Quality Time Atau Quantity Time Mana Yang Lebih Penting

Sebuah pertanyaan sederhana tentang quality time atau quantity time mana yang lebih penting diantara keduanya dan sebagian besar memilih quality time lebih penting dari quantity time sebagai jawabannya berdasarkan hasil survey langsung beberapa karyawan pabrik tetapi benarkah quality time lebih penting dibandingkan quantity time serta apakah quantity time memang tidak diperlukan karena dianggap kurang penting?

Mari kita cermati lebih dalam mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Ulasan artikel ini meliputi pembahasan tentang quality time dan quantity time.

1. Quality Time

Quality time adalah waktu yang dialokasikan untuk keluarga dan orang yang disayangi dengan cara direncanakan untuk menghasilkan kebahagiaan bersama. Rencana ini dibuat bisa dengan pengeluaran biaya maupun tanpa biaya.

Quality time tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah waktu tetapi dipengaruhi oleh terpenuhinya hasil sesuai rencana bersama.

Contoh 1: Bagi orang sibuk kerja.

Perencanaan acara setiap hari Minggu di bulan Februari
  • Minggu 1: Silaturahmi ke tempat saudara dan jalan - jalan ke game zone.
  • Minggu 2: Jalan - jalan ke Ancol
  • Minggu 3: Acara renang di waterboom terdekat
  • Minggu 4: Latihan Futsal anak sambil makan dan nongkrong di lesehan pinggiran jalan sekedar makan bakso.
Pada contoh 1 setiap rencana disiapkan hari Minggu sehubungan hari Sabtu waktunya belum bisa dipastikan akibat sering adanya pekerjaan pabrik dengan tuntutan penyelesaian segera berdasarkan target mingguan.

Pada hari biasa mengalami kesulitan membuat suatu rencana quality time sehubungan pekerjaan kantor sampai pulang larut malam.

Contoh 2: Bagi orang super sibuk kerja
  • Bekerja diluar kota sehingga jarang bertemu keluarga setiap hari. Setiap minggu pulang dengan kondisi perjalanan jauh melelahkan. Setiap minggunya walaupun sudah bersama keluarga tetapi sedikit rencana terkait istirahat pemulihan tenaga saat kembali bekerja.
  • Bekerja proyek selama berbulan - bulan berada di pedalaman daerah atau di site plant sampai proyek selesai dan pulang selama beberapa hari bersama keluarga sampai panggilan proyek berikutnya.
  • Bekerja di pelayaran, di luar negeri dan penugasan khusus membutuhkan waktu lama.
quality time atau quantity time

Quality time bagi orang super sibuk kerja seperti contoh diatas memerlukan perencanaan matang supaya akurasi keberhasilannya tinggi dengan upaya pendukungnya seperti:
  • Mengambil cuti kerja saat selesai ujian anak atau hari libur nasional
  • Negosiasi mendapatkan rapel hari libur selama seminggu setiap interval 4 minggu untuk menghilangkan rutinitas PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad)
  • Persiapan dana quality time
Contoh 3: Bagi orang bekerja secara umum

Bekerja secara normal sesuai jam kerja 40 jam kerja setiap minggu. Potensi quality time kondisi ini tersedia banyak.

Seminggu : 168 jam
Jam kerja : 40 jam
Perjalanan kerja : 5 hari x 1 jam : 5 jam
Istirahat : 7 hari x 7 jam : 49 jam
Sisa jam : 74 jam bisa digunakan sebagai quality time dengan segudang rencana bersama keluarga.

Quality time berhasil jika semua agenda terpenuhi sesuai dengan ketersediaan waktu dan kondisi keuangan.

Pertanyaan:
  1. Apakah quality time seperti yang dicontohkan bisa memberikan kepuasan dan kesenangan keluarga? (jawaban: Ya)
  2. Apakah hanya kepuasan dan kesenangan saja yang diperlukan dalam keluarga? (jawaban: Tidak)
  3. Apa yang membedakan antara contoh 3 dengan contoh 1 dan 2? (jawaban: kelimpahan waktu)
Pada contoh 3 terdapat kelimpahan waktu sebanyak 74 jam setiap minggu. Kelimpahan waktu ini dapat digunakan untuk:
  • Mendapatkan kepuasan dan kesenangan bersama keluarga melalui quality time
  • Melengkapi sisi mata uang seperti pertanyaan kedua bahwa bukan hanya kesenangan saja yang diperlukan, ada sesuatu lainnya harus terpenuhi dalam membina keluarga.
Sekarang kita lihat dulu tentang quantity time.

2. Quantity Time

Quantity time adalah jumlah waktu yang dapat dialokasikan untuk keluarga. Quantity time dinyatakan berhasil saat tercapainya target waktu untuk kebersamaan keluarga misalnya 4 jam sehari atau 74 jam setiap minggu. Quantity time diluar batasan segudang agenda keluarga, cukup dengan berada diantara keluarga saja sudah termasuk hitungan quantity time.

Quantity time berhubungan dengan rasio keseimbangan waktu antara bekerja, bersama keluarga dan istirahat. Ini disebut 3 Keseimbangan hidup sosial.

Contoh 3 di atas bagi orang bekerja secara umum memiliki quantity time ideal di angka 74 jam seminggu. Bagaimana jika hanya memiliki waktu bersama keluarga di hari minggu saja seperti contoh 1? Mari kita hitung prosentasenya

Quantity time hari minggu = 24 jam - 7 jam istirahat = 17 jam quantity time.
Maka Availability quantity time = quantity time aktual dibagi quantity time standar x 100%
= (17 / 74) x 100%
= 23%

Jadi jika sibuk kerja hanya memiliki quantity time 23%.

Melanjutkan pernyataan bahwa bukan hanya kesenangan bersama keluarga saja yang bisa dicari melalui quality time tetapi ada sisi lainnya harus terpenuhi dalam keluarga diantaranya:
  • Membimbing keluarga agar selalu berada di jalur benar.
  • Pemenuhan nafkah batin
  • Perlindungan keluarga dari setiap potensi membahayakan
  • Hubungan sosial kemasyarakatan dengan lingkungan tetangga.
Poin - poin tersebut berada diluar quality time karena bukan suatu yang direncanakan maupun pencarian kesenangan bersama keluarga. Ini lebih kepada tanggung jawab dalam kehidupan keluarga yang akan terpenuhi ketika tersedia waktu memadai.

Jika quantity time kurang mencukupi maka akan terjadi kepincangan. Katakanlah hanya quality time terpenuhi maka kesenangan di dapat tapi lainnya juga penting akan hilang.

Quantity time setidaknya menciptakan nuansa bimbingan orang tua terhadap keluarga walaupun kita tanpa melakukan apapun namun dapat mengawasi prilaku anggota keluarga terutama anak melakukan hal positip. Kita bisa mengetahui kegiatan anak saat waktu sekolah, selepas sekolah dan mengawasi serta membimbing supaya tidak masuk lingkungan kurang benar.

Kita tidak berharap:
  • Anak - anak kita jatuh pada lingkungan kurang benar
  • Keretakan tersembunyi hubungan suami istri akibat waktu intens sangat terbatas dan potensi kehadiran orang ketiga
  • Kurang mengenal dan kurang dikenal tetangga
  • Tidak punya teman dan jauh dari saudara
  • Hobi kita tidak pernah tersalurkan misalnya memancing, futsal, bersepeda juga hobi menulis seperti saya.
Sehingga quantity time pun penting!
  • Quality time tanpa quantity time: kehilangan kontrol keluarga
  • Quantity time tanpa quality time: kehilangan makna kebersamaan
Bagaimana dengan contoh 1 dan contoh 2 di atas sibuk dan super sibuk kerja?

Seandainya kita bisa memilih, maka disarankan memilih contoh 3 bekerja secara umum dan memiliki kelimpahan quantity time.

Pada posisi berada di contoh 1 sibuk kerja sehingga hanya memiliki 23% quantity time setiap minggu sebaiknya kita bertanya lagi kenapa bisa terjadi seperti itu. Apakah kita kurang pandai mengelola pekerjaan, kurang paham mengelola waktu atau ada strategi salah dan kurang dimengerti apa kesalahannya.

Misalnya seseorang bekerja di bagian manajemen produksi dan setiap sabtu selalu over time maka review lagi tentang kapasitas produksi sehingga dapat menetapkan target mingguan dan tidak ada delay dan tidak ada over time terus menerus.

Pada posisi contoh 2 super sibuk bekerja dan tidak ada pilihan pekerjaan lain selain menjalani pekerjaan tersebut. Risiko sangat tinggi walaupun biasanya jenis pekerjaan ini memiliki bayaran tinggi. Trik mengatasinya yang mungkin sedikit membantu adalah memanfaatkan teknologi komunikasi berupa video call sehingga muncul kesan tidak ada jarak pemisah.

0 Comments