Mengukur Target dan Kapasitas Produksi

Mengukur Target dan Kapasitas Produksi - Apakah target produksi yang Anda buat sudah mempertimbangkan kapasitas produksinya? Bagaimanakah cara mengukur target dan kapasitas produksi?

Target produksi berbanding lurus dengan kapasitas produksi, semakin tinggi target produksi ingin dicapai maka kapasitas produksi harus semakin besar. Apabila penetapan target produksi yang tinggi tidak dibarengi dengan kenaikan kapasitas produksinya sama dengan memaksakan diri, sedangkan apabila target produksi rendah tidak sesuai dengan kapasitas produksinya sama dengan inefficiency.

Kondisi seperti ini harus dipahami manager produksi dan jajarannya tentang kapasitas produksi real sehingga akan memunculkan solusi untuk mengatasi status pemaksaan diri atau status inefficiency. Menentukan target produksi dengan pengukuran berdasarkan kapasitas produksi memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai flow proses produksi dan perhitungan yang cermat setiap time base, baik time base tenaga kerja, time base mesin produksi, time base manual maupun time base produk.

Time base tenaga kerja?
Time base mesin produksi?
Time base manual?
Time base produk?

Baiklah, kita sedikit mengulas deskripsi dari semua time base di atas untuk menyegarkan kembali ingatan atau memperluas wawasan.

mengukur target dan kapasitas produksiTime base tenaga kerja adalah jumlah jam kerja seluruh tenaga kerja dalam interval waktu tertentu. Time base normal setiap tenaga kerja sudah diatur ketentuannya di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 77 tentang jumlah waktu kerja selama seminggu yaitu 40 jam kerja. Terkait dengan perhitungan time base tenaga kerja bisa dimaksudkan untuk seluruh plant atau sub divisi tertentu dengan sejumlah tenaga kerja di dalamnya.

Contoh: 1 plant produksi terdapat 100 tenaga kerja, maka time base tenaga kerjanya sebesar 100 orang x 40 jam = 400 jam per minggu.

Perhitungan time base berpatokan pada periode setiap minggu tetapi tidak menutup kemungkinan interval waktu bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di masing - masing pabrik. Perhitungan time base tenaga kerja hanya berlaku bagi tenaga kerja level 1 setingkat operator, level supervisor ke atas tidak masuk dalam hitungan time base.

Time base mesin produksi adalah jumlah jam kerja yang terpakai untuk proses 1 komponen barang pada mesin tertentu. Apabila proses produksi keseluruhan menggunakan mesin produksi majemuk, maka time base mesin produksi sesuai dengan setiap mesin tersebut. Masing - masing mesin produksi menghasilkan output yang berbeda tergantung dari kapasitas atau kecepatan prosesnya.

Ketika dalam suatu mesin produksi, jumlah barang yang diproses lebih dari 1 maka perhitungan time base mesin produksi total dibagi dengan sejumlah barang yang diproses secara bersamaan tadi. Time base mesin produksi merupakan salah satu bagian dari time base produk. Time base mesin produksi bisa mengalami ketidak stabilan apabila kinerja mesin produksi mengalami penurunan salah satunya bisa disebabkan dari fungsi mesin yang abnormal atau kesalahan seting operator.

Untuk mendeteksi penurunan performance tersebut, operator mesin membandingkan dengan standar panduan SOP dalam menjalankan mesin. Pendeteksian kegagalan performance mesin dapat dilakukan salah satunya pada saat kegiatan autonomous maintenance

Time base mesin produksi = penjumlahan time base setiap mesin

Time base manual adalah jumlah jam kerja yang diperlukan pada proses produksi dengan memakai tenaga manusia seperti pemindahan barang, penataan barang, pekerjaan service manual, finishing dan packing. Setiap langkah manual sudah diketahui berapa banyak waktu yang terpakai.

Time base manual = penjumlahan time base setiap langkah yang hanya memakai tenaga manusia.

Terakhir adalah time base produk yaitu jumlah jam kerja yang diperlukan untuk membuat satu produk dari mulai bahan mentah sampai menjadi barang jadi yang sudah berhasil packing. Time base produk dihitung sejak awal terima order dari pelanggan pada tahap persiapan produk baru. Dengan kata lain bahwa setiap produk yang di proses produksi sudah mengantongi data time basenya.

Keseimbangan dari time base adalah
Time base tenaga kerja = Time base produk

Time base produk = time base mesin produksi + time base manual

Kembali ke permasalahan inti, bagaimana mengukur target ouput produksi setiap minggunya setelah dapat diketahui parameter nilai semua time base. Apakah Anda akan menyetel 100% atau target produks disetel sesuai time base maksimal? Parameter output produksi seperti tonase, kubikasi atau value ( satuan mata uang ) dapat dihitung dengan konversi jumlah total barang finish good yang dihasilkan.

Agar lebih dapat dipahami maksudnya, ambil contoh sebagai berikut:

Jumlah tenaga kerja 100 orang
Breakdown dari data time base produk atau data dari eksperimen proses, diketahui rata - rata dalam 1 jam di dihasilkan 50 pcs barang jadi.

Berapa kapasitas produksi maksimalnya?
Jawaban:
Time base tenaga kerja 40 x 100 = 4000 jam
Kapasitas produksi maksimal = 4000 x 50 = 200000
Artinya, kapasitas produksi sebesar 200000 pcs per minggu dengan 100 orang.

Apakah kapasitas produksi bisa diperbesar dengan menambah jumlah tenaga kerjanya? Ini akan tergantung dari ketersediaan mesin produksi dan sarana pendukung lainnya seperti alat angkut dan tempat kerja. Idealnya sudah dibuatkan mapping karyawan untuk menempati setiap pos di setiap mesin, sehingga penambahan tenaga kerja akan sia - sia jika tidak dibarengi dengan penambahan mesin produksinya dan sarana pendukungnya.

pada angka berapa target produksi akan diukur? Apakah 100% atau 2000 pcs per minggu atau kurang dari 2000 pcs per minggu atau lebih dari 2000 pcs per minggu?

Kriterianya bahwa jika penetapan target dibawah kapasitas produksi maka dikatakan inefficiency sedangkan penetapan target produksi melebihi kapasitasnya dikatakan memaksakan diri. Jadi manakah pilihan yang terbaik?

Penetapan target produksi sesuai dengan kapasitas produksi. Inilah yang paling cocok diterapkan di pabrik.

Ilustrasi kronologinya bisa seperti ini.
Schedule sales yang telah disusun PPIC untuk di eksekusi produksi memiliki tingkatan urgensi yang berbeda, sehingga PPIC akan membuat prioritas pada item yang memiliki delay time besar atau permintaan khusus barang promo atau intruksi dari direksi.

Ekspetasi PPIC adalah semua yang prioritas harus dikerjakan paling dulu dan sekaligus banyak item atau borongan, sementara produksi sendiri terbentur dengan kapasita produksinya. Produksi harus memutuskan bagaimana urutan proses eksekusi item - item tersebut dengan dibatasi sesuai kapasitasnya, bukan berarti produksi tidak support untuk memenuhi harapan PPIC, tetapi karena terbentur kapasitasnya tadi.

Data time base setiap produk yang direncanakan ini dipaparkan secara detil agar terpahamkan oleh PPIC. Pada situasi seperti ini apabila keputusan target produksi under kapasitas produksi, PPIC pasti mencari celah selisih time base untuk memasukan ke dalam schedule beberapa item yang lainnya. Apabila keputusan target produksi melebihi kapasitas prosuksi akan terjadi carry over yang berakibat penumpukan pekerjaan dan kondisi seperti ini menimbulkan cost yang tinggi seperti misalnya labour cost untuk pekerjaan yang dilemburkan dan perencanaan buruk produksi pada laporan ke direksi.

Jadi yang terbaik adalah penentuan target produksi harus seimbang dengan kapasitas produksinya, sebagai standar atau acuan dalam menerima berapa banyak item yang akan di proses di dalam schedule produksi setiap minggu.

Kapasitas produksi bersifat dinamis bukan statis. Kapasitas produksi cenderung berubah semakin membesar seiring dengan hasil upaya perbaikan terus menerus pada sistem flow proses produksi / metode seperti penerapan program JIT ( Just In Time ), Sig Sigma, TPM ( Total Productive Maintenance ), budaya kerja 5R serta penambahan mesin baru atau penggantian mesin lama dengan mesin yang lebih canggih teknologinya, pelebaran lahan pabrik dan penambahan jumlah tenaga kerja.

Demikian juga dengan target produksi secara automatis mengikuti kemajuan kapasitas produksinya dengan catatan selalu melakukan evaluasi atau review terhadap besaran time base yang mungkin berubah setiap ada hasil improvement di atas.

0 Comments