Cara Mengatasi Error E0 Outdoor AC

Berikut cara mengatasi Error E0 pada outdoor AC sampai error E0 ini benar - benar hilang dan AC kembali berfungsi normal sehubungan Error E0 ini membuat AC berhenti bekerja sehingga suhu ruangan menjadi panas akibat aktivitas orang ataupun peralatan di ruangan tersebut.

Contoh model AC disini adalah AC jenis split duct (merk Daikin) untuk mendinginkan ruangan trafo TM termasuk didalamnya terdapat panel LVMDP dan panel capacitor bank.

AC ruangan trafo ini sering mati bahkan dalam 1 hari bisa sampai 3 kali kejadian sesuai laporan petugas electric saat melakukan pemeriksaan peralatan dalam ruangan trafo. Ketika AC mati terlihat display thermostat menunjukan flashing led power serta muncul peringatan Error E0.

cara mengatasi error E0 pada AC

Error E0 akan timbul karena bekerjanya safety device outdoor akibat ada sesuatu hal yang akan membahayakan unit AC.

Cara mengatasi Error E0 pada AC supaya kembali normal adalah dengan mematikan power thermostat AC dan menyalakannya kembali tetapi tindakan ini bersifat sementara karena error E0 akan timbul lagi dilain waktu maka perlu segera tindakan perbaikan permanen untuk mencegah timbulnya error E0 ini.

Dalam manual book dapat dilihat penyebab error ini berikut saran tindakannya tetapi hanya sekilas kalimat saja sehingga sering kali kita dibuat bingung, apakah sebenarnya maksud dari saran perbaikan dari manual book tersebut.

Coba perhatikan keterangan tentang error E0 pada manual book: "Protection devices activated (unified) - Protection device connected to outdoor unit PCB actuated Defective protection device connector contact".

Kalimat tersebut membingungkan bagi yang belum pernah mengenali sebelumnya, tetapi kita fokus pada inti kalimatnya yaitu aktifnya peralatan safety outdoor.

Apakah penyebab safety device tersebut menjadi aktif?

Terdapat beberapa kemungkinan penyebab aktifnya safety device outdoor yaitu:
  1. Suhu ruangan terlalu tinggi
  2. Refrigerant kurang
  3. Filter Evavorator outdoor tersumbat oleh kotoran debu.
Setelah diperiksa lebih lanjut dari ketiga kemungkinan tersebut diketahui bahwa:
  • Suhu ruangan wajar
  • Refrigerant cukup
  • Filter evavorator sangat kotor oleh debu dan kotoran
Maka tindakan perbaikan yang diambil berupa pembersihan filter evavorator outdoor yang sangat kotor oleh debu dan kotoran.

Hasilnya, AC kembali berfungsi normal serta Error E0 sudah tidak terjadi lagi.

Kesimpulannya bahwa cara mengatasi error E0 pada AC adalah dengan melakukan perawatan / pembersihan outdoor terutama filter evavorator agar aliran udara tidak tersumbat dan kerja evavorator tidak berat.

Untuk pencegahan terjadinya error E0 yaitu melakukan perawatan / pembersihan outdoor secara rutin setiap 3 bulan.

mengatasi error outdoor AC

Teknik pembersihannya filter evavorator ini sebenarnya mudah yaitu dengan mencuci filter evaporator dengan air yang disemprotkan sampai kotoran larut dan filter menjadi bersih. Pelaksanaannya bisa dilakukan ketika AC beroperasi atau outdoor dalam keadaan bekerja karena proses pencucian ini tanpa membuka baut body outdoor.

Selain error E0, terdapat kategori error bagian outdoor AC lainnya dari manual book yang mungkin timbul saat AC mengalami masalah. Berikut daftar error lainnya dengan inisial kode E (terjemahan):
  1. E0 Perangkat proteksi diaktifkan (terpadu) - Perangkat proteksi terhubung ke unit outdoor digerakkan PCB. Kontak konektor perangkat proteksi rusak
  2. E1 PCB unit outdoor rusak - Unit outdoor rusak PCB - Koneksi kabel relai dalam / luar rusak
  3. E3 Aktuasi sakelar tekanan tinggi (HPS) - Penukar panas unit outdoor kotor - Sakelar tekanan tinggi rusak - Pipa refrigeran tersumbat - Kontak konektor rusak
  4. E3 Sistem No.1 Aktuasi sakelar tekanan tinggi (HPS) - Penukar panas unit outdoor kotor Kekurangan volume air- Perpipaan refrigeran tersumbat - Kontak konektor rusak HPS rusak
  5. E4 Aktuasi saklar tekanan rendah (LPS) - Penurunan tekanan rendah secara tidak wajar Sensor tekanan rendah rusak - Unit outdoor rusak PCB - Kontak konektor rusak
  6. E5 Motor kompresor inverter terlalu panas - Kunci kompresor inverter - Tekanan diferensial tinggi inverter rusak PCB - Kesalahan koneksi UVW - Kontak konektor rusak
  7. E6 Motor kompresor STD kelebihan arus / penguncian - Kompresor rusak PCB kontrol rusak Katup penghenti tidak terbuka
  8. E6 System No.1 Kompresor kelebihan arus - Katup ekspansi elektronik rusak - Kekurangan jumlah refrigeran - Kompresor rusak
  9. E7 Kerusakan sistem motor kipas unit outdoor - Kegagalan motor kipas - Kesalahan untuk menghubungkan atau kerusakan sambungan harness / konektor antara motor kipas dan Kipas PCB tidak berputar karena benda asing tersangkut di dalamnya
  10. E8 Arus lebih dari kompresor inverter - Kompresor rusak - Kapasitor sirkuit utama inverter rusak Cacat unit luar PCB - Cacat transistor daya
  11. E9 Kerusakan koil katup ekspansi elektronik - Putusnya konektor dari katup ekspansi elektronik Kumparan katup ekspansi elektronik rusak PCB kontrol unit outdoor rusak
  12. EA Kerusakan katup empat arah atau sakelar dingin / panas di Katup empat arah rusak Kekurangan gas Unit outdoor rusak PCB - Termistor rusak
  13. EC Kerusakan memasukkan suhu air - Kelainan suhu air pendingin - Unit outdoor rusak Termistor rusak

2 Tahap Pemeriksaan Kuantitas Material

Pentingnya pemeriksaan kuantitas material kiriman pemasok sebelum masuk gudang sehingga harus dilakukan 2 tahap pemeriksaan kuantitas material agar tidak terjadi kekurangan bahan proses produksi meliputi tahap pertama oleh QC incoming material dengan penimbangan tanpa berdasarkan keterangan surat jalan dan tahap kedua oleh QC incoming material bersama user untuk mengolah data hasil pemeriksaan kuantitas material tahap pertama berikut perhitungan manual.

Lebih cepat dan lebih mudah melakukan pemeriksaan kualitas dibandingkan kuantitas material kiriman pemasok tetapi bukan berarti pemeriksaan kuantitas material dilewatkan dan hanya percaya pada jumlah yang tertera di surat jalan maupun packing list, pemeriksaan kuantitas material wajib dilakukan terhadap seluruh material tidak seperti pemeriksaan kualitas material berdasarkan sampling mengikuti standar AQL
  • Pemeriksaan kualitas : sampling sesuai standar AQL
  • Pemeriksaan kuantitas : 100% seluruh material.
Form pemeriksan kualitas material disebut incoming material report atau feeding inspection report sedangkan form pemeriksaan kuantitas material masih belum baku dibuat internal hanya berdasarkan persetujuan user pada surat jalan atau IOI (Inspection Of Incoming) yang memiliki sisi kelemahan yaitu diterbitkannya oleh purchasing tidak pada saat unloading material.

Bukankah seharusnya purchasing segera menerbitkan IOI tepat ketika unloading material?

Seharusnya seperti itu, tetapi pemeriksaan material oleh user biasanya lebih alot dibandingkan pemeriksaan dalam bentuk feeding incpection report atau incoming material report oleh QC yang hanya memastikan kualitas material menggunakan sampling sesuai AQL.

User memastikan kualitas berikut kuantitasnya apakah sudah sesuai PO dan proses ini membutuhkan waktu tersendiri sehingga IOI tidak bisa langsung disetujui user. Tanpa IOI, pembayaran kepada pemasok tidak bisa diproses lebih lanjut.

Tetapi tidak berarti membiarkan kondisi ini berlangsung terus menerus, perlu suatu solusi berupa metode agar QC dapat melakukan fungsinya untuk pemeriksaan kualitas dan kuantitas material secara bersamaan dan bukan user yang menjadi garda terdepan dalam pemeriksaan ini.

Pemeriksaan kuantitas material meliputi pemeriksaan kuantitas material tahap pertama oleh QC incoming material dan pemeriksaan kuantitas material tahap kedua oleh QC incoming material bersama user.

1. Pemeriksaan kuantitas material tahap pertama

Surat jalan pengiriman material melingkupi keterangan berat atau volume material berdasarkan timbangan awal di tempat pemasok dan timbangan Dishub saat perjalanan. Tetapi QC harus memastikan lagi kuantitas material ini menggunakan jembatan timbang secara langsung.

Berat bersih untuk material yang diperoleh dari pengukuran jembatan timbang selanjutnya dikonversi ke volume jika material berbentuk cairan.

Bagaimana jika tidak memiliki jembatan timbang?

QC tetap harus melakukan pemeriksaan kuantitas material ini bagaimanapun caranya, salah satunya penimbangan dilakukan di jembatan timbang Dishub terdekat dan QC menyaksikan penimbangan ini secara langsung.

Jika pemasok sendiri tidak memiliki jembatan timbang maka jangan membuat kerja sama bisnis dengan pemasok ini atau pemasok memiliki metode lain sehingga bisa melakukan pengukuran kuantitas materialnya dan dapat dipertanggung-jawabkan. Tetapi QC harus tetap melakukan penimbangan ulang di tempat.

Jadi pemeriksaan kuantitas material melalui penimbangan:
  1. Penimbangan di tempat pemasok
  2. Penimbangan jembatan timbang Dishub selama perjalanan cukup 1 kali penimbangan
  3. Penimbangan di tempat atau jembatan timbang Dishub terdekat
Sampai disini surat jalan sudah dapat ditanda-tangani dan pemeriksaan kuantitas material tahap pertama selesai

2. Pemeriksaan kuantitas material tahap kedua

2 tahap pemeriksaan kuantitas material

Berikutnya setelah penimbangan ini QC incoming material bersama user sekali lagi harus memastikan bahwa kuantitas material benar - benar sesuai jumlahnya yaitu mengolah data dari hasil pemeriksaan kuantitas tahap pertama:
  1. Perhitungan berat bersih material padat dengan jumlahnya banyak yaitu sampling berat dibandingkan master sampling dikali keseluruhan berat hasil pemeriksaan pertama dikurangi berat kemasan maupun palet yang menyertainya.
  2. Pengukuran pada tangki penyimpanan material cair, dihitung dengan cara level akhir dikurangi level awal dan dikonversikan ke berat.
Pemeriksaan kuantitas material tahap 2 ini dilakukan sesaat setelah pemeriksaan tahap pertama selesai dan diupayakan selesai pada hari yang sama.

Contoh

Unloading material 1 kontainer 40 feet berupa kemasan dalam karton terdiri dari 700 pcs raw material per karton dan 1 dus teridiri dari 10 karton. Sesuai maksud artikel ini maka kita kesampingkan data kuantitas surat jalan walaupun tercantum jumlahnya.

Hasil perhitunan di jembatan timbang Dishub terdekat dengan biaya dibebankan ke pemasok dan konversi berat ke pcs didapatkan angka 59.921 pcs (di surat jalan tertera 60.000 pcs).

Dan tidak mungkin menghitung 60.000 pcs satu per satu walaupun pemeriksaan kuantitas material mengharuskan 100% total kuantitas.

Maka caranya untuk memastikan apakah terdapat selisih antara keterangan di surat jalan dan aktual adalah persiapkan terlebih dulu master sampling berat untuk 1 dus (jika master sampling 1 karton terlalu banyak).

Bandingkan berat setiap dus dengan master sampling sehingga didapatkan nilai mendekati master sampling berat dalam batas toleransi. Jika deviasinya terlalu jauh, pisahkan dulu dus tersebut untuk selanjutnya di cek manual berapa jumlah aktualnya.

Sama halnya pemeriksaan kualitas, pemeriksaan kuantitas material pun hasilnya terbagi pada 4 kategori:
  • Qualified
  • Return of goods
  • Conformity resume records
  • Concession receipt
Jika hasil pemeriksaan tahap kedua terdapat ketidak-sesuaian PO maka user segera membuat report ke purchasing dan menahan persetujuan IOI

Electroplating Tembaga Mengatasi Reject Oksidasi

Electroplating tembaga mengatasi reject oksidasi dimaksudkan untuk mengatasi masalah reject permukaan tembaga berupa oksidasi tembaga (permukaan beda warna maupun berkarat) menggunakan cara electroplating tembaga (penyepuhan tembaga) sehingga mengembalikan standar kualitas tembaga sebagai bahan baku proses produksi beberapa industri pengguna bahan baku tembaga seperti industri peralatan listrik, industri komponen elektronik dan produsen kerajinan karya seni.

Dampak adanya oksidasi tembaga adalah:
  1. Daya hantar listrik tembaga menjadi berkurang
  2. Bahan baku tembaga cepat rusak karena berkarat
  3. Rentan terhada pengaruh induksi electromagnet.
Penyebab oksidasi bahan baku tembaga diantaranya:
  1. Bahan pelapisan saat proses finishing tembaga terlalu sedikit atau kurang sesuai formula
  2. Mesin finishing abnormal
  3. Raw material dibawah standar kualitas
  4. Proses pengemasan dan penyimpanan barang jadi kurang tepat
  5. Ketika proses delivery mengalami oksidasi dari kondisi lingkungan selama perjalanan.
Terlihat bahwa oksidasi tembaga sudah terjadi ketika bahan baku masih di pemasok dan menjadi tanggung jawab pemasok.

mengatasi oksidasi tembaga

Kenapa bahan baku tembaga dibawah standar masih tetap diterima?

QC incoming material memastikan bahan baku sesuai standar kualitas maupun AQL dan berwenang menolak serta mengembalikan bahan baku ke pemasok jika ditemukan kualitas diluar standar. Tetapi bagaimana jika bahan baku tembaga ini adalah impor dan terima jadi saat kedatangan di gudang?

Report QC incoming material sudah dilayangkan agar pengiriman bahan baku sesuai standar kualitas namun karena sesuatu hal terpaksa harus menerima jadi apapun bahan baku impor dan kondisi ini dijadikan sebuah Concesive.

Jadi terpaksa bahan baku tembaga yang beroksidasi harus diperbaiki menggunakan electroplating tembaga.

Tetapi oksidasi tembaga bisa pula terjadi pada barang jadi atau WIP akibat salah metode kerja seperti operator tidak menggunakan sarung tangan maupun sarung jari saat menyentuh permukaan tembaga atau suhu ruangan produksi kurang dingin menyebabkan kelembaban ruangan produksi meningkat. Oksidasi tembaga karena kondisi ini menyebabkan reject barang jadi dan tidak bisa diatasi melalui proses electroplating tembaga tetapi masih bisa dilakukan perbaikannya secara manual.

Cara mengatasi oksidasi tembaga secara manual
  1. Siapkan penghapus pena dan alkohol 96%.
  2. Basahi penghapus pena menggunakan sedikit alkohol 96%
  3. Hapus oksidasi tembaga secara berulang sampai tidak tampak oksidasinya.
Terdapat kekurangan dalam mengatasi oksidasi tembaga secara manual ini yaitu:
  1. Hasil perbaikan oksidasi tembaga dalam jumlah sangat sedikit
  2. Kestabilan kerja operator kurang karena faktor kejenuhan dan kelelahan
  3. Hasil perbaikan tidak sempurna bisa menyebabkan terjadi lagi oksidasi tembaga
Sebaiknya jika terjadi oksidasi tembaga pada WIP dan barang jadi ini tidak perlu dilakukan perbaikan, langsung menjadi kategori NG untuk mencegah oksidasi terlihat setelah barang jadi dikirim ke pelanggan.

Pemeriksaan kualitas bahan baku tembaga menjadi kuncinya yang selanjutnya melakukan perbaikan mengatasi oksidasi tembaga jika ternyata ditemukan adanya oksidasi tembaga bahan baku melalui cara mengatasinya menggunakan electroplating tembaga.

Electroplating tembaga (penyepuhan tembaga)

Bahan electroplating tembaga diantaranya menggunakan salah satu dari 4 jenis larutan elektrolit yaitu larutan asam, larutan sianida, larutan fluoborat dan larutan pyrophosphate.

Electroplating tembaga dilakukan melalui elektrokimia yaitu reaksi kimia antara tembaga dan larutan elektrolit menghasilkan garam tembaga berupa ion Cu2+ yang akan melapisi permukaan bahan baku dan pemicu reaksi kimianya bersumber dari hantaran listrik searah. Ion Cu2+ bergerak ke katoda, mengambil elektron dan menjadi logam tembaga yang menempel pada tembaga katoda.

Contoh teknis electroplating dengan larutan asam Sulfat H2SO4:

Bahan dan peralatan yang digunakan untuk tiap liter :
  1. Cooper sulfat CuSO4 berbentuk kristal: 150 –250 gram
  2. Tembaga pelapis
  3. Asam sulfat H2SO4 : 45 – 100 ml
  4. Tangki keramik atau tangki plastik
  5. DC Power Supply
  6. Bahan baku tembaga
  7. Air
Tangki diisi air terlebih dulu selanjutnya copper sulfat CuSO4 dan asam sulfat H2SO4 sedikit demi sedikit agar tidak timbul panas berlebihan. Atur output ampere DC power supply kisaran 7 – 17 Ampere.

Bahan baku tembaga dihubungkan dengan kutub negatif power supply atau disebut sebagai katoda, sedangkan tembaga yang menjadi sumber pelapis dihubungkan dengan kutub positif power supply atau anoda.

Reaksi kimia yang terjadi di katoda tempat bahan baku:

Cu2+ H2O + 2e = Cu
Ion SO42- bergerak ke anoda memberikan elektron dan bereaksi dengan tembaga anoda.

Apakah electroplating tembaga bisa dilakukan sendiri secara manual dengan mempersiapkan semua peralatan dan bahan electroplating?

Pada prinsipnya jika semua bahan dan peralatan electroplating tersedia maka bisa melakukan electroplating tembaga sendiri. Masalahnya jika bahan baku tembaga bukan berbentuk lembaran tetapi berupa komponen kecil dengan jumlah ribuan maka proses electroplating harus menggunakan mesin electroplating tersendiri.

Agar mendapatkan hasil electroplating tembaga sesuai standar kualitas terbaik maka perlu mengatur konsentrasi tembaga (copper) dalam larutan, konsentrasi asam sulfat, ampere, suhu larutan dalam operasi pelapisan, pengadukan lebih perlahan dan terus menerus dan pemberian bahan-bahan tambahan.

3 Tugas Supervisor Produksi

3 tugas supervisor produksi adalah melakukan fungsi pengawasan tenaga kerja, mesin produksi dan bahan baku agar mendapatkan hasil produksi sesuai target disertai fungsi pengawalan terhadap pelaksanaan metode proses terbaik hasil ketetapan manajemen dan fungsi pencegahan timbulnya reject dan rework dari faktor 6M berikut yang wajib diketahui supervisor produksi tentang cara mengatasi penurunan motivasi kerja penyebab tidak berjalannya metode terbaik proses produksi.

A. Tugas supervisor produksi dalam fungsi pengawasan

Meliputi tugas pengawasan tenaga kerja, mesin produksi dan bahan baku (bahan baku utama dan bahan baku pendukung). Berikut perincian pelaksanaan tugas supervisor produksi dalam fungsi pengawasan.

A1. Tenaga kerja:
  1. Breafing awal kerja berdurasi 10 menit sekaligus mengetahui jumlah ketidak hadiran karyawan. Materi briefing terutama mengenai rencana kerja hari ini, evaluasi kerja sebelumnya dan briefing untuk membangkitkan semangat memulai kerja.
  2. Mengawasi aktivitas setiap karyawan tetap produktif sampai akhir kerja.
  3. Membuat alokasi tenaga kerja pada area yang mengalami kemacetan proses atau karena mesin produksi sedang rusak.
A2. Mesin produksi
  1. Tugas supervisor produksi memastikan sebelum mulai pekerjaan dan sebelum mulai briefing awal kerja bahwa mesin produksi dalam kondisi siap dan sudah dipanaskan (jika terdapat sistem pemana di mesin) berikut seting parameter produksi untuk barang proses sudah sesuai serta memastikan utility tidak terdapat masalah seperti angin kompresor, listrik dan air dari cooling tower.
  2. Mengawasi dan memberi contoh pelaksanaan autonomous maintenance
  3. Ketika mesin produksi mengalami kerusakan sampai berhenti beroperasi atau terdapat kinerja mesin produksi dibawah standar maka tugas supervisor produksi untuk segera meminta perbaikan maintenance agar mesin produksi tersebut kembali beroperasi atau membuat alternatif penggunaan mesin produksi lainnya jika tersedia.
A3. Bahan baku
  1. Mengawasi ketersediaan bahan baku utama dan bahan baku pendukung telah tersedia sebelum pekerjaan dimulai. Agar tidak terjadi masalah stock bahan baku kososng saat awal kerja maka sehari sebelumnya harus sudah disiapkan bahan baku sesuai order proses hari ini.
  2. Tugas supervisor produksi agar bahan baku sudah memenuhi jumlah dan standar kualitasnya baik diketahui dari hasil QC incoming material report maupun melakukan uji standar kualitas pada setiap batcth secara sampling.
B. Tugas supervisor produksi dalam fungsi pengawalan pelaksanaan metode proses terbaik

Metode proses terbaik hasil ketetapan manajemen bertujuan mendapatkan produktivitas tinggi, efektif dan efisien dan pengawalan pelaksanaan metode proses terbaik ini menjadi tugas supervisor produksi.

Metode ini berkaitan dengan sistem improvement terakhir atau dianggap terbaik yang digunakan seperti lean manufacturing berikut penerapan sistem provement lainnya

Tetapi sebagus apa pun metode jika tidak dijalankan secara benar oleh karyawan karena menurunnya motivasi kerja maka metode terbaik tersebut menjadi biasa saja.

Tugas supervisor produksi mengawal metode terbaik ini terlaksana, salah satu caranya dengan tetap menjaga motivasi kerja karyawan. Untuk itu seorang supervisor produksi wajib mengetahui terlebih dulu penyebab menurunnya motivasi kerja, diantaranya karena:
  1. Tekanan terlalu tinggi
  2. Kritik terlalu tajam
  3. Standar terlalu tinggi
  4. Kurang memahami tujuan pekerjaan
  5. Disiplin berkurang
  6. Menurunnya peranan kepeminpinan
  7. Peralatan dan kondisi tidak memadai
  8. Tidak cukup kontak dengan manajemen
B1. Tekanan terlalu tinggi

Bekerja dalam kondisi tekanan memang cukup membuat produktivitas tinggi tetapi tekanan sangat tinggi bisa menyebabkan tekanan batin. Ketahui adanya tekanan terlalu tinggi dari tanda berikut:
  • Keluhan - keluhan sering muncul tentang pekerjaan
  • Banyak permintaan untuk pindah pekerjaan.
  • Bergerak dan berpindah - pindah secara gelisah dalam pekerjaan.
  • Muncul ketegangan diantara karyawan.
  • Mudah tersinggung saat penugasan baru
Cara mengatasi tekanan sangat tinggi ini membuat situasi seorang pimpinan manajemen untuk menjadi sedikit hadir di mana-mana dan mendelegasikan tugas lebih banyak dari pada turun langsung ke lapangan.

B2. Kritik terlalu tajam

Kritik bisa membangun karyawan untuk lebih maju asal kritik konstruktif. Tetapi kritik terlalu tajam dapat menghilangkan semangat bekerja tanpa diseimbangkan secukupnya dengan pujian. Ketahui adanya kritik terlalu tajam dari tanda berikut:
  • Pelaksanaan pekerjaan "menurut peraturan"
  • Pengelakan berbicara terhadap atasan
  • Sulit mengatasi permasalahan
  • Sangat mudah tersinggung dan tegang.
Cara mengatasi kritik terlalu tajam ini buatlah evaluasi sudah berapa banyak memuji atau menghargai para karyawan. Apakah Anda mencari kesempatan untuk menghargai dan menepuk punggung para karyawan disaat bekerja?

B3. Standar terlalu tinggi

Karyawan bekerja terus menerus namun belum mencapai target kerja karena target tersebut sangat tinggi, maka akhirnya menjadi frustasi dan kecewa sehingga berujung pada berkurangnya semangat bekerja. Ketahui adanya standar terlalu tinggi dari tanda berikut:
  • Pernyataan sikap "apa bedanya"
  • Mengabaikan kualitas standar.
  • Kurangnya kemauan untuk bekerja sama.
  • Reaksi berlebihan terhadap perintah atau permintaan.
  • Menutup-nutupi kesalahan
Cara mengatasi standar sangat tinggi ini adalah coba lihat lagi mengenai standar pelaksanaan serta pastikan bahwa setiap karyawan mempunyai tujuan-tujuan jangka pendek dalam jangka waktu tertentu.

B4. Kurang memahami tujuan pekerjaan

Banyak karyawan belum mengetahui apa yang diharapkan dari mereka atau kalau mereka belum mempunyai standar pelaksanaan jelas maka pekerjaan akan mundur sekali.
  • Kurangnya rasa hormat terhadap supervisor.
  • Dalih "Belum ada pemberitahuan hal itu kepada saya..."
  • Mundurnya usaha
  • Berdebat mengenai prosedur
  • Pertanyaan-pertanyaan tanpa ujung pangkal mengenai apa pekerjaan berikutnya.
Cara mengatasi kurangnya memahami tujuan pekerjaan ini duduk dan pertimbangkanlah setiap karyawan dan setiap pekerjaan. Pikirkan dan jelaskan buat diri sendiri apa saja standar-standar dan harapan-harapan. Selanjutnya komunikasikan standar-standar dan harapan-harapan itu kepada karyawan.

B5. Disiplin berkurang

Jika peraturan-peraturan tertentu pelaksanaannya longgar maka hasilnya sering kali menjadi suatu pandangan remeh akan kebijaksanaan dan prosedur.
  • Salah memakai peralatan
  • Terlalu banyak bermain-main atau mondar-mandir
  • Sering berbuat kesalahan dan kelalaian
  • Banyak sekali terlambat dan mangkir
  • Kondisi acak-acakan
Cara mengatasi disiplin berkurang ini adalah peninjauan aturan-aturan. Jika beberapa aturan sulit dijalankan maka hilangkanlah. Usahakan agar setiap orang mengetahui lewat perkataan dan contoh bahwa peraturan akan dijalankan secara adil dan konsisten.

B6. Menurunnya peranan kepemimpinan

Para karyawan menginginkan seorang supervisor dan pimpinan yang baik dan jika supervisor tidak menjadi seorang pemimpin yang baik akan timbul permasalahan besar.
  • Munculnya pemimpin-pemimpin informal
  • Perdebatan mengenai hak-hak istimewa
  • Pembentukan kubu
  • Hilangnya sikap hormat terhadap otoritas supervisor.
  • "Melupakan" instruksi, komentar dan pendapat supervisor
  • Menentang perubahan.
Cara mengatasi menurunnya peranan kepemimpinan ini adalah tegakanlah kepemimpinan bukan dengan menyatakannya tetapi menunjukannya dengan contoh. Tentukan tujuan-tujuan dan pastikan bahwa tujuan itu jelas buat setiap orang kemudian teruslah dorong mereka untuk melaksanakannya.

B7. Peralatan dan kondisi tidak memadai

Para karyawan sulit menerima apa yang dianggap sebagai penghalang dan dibebankan kepada mereka karena kekikiran perusahaan terhadap kondisi kerja.
  • Keluhan sering muncul
  • Melihat bahwa orang di departemen lain lebih baik.
  • Kekalutan dan penundaan-penundaan..
  • Kurang hati-hati menjaga peralatan dan material.
  • Gagal membuat penyesuaian kecil.
  • Sering membutuhkan perbaikan dan konsultasi.
mesin rusak masih dipakai

Cara mengatasi situasi ini adalah perhatikan keadaan peralatan dan kondisi kerja dari tingkat atas sampai bawah. Bandingkanlah situasi sama di dalam perusahaan dan di luarnya. Jika diperlukan perubahan-perubahan dan jika sudah memperjuangkannya sampai ke atasan, usahakan agar karyawan mengetahui bahwa hal ini sudah diperjuangkan.

B8. Tidak cukup kontak dengan manajemen

Jika para karyawan sedikit mempunyai hubungan dengan atasan maka mereka mulai mempunyai perasaan bahwa tidak ada orang di atas sana betul-betul memperhatikan.
  • Sedikit karyawan datang menemui.
  • Instruksi-instruksi manajemen tampaknya sengaja disalahartikan.
  • Kabar angin dan desas-desus bermunculan.
  • Orang bicara menyakitkan hati atau menertawakan kerja.
  • Bawahan mengelakkan atau seperti kurang peduli.
Cara mengatasi sedikitnya kontak dengan manajemen ini adalah tunjukan suatu perhatian lebih besar terhadap masalah dan minat orang di dalam dan di luar pekerjaan. Jumpai dan lihatlah bagaimana mereka bekerja serta beri perasaan dan perhatian besar terhadap mereka.


C. Tugas supervisor produksi dalam fungsi pencegahan timbulnya reject dan rework

Penyebab terjadinya reject karena faktor 6M adalah:
  1. Bahan baku utama dan bahan baku pendukung dibawah standar kualitas
  2. Mesin produksi tidak normal
  3. Operator salah seting
  4. Pengukuran tidak akurat
  5. Metode kerja kurang sesuai
  6. Faktor lingkungan
Tugas supervisor produksi untuk lebih peka terhadap munculnya reject selama proses produksi melalui upaya pencegahan penyebab reject tersebut diantaranya:
  1. Memastikan sample pertama (First Living Sample) awal proses sudah memenuhi standar kualitas dan opertator akan melanjutkan ke proses masal setelah sample pertama tersebut disetujui supervisor.
  2. Secara acak mengambil contoh barang jadi maupun WIP untuk di cek kualitasnya
  3. Kontrol form monitoring harus diisi operator mesin setiap 2 jam
Termasuk rework akibat adanya fail oleh QC outgoing material maupun eksternal fail. Jika memungkinkan, pada barang NG dicoba dilakukan perbaikan (servis) untuk memperkecil jumlah rework.
SO Bahan Baku Dan Barang Jadi

SO Bahan Baku Dan Barang Jadi

SO (Stock Opname) bahan baku dan barang jadi untuk mengetahui kesesuaian jumlah fisik bahan baku utama, bahan baku pendukung, WIP (Work In Progress) dan barang jadi dari mulai gudang bahan baku, proses produksi sampai gudang barang jadi, dijalankan oleh Produksi dan Gudang (gudang bahan baku dan gudang barang jadi) dengan auditor bagian Akunting /Finance dilakukan setiap akhir bulan kalender.

Akunting / Finance mencocokan hasil perhitungan fisik dengan data pembukuan akunting sebagai pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal (SPI).

Industri apa saja yang bisa dilakukan SO bahan baku dan barang jadi?

SO bahan baku dan barang jadi bisa dilakukan pada industri penghasil barang jadi ukuran kecil seperti contoh perhitungan SO disini untuk komponen elektronik tetapi tidak menutup kemungkinan barang jadi ukuran besar pun bisa dilakukan SO bahan baku dan barang jadi ini jika kondisinya memungkinkan.

Persiapan Produksi dan Gudang (bahan baku dan barang jadi) menghadapi SO:
  1. Pendataan serah terima bahan baku utama dan bahan baku pendukung antara gudang bahan baku dan produksi berbentuk batch, lot atau plant order disertai identifikasi setiap batch, lot atau plant order dengan jumlah, spesifikasi, date code dan hasil pemeriksaan kualitas bahan baku utama dan bahan baku pendukung sebagai quality incoming material report untuk proses produksi.
  2. Pendataan serah terima barang jadi antara produksi dan gudang barang jadi dengan batch, lot atau plant order sama dengan ketika diserahkan dari gudang bahan baku ke produksi disertai identitas jumlah, spesifikasi, date code dan hasil pemeriksaan kualitas barang jadi oleh QC outgoing finish goods report sebagai lampiran surat jalan delivery ke pelanggan.
  3. Pendataan jumlah reject, serah terima dan pertukaran antara barang reject (waste) dengan bahan baku pengganti.
  4. Pencegahan kehilangan bahan baku dan finish goods baik tidak disengaja maupun disengaja oleh orang tidak bertanggung jawab.
Pelaksanaan SO bahan baku dan barang jadi

SO bahan baku dan barang jadi adalah pekerjaan perhitungan fisik terhadap persediaan bahan baku dan barang jadi untuk mengetahui kesesuaian fisik terhadap data pembukuan akunting.

SO merupakan bagian dari pekerjaan produksi dan gudang dan pekerjaan SO bisa menyita waktu lama bahkan sehari sehingga pilihan pelaksanaan SO bahan baku dan barang jadi dilakukan ketika:
  1. Setelah selesai pekerjaan non shift di hari Jumat terakhir bulan kalender dan tidak aktivitas pekerjaan produksi maupun gudang.
  2. Setelah selesai pekerjaan shift di akhir pekan terakhir bulan kalender pada hari Sabtu siang
Kompensasi bagi pelaksana SO bisa beberapa alternatif::
  1. Ganti hari
  2. Dibayar lembur atau kompensasi lainnya
Apakah semua bahan baku utama, bahan baku pendukung dan barang jadi dihitung fisiknya?

Betul. Semua bahan baku utama, bahan baku pendukung dari mulai gudang bahan baku, area persiapan produksi dan WIP serta semua barang jadi baik yang masih berada di area produksi maupun di gudang barang jadi dilakukan perhitungan fisik.

Termasuk perhitungan fisik pada reject bahan baku (utama dan pendukung), reject barang jadi, kekurangan jumlah suplay bahan baku dari pemasok, bahan baku yang dipinjam bagian lain dan barang jadi untuk display maupun permintaan pelanggan.

Ketika menemukan kesulitan cara perhitungan fisik untuk suatu barang ukurannya sangat kecil dengan jumlah jutaan, maka mengatasinya melalui penggunaan timbangan digital dengan cara konversi dari berat ke jumlah fisik barang yaitu:
  1. Tentukan master sample berat yang masih baru (belum dibuka dari saat pengiriman pemasok) dan data identifikasi jumlahnya.
  2. Kalibrasi timbangan digital pada master sample berdasarkan jumlah di master sample.
  3. Timbang barang dan lihat jumlahnya yang tertera pada display timbangan digital.
Hasil SO bahan baku dan barang jadi

Sesuai tujuan SO ini, hasil yang diharapkan adalah kesesuaian jumlah fisik bahan baku dan barang jadi terhadap data pembukuan Akunting / Finance.

Jika ditemukan hasil perhitungan fisik kurang dari data pembukuan maka terdapat pilihan berikut:
  1. Pembebanan kepada PIC produksi dan gudang mempertanggung-jawabkan kekurangan melalui sanki administrasi atas kelalaian dalam menjaga bahan baku dan barang jadi atau pemotongan upah untuk penggantian harga selisih kurang tersebut, atau
  2. Akunting / Finance menerbitkan Jurnal Penyesuaian atas persetujuan direksi.
Jika ditemukan hasil perhitungan fisik lebih dari data pembukuan maka perlu dilakukan perhitungan ulang memastikan kemungkinan transaksi belum terdata diantaranya:
  1. Memastikan transaksi delivery sesuai PO pelanggan
  2. Memastikan hasil incoming material sesuai PO
  3. Memastikan tidak ada kesalahan saat packaging yaitu tidak ada kekurangan jumlah komponen masuk packaging.
Tetapi bila setelah dipastikan tidak terdapat transaksi belum terdata maka Akunting / Finance akan membuat jumlah kelebihan ini sebagai stock awal bulan berikutnya karena tidak bisa mengajukan Jurnal Penyesuaian atas kelebihan fisik barang kecuali atas permintaan direksi.

Kenyataannya bahwa hasil SO bahan baku dan barang jadi sangat sulit menyesuaikan angka akurat sesuai data pembukuan akunting sehingga perusahaan akan mengeluarkan toleransi jumlah plus minus yang dianggap jumlah toleransi.

Serah terima bahan baku (bahan baku utama dan bahan baku pendukung) antara gudang bahan baku dengan produksi bila tidak dilakukan secara tepat akan menimbulkan masalah selisih jumlah yang ada di produksi dengan jumlah perhitungan gudang bahan baku baik selisih kurang maupun selisih lebih ditambah adanya perbedaan parameter pengukuran antara gudang bahan baku yang berpatokan pada identitas label kemasan, packing list dan surat jalan sedangkan produksi berdasarkan parameter satuan pcs, panjang dan berat.

Faktor penyebab terjadinya selisih kurang setelah serah terima bahan baku:
  1. Jumlah bahan baku yang diserahkan gudang bahan baku kurang dari seharusnya
  2. Kesalahan pendataan serah terima bahan baku oleh gudang bahan baku.
  3. Jumlah bahan baku dari pemasok kurang dan lolos QC incoming material saat serah terima bahan baku
  4. Kehilangan akibat pencurian maupun tidak sengaja terbuang.
Faktor penyebab terjadinya selisih lebih setelah serah terima bahan baku:
  1. Jumlah bahan baku yang diserahkan gudang bahan baku lebih dari seharusnya
  2. Kesalahan pendataan serah terima bahan baku oleh gudang bahan baku
  3. Jumlah bahan baku dari pemasok lebih dan lolos QC incoming material saat serah terima bahan baku
  4. Kelebihan akibat terdapat transaksi terlewatkan
  5. Pengiriman jumlah barang jadi ke pelanggan kurang dan lolos QC outgoing material.
Serah terima bahan baku secara tepat dapat mencegah terjadinya selisih kurang dan selisih lebih ini.

Berikut metode serah terima bahan baku versi seputarpabrik.com meliputi:
  1. Memastikan kesesuaian jumlah serah terima bahan baku
  2. Memastikan kesesuaian jumlah bahan baku dari pemasok dan barang jadi ke pelanggan
  3. Pengamanan
  4. Keterbukaan data
1. Memastikan kesesuaian jumlah serah terima bahan baku

Gudang bahan baku menyerahkan bahan baku secara fisik berupa lot / batch / plant order berdasarkan kebutuhan schedule produksi baik harian maupun mingguan atau berdasarkan permintaan produksi untuk penggantian barang NG dan waste.

Gudang bahan baku wajib melakukan transaksi out dengan jumlah sesuai pengiriman fisik bahan baku dan menyertakan data jumlah tersebut pada form serah terima bahan baku. Form serah terima bahan baku menggunakan continuous form rangkap.

Produksi mengambil salinan form rangkap serah terima paling atas (biasanya warna putih) selanjutnya memeriksa kualitas bahan baku dengan melakukan pemeriksaan kualitas awal secara sampling (pra investasi) sekaligus menghitung jumlah bahan baku sesuai kebutuhan proses dibandingkan dengan data pada form serah terima bahan baku.

Salinan lainnya rangkap ke-2 dikembalikan ke PPIC untuk dibuatkan label identitas barang jadi sekaligus sebagai kontrol PPIC terhadap hasil dari schedule produksi yang telah disusun PPIC.

Form serah terima bahan baku berbeda dari kanban atau kartu pengantar proses produksi tetapi data quantity di kanban harus sama dengan data quantity di form serah terima bahan baku. Form serah terima bahan baku langsung diterbitkan / disetujui PPIC.

Jika terdapat kesulitan menghitung jumlah bahan baku karena bahan baku terlalu banyak, terlalu kecil atau terlalu panjang maka tentukan sebuah pola pengukuran master sample atau menggunakan peralatan penghitung otomatis.

Contoh:

Suatu bahan baku di dalam kemasan karton dengan identitas pada label menunjukan bahwa jumlahnya 2000 pcs, maka gudang bahan baku akan mendata 2000 pcs dalam pembukuannya. Tetapi belum tentu dalam kemasan tersebut jumlah sebenarnya adalah 2000 pcs. Jika ternyata kurang dari 2000 pcs maka akan terjadi selisih kurang di produksi dan menjadi tanggung jawab produksi untuk menutupi kerugian perusahaan ini.

Bagaimana memastikan bahwa jumlah dalam kemasan tersebut benar - benar 2000 pcs?

a. Hitung manual satu per satu tetapi metode ini memboroskan waktu dan biaya serta memperlambat proses produksi.

b. Gunakan timbangan digital dengan konversi antara berat bahan baku menjadi jumlah satuan. Tetapi hal ini kurang sesuai jika terdapat variasi perbedaan berat setiap pcs bahan baku karena bisa jadi hasil konversi kurang atau lebih dari aktual.

c. Gunakan counter conveyor sehingga bisa menghitung satu per satu setiap bahan baku di atas conveyor.

d. Metode lainnya yang lebih akurat dan cepat.

Jadi semua bahan baku harus benar - benar terhitung jumlahnya dengan cara apa pun untuk mendapatkan data perhitungan tersebut.

2. Memastikan kesesuaian jumlah bahan baku dari pemasok dan barang jadi ke pelanggan

Menjadi tugas QC incoming material untuk memeriksa kualitas bahan baku sekaligus memastikan jumlahnya ketika bahan baku unloading.

Bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan pemeriksaan ini akibat kesibukan, keterbatasan man power, bahan baku jumlahnya sangat banyak dan kehendak pengirim untuk segera selesai proses unloading.

Begitupun saat barang jadi akan disimpan di gudang barang jadi atau langsung dikirim ke pelanggan, harus melalui pemeriksaan ketat oleh QC terhadap kualitas dan jumlahnya.

Jika terdapat bahan baku kurang atau lebih dari pengiriman oleh pemasok, segera ajukan komplain dengan membuat rekaman video dan report ketidaksesuaian jumlah tersebut agar segera ditindak-lanjuti pemasok.

3. Pengamanan

Untuk memastikan tidak adanya pencurian maupun ketidaksengajaan bahan baku terbuang dengan meningkatkan pengamanan diantaranya pemasangan CCTV, pemeriksaan karyawan oleh security ketika meninggalkan tempat kerja dan pengawasan proses produksi oleh pengawas.

4. Keterbukaan data

Baik gudang bahan baku maupun produksi harus saling terbuka dalam penyajian data perhitungan bahan baku. Ketika terjadi selisih lebih, produksi selain memeriksa ulang perhitungan pemakaian bahan bakunya juga dapat memeriksa pola perhitungan bahan baku yang dilakukan gudang bahan baku begitupun sebaliknya gudang bahan baku bisa memeriksa pola perhitungan pemakaian bahan baku produksi sehingga tidak ada satupun transaksi bahan baku yang terlewatkan.

Petunjuk Pelaksanaan 6S Yang Mudah Dijalankan

Tujuan pembuatan petunjuk pelaksanaan 6S yang mudah dijalankan di tempat kerja adalah sebagai pedoman pelaksanaan 6S secara lebih terperinci tetapi disederhanakan dan instan ditengah pandemi agar dipahami sangat mudah sehingga dapat dijalankan segera tanpa keraguan dan penuh semangat karena sudah tertuang hal apa saja tindakan pelaksanaannya dalam rangka mencapai kondisi lingkungan kerja produktif, efektif dan efisien disamping waste tereliminasi disertai penerapan prosedur K3.

Ruang lingkup petunjuk pelaksanaan 6S di tempat kerja yaitu pelaksanaan nyata di setiap unit kerja berdasarkan pemahaman tentang Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke dan Senshu / Shigoto atau Sort, Set in order, Shine, Standardize, Sustain dan Safety maupun pemahaman tentang Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin dan K3.

Contoh Petunjuk Pelaksanaan 6S
  1. Tidak ada sampah dan barang tidak diperlukan di area kerja (seiri).
  2. Bahan proses tersusun sesuai alur proses diletakan pada posisi tertentu dan diberikan identitas jika barang ditaruh dalam bak (seiton). Termasuk identitas batch / lot bahan baku maupun WIP.
  3. Tidak ada debu, kotoran dan sisa pecahan palet kayu menempel pada peralatan, mesin, meja kerja dan lantai. Pelaksanaan poin 3 ini akan ditetapkan melalui jadwal piket oleh perwakilan setiap unit kerja. Waktu piket 3 kali sehari yaitu awal kerja, sebelum istirahat siang dan sebelum pulang kerja berdurasi setiap waktu piket 10 menit berlaku shift maupun non shift dan sudah termasuk waktu pembuangan sampah (seiso).
  4. Peralatan tersusun pada tempat tertentu dan diberikan identitas (seiketsu).
  5. Selama bekerja mematuhi etika bekerja diantaranya tidak bercanda, fokus dan antusias mendapatkan hasil produktivitas sesuai target (shitsuke).
  6. Setiap karyawan wajib mengenakan APD masker, wearpack dan Face Shield saat mulai memasuki area kerja sampai keluar area kerja oleh karena waktu kerja telah berakhir kecuali jam istirahat siang wearpack dan face shield wajib di lepas kecuali penggunaan masker dari keberangkatan di rumah sampai tiba kembali di rumah kecuali dilepas sesaat ketika makan siang (safety).
Ini hanyalah contoh petunjuk pelaksanaan 6S yang diterapkan di unit kerja produksi saat ini di tengah pandemi dan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan tetapi tetap berpedoman pemahaman setiap S dari 6S.

6S dilaksanakan oleh seluruh karyawan perusahaan atas dukungan top manajemen.

Selama menjalankan pekerjaan termasuk pelaksanaan 6S setiap karyawan wajib mengenakan APD diantaranya masker, wearpack dan face shield serta wajib menjaga jarak (physical distancing).

Apa yang terjadi dengan penerapan 5R sebagai budaya kerja yang sudah diterapkan sebelum munculnya 6S ini?

Penerapan 5R sebagai budaya kerja tetap berjalan sesuai program tidak tergantikan oleh pelaksanaan 6S karena 6S = 5S (5R) + Safety. Pelaksanaan 6S hanya mengambil sebagian inti yang dianggap mudah dan cepat untuk dilaksanakan.

Jika belum ada penerapa 5R, pilih mana antara contoh penerapan 6S ini atau penerapan 5R sebagai budaya kerja?

Tergantung tujuannya, apakah mau secara lengkap seperti penerapan 5R tetapi jangka panjang atau instan seperti contoh pelaksanaan 6S ini.

Sebenarnya bisa saja program penerapan 5R diganti oleh penerapan 6S sebagai budaya kerja secara komplit dan bertahap karena tujuannya sama - sama improvement.

Jadwal piket kebersihan

Jadwal piket kebersihan diperlukan sebagai salah satu perwujudan pelaksanaan 6S pada contoh petunjuk pelaksanaan 6S poin 3 di atas. Alat kebersihan cukup menggunakan sapu, pengki, kain lap dan tempat sampah.

petunjuk pelaksanaan 6S

Pelaksanaan 6S merupakan kesadaran sendiri tanpa diperintahkan setiap saat sehingga PIC piket akan secara otomatis bergiliran melaksanakan piket tanpa diperintahkan atasan bersangkutan dan tanpa mengganggu proses yang sedang berlangsung.

Bagaimana tidak mengganggu proses sedangkan bersih - bersih saja menghilangkan time base 10 menit setiap kali?

Triknya seperti berikut:
  • Unit kerja mesin maka time basenya pastinya time base mesin. Saat awal kerja, akan istirahat dan akan pulang kerja mesin biasanya masih proses start up, seting dan shutdown dan saat tersebut hanya 1 orang pelaksana piket dari sekian operator.
  • Unit kerja manual time basenya tentunya time base manual, ketika 1 orang melaksanakan piket maka rekannya menggantikan posisinya jika terjadi penumpukan atau leader team turun tangan menggantikan pekerjaan pelaksana piket.
Intinya bahwa pelaksanaan 6S ini sangat sederhana, bukan rumit dan jangan dibuat menjadi rumit.

Kontrol Manajemen

Walaupun pelaksanaan 6S ini berjalan otomatis, manajemen tetap melakukan kontrol melalui pemeriksaan keliling secara acak dan bila ditemukan area kurang bersih atau kurang rapi maupun ditemukan pelanggaran karyawan karena tidak memakai APD bisa langsung mengambil gambar area maupun karyawan bersangkutan dan di share di group chatting.

Kontrol manajemen merupakan bentuk perhatian manajemen dan dukungan serius atas hasil pelaksanaan 6S karena poin petunjuk pelaksanaan 6S ini dirumuskan dan diterbitkan oleh manajemen.

Team leader, supervisor maupun atasannya lagi segera menindak lanjuti semua temuan manajemen tersebut.

Daftar Penyakit Akibat Kerja

Manfaat JKK tidak hanya diterima untuk kasus kecelakaan kerja saja tetapi juga akan diterima untuk kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK) bagi peserta program JKK BPJS Ketenagakerjaan tetapi terlebih dulu perlu mengetahui daftar seluruh penyakit akibat kerja ini agar laporan tahap 1 kepada BPJS Ketenagakerjaan sudah sesuai dengan jenis penyakit akibat kerja tersebut.

Manfaat JKK berupa uang tunai dan pelayanan kesehatan saat peserta mengalami kecelakaan kerja maupun penyakit akibat rutinitas pekerjaan dan lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja dikelompokan menjadi:
  1. Akibat pajanan faktor aktivitas pekerjaan
  2. Penyakit akibat kerja berdasarkan sistem target organ
  3. Jenis kanker akibat kerja
  4. Penyakit akibat spesifik lainnya
I. Akibat pajanan faktor aktivitas pekerjaan

Penyakit akibat faktor kimia, fisika, biologi dan penyakit infeksi (parasit)

a. Penyakit akibat faktor kimia termasuk persenyawaannya:
  1. Berillium
  2. Cadmium
  3. Fosfor
  4. Krom
  5. Mangan
  6. Arsen
  7. Raksa
  8. Timbal
  9. Fluor
  10. Karbon disulfida
  11. Derivat halogen (persenyawaan hidrokarbon alifatik dan aromatic)
  12. Benzene dan homolognya
  13. Derivat nitro dan amina (benzene dan homolognya)
  14. Nitrogliserin dan ester asam nitrat lainnya
  15. Alcohol, glikol dan keton
  16. Gas penyebab asfiksia seperti karbon monoksida, hydrogen sulfida, hidrogen sianida dan derivatnya
  17. Acrylonitrile
  18. Nitrogen oksida
  19. Vanadium
  20. Antimon
  21. Hexane
  22. Asam mineral
  23. Bahan obat
  24. Nikel
  25. Thalium
  26. Osmium
  27. Selenium
  28. Tembaga
  29. Platinum
  30. Timah
  31. Zinc
  32. Phosgene
  33. Zat iritan kornea seperti benzoquinone
  34. Isosianat
  35. Pestisida
  36. Sulfur oksida
  37. Pelarut organik
  38. Lateks dan produk yang mengandung lateks
  39. Penyakit akibat bahan kimia di tempat kerja diluar disebutkan di atas dan terdapat paparan bahan kimia dan penyakit pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode sesuai standar.
b. Penyakit akibat kerja oleh faktor fisika:
  1. Kerusakan pendengaran akibat kebisingan
  2. Penyakit akibat getaran atau kelainan otot, tendon, tulang, sendi, pembuluh darah tepi dan saraf tepi
  3. Penyakit akibat udara bertekanan
  4. Penyakit akibat radiasi ion
  5. Penyakit akibat radiasioptik meliputi ultraviolet, radiasi elektromagnetik (visible light), infra merah termasuk laser
  6. Penyakit akibat pajanan temperatur ekstrim
  7. Penyakit akibat faktor fisika diluar disebutkan di atas dan ada paparan faktor fisika akibat aktivitas pekerjaan dengan penyakit pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode sesuai standar.
c. Penyakit akibat kerja oleh faktor biologi dan penyakit infeksi (parasit):
  1. Brucellosis
  2. Virus hepatitis
  3. Virus pengganggu sistem kekebalan tubuh manusia (human immunodeficiency virus)
  4. Tetanus
  5. Tuberkulosis
  6. Sindrom toksik (inflamasi) karena kontaminasi bakteri maupun jamur
  7. Anthrax
  8. Leptospira
  9. Penyakit akibat faktor biologi lain di tempat kerja diluar disebutkan di atas dan ada paparan faktor biologi akibat pekerjaan dengan penyakit pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode standar.
daftar penyakit akibat kerja

Apakah pandemi Covid-19 bisa menjadi salah satu penyakit akibat kerja?

Pendapat kami secara pribadi untuk pandemi Covid-19 bisa menjadi salah satu penyakit akibat kerja kategori faktor biologi dan penyakit infeksi. Ilustrasinya ketika Anda sedang bekerja di lingkungan kerja dan tanpa diketahui telah terpapar oleh rekan kerja Anda namun kebetulan tidak menunjukan gejala umum penyakit Covid-19 (asimptomatik).

Tentu saja penanganan Covid-19 sangat berbeda dengan penyakit lainnya terkait penyakit ini sangat menular dan berbahaya sehingga tata cara pelaporannya tidak seperti cara melaporkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara umum sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan.

Jika tidak bisa WFH (Work From Home) ditengah pandemi Covid-19 dan harus tetap bekerja di lingkungan kerjanya bisa menerapkan 7 kebijakan mewaspadai Covid-19 masuk lingkungan kerja disamping cara lainnya untuk melindungi terhadap paparan Covid-19 saat sedang bekerja.

II. Penyakit akibat kerja berdasarkan sistem target organ

Penyakit saluran pernafasan, penyakit kulit, gangguan otot dan kerangka serta gangguan mental dan perilaku.

a. Penyakit saluran pernafasan:
  1. Pneumokoniosis akibat debu mineral pembentuk jaringan parut seperti silikosis, antrakosilikosis dan asbestos
  2. Siliko tuberkulosis
  3. Pneumokoniosis akibat debu mineral nonfibrogenic
  4. Siderosis
  5. Penyakit bronkhopulmoner akibat debu logam keras
  6. Penyakit bronkhopulmoner akibat debu kapas seperti bissinosis, vlas, henep, sisal dan ampas tebu (bagassosis)
  7. Asma akibat sensitisasi (zat iritan)
  8. Alveolitis alergika akibat penghirupan debu organik atau aerosol karena terkontaminasi dengan mikroba yang timbul saat bekerja.
  9. Penyakit paru obstruktif kronik akibat menghirup debu batu bara, debu dari tambang batu, debu kayu, debu dari gandum dan pekerjaan perkebunan, debu dari kandang hewan, debu tekstil dan debu kertas akibat aktivitas pekerjaan
  10. Penyakit paru akibat aluminium
  11. Kelainan saluran pernafasan atas akibat sensitisasi (iritasi zat)
  12. Jenis penyakit saluran pernafasan lainnya akibat ada hubungan langsung antara paparan risiko rutinitas pekerjaan dan penyakit pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode standar.
b. Penyakit kulit:
  1. Dermatosis kontak alergika dan urtikaria akibat penyebab alergi lain oleh rutinitas pekerjaan.
  2. Dermatosis kontak iritan akibat zat iritan yang timbul dari aktivitas pekerjaan tidak termasuk dalam penyebab lain
  3. Vitiligo akibat zat penyebab dari aktivitas pekerjaan tidak temasuk dalam penyebab lain
c. Gangguan otot dan kerangka meliputi:
  1. Radial styloid tenosynovitis akibat gerak repetitif, penggunaan tenaga berlebihan dan posisi ekstrim pergelangan tangan
  2. Gangguan berupa Tenosynovitis kronis dalam tangan dan pergelangan tangan akibat gerak repetitif, penggunaan tenaga berlebihan dan posisi ekstrim pergelangan tangan
  3. Olecranon bursitis karena tekanan berkepanjangan daerah siku
  4. Prepatellar bursitis karena posisi berlutut berkepanjangan
  5. Epicondylitis karena pekerjaan repetitif
  6. Meniscus lesions karena periode kerja panjang dalam posisi berlutut dan jongkok
  7. Carpal tunnel syndrome karena periode berkepanjangan gerak repetitif yang mengerahkan tenaga, pekerjaan yang melibatkan getaran, posisi ekstrim pergelangan tangan, atau 3 (tiga) kombinasi diatas
  8. Penyakit otot dan kerangka lain diluar tersebut diatas dan ada paparan akibat kegiatan pekerjaan dan penyakit otot dan kerangka pada pekerja serta dibuktikan secara ilmiah menggunakan metode sesuai standar.
d. Gangguan mental dan perilaku:
  1. Gangguan stres pasca trauma
  2. Gangguan mental dan perilaku lain dan ada paparan terhadap risiko akibat kegiatan pekerjaan dengan gangguan mental dan perilaku pada pekerja serta dibuktikan ilmiah menggunakan metode sesuai standar.

III. Kanker akibat kerja

Meliputi kanker akibat zat berikut:
  1. Asbestos
  2. Benzidine dan garamnya
  3. Bis-chloromethyl ether
  4. Persenyawaan chromium VI
  5. Coal tars, coal tar pitches atau soots
  6. Beta-naphthylamine
  7. Vinyl chloride
  8. Benzene
  9. Toxic

IV. Penyakit akibat spesifik lainnya

Merupakan penyakit akibat pekerjaan dan penyakit tersebut ada hubungan langsung antara paparan dengan penyakit pekerja serta dibuktikan ilmiah menggunakan metode sesuai standar. Contoh penyakit spesifik lainnya yaitu nystagmus pada penambang.

Setelah pekerja terdiagnosis menderita penyakit akibat kerja berdasarkan surat keterangan dokter berhak atas manfaat JKK meskipun hubungan kerjanya telah berakhir. Hak atas manfaat JKK ini diberikan apabila penyakit akibat kerja timbul dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak hubungan kerja berakhir.

Cara Melaporkan Kecelakaan Kerja Dan Penetapan Besarnya Manfaat JKK

Cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja penerima upah dan pekerja bukan penerima upah berikut penetapan besarnya manfaat JKK yang ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan surat keterangan dokter atau ditetapkan pengawas ketenagakerjaan setempat jika terjadi perbedaan perhitungan diantara pekerja, perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Sekilas tentang pekerja bukan penerima upah

Pekerja bukan penerima upah adalah pekerja yang menjalankan kegiatan kerjanya secara mandiri sehingga menerima penghasilan dari usahanya tersebut. Pekerja bukan penerima upah terdiri dari:
  • Pemberi kerja
  • Pekerja di luar hubungan kerja
  • Pekerja di luar hubungan kerja dan tidak menerima upah misalnya ojol, supir angkot, pedagang kaki lima, dokter, pengacara, artis dan seterusnya.
cara melaporkan kecelakaan kerja

Pekerja bukan penerima upah dapat menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan dengan memilih program sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Cara pendaftarannya:
  1. Mendatangi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan
  2. Melalui suatu mitra yang telah memiliki Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan
Manfaat setelah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan:
  • JKK : biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi, biaya pengantaran, penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja, santunan cacat tetap sebagian, santunan cacat total tetap, santunan kematian, biaya pemakaman, santunan berkala jika meninggal dunia dan cacat total tetap
  • JK : biaya pemakaman dan santunan berkala
  • JHT : keseluruhan setoran iuran berikut hasil pengembangannya
Besarnya iuran bagi pekerja bukan penerima upah:
  • JKK sebesar 1% berdasarkan nominal tertentu sesuai kemampuan penghasilan
  • JK sebesar Rp.6.800,-
  • JHT sebesar 2%.
Iuran ini dibayarkan setiap bulan, 3 bulan maupun 1 tahun sekaligus serta ditanggung sepenuhnya oleh pekerja bukan penerima upah.

Persyaratan pekerja bukan penerima upah ntuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan:
  1. Memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  2. Mengisi formulir F1 BPU (Bukan Penerima Upah) untuk pendaftaran wadah/Kelompok/Mitra Baru.

Cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja penerima upah

Laporan tahap I
Perusahaan wajib melaporkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan, disampaikan paling lama 2 x 24 jam dari kejadian menggunakan formulir Kecelakaan Kerja tahap I.

Laporan tahap II
Perusahaan wajib melaporkan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan, disampaikan paling lama 2 x 24 jam sejak dikeluarkan pernyataan kondisi pekerja berdasarkan surat keterangan dokter:
  • Keadaan sementara tidak mampu bekerja telah berakhir
  • Cacat total tetap untuk selamanya
  • Cacat sebagian anatomis
  • Cacat sebagian fungsi
  • Meninggal dunia.
Laporan tahap II merupakan pengajuan manfaat JKK kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan melampirkan persyaratan meliputi:
  1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  2. KTP
  3. Surat keterangan dokter yang memeriksa dan merawat maupun dokter penasehat
  4. Kuitansi biaya pengangkutan
  5. Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan bila fasilitas pelayanan kesehatan belum bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan
  6. Dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan.
Apabila persyaratan ini telah dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan menghitung dan membayar manfaat JKK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila persyaratan ini belum dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan memberitahukan kepada perusahaan paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak laporan tahap II diterima.

Cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja bukan penerima upah

Pada prinspinya sama dengan cara melaporkan kecelakaan kerja bagi pekerja penerima upah tetapi agar lebih detil maka penjelasannya ditulis terpisah.

Peserta bukan penerima upah maupun keluarganya wajib melaporkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan.

Laporan ini merupakan laporan tahap I disampaikan paling lama 2 x 24 jam sejak terjadi kecelakaan kerja atau sejak didiagnosis penyakit akibat kerja menggunakan formulir yang telah ditetapkan.

Selanjutnya peserta bukan penerima upah atau keluarganya wajib membuat laporan tahap II yaitu melaporkan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan instansi setempat penyelenggara urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan.

Laporan tahap II disampaikan paling lama 2 x 24 jam setelah peserta dinyatakan sembuh, cacat, meninggal dunia berdasarkan surat keterangan dokter bahwa:
  • Keadaan sementara tidak mampu bekerja telah berakhir
  • Cacat total tetap untuk selamanya
  • Cacat sebagian anatomis
  • Cacat sebagian fungsi
  • Meninggal dunia.
Laporan ini sekaligus merupakan pengajuan manfaat JKK kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan melampirkan persyaratan meliputi:
  1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  2. KTP
  3. Surat keterangan dokter yang memeriksa/merawat atau dokter penasehat
  4. Kuitansi biaya pengangkutan
  5. Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan bila fasilitas pelayanan kesehatan belum bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan
  6. Dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan.
Apabila persyaratan ini telah dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan menghitung dan membayar manfaat JKK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabila persyaratan ini belum dipenuhi, BPJS Ketenagakerjaan memberitahukan kepada peserta bukan penerima upah atau keluarganya paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak laporan tahap II diterima

Cara melaporkan kecelakaan kerja ini baik bagi pekerja penerima upah maupun pekerja bukan penerima upah dapat dilakukan secara manual dan elektronik. Formulir bisa di download di https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/Formulir.html

Penetapan besarnya manfaat JKK

Besarnya manfaat JKK dihitung dan ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan surat keterangan dokter kecuali terjadi perbedaan perhitungan sehingga menimbulkan perbedaan pendapat diantara pekerja, perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan maka penetapan berapa besarnya manfaat JKK dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan setempat.

Jika ada salah satu pihak tetap tidak menerima besarnya manfaat JKK ketetapan pengawas ketenagakerjaan setempat maka pihak yang tidak menerima dapat meminta penetapan Menteri. Penetapan Menteri ini merupakan penetapan akhir maka wajib dilaksanakan oleh para pihak.

BPJS Ketenagakerjaan wajib membayar fasilitas pelayanan kesehatan paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen pengajuan pembayaran dari fasilitas pelayanan kesehatan diterima secara lengkap oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Besarnya tarif pembayaran kepada fasilitas pelayanan kesehatan ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Hak atas manfaat JKK ini diberikan pula bagi pekerja yang menderita penyakit akibat kerja walaupun hubungan kerjanya telah berakhir apabila penyakit akibat kerja tersebut timbul dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak hubungan kerja berakhir.

Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berdasarkan rekomendasi dari dokter penasehat dapat memperoleh program kembali kerja agar pekerja dapat bekerja kembali seperti semula.

Selama peserta tersebut masih belum mampu bekerja, perusahaan tetap membayar upah pekerja sampai ada surat keterangan dokter menyatakan pekerja telah sembuh, cacat atau meninggal dunia.

BPJS Ketenagakerjaan membayar santunan sementara tidak mampu bekerja kepada perusahaan sebagai pengganti upah yang telah dibayarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Penggantian santunan sementara tidak mampu bekerja oleh BPJS Ketenagakerjaan lebih besar dari upah yang telah dibayarkan perusahaan maka selisihnya dibayarkan langsung kepada pekerja.
  • Penggantian santunan sementara tidak mampu bekerja oleh BPJS Ketenagakerjaan lebih kecil dari upah yang telah dibayarkan perusahaan maka selisihnya tidak dapat dimintakan kembali dari pekerja.
Saat pekerja masih dalam masa pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja maka perusahaan dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja.

Pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja harus tetap dipekerjakan kembali kecuali pekerja tersebut mengalami cacat total tetap berdasarkan surat keterangan dokter dan karena kecacatannya tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pekerjaan.

7 Kebijakan Mewaspadai Covid-19 Masuk Lingkungan Kerja

7 kebijakan manajemen guna mewaspadai Covid-19 masuk lingkungan kerja sebagai bentuk pencegahan penyebaran wabah Covid-19 ke dalam lingkungan kerja sehubungan penerapan WFH (Work From Home) sulit dilakukan bagi semua bidang kerja seperti proses produksi harus tetap berada di dalam suatu pabrik agar proses produksi tersebut tetap berjalan. 7 kebijakan mewaspadai Covid-19 masuk lingkungan kerja meliputi:
  1. Rapid test
  2. Pengukuran suhu tubuh semua orang
  3. Wajib memakai masker
  4. Cuci tangan
  5. Menjaga jarak
  6. Memperkuat pertahanan tubuh
  7. Karantina bahan baku
1. Rapid test

7 kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja pertama adalah melakukan rapid test secara keseluruhan untuk mendeteksi adanya antibody dalam darah. Akurasi hasil rapid test hanya 36% tetapi tidak ada salahnya dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan penyebaran covid-19.

Alat rapid test bisa didapatkan secara umum kisaran seharga Rp. 2.600.000,- per paket terdiri dari 25 set rapid test meliputi:
  1. Test cassettes
  2. Droppers
  3. Buffers
  4. Alcohol pads
  5. Lancets
Sample darah dimasukan dalam test cassettes dan setelah 2 menit akan terlihat indikasi garis penunjuk negatif, reaktif dan positif.

Memperhitungkan budget pengadaan alat rapid test ini cukup mahal maka cukup 1 kali pelaksanaan rapid test dan dijadikan momentum awal bagi kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja. Rapid test kedua dan seterusnya menjadi biaya individu karyawan ketika mengalami suatu penyakit dan ketika akan masuk kerja lagi harus menjalani rapid test biaya sendiri.

2. Pengukuran suhu tubuh semua orang

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja kedua adalah pengukuran suhu tubuh kepada semua orang mulai karyawan biasa sampai pemilik pabrik. Lokasi pengukuran suhu tubuh setiap orang berada di luar gerbang masuk pabrik agar lokasi kerja lebih steril terhadap kemungkinan adanya Covid-19.

Security melakukan pengukuran suhu tubuh setelah sebelumnya mereka saling melakukan pengukuran suhu tubuh. Security wajib mengenakan APD lengkap ketika menjalankan pengukuran ini seperti memakai masker standar SNI, sarung tangan dan face shield.

Hasil pengukuran dicatat dalam form daftar pengukuran suhu tubuh untuk dokumentasi dan bahan analisa lebih lanjut.

Jika didapati hasil pengukuran suhu tubuh seseorang adalah 37,5 oC ke atas, orang tersebut dipersilakan pulang dan memeriksakan kondisi kesehatannya ke klinik rujukan BPJS.

Pengukuran suhu tubuh dilakukan 2 kali yaitu sebelum dan sesudah bekerja.

Apakah pengidap Covid-19 dapat di deteksi melalui demam atau suhu tubuhnya di atas 37,5oC?

Jawabannya belum tentu.

Pengidap Covid-19 belum tentu menunjukan gejala suhu tubuh tinggi (asimtomatik) disebut sebagai silent spreader. Mereka tidak menunjukan demam, batuk kering dan sesak napas tetapi dapat menularkan Covid-19.

Praktek pengukuran suhu tubuh ini sebagai salah satu cara mewaspadai covid-19 masuk ke lingkungan kerja.

3. Wajib memakai masker

Penularan Covid-19 melalui percikan dari hidung dan mulut seseorang pengidap covid-19 saat mereka berbicara, batuk atau bersin. Ketika batuk akan menghasilkan sampai 3.000 tetesan (droplets) sekali batuk.

Partikel droplets ini dapat mendarat di permukaan sekitar mereka dan beberapa partikel droplets lebih kecil tetap berada di udara membawa covid-19 yang mampu bertahan hidup sampai 3 jam.

Mewaspadai covid-19 masuk ke tubuh berupa kewajiban memakai masker standar SNI setiap waktu secara benar yaitu masker tersebut menutupi mulut dan hidung.

4. Cuci tangan

Berdasarkan hasil studi National Institutes of Health dan Rocky Mountain Laboratories menemukan bahwa virus Covid-19 bertahan lebih lama di atas kardus hingga 24 jam dan sekitar 2-3 hari di permukaan plastik dan stainless steel.

Lebih sering cuci tangan dan menggunakan sabun menggunakan air mengalir minimal 20 detik. Jika tidak ada air dan sabun, gunakan cairan pembersih tangan lainnya (minimal 60% alkohol)

Kenapa cuci tangannya harus menggunakan sabun?

Hasil studi The Atlantic mengungkapkan bahwa corona sebenarnya mudah dihancurkan. Setiap partikel adalah satu set gen kecil dikelilingi bola molekul lemak dan cangkang lipid mudah terkoyak oleh sabun.

5. Menjaga jarak

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja keliam adalah menjaga jarak aman sekitar 1 meter dan berlaku dimana saja serta kapan saja. Contohnya waktu menyantap makan siang di kantin atau dalam area pabrik dilarang berdekatan satu sama lain.

Menjaga jarak ini berlaku juga diluar pekerjaan seperti berangkat kerja maupun pulang kerja dan sebisa mungkin menghindari kerumunan orang.

Jam istirahat siang maupun istirahat pertengahan shift berkisar 1 jam dipergunakan sebagai waktu makan siang atau makan malam dalam kerja shift. Apabila pabrik belum menyediakan kantin menyebabkan para pekerja akan makan diluar pabrik atau membawa bekal makanan.

Resiko terpapar Covid-19 muncul waktu mereka makan diluar pabrik dari pekerja lainnya.

Guna menghindari kemungkinan resiko terpapar Covid-19 tersebut maka kebijakannya adalah membatasi para pekerja agar tidak keluar area pabrik jam istirahat serta menghimbau supaya membawa bekal makan sendiri.

Jika kelupaan membawa bekal makanan maka dapat memesan makanan secara kolektif kepada salah satu security supaya membelikan makanan.

6. Memperkuat pertahanan tubuh

Pertahanan tubuh merupakan penyelamat di tengah pandemi Covid-19 mengingat belum tersedia vaksin Covid-19 hingga kini. Untuk itu ketahui beberapa tanda kondisi pertahanan tubuh sedang melemah berikut ini:

Pertahanan tubuh melemah jika mengalami stres berkepanjangan karena stress menyebabkan peningkatan hormon adrenalin, kortisol dan norepinephrine menimbulkan peningkatan volume aliran darah ke otot ataupun sistem pencernaan. Kondisi ini memengaruhi cara kerja sistem imun berakibat timbulnya beberapa gangguan seperti peradangan, berkurangnya sel darah putih, jaringan rusak dan risiko terpapar infeksi Covid-19.

Pertahanan tubuh sedang melemah disebabkan sistem imun sendiri tidak bekerja baik akibatnya tubuh akan bekerja ekstra untuk memerangi bakteri maupun parasit. Kondisi ini dapat terasa manakala bangun tidur merasa lelah secara terus-menerus tanpa kita menyadari penyebabnya.

Pertahanan tubuh sedang melemah saat kita sering demam. Segera berkonsultasi dokter karena tidak tertutup kemungkinan jika ini merupakan gejala penyakit lebih serius.

Pertahanan tubuh sedang melemah bisa dilihat melalui luka di kulit tak kunjung sembuh akibat sistim imun lamban.

Pertahanan tubuh sedang melemah ditandai munculnya masalah perut seperti diare, mual dan infeksi saluran pencernaan

Perkuat pertahanan tubuh melalui makanan bergizi seimbang, konsumsi vitamin terutama vitamin C dan istirahat cukup.

Berikut 3 makanan alami hasil temuan para peneliti IPB dan UI dan sangat direkomendasikan sebagai pencegah pandemi virus korona Covid-19 karena didalamnya terkandung senyawa hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin untuk menangkal sifat virus penyebab Covid-19.

Daun Kelor

Daun kelor kaya nutrisi beberapa vitamin dan mineral seperti protein, vitamin B6, vitamin C, zat besi, vitamin B2, vitamin A, kalsium dan magnesium.

Perbandingannya:
  • Vitamin A: 4 kali lebih banyak dibanding wortel.
  • Vitamin C: 7 kali lebih banyak dibanding buah jeruk.
  • Kalsium dan protein: 2 sampai 4 kali lebih banyak dibanding susu
  • Potasium : 3 kali lebih banyak dibanding buah pisang
  • Antioksidan pada daun kelor berguna sebagai pelindung tubuh terhadap radikal bebas sehingga bisa mencegah penyakit diantranya diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung dislipidemia (penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol dan trigliserida) serta bermanfaat untuk wanita menopause karena antioksidan wanita menopause akan menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen.
Daun kelor mengandung Isotiosianat mampu meredakan peradangan tubuh termasuk stres dan peradangan di otak serta bisa meningkatkan daya ingat.

Daun kelor terdapat bahan antimikrobial untuk menghilangkan bakteri terutama bakteri berjenis gram positif.

Dan masih banyak lagi manfaat daun kelor ini dan tidak bisa dituliskan semuanya disini. Lebih dari 300 jenis penyakit bisa diatasi oleh daun kelor termasuk mencegah virus corona karena kandungan beberapa senyawa pencegah virus corona ini.

Penyajian daun kelor bisa berupa sayuran bening atau tumis pengiring nasi atau dibuat sebagai seduhan teh.

Jambu Biji Merah

Buah jambu biji merah dimaksud adalah daging buahnya tersebut berwarna merah karena jambu biji juga terdapat daging buahnya berwarna putih.

Selain mengandung senyawa pencegah covid-19, terdapat banyak kelebihan lainnya jambu biji merah bagi kesehatan tubuh.

Jambu biji merah kaya vitamin C dosis tinggi untuk meningkatkan imunitas tubuh mencegah serangan berbagai penyakit

Jambu biji merah terdapat zat lycopene sebagai zat Anti-Tumor dan Anti-Inflamasi mencegah pertumbuhan tumor.

Jambu biji merah mengandung antioksidan yaitu flavonid dan fitonutrien untuk mencegah kanker serta mencegah penuaan dini.

Jambu biji merah memiliki kandungan kalium sebagai penstabil tekanan darah.

Jambu biji merah mengandung vitamin A mencegah infeksi mata dan penyakit mata.

Jambu biji merah juga digunakan sebagai obat alami bagi penderita diabetes.

Kulit Jeruk

Kulit jeruk mengandung nutrisi berupa serat, vitamin dan mineral.
  • 100 gram kulit jeruk terdapat 11 gram serat
  • Vitamin C kulit jeruk sama dengan 3 kali kandungan vitamin C buah jeruk.
Serat kulit jeruk berguna menurunkan kolesterol sedangkan vitamin C mampu melindungi jantung dan pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kulit jeruk kaya senyawa antioksidan polifenol berfungsi:
  • Melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan.
  • Memicu respons sistem kekebalan tubuh dan merangsang pertumbuhan sel.
  • Mengurangi risiko penyakit jantung, masalah pencernaan, penurunan fungsi saraf, diabetes tipe 2, radang pankreas dan jenis kanker tertentu.
Kulit jeruk terdapat senyawa antibakteri serta mineral fosfor dan kalsium. Senyawa antibakteri berguna mencegah pembentukan plak serta gigi berlubang sedangkan fosfor dan kalsium diperlukan bagi kesehatan tulang dan gigi.

Kulit jeruk memiliki senyawa limonene untuk memutihkan gigi secara alami sebab senyawa ini melarutkan kotoran pada permukaan gigi

Disamping beberapa kelebihan kulit jeruk di atas juga terdapat beberapa kekurangan mengkonsumsi kulit jeruk antara lain:
  • Kulit jeruk berpotensi terdapat sisa pestisida bisa mengganggu fungsi hormon, bahkan diduga meningkatkan risiko kanker. Cuci jeruk memakai air hangat sebelum dimakan supaya menghilangkan sisa pestisida.
  • Kulit jeruk memiliki tekstur keras dan kering menyebabkan sulit dikunyah serta rasanya pahit.
  • Kulit jeruk sulit dicerna menyebabkan sakit perut, kembung dan rasa tidak nyaman.
7. Karantina bahan baku

Kebijakan mewaspadai covid-19 masuk lingkungan kerja terakhir adalah karantina bahan baku terkait Covid-19 ini mampu bertahan hidup selama 24 jam di permukaan kardus serta dapat bertahan hidup sampai 3 hari di permukaan plastik dan stainless steel maka wajib karantina setiap bahan baku ataupun barang lainnya yang kemasannya atau bahannya berupa kardus, plastik dan stainless steel.

Tidak menutup kemungkinan karantina ini berlaku pada jenis bahan lainnya selain yang tersebut tadi.

Karantina ini berbentuk mendiamkan dulu masa hidup covid-19 sampai akhir durasi hidupnya misalnya bahan baku kemasan kardus didiamkan dulu saat tiba selama 24 jam baru dilakukan pembongkaran.

Cara Membuat Anggaran Dasar Koperasi

Cara membuat anggaran dasar koperasi wajib mengikuti standar perkoperasian sehingga koperasi menjadi tertib organisasi dan tertib administrasi serta dapat dipertanggungjawabkan karena anggaran dasar koperasi adalah sekumpulan peraturan mengenai cara pelaksanaan koperasi sebagai hasil kesepakatan bersama sehingga terwujud tertib organisasi tersebut.

Cara Membuat Anggaran Dasar Koperasi

Perangkat organisasi koperasi seperti pengawas, pengurus dan rapat anggota serta seluruh anggota koperasi harus mematuhi ketentuan anggaran dasar ini walaupun rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi sekalipun tetap harus mengikuti ketetapan anggaran dasar koperasi.

Anggaran dasar koperasi memuat sekurang-kurangnya:

1. Nama dan tempat kedudukan

Nama koperasi tidak boleh menggunakan suatu nama jika :
  • Nama tersebut sudah digunakan koperasi lain secara sah dalam satu kabupaten atau kota
  • Nama tersebut mengganggu ketertiban umum atau kesusilaan
  • Nama tersebut identik dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah atau lembaga internasional kecuali mendapat izin terkait.
Pemakaian nama pada Koperasi Sekunder wajib mencantumkant kata ”Koperasi” dan diakhiri singkatan ”(Skd)”.

2. Wilayah keanggotaan

Wilayah keanggotaan atau tempat kedudukan menyebutkan alamat lengkap kantor koperasi.

3. Tujuan, kegiatan usaha dan jenis koperasi

cara membuat anggaran dasar koperasi

Koperasi harus memiliki tujuan serta kegiatan usaha sesuai jenis koperasi dan harus dimuat dalam anggaran dasar. Penetapan tujuan dan kegiatan usaha koperasi ini benar-benar sesuai kebutuhan ekonomi anggotanya.

4. Jangka waktu berdirinya koperasi

Jangka waktu berdirinya koperasi adalah tidak terbatas sesuai tujuannnya terhitung mulai disahkan sebagai badan usaha berbadan hukum

5. Ketentuan mengenai modal koperasi

Sumber penerimaan modal awal koperasi berasal dari:
  1. Setoran pokok
  2. Sertifikat Modal Koperasi
  3. Hibah
  4. Modal Penyertaan
  5. Pinjaman dari anggota, koperasi lainnya, anggota koperasi lainnya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, pemerintah,dan sumber lain yang sah serta tidak bertentangan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan.
Setoran Pokok

Setoran pokok diterima ketika pendaftaran anggota koperasi dengan cara disetor penuh disertai bukti penyetoran yang sah dan tidak dapat dikembalikan.

Sertifikat Modal Koperasi

Sertifikat Modal Koperasi adalah tanda bukti penanaman modal pada koperasi.

Anggaran dasar menetapkan jumlah minimum Sertifikat Modal Koperasi yang harus dibeli oleh setiap anggota koperasi.

Sertifikat Modal Koperasi selanjutnya diterbitkan koperasi dengan nilai nominal per lembarnya batas tertinggi adalah sama dengan nilai setoran pokok.

Anggota koperasi akan menerima bukti penyetoran untuk Sertifikat Modal Koperasi sesuai yang dibeli.

Sertifikat Modal Koperasi dikeluarkan atas nama, berikut tercantum nilai nominalnya dalam rupiah tetapi bentuk penyetorannya bisa berupa uang atau bentuk lainnya yang bisa dinilai rupiah.

Dalam hal penyetoran atas Sertifikat Modal Koperasi dalam bentuk lainnya dilakukan penilaian untuk memperoleh nilai pasar wajar.

Koperasi berkewajiban memelihara daftar pemegang Sertifikat Modal Koperasi dan daftar pemegang Modal Penyertaan mencakup:
  • Nama anggota koperasi berikut alamat pemegang Sertifikat Modal Koperasi dan Modal Penyertaan
  • Banyaknya jumlah lembar, identitas nomor serta tanggal terima Sertifikat Modal Koperasi dan Modal Penyertaan
  • Besarnya nilai Sertifikat Modal Koperasi dan nilai Modal Penyertaan
  • Perubahan kepemilikan Sertifikat Modal Koperasi.
Persyaratan pemindahan Sertifikat Modal Koperasi :
  1. Umur Sertifikat Modal Koperasi paling singkat 1 (satu) tahun
  2. Dilakukan oleh sesama anggota koperasi dalam koperasi yang sama
  3. Pemindahan dilaporkan kepada Pengurus
  4. Pada kondisi belum ada anggota yang bersedia membeli Sertifikat Modal Koperasi untuk sementara koperasi dapat membeli lebih dahulu menggunakan Surplus Hasil Usaha tahun berjalan sebagai dana talangan paling banyak 20% dari Surplus Hasil Usaha.
Selisih Hasil Usaha adalah besarnya keuntungan bersih koperasi dari jumlah pendapatan hasil usaha 1 tahun buku dikurangi biaya operasional koperasi.

Jika status keanggotaan diakhiri maka anggota yang bersangkutan wajib menjual Sertifikat Modal Koperasi kepada Anggota lain berdasarkan harga Sertifikat Modal Koperasi yang ditentukan Rapat Anggota.

Jika ada anggota koperasi meninggal dunia maka Sertifikat Modal Koperasi dapat dipindahkan kepada ahli waris yang memenuhi syarat atau bersedia menjadi anggota.

Jika tidak ada ahli waris tidak bersedia menjadi anggota koperasi maka Sertifikat Modal Koperasi dapat dipindahkan kepada anggota lain oleh pengurus dan hasilnya diserahkan kepada ahli waris yang bersangkutan.

Hibah

Untuk hibah dari sumber modal asing baik langsung maupun tidak langsung dapat diterima oleh koperasi dan dilaporkan kepada Menteri. Sumber modal hibah ini tidak untuk dibagikan kepada anggota, pengurus dan pengawas.

Modal Penyertaan

Koperasi dapat menerima Modal Penyertaan dari:
  1. Pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
  2. Masyarakat berdasarkan perjanjian penempatan Modal Penyertaan.
Pemerintah atau masyarakat penanam modal penyertaan tersebut berkewajiban ikut menanggung risiko dan bertanggung jawab terhadap kerugian usaha koperasi dalam nilai penanaman Modal Penyertaan.

Pemerintah atau masyarakat berhak mendapat bagian keuntungan dari usaha yang dibiayai modal penyertaan.

Perjanjian penempatan Modal Penyertaan dari masyarakat sekurang-kurangnya memuat:
  1. Besarnya Modal Penyertaan
  2. Risiko dan tanggung jawab terhadap kerugian usaha
  3. Pengelolaan usaha
  4. Hasil usaha.

6. Pengangkatan, pemberhentian dan penggantian pengawas dan pengurus

Pengawas dan pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota melalui rapat anggota untuk masa jabatan 3 tahun.

Persyaratan calon pengawas atau pengurus koperasi adalah:
  • Memiliki kejujuran
  • Mempunyai wawasan luas, pengetahuan serta keterampilan kerja
7. Hak dan kewajiban anggota, pengawas dan pengurus

Ulasan tentang hak dan kewajiban anggota koperasi sudah di sampaikan dalam artikel sebelumnya mengenai keanggotaan dan rapat anggota koperasi sedangkan hak dan kewajiban pengawas serta pengurus bisa disimak pada ulasan langkah pertama mendirikan koperasi di tempat kerja

8. Rumusan ketentuan meliputi syarat keanggotaan, rapat anggota, penggunaan SHU, perubahan anggaran dasar, pembubaran koperasi, sanksi dan ketentuan tentang tanggungan anggota koperasi.

Anggaran dasar koperasi menetapkan ketentuan untuk dapatuhi dan dijadikan petunjuk pelaksanaan kehidupan berorganisasi dalam koperasi. Ketentuan ini meliputi tentang syarat keanggotaan, pelaksanaan rapat anggota, penggunaan selisih hasil usaha, perubahan anggaran dasar, pembubaran koperasi, ketentuan tentang sanksi yang diberikan serta ketentuan untuk tanggungan anggota koperasi.

Anggaran dasar tidak boleh menetapkan ketentuan mengenai pemberian manfaat pribadi kepada pendiri ataupun pihak lain. Ketentuan anggaran dasar wajib dipatuhi agar koperasi menjadi tertib organisasi dan tertib administrasi.

8 hal di atas merupakan acuan yang wajib ada untuk membuat anggaran dasar. Pada pelaksanaannya dapat ditambahkan hal lainnya untuk pokok anggaran dasar sesuai hasil kesepakatan musyawarah rapat anggota.

Perubahan Anggaran Dasar

Perubahan anggaran dasar bisa dilakukan melalui rapat anggota asalkan memenuhi persyaratan:
  1. Dihadiri sedikitnya 2/3 (dua pertiga) bagian dari jumlah anggota koperasi dan disetujui sedikitnya 1/2 (satu perdua) jumlah anggota hadir.
  2. Kondisi koperasi bormal, tidak sedang dinyatakan pailit kecuali atas persetujuan pengadilan.
  3. Persyaratan lainnya sesuai perundang - undangan.
Perubahan Anggaran Dasar dilakukan dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar dan dibuat dalam bahasa Indonesia.

Permohonan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar ditolak jika:
  1. Tidak sesuai ketentuan tata cara perubahan Anggaran Dasar
  2. Isi perubahan Anggaran Dasar bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ketertiban umum dan kesusilaan.