Pilar TPM 7 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pilar TPM ke-7 keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya mencegah aktivitas atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan dan menimbulkan penyakit akibat kerja melalui peningkatan kualitas karyawan sebagai individu yang menjalankan roda pekerjaan.

Manfaat penerapan TPM pilar 7 adalah tidak terjadi kecelakaan kerja (zero accident) dan tidak ada karyawan terjangkit penyakit akibat kerja (zero crisis) dalam kurun waktu tertentu.

Pendataan pencapaian target zerro accident dan zerro crisis ini dilakukan di setiap departemen dengan memasukannya sebagai bagian KPI departemen..

Pada setiap kejadian 1 kecelakaan kerja maupun 1 penyakit akibat kerja maka otomatis KPI zerro accident dan zero crisis adalah gagal dan akan reset dari awal lagi.

1. Keselamatan Kerja

Resiko terjadinya kecelakaan kerja bisa terjadi di lingkungan tempat bekerja oleh karena itu mengutamakan keselamatan kerja selama bekerja menjadi kewajiban bagi pimpinan tempat kerja dan kewajiban karyawan sendiri.

Sumber penyebab kecelakaan kerja adalah
  1. Prilaku yang tidak aman sekitar 88%
  2. Lingkungan yang tidak aman sebesar 10%
  3. Faktor lainnya sebesar 2% seperti disebabkan faktor bencana alam.
pilar tpm 7 keselamatan dan kesehatan kerja

Pencapaian program TPM pilar 7 untuk keselamatan kerja dengan target zero accident meliputi:
  1. Pencegahan dan mengurangi kecelakaan kerja.
  2. Pencegahan, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
  3. Pencegahan dan mengurangi bahaya peledakan.
  4. Membuat jalur evakuasi keadaan darurat.
  5. Menyediakan P3K kecelakaan kerja.
  6. Mewajibkan pemakaian APD pada setiap tenaga kerja.
  7. Pencegahan dan mengendalikan timbulnya penyebaran panas, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan dan getaran.
  8. Pencegahan dan mengendalikan PAK (Penyakit Akibat Kerja) dan keracunan.
  9. Penerangan cukup dan sesuai.
  10. Suhu dan kelembaban udara baik.
  11. Menyediakan ventilasi memadai.
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.
Keberhasilan penerapan keselamatan kerja akan dipantau melalui pencapaian target zerro accident dan menjadi bagian TTMK3L departemen misalnya target zerro accident pada departemen produksi diantaranya tidak terjadi kecelakaan kerja dalam 1 juta jam kerja mesin produksi.

TTMK3L (Target dan Tujuan Mutu Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) adalah pengganti KPI (Key Performance Indicator) bagi perusahaan yang sudah menerapkan standar mutu ISO 14001 dan OHSAS 18001.

TPM melalui staff TPM selain melakukan pendataan pencapaian target zerro accident, juga aktif bersama P2K3 dan safety officer dalam melakukan inspeksi dan pencegahan terhadap prilaku pekerja yang tidak aman serta sumber potensi bahaya bagi keselamatan pekerja.

Staff TPM, Safety Officer dan anggota P2K3 memiliki kewenangan khusus untuk menghentikan setiap kegiatan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa dan aset. Sebelumnya mereka sudah dibekali pemahaman mengenai keselamatan kerja dan prosedur penghentian aktivitas kerja.

Mereka akan diberi name tag tersendiri berupa name tag SWO (Stop Work Operation) dan memegang kartu tilang yang langsung dilaporkan sampai direksi.

2. Kesehatan Kerja

Program TPM dalam kesehatan kerja adalah upaya pencapaian tidak terjadinya penyakit akibat kerja (zerro crisis) melalui pemantauan kesehatan karyawan.

Program TPM pilar 7 harus memfasilitasi pelayanan kesehatan di dalam lingkungan pabrik yaitu:
  1. Poliklinik pabrik
  2. MCU karyawan
  3. Patroli
Poliklinik pabrik

Staff TPM bersama team P2K3 aktif melakukan inspeksi dan pemantauan terhadap poliklinik ini dan melakukan evaluasi pada pelayanan dokter poliklinik serta obat - obatan.

Pendataan pada pencapaian target zerro crisis sesuai pilar 7 TPM berupa kalkulasi terhadap jumlah pekerja berobat di poliklinik perusahaan. Jika didapati jumlah pekerja berobat tersebut dalam jumlah banyak setiap bulannya maka harus dipelajari sumber penyebab banyaknya penyakit tersebut.

MCU karyawan

MCU (Medical Check Up) adalah pemeriksaan kesehatan karyawan dilaksanakan minimal setahun sekali bertujuan mengetahui kondisi kesehatan karyawan dengan biaya perusahaan.

Hasil MCU akan menentukan sifat pekerjaan karyawan selanjutnya apakah tetap ditempat semula atau harus dipindahkan ke bagian lainnya.

Dilakukannya MCU ini maka akan terdeteksi kemungkinan adanya beberapa penyakit akibat kerja di lingkungan pekerjaan.

Sumber penyebab umum penyakit akibat kerja adalah
  1. Bahan kimia berbahaya dan beracun
  2. Micro biologis
  3. Micro particle
  4. Beban kerja fisik dan mental
  5. Sarana kerja kurang mendukung.
Patroli

Patroli kesehatan kerja bersama antara TPM dan P2K3 fokus dengan mengendalikan faktor lingkungan kerja, pemeriksaan berkala terhadap pemaparan lingkungan kerja, identifikasi potensi bahaya, memantau tingkat pemaparan bahan berbahaya dan menjaga tempat kerja tetap sehat.

Dalam patroli ini dilakukan pemeriksaan terhadap daftar obat - obatan P3K yang ada pada setiap tempat yang telah ditentukan. Pada daftar P3K sudah termasuk jenis obat, jumlah awal, jumlah akhir dan nama karyawan yang meminta obat berikut jumlahnya. Kotak obat P3K disediakan jika tidak ada poliklinik pabrik.

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih