDF ini hasil perkembangan teknologi pengolahan MDF biasa (polos) menjadi MDF memiliki ketahanan terhadap air atau ketahanan terhadap api.

Emisi formaldehida MDF FR dan MDF HMR mengikuti salah satu 2 standar di atas yaitu bisa E2, E1, E0 dan P2.

baca juga: Mengenal Proses Produksi Furniture Panel

3. Klasifikasi JIS Japanese Industrial Standard melalui lembaga JAS Japanese Agricultural Standard telah menetapkan emisi formaldehida paling rendah dibawah 0,005 mg dengan kode F*, F** atau F***.tatapi belum banyak digunakan di para produsen furniture di Indonesia.

Mengenal Proses Produksi Furniture Panel

Mengenal bagaimana proses produksi furniture dari material berbentuk panel seperti rak TV, rak sepatu, meja kantor, meja makan, meja belajar, tempat tidur, lemari, kitchen set, tempat buku dan sejenisnya dengan mempelajari setiap proses di dalam industri furniture sehingga menghasilkan produk furniture bernilai tinggi.

Material utama produksi furniture panel adalah
  • Particle Board (PB)
  • Medium Density Fibreboard (MDF)
  • High Density Fibreboard (HDF).
Material lainnya seperti plywood dan solid dikesampingkan dulu karena perbedaan kebutuhan penggunaannya tetapi dapat dikombinasikan jika diperlukan misalnya kaki komponen bahannya dari solid dan sebagainya maupun penggunaan kayu rotan sebagai pintunya.

Material pendukung diantaranya edging, honeycomb, pvc lamined, paper lamined, veneer, cat, lem, touch up, thinner dan asesoris seperti dowel, elit, engsel, screw dan rel.

Produk furniture panel dibuat melalui beberapa tahapan proses meliputi:
  1. Proses pemotongan bahan utama (Cutting)
  2. Proses pembentukan (Shaping)
  3. Proses bor (Drilling)
  4. Proses edging
  5. Proses laminasi
  6. Proses finishing dan packing
1. Proses pemotongan bahan utama (Cutting)

Standar dimensi material utama adalah 1220mm x 2440mm berlaku pada semua jenis material utama PB, MDF dan HDF. Ketebalan material utama yaitu 36mm, 25mm, 18mm, 15mm, 12mm dan 9mm. Kecuali bahan MDF dan HDF mempunyai ketebalan sampai lebih kecil lagi 4,7mm dan 2,5mm.

Dimensi material utama di atas sering digunakan di industri furniture panel. Untuk dimensi berbeda diperoleh melalui pesanan khusus ke pabrik pembuat material utama ini.

Pemotongan material utama mengikuti pola potong sesuai rancangan mengikuti kaidah efisiensi sehingga waste material utama menjadi sedikit. Pola potong ini menerapkan sistim join / penggabungan beberapa pola potong setiap komponen produk furniture lainnya.

Design pola potong dibuat PPIC sehingga bisa diestimasi kebutuhan material utama untuk memproduksi 1 proses order.

Misalnya sebuah almari memiliki beberapa komponen penyusun almari sebagai berikut:
  • Komponen atas (Top Cover)
  • Kombonen bawah (Bottom Cover)
  • Komponen samping (Side Cover)
  • Komponen tengah (Center)
  • Komponen dipasang tetap di dalam (Fixed Shelf)
  • Komponen dipasang tidak tetap di dalam (Adjustable Shelf)
  • Laci (Front Drawer)
  • Dan seterusnya.
Efisiensi pemotongan diperoleh melalui cara join potong beberapa komponen berbeda sekaligus setiap lembaran material utama.

Komponen hasil potong selanjutnya disusun menurut jenis komponennya dan didorong ke proses pembentukan. Susunan komponen rapi dan jumlahnya rata setiap palet susunan dan disertai identitas proses seperti kanban (kartu pengantar proses produksi).

2. Proses pembentukan (Shaping)

Meliputi proses grooving dan profiling. Proses grooving adalah proses membuat alur garis sejajar berukuran tertentu.

Fungsi grooving sebagai tempat ujung komponen lainnya sehingga seolah - olah dijepit dalam grooving tersebut.

Proses profiling adalah pembentukan radial bagian tertentu di sisi luar komponen membentuk ukuran radian (R) tertentu.

Proses shaping ini bisa dilakukan secara manual menggunakan mesin Router dan mesin Spindle dan secara otomatis menggunakan mesin automatis seperti mesin double end.

Beberapa komponen terdapat campuran antara PB dan MDF dan ini disebut komponen rangka. Di dalam rangka diisi material honeycomb supaya menguatkan komponen rangka tersebut yang ditutup lembaran MDF ukuran 4,7 mm bagian permukaan atas dan bawah.

Proses komponen rangka ini menggunakan lem sehingga perlu di tekan dengan mesin press sekitar 20 menit sebelum lanjut ke pembentukan berikutnya.

3. Proses bor (Drilling)

Proses membuat lubang di komponen untuk lubang dowel, elit atau screw. Proses drilling menggunakan mesin bor manual, mesin bor automatis dan mesin CNC tergantung dari tingkat kerumitan pola bor maupun jumlah bor pada setiap komponen.

Potensi reject sangat tinggi dalam proses drilling seperti salah ukuran lubang bor, kedalaman lubang bor salah, jarak antar lubang bor berbeda, bagian tepian lubang bor kurang rata dan posisi lubang bor meleset beberapa milimeter dari seharusnya.

Ketika terjadi kesalahan bor maka berpotensi pada penggantian seluruh komponen dalam 1 order produksi. Misalnya 1 order produksi berjumlah 500 set maka akan menjadi waste sebanyak 500 komponen salah bor tersebut.

Tips mencegah kesalahan bor ini bisa dilakukan dengan cara cek hasil bor setiap 30 komponen yang diproses. Selain itu untuk komponen hasil bor harus dilakukan perakitan dengan jenis komponen lainnya sehingga dapat diketahui kontruksinya sudah sesuai atau belum.

4. Proses edging

Melapisi permukaan tepi komponen menggunakan bahan edging PVC atau paper. Jumlah sisi permukaan yang dilapisi tergantung kontruksi furniture, bisa hanya 1 sisi atau semua sisi permukaan. Komponen standar memiliki 4 sisi permukaan berbentuk lurus (straight}.

edging furniture

Bagaimana jika salah satu atau lebih permukaanya berbentuk melengkung atau lekukan gelombang?
Bentuk sisi permukaan tidak lurus tidak bisa diproses menggunakan mesin edging automatis tetapi harus dilakukan oleh mesin edging manual.

Hasil edging antara mesin edging automatis dengan mesin edging manual adalah sama dalam kualitasnya tetapi cycle time berbeda karena proses di mesin edging manual melalui cara satu per satu komponen di edging oleh operator dan tidak ada setingan speed mesin.

5. Proses laminasi

Merupakan proses melapisi permukaan atas bawah komponen menggunakan bahan laminasi PVC, paper atau veneer sehingga tampak berwarna seperti warna alami kayu atau warna yang ditentukan. Contoh warna alami kayu diantaranya topan oak, brown oak, acacia, topan walnut dan euro oak.

Pada bahan utama yang akan dibentuk komponen straight dan rata permukaan komponen, proses laminasi bisa dilakukan sebelum bahan utama dipotong yaitu menggunakan mesin laminasi untuk ukuram material standar.

Ini bisa menghemat time base proses karena menghilangkan proses laminasi per komponen yang jumlahnya bisa mencapai ribuan pcs.

Tetapi jenis komponen soft berupa permukaan sisi radial maka proses laminasi awal tesebut tidak bisa dilakukan.

artikel lainnya: Contoh Pertanyaan Berikut Jawaban Antara Perekrut dan Pelamar Kerja

6. Proses finishing dan packing

Komponen hasil proses laminasi terdapat sisa lem menempel pada bagian pinggir / tepian akhir permukaan yang di lem dan ini harus dibersihkan sampai tidak ada bekas tempelan lem tersebut. Cara pembersihan menggunakan kain majun putih dibasahi thinner.

Setelah pembersihan sisa lem perlu dipastikan apakah ada gap antara tepian edging dengan tepian permukaan atas bawah yang mungkin disebabkan oleh reject edging seperti over trimming, bubble edging, scoring dan chipping. Jika terdapat gap maka segera tutup menggunakan cat yang warnanya sama dengan warna laminasi (touch up).

Komponen laminasi dan komponen lainnya yang tidak dilaminasi selanjutnya disiapkan di area packing agar segera dilakukan packing berdasarkan panduan "susunan packing" item tersebut.

Contoh Pertanyaan Berikut Jawaban Antara Perekrut Dan Pelamar Kerja

Sejumlah pertanyaan dari HRD perekrut kepada pelamar kerja yang wajib dijawab dengan jawaban paling tepat saat interview lamaran kerja dan disini akan ditampilkan beberapa contoh pertanyaan tersebut berikut jawaban antara perekrut dan pelamar kerja versi penulis karena jawabannya berbeda dari yang pernah ada secara umum.

Pada situasi contoh ini si pelamar kerja sedang melamar pekerjaan sebagai kepala pabrik di perusahaan baru.

1. Apa pencapaian terbesar anda di pekerjaan / kehidupan anda dan mengapa hal tersebut penting buat anda?

Jawab : Pencapaian terbesar saya saat ini dalam pekerjaan adalah bisa memiliki pekerjaan sebagai Manager Produksi membawahi 505 pekerja tidak langsung dan bisa membuat goal output teringgi $119.000,- /week sehingga mendapatkan mega rewards Team sebesar Rp. 2.000.000,-. Pencapaian ini penting karena sebagai standar atau barometer pencapaian saya yang lebih tinggi dari sekarang.

Pencapaian terbesar saya dalam kehidupan saat ini adalah memiliki 2 orang anak dan bisa membiayai sekolah mereka serta dapat mendidik mereka agar bisa berbakti pada orang tua. Keluarga adalah penting untuk motivasi saya dalam bekerja.

contoh pertanyaan berikut jawaban antara perekrut dan pelamar kerja

baca juga: Quality Time atau Quantity Time Mana Yang Lebih Penting

2. Mengapa anda tertarik untuk melamar pekerjaan ini?

Jawab : Ini adalah kesempatan emas buat saya untuk menerapkan ilmu dan pengalaman kerja 2 bidang sekaligus yaitu Maintenance dan Produksi serta penerapan bidang lainnya yang sudah saya pelajari dan pahami untuk diterapkan seperti diantaranya pemahaman PPIC, Quality Control dengan 7 tools nya, warehouse management, karena wewenang kepala pabrik dapat mewujudkannya. Saya tidak melihat faktor perusahaan yang dilamar adalah besar atau kecil tetapi saya hanya akan mengembangkan setinggi tingginya perusahaan yang sedang dihadapi.

Dua pertanyaan pembuka di atas pada beberapa perekrut perusahaan merupakan pertanyaan yang disebut proses screening awal saat mengundang kandidat untuk interview yang disampaikan melalui email. Kandidat akan memberikan balasan email dengan menyetujui memenuhi undangan wawancara berikut dilampirkan jawaban kedua pertanyaan tersebut.

Bagian paragraf terakhir email screening awal biasanya terdapat moto: Jika anda tidak sekedar ingin bekerja saja, tetapi juga belajar dan bertumbuh bersama di Sekolah kehidupan ini, kami membuka peluang bagi ANDA untuk bergabung bersama "nama brand" WINNING TEAM

Pertanyaan selanjutnya saat interview langsung antara HRD perekrut dengan kandidat pekerja yang sebelumnya telah melengkapi data diri dengan cara seperti yang dijelaskan dalam artikel "Sukses Interview Tahap 1 Dengan HR Dalam Proses Melamar Pekerjaan"

3. Apa kebanggaan Anda selama hidup?

Jawab: Saya tidak biasa membanggakan diri dalam hidup ini dengan kelimpahan materi, jabatan, pangkat dan pengetahuan karena semua hal tersebut adalah relatif. Yang bisa saya banggakan adalah saya sudah bisa menjadi ayah yang baik dan mampu membiayai kehidupan keluarga.

Rendah hati adalah kunci jawaban pertanyaan ini. Jangan menunjukan superioritas Anda terlebih dihadapan si pewawancara karena yang diinginkan adalah dapat menarik hati perekrut agar proses lamaran berlanjut ke tahap selanjutnya.

4. Apa yang paling disesali dalam hidup Anda?

Jawab: Yang paling disesali dalam hidup saya adalah tidak memiliki kesempatan untuk meminta maaf kepada almarhum ayah saya yang telah membesarkan saya dengan susah payah karena sekarang saya telah mengerti perjuangan mencari sepeser uang sangat sulit.

Kira - kira jawaban ini yang terbaik dari jawaban lainnya seperti pernah ada seorang kandidat yang menjawab dengan pertanyaan sama dan menjawab dengan bentuk penyesalannya tidak menerima undangan interview di salah satu perusahaan pavorit sehingga sekarang harus mencari lagi beberapa lowongan kerja.

5. Kenapa Anda melamar pekerjaan ini?

Jawab: Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja selama ini dan keyakinan bahwa dengan pekerjaan yang sedang dilamar ini merupakan jalur paling sesuai dalam perjalanan karir saya.

Pertanyaan ini sebenarnya mirip pertanyaan screening awal di atas sehingga sangat mudah dapat memberikan jawabannya yang tentunya mirip juga dengan jawaban di atas.

6. Apa yang Anda cari dalam pekerjaan?

Jawab : Keberkahan

Ini merupakan jawaban versi penulis karena sebenarnya ketika dilakukan survey pada beberapa pelamar kerja banyak memberikan jawaban seperti kenyamanan, gaji, karir dan pengalaman baru. Dan itu pilihan Anda sendiri sesuai pengalaman yang diperoleh.

Pertimbangannya:
  • Jika mencari pengalaman kerja maka Anda belum siap untuk menduduki posisi yang dilamar.
  • Jika mencari karir maka Anda memiliki persepsi kurang bagus dimata perekrut karena ditempat kerja sekarang Anda tidak bisa mengembangkan karir Anda
  • Jika mencari gaji maka perekrut akan menilai periode kerja Anda pendek terkait akan selalu berupaya melamar pekerjaan untuk mencari gaji lebih tinggi.
  • Jika mencari kenyamanan maka Anda akan dinilai berpuas diri dengan mendapatkan posisi yang dilamar dan cenderung kurang agresif untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan kedepannya.

7. Apa cita-cita Anda dalam hidup?

Jawab: Bisa menjadi seseorang yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, saudara dan orang lain.

Anda bisa menambahkan penjelasannya misalnya untuk bisa bermanfaat maka saya harus memiliki kelimpahan materi, kelimpahan waktu atau kelimpahan pengetahuan sehingga dapat membantu orang sekitar.

8. Pilih 1 kelebihan Anda yang bisa kami pertimbangkan cocok dengan pekerjaan ini!

Menjawab pertanyaan ini harus sedikit cermat dan hati - hati. Pilihan jawaban harus ada hubungannya atau yang paling mendekati hubungan dengan jenis pekerjaan yang dilamar.
Jawaban seperti kelebihan saya percaya diri, semangat, loyalitas, integritas, suka tantangan atau bertanggung jawab adalah jawaban benar tetapi kurang tepat untuk pekerjaan yang dilamar.

Cermati bahwa kelebihan kita yang dimaksud dalam pertanyaan ini yang ada hubungannya dengan posisi pekerjaan yang dilamar adalah kamuflase dari pertanyaan apakah skill atau kemampuan kita sebagai acuan untuk memegang pekerjaan ini.

Contoh jawabah tepat dalam hubungannya dengan posisi yang dilamar (kepala pabrik) adalah : 1 kelebihan saya adalah memahami perhitungan time base manufacturing.

9. Apakah gambaran Anda tentang perusahaan yang Anda lamar ini?

Sebelum memenuhi undangan interview sebaiknya mengetahui terlebih dulu profil perusahaan yang dilamar salah satunya mengunjungi website perusahaan. Pelajari bidang usaha perusahaan, visi dan misi perusahaan dan sejarahnya sehingga jika ada pertanyaan seperti ini Anda bisa gampang menjawabnya.

Bagaimana kalau Anda tidak sempat mempelajarinya terlebih dulu? Anda sama sekali blank dengan perusahaan yang sedang Anda lamar. Satu kata kuncinya adalah produk yang dibuat, misalnya ternyata perusahaan ini memproduksi ban sepeda, dan Anda mengetahuinya sesaat setelah perekrut memberitahukan.

Anda bisa menjawab pertanyaan gambaran perusahaan yang sedang Anda lamar seperti contoh berikut:
Perusahaan ini memproduksi ban sepeda merk abcd dan baru beroperasi 2 tahun tetapi kualitas hasil produk ban sepeda sangat bagus (berikan pujian) yang saya ketahui saat tetangga saya mengganti ban sepeda anaknya dengan merk ini (alasan) dan sudah setahun masih awet serta tidak ada masalah. Jika saya bekerja di perusahaan ini maka akan memberikan yang terbaik agar perusahaan ini menjadi perusahaan ban sepeda nomer 1 di Indonesia dan bisa merambah ke luar negeri.

baca juga: Sukses Interview Tahap 1 Dengan HR Dalam Proses Melamar Pekerjaan

Pertanyaan lainnya diluar 9 contoh pertanyaan berikut jawabannya di atas kemungkinan besar akan muncul sesuai daftar pertanyaan perekrut dan ini hanyalah contoh berdasarkan pengalaman penulis, bukan dari sumber website yang membahas mengenai hal ini.

Sukses Interview Tahap 1 Dengan HR Dalam Proses Melamar Pekerjaan

Kunci sukses saat interview tahap 1 dengan HR sebagai perekrut dari perusahaan yang dilamar dalam proses melamar pekerjaan adalah melengkapi data diri melalui persiapan secara matang data diri yang diperlukan disertai kelengkapan dokumen valid sebagai bukti data diri sehingga akan membuat perekrut lebih mempercayai untuk menerima lamaran kerja tersebut.

Sedikit membingungkan ketika datang panggilan tes lamaran kerja, perkara waktunya berbenturan waktu kerja karena mau mengambil cuti sudah tidak sempat terkait pengajuan cuti biasanya diajukan minimal seminggu sebelum hari cuti.

Tetapi itulah konsekuensi supaya dapat memenuhi undangan test tahap 1 mengorbankan hari kerja 1 hari berbanding resiko pemotongan gaji sebesar jumlah upah dibagi 21 hari ditambah catatan absensi menjadi kurang bagus dalam arsip HR.

Itupun belum tentu diterima bekerja atau lolos tahap 1 dan menuju tahap tes berikutnya.

Setelah sebelumnya menebar lamaran kerja di berbagai perusahaan dibekali "5 dokumen wajib disiapkan untuk melamar kerja". Kini tiba saatnya menindak lanjuti panggilan tes dari HR perusahaan perekrut.

Secara umum proses seleksi karyawan baru pada posisi staff biasanya akan melalui 3 tahapan tes berikut:
  • Tahap 1 : Interview HR
  • Tahap 2 : Interview User
  • Tahap 3 : Interview GM, Direksi atau owner
sukses interview tahap 1

Sepertinya CV saja tidak cukup sehingga pada awal pertama tes tahap 1 ini disuguhi keharusan melengkapi data diri dalam formulir data calon karyawan.

Boleh percaya atau tidak durasi pengisian data calon karyawan bisa memakan waktu 1 jam. Beruntung ada sebagian perusahaan mengirimkan formulir ini terlebih dulu via email sebelum tes tahap 1 sehingga bisa diisi santai di rumah dan saat bertemu perekrut tinggal membawa print formulir ini.

Mari kita intip poin apa saja di dalam formulir data calon karyawan agar bisa lebih menyikapi dan menyiasati jauh hari sebelum menghadapi langsung formulir ini.

Header formulir data calon karyawan meliputi judul formulir yaitu data calon karyawan, nama perusahaan recruiter, alamat perusahaan, jabatan atau posisi lamaran dan referensi. Pada bagian header formulir data calon karyawan harus diisi adalah bagian posisi atau jabatan lamaran serta referensi.

Body formulir data calon karyawan terdiri dari beberapa bagian diantaranya:

A. Identitas diri
Meliputi nama lengkap, nama panggilan, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, usia, agama, tinggi badan, berat badan, kewarganegaraan, suku, status perkawinan, alamat sesuai eKTP, alamat tinggal saat ini, nomor ponsel, nomor ID seperti eKTP atau SIM, status rumah saat ini, kegiatan waktu luang dan terakhir pas foto.

B. Data keluarga
Meliputi nama ayah, ibu dan saudara kandung, istri dan anak berikut jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan pekerjaan terakhir setiap nama dalam daftar data keluarga.

C. Riwayat pendidikan
Meliputi pendidikan formal dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi berikut nama sekolah, kota, periode pendidikan, jurusan, tahun lulus setiap sekolah dalam daftar riwayat pendidikan formal. Jika terlalu banyak kata untuk menyebutkan tahapan pendidikan formal maka tulis pendidikan terakhir saja beserta keterangannya.

Pendidikan non formal dengan keterangan jenis pendidikan, bidang/judul/topik, penyelenggara, kota, lama pendidikan non formal, tahun dan keterangan siapa pembiaya pendidikan non formal tersebut.

D. Kemampuan khusus
Umumnya terdiri dari penguasaan bahasa asing dan bahasa daerah serta penguasaan komputer tergantung dari kebutuhan perusahaan. Penguasaan bahasa meliputi kemampuan bahasa dalam mendengar, berbicara, membaca dan menulis dengan penilaian kurang, cukup atau bagus.

Penguasaan komputer meliputi kemampuan dalam program aplikasi pengolah kata, pengolah angka, database dan lainnya.

E. Riwayat pekerjaan
Dimulai pekerjaan terakhir. Pengisian data perusahaan meliputi nama perusahaan, alamat, nomor telepon, bidang usaha. Pengisisian data diri meliputi tanggal masuk kerja, tanggal keluar kerja atau masih bekerja sampai saat ini, jabatan, jobdesc, departemen, nama atasan terakhir, gaji terakhir, status karyawan dan alasan keluar.

Kadang - kadang perekrut ingin mengintip berapa besarnya penerimaan upah sehingga meminta slip gaji terakhir Anda.

F. Aktivitas sosial
Sebutkan aktivitas sosial meliputi nama organisasi, jenis kegiatan organisasi, tahun dan jabatan terakhir. Jika tidak mempunyai aktivitas sosial bagian ini dilewati saja.

G. Sebutkan kelebihan dan kekurangan Anda
Umumnya akan diminta 5 kelebihan dan 5 kekurangan Anda. Contoh kelebihan diri seperti percaya diri, integritas, rapi, bertanggung jawab dan team work. Contoh kekurangan diri seperti perfeksionis, kurang toleransi, penyendiri, perhitungan matematika lemah dan tidak mempercayai orang lain 100%.

Sering ditanyakan perekrut adalah pada sisi kelemahan diri. Untuk menaikan citra diri agar sebenarnya tidak ada kelemahan pada diri kita sebaiknya dipersiapkan jawabannya sebagai balancing pada kelemahan diri tersebut.

Contohnya kelemahan diri pada sifat penyendiri, diberikan keterangan bahwa dengan menyendiri akan lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan kerja karena tidak terganggu aktivitas orang lain.

H. Sakit atau kecelakaan yang pernah dialami
Meliputi jenis penyakit atau kecelakaan, periode, tahun, opname dan gangguan sampai sekarang.

baca juga: 5 Dokumen Ini Wajib Disiapkan Untuk Melamar Pekerjaan

Daftar pertanyaan yang diajukan:
  1. Apakah Anda pernah melamar di perusahaan ini sebelumnya?
  2. Selain disini apakah Anda juga melamar ke perusahaan lain?
  3. Apakah Anda memiliki pekerjaan sampingan?
  4. Bila masih bekerja, apakah Anda masih terikat kontrak perusahaan sekarang?
  5. Apakah Anda pernah ikut psikotest? Dimana? Untuk keperluan apa?
  6. Apakah Anda bersedia ditugaskan keluar kota?
  7. Apakah Anda bersedia ditempatkan diluar kota?
  8. Adakah kenalan / saudara bekerja disini? Siapa? Sebutkan nama dan hubungan dengan Anda
  9. Pernahkah berurusan dengan aparat hukum / polisi? Dalam urusan apa?
  10. Apakah Anda merokok? Bila YA, berapa batang dalam sehari?
  11. Bersediakah Anda tidak merokok selama jam kerja?
  12. Bila Anda perempuan, apakah saat ini Anda sedang hamil?
  13. Bila Anda perempuan, bersediakah Anda tidak mengambil cuti melahirkan sebelum masa kerja 1 (satu) tahun?
  14. Apakah Anda berlangganan koran / tabloid?
  15. Penghargaan / prestasi apa yang pernah Anda peroleh?
  16. Hal menarik apa menyebabkan Anda melamar disini?
  17. Bidang pekerjaan / jenis tugas bagaimana yang tidak Anda sukai?
  18. Bidang pekerjaan / jenis tugas bagaimana yang Anda idamkan?
  19. Berapa penghasilan dan fasilitas apa yang Anda harapkan?
  20. Bila diterima, kapan Anda siap mulai kerja?
  21. Sebutkan minimal 2 (dua) orang bukan keluarga dan dapat dihubungi untuk diminta rekomendasi
Pertanyaan terakhir adalah jika diterima bekerja, hal apa saja yang ingin dicapai untuk kemajuan perusahaan. Salah satu contoh jawaban pertanyaan terakhir ini seperti dibawah ini (posisi manager produksi):
"Saya akan meningkatkan output produksi dengan efisiensi terhadap 7 pemborosan dan 6 kerugian besar dengan tetap menjaga quality melalui QCC dan 7 tools untuk mencapai zero defect"