-->

Sepeda Dalam Pabrik Lebih Efisien Dari Jalan Kaki

Menggunakan sepeda dalam pabrik sebagai terobosan baru mengatasi inefisiensi lalu lintas karyawan antar plant di dalam 1 kompleks pabrik berarea luas.

Bagaimana perbandingan waktu antara jalan kaki dengan naik sepeda dapat diketahui dengan membandingkan kecepatan antara jalan kaki dengan naik sepeda.

Kecepatan rata - rata jalan kaki orang Indonesia adalah 1,25 meter /detik sedangkan kecepatan rata - rata bersepeda santai sekitar 4,4 meter /detik sehingga terdapat selisih penghematan kecepatan sebesar 3,15 meter /detik.
sepeda dalam pabrik
Mengacu pemahaman ruang lingkup produktivitas, semua kegiatan di proses plant dianggap suatu penaikan nilai tambah produk.

Artinya hal bersifat pekerjaan kecilpun seperti pengiriman file data antar kantor dalam pabrik oleh staff admin termasuk penaikan nilai tambah sehingga bisa dihitung cycle timenya. Cycle time adalah nilai waktu melakukan 1 kali proses.

Contoh perhitungannya
Suatu data harus dikirim ke dalam plant untuk suatu kepentingan administrasi. Jarak antara kantor dan plant 200 meter.

Berapa efisiensi cyle time jika pengiriman menggunakan sepeda?

Jawaban
Jarak tempuh antara kantor (s) 200 meter
Standar kecepatan (V0) jalan kaki 1,25 meter /detik
Standar kecepatan (V1) bersepeda santai 4,4 meter /detik.
Maka waktu tempuh jalan kaki adalah jarak tempuh dibagi kecepatan jalan kaki.
= S / V0
= 200 meter / 1,25 meter /detik
= 160 detik waktu tempuh pengiriman jalan kaki. Maka cycle time jalan kaki adalah 160 detik /pengiriman.

Waktu tempuh bersepeda adalah jarak tempuh dibagi kecepatan bersepeda
= S / V1
= 200 meter / 4,4 meter /detik
= 45 detik waktu tempuh pengiriman bersepeda santai. Maka cycle time bersepeda adalah 45 detik /pengiriman.

Perhitungan efisiensi maksimal adalah 100% mengacu rumus efisiensi Cycle Time:

(CT0 - CT1) / CT0

Dan efisiensi cycle time mengunakan sepeda sebesar (160 detik - 45 detik) / 160 detik sama dengan sebesar 72%. Artinya terdapat peningkatan efisiensi waktu sebesar 72% dari standar cycle time awal.

Jika dihitungkan kedalam perhitungan time base maka terdapat peningkatan time base sebesar 72% berarti peningkatan perhitungan target dan kapasitas output.

Itulah salah satu keuntungan menggunakan sepeda pabrik ditinjau dari sisi cycle time pengiriman dokumen. Keuntungan lainnya seperti mengurangi kelelahan karyawan akibat keseringan berjalan dan menurunkan pemborosan waktu menunggu.

Supaya penggunaan sepeda dalam pabrik bisa memberikan efektivitas secara optimal dan tertib pemakaian maka diperlukan SOP penggunan sepeda.

Dasar pembuatan SOP penggunaan sepeda dalam pabrik bisa mengacu 8 poin berikut:
  1. Jenis sepeda
  2. Safety sepeda
  3. Waktu pemakaian sepeda
  4. Jalur sepeda
  5. Terminal sepeda
  6. Identifikasi sepeda
  7. Siapa pengguna sepeda
  8. Penanggung jawab utama sepeda
1. Jenis Sepeda

Sepeda kota atau city bike sangat sesuai digunakan sebagai sepeda dalam pabrik. Di depan stang kemudi terdapat keranjang tempat menaruh dokumen saat berkendara.

Boncengan sepeda kota sebaiknya dilepas meringankan beban saat berkendara. Tiang sadel atau tempat duduk tidak diseting untuk memberi kenyamanan saat digunakan karyawati.

Harga 1 unit sepeda kota berkisar antara Rp. 700.000,- sampai Rp. 1.000.000,- bahkan lebih tergantung kualitas dan merk. Untuk kepentingan sepeda dalam pabrik sebaiknya menggunakan standar harga umum saja yang terpenting perawatan saat digunakan.

2. Safety Sepeda

Sepeda dalam pabrik dilengkapi peralatan safety berkendara seperti bel manual, cover rantai, cover ban dan cover gear. Pemeriksaan rutin oleh GA pada kondisi rem depan belakang sepeda, tekanan angin ban dan pelumasan bagian bergerak seperti rantai dan gear.

Jika ban sudah gundul atau melewati batas tanda segi tiga di ban maka segera dilakukan penggantian ban sepeda baru.

3. Waktu Pemakaian Sepeda

Hanya digunakan pada saat jam kerja. Jika alokasi waktu pemakaian siang dan malam maka sepeda wajib dipasangi lampu penerangan dengan sumber energi listrik manual. Sepeda dalam pabrik tidak disarankan dibawa pulang karyawan atau dipakai keluar pabrik diluar jam kerja.

4. Jalur Sepeda

Lalu lintas di dalam pabrik beragam dari alat berat seperti forklift, kendaraan gudang dan armada delivery. Semua armada memakai jalan yang sama sehingga perlu dibuat marka jalur sepeda di sisi jalan kanan dan kiri dengan lebar tidak lebih dari 1 meter.

Marka jalan sepeda selain berfungsi untuk jalur safety sepeda juga untuk menghindari konvoy sepeda atau mengobrol diantara karyawan saat bersepeda.

5. Terminal Sepeda

Terminal sepeda adalah lokasi parkir sepeda berada disetiap gedung atau kantor. Terminal sepeda sebagai tempat pemberangkatan dan tujuan perjalanan sepeda.

Selama perjalanan tidak disarankan untuk mampir di tempat yang bukan termasuk terminal sepeda. Terminal sepeda tidak untuk tempat parkir sepeda motor.

6. Identifikasi Sepeda

Setiap sepeda memiliki identifikasi sendiri dan disarankan identifikasi berdasarkan gedung atau kantor tertentu. Hal ini menjaga pemakaian secara tertib dan PIC pengguna sepeda.

7. Siapa Pengguna Sepeda

Setiap karyawan memiliki hak sama menggunakan sepeda dalam pabrik sesuai ruang lingkup pekerjaannya.

8. Penanggung Jawab Utama Sepeda

Departemen GA sebagai penanggung jawab utama sepeda dan setiap sepeda yang beroperasi telah terdaftar sebagai aset perusahaan. Setiap terjadi kerusakan pada sepeda segera melaporkan ke PIC dari GA untuk ditindak lanjuti perbaikan.

Penggunaan sepeda pengganti berjalan kaki akan menghilangkan sebagian pemborosan waktu dan berujung pada penghematan biaya dengan investasi biaya awal pembelian beberapa unit sepeda.
Umar Al Rosid
Seorang pekerja pabrik aktif sampai sekarang yang tertarik menulis pengalaman sendiri serta menuliskan informasi lainnya

Related Posts