Strategi Menurunkan Biaya DLC Agar Operasi Perusahaan Tetap Berjalan

Strategi menurunkan biaya DLC (Direct Labour Cost) yaitu biaya tenaga kerja langsung setingkat level pertama dan tidak memiliki jabatan baik tenaga kerja tetap, kontrak maupun harian lepas yang dihitung berdasarkan UMK setempat berikut upah lemburnya bertujuan agar operasi perusahaan tetap berjalan ditengah masalah krisis finansial yang sedang dihadapi perusahaan melalui strategi menurunkan DLC dengan pemangkasan jumlah DLC dan strategi menurunkan DLC dari lemburan.

Level atau golongan tenaga kerja secara umum:
  • Level 1 : Operator, Leader Team (DLC)
  • Level 2 : Supervisor, Superintendent
  • Level 3 : Assistant Manager, Kepala Bagian, Kepala Departemen
  • Level 4 : Manager, Chieft
  • Level 5 : General Manager, Plant / Factory Manager
  • Level 6 : Direksi
  • Level 7 : Komisaris, Owner
Level menentukan besar kecilnya tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap berikut fasilitas.

Contoh tunjangan tetap adalah tunjangan jabatan, transportasi, komunikasi, makan dan tunjangan strata. Contoh tunjangan tidak tetap adalah uang makan dinas luar dan tunjangan akomodasi fasilitas kerja seperti kendaraan dinas, alat komunikasi, seragam dan alat kerja (laptop dan lain - lain).

Berikut Strategi menurunkan DLC agar operasi perusahaan tetap berjalan versi seputarpabrik.com
  1. Menurunkan DLC dengan pemangkasan jumlah DLC
  2. Menurunkan DLC dari lemburan
strategi menurunkan biaya dlc

1. Menurunkan DLC dengan pemangkasan jumlah DLC

Penghematan biaya DLC tidak diartikan PHK dan pemutusan kontrak terhadap tenaga kerja. Pertimbangkan bahwa PHK karyawan tetap maka perusahaan harus mengeluarkan biaya besar terkait kewajiban memberikan pesangon atau bahkan perusahaan bakal menghadapi tuntutan serikat pekerja.

Pemutusan kerja karyawan kontrak tidak bisa dilakukan secara mendadak karena jika dilakukan hal tersebut maka perusahaan harus membayar sisa kontrak karyawan bersangkutan.

Tenaga kerja merupakan aset perusahaan terbesar, didalamnya terdapat aset kekayaan intelektual. Ini kerugian besar bagi perusahaan seandainya sampai kehilangan tenaga kerja pemilik potensi khusus, baik karyawan status tetap maupun kontrak, baik periode kerjanya sudah menahun atau baru sebulan bekerja di perusahaan.

Penghematan biaya DLC bisa melalui pengaturan ulang posisi pekerja (Mapping karyawan). Kita pelajari kembali metode kerja berlebihan sehingga menghabiskan sumber daya manusia kemudian alokasikan tenaga kerja ke divisi lain. Tantangan bagi bos departemen supaya dapat menciptakan tambahan jenis kerja lain tetapi menambah nilai produk dan siap menampung kelebihan tenaga kerja level 1.

Bagaimana mengukur besarnya penghematan dalam mengurangi DLC?

Pertama tentukan bagian proses mana yang bisa dihilangkan akibat dari keterbatasan proses produksi mengikuti keterbatasan permintaan pasar. Hitunglah ada berapa kelebihan orang bagian tersebut misalnya terdapat 10 karyawan. Berikutnya tentukan 10 karyawan kontrak beserta kekurangan kerja seperti banyak absen, indisipliner dan kurang kemampuan untuk konversi 10 kelebihan karyawan bagian tersebut sebagai alasan memberhentikan mereka.

Hasil pengurangan DLC tersebut maka dapat diketahui besarnya penghematan biaya DLC:

10 orang dikali UMK x 13 bulan.

Tetapi perlu diingat bahwa cara ini adalah yang paling terakhir dilakukan jika penghematan biaya lainnya sudah mencapai batas.

Biasanya ketika keadaan sepi order dan perusahaan menghadapi ancaman kebangkrutan, upaya pengurangan DLC agar operasional perusahaan tetap berjalan sehingga akan memangkas DLC hingga 50%.

2. Menurunkan DLC dari lemburan

Logikanya ketika order menurun seharusnya tidak ada sesuatu pekerjaan untuk dilemburkan kecuali terdapat situasi darurat mengharuskan adanya kerja lembur contohnya seperti permintaan pengiriman mendadak diluar jam kerja dan mengharuskan team loading untuk terus bekerja.

Lemburan team loading bisa saja disiasati melalui sistem ganti jam kerja atau bisa juga lemburan team loading dibayar oleh petty cash.

Target penurunan biaya lemburan DLC adalah zerro over time sesuai KPI departemen.

Berdasarkan Undang - Undang No.13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pasal 78 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi KEP. 102 MEN VI 2004 maka rumus perhitungan upah lembur karyawan.

Upah Lembur = 1/173 x Upah bulanan
  • Ketentuan besarnya faktor pengali besaran upah lembur hari kerja (weekdays) sebesar 1,5 kali upah lembur jam pertama dan 2 kali upah lembur jam - jam selanjutnya.
  • Hari libur akhir pekan sistem 5 hari kerja sebesar 2 kali upah lembur untuk 8 jam pertama, 3 kali upah lembur jam kesembilan, 4 kali upah lembur jam kesepuluh dan kesebelas.
  • Hari libur akhir pekan sistem kerja shift sebesar 2 kali upah lembur untuk 7 jam pertama, 3 kali upah lembur jam kedelapan dan 4 kali upah lembur jam kesembilan dan kesepuluh.
  • Hari libur nasional jatuh di akhir pekan dihitung sesuai perhitungan upah lembur akhir pekan (weekend). Hari libur jatuh di hari Jumat sebesar 2 kali untuk 5 jam pertama, 3 kali jam keenam, 4 kali jam ketujuh dan kedelapan.
Upah bulanan mencakup gaji pokok UMK ditambah tunjangan kerja seperti tunjangan jabatan, transportasi, akomodasi, komunikasi dan tunjangan tidak tetap.

Semakin besar gaji karyawan maka upah lembur semakin besar mengikuti besaran upah. Tetapi terdapat batasan besarnya upah bulanan yang bisa masuk kedalam perhitungan upah lembur yaitu 75% dari gaji pokok sesuai Permenakertrans KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 8 Ayat 2.

Misalnya Seorang Supervisor menerima upah sebulan sebesar Rp. 7.000.000,- meliputi gaji pokok Rp. 3.295.000,- sesuai UMK Tangerang tahun 2017 dan tunjangannya sebesar Rp. 3.705.000,- maka perhitungan upah lembur supervisor tersebut adalah

1/73 x (gaji pokok + 75% gaji pokok) atau 1/173 x Rp.5.766.250,-.

Kembali ke DLC, biaya DLC akibat lemburan ini begitu besar terlebih lagi ketika kondisi perusahaan sedang sepi order. Seperti diutarakan sebelumnya bahwa seharusnya lemburan ini tidak ada karena target output sedikit. Pertanyaan besar perlu diajukan ketika lemburan masih diperlukan sementara order sepi.

Beberapa langkah perencanaan jam lembur dapat disusun bersama serikat pekerja dominan di perusahaan. Serikat pekerja dominan dimaksudkan sebagai serikat pekerja beranggotakan terbanyak dibandingkan serikat pekerja lainnya di perusahaan tersebut.

Kesepakatan kerja sama mempertimbangkan situasi perusahaan terkini dan masa depan, dapat berupa perubahan jam lembur hidup menjadi jam lembur rata (Flat) serta upah lembur per jam sesuai kesepakatan bersama.

Tentu ini dapat berjalan jika terdapat kesepakatan diantara kedua belah pihak tersebut. Bentuk upah lembur jam mati (normalnya jam hidup) ini bisa berlaku untuk hari libur akhir pekan atau hari libur nasional.

0 Comments