Cara Mendapatkan Standar Konsumsi BBM Solar Alat Berat Per Jam

Standar konsumsi BBM solar alat berat per jam digunakan untuk memastikan berapa banyak kebutuhan solar industri pada pemakaian alat berat dan untuk mencegah pemborosan pemakaian solar industri yang tidak terpantau mengingat harga solar industri lebih mahal dari solar bersubsidi.

Permasalahannya untuk mendapatkan data konsumsi BBM solar alat berat per jam tidak bisa dengan membuka dan mencari di manual book alat berat. Ini pengalaman nyata pada saat mencari data konsumsi BBM solar alat berat per jam pada 3 merk alat berat yang baru dibeli perusahaan untuk merk Caterpillar, Komatsu dan Mitsubishi.

Bahkan pada saat ditanyakan kepada technical sales alat berat secara langsung masih mendapatkan jawaban yang kurang detil dan tidak memuaskan.

Pencarian sampai ke mbah Google tentang data konsumsi BBM solar alat berat per jam dan ternyata belum ada situs yang menjelaskan mengenai data konsumsi solar per jam alat berat ini pada saat itu.

Sementara data tersebut diperlukan untuk perhitungan budget utility dan cost saving serta pencegahan penyalahgunaan pemakaian solar baik saat pengiriman, penerimaan maupun saat pemakaiannya mengingat solar industri ini bisa cepat menguap menjadi uang saat disalahgunakan.

Alat berat yang akan dibuatkan standar konsumsi BBM solar per jam yaitu alat berat yang paling sering digunakan dalam industri berdasarkan pengamatan pribadi seperti Forklift 2,5 Ton, Forklift 3,5 Ton, Excavator kapasitas bucket 0,93 M3 dan Wheel Loader kapasitas bucket 1,7 M3.

Ton atau tonase pada spesifikasi forklift mencerminkan kapasitas daya angkat dan angkut unit forklift. Kapasitas bucket pada excavator dan wheel loader merujuk pada volume material yang bisa dibawa oleh bucket alat berat tersebut.

konsumsi solar
Forklift 2,5 Ton : 2 liter per jam, Forklift 3,5 Ton : 2,2 liter per jam, Excavator 0,93 M3 : 17 liter per jam, Wheel Loader 1,7 M3 : 15 liter per jam

Dari manakah data standar konsumsi BBM solar alat berat per jam ini didapat sementara disebutkan sebelumnya bahwa tidak ditemukan data standar konsumsi BBM solar alat berat per jam di manual book alat berat dan juga di Google?

Bagaimana cara menghitung standar konsumsi BBM solar alat berat per jam ini?

Jawabannya... baca terus sampai tuntas.... karena data standar konsumsi BBM solar alat berat per jam di atas memang penting tetapi lebih penting lagi mengetahui cara mendapatkan standar konsumsi BBM solar alat berat per jam sehingga tidak hanya 4 unit alat berat saja tetapi semua unit alat berat yang lainnya dapat diperoleh standar konsumsi BBM solar alat berat per jam.

Salah satu syarat dari SILO atau Surat Izin Layak Operasi alat berat bahwa parameter pengukuran jam operasional alat berat harus selalu hidup. Instrumen ini dikenal dengan nama hour meter.

Selain sebagai alat ukur jam operasional alat berat, hour meter memiliki fungsi yang lain :
  • Acuan interval perawatan alat berat preventive dan predictive maintenance contohnya perawatan interval 1000 hour meter, 2000 hour meter dan seterusnya yang setiap interval hour meter terdapat perbedaan cara perawatannya.
  • Standar pencapaian zero accident contohnya tidak terjadi kecelakaan kerja dalam 100000 hour meter alat berat
  • Standar penagihan biaya rental alat berat jika memiliki usaha peyewaan alat berat
  • Masa berlaku garansi yang biasanya setiap brand memberikan servis penggantian spare part gratis sampai 2000 hour meter
  • Pemantauan performance alat berat berdasarkan inspeksi dari maintenance maupun operatornya
  • Standar parameter sofware alat berat baik yang ada di dalam alat beratnya atau di consule / laptop maupun software program tambahan based on IOT (Internet Of Thing). Unit alat berat dimanapun berada dapat dipantau digengaman tangan baik lokasinya, status sedang beroperasi atau tidak, jadwal perawatannya bahkan error yang terjadi pada alat berat tersebut. Contohnya yang dipakai penulis adalah K******, sudah tentu pada unit alat beratnya sendiri sudah terpasang teknologi IOT yang terhubung dengan satelit.
Setiap kali alat berat akan mengisi solar maka operator akan mengikuti SOP pengisisan solar alat berat yang dipegang GA atau warehouse.

Dalam SOP pengisian solar alat berat disebutkan bahwa penanggung jawab solar adalah GA atau warehouse support material yang pada saat pengisian solar alat berat harus dikawal dan dilaporkan oleh security.

Laporan security meliputi data setidaknya:
  • Jenis alat berat: .......
  • Hour meter : .......
  • Volume solar : ......
  • Tanggal dan Jam : ......
  • Operator : .........
Sekarang sudah ada gambaran data antara jumlah solar yang dipakai oleh setiap alat berat dengan hour meternya dan cross check dengan laporan hour meter operator.

Pengolahan data ini dibuat dalam bentuk laporan bulanan pemakaian BBM solar alat berat berikut dengan data hour meternya. Dan setiap bulan akan diketahui berapa jumlah konsumsi BBM solar dibagi dengan jumlah jam operasinya.

Contoh: 1 unit excavator dalam bulan April 2019 beroperasi selama 250 jam. Dalam bulan tersebut jumlah konsumsi BBM solar sebanyak 5000 liter. Maka dapat dihitung rasio konsumsi BBM solar per jam sebanyak 5000 liter dibagi 250 jam atau 20 liter /jam.

Selanjutnya hitung rasio konsumsi BBM solar per jam alat berat ini untuk 5 bulan ke depan sehingga akan diperoleh data:

Rasio konsumsi solar /jam excavator dalam 6 bulan
April 2019 : .....
sampai dengan
September 2019 : ....

Selanjutnya hitung average rasio konsumsi solar dengan cara menjumlahkan semua dan dibagi 6.

Average = (Rasio kunsumsi solar per jam antara April dan September) /6

Average inilah yang akan dijadikan standar konsumsi BBM solar alat berat setiap jam.

Catatan bahwa cara mendapatkan standar konsumsi BBM solar alat berat per jam ini sifatnya dinamis artinya suatu saat akan terjadi perubahan standar terkait performa alat berat yang menurun akibat life time atau penggunaan spare part yang tidak direkomendasikan.

Contohnya: Filter solar untuk excavator yang biasanya dilakukan penggantian setiap 500 hour meter dengan menggunakan filter solar original ternyata diganti dengan merk lain dengan alasan lebih murah.

Elemen utama filter solar terbuat dari bahan sejenis kertas. Filter solar pilihan kedua belum tentu memiliki kualitas bahan yang diperlukan seperti tidak tahan panas atau tekanan berlebihan sehingga suatu saat bisa terjadi kerusakan dan serpihan kertas terbawa dalam aliran solar.

Situasi ini akan membahayakan engine alat berat dan harus segera dilakukan penggantian filter solar sebelum waktunya.

Tidak hanya filter solar yang diganti, solar juga harus dikuras dan tanki solar harus dibersihkan.

Maka terjadi penambahan konsumsi solar dari biasanya yang akan mempengaruhi pada nilai standar konsumsi alat berat per jam. Konsumsi solar akan lebih tinggi dari standar.

Tetapi jika tetap seperti ini dilakukan maka dalam 6 bulan kedepan standar konsumsi solar akan berubah yang tentu standarnya akan lebih tinggi dari 6 bulan sebelumnya.

Bisa juga standar konsumsi solar akan berubah akibat dari pemakaian solar industri yang tidak memenuhi standar kualitas solar industri seperti kandungan sulfur yang berlebihan. Harganya memang lebih murah tetapi volume solar yang dikonsumsi akan lebih banyak disamping akan merusak engine alat berat.

Standar konsumsi BBM solar alat berat per jam perlu direvisi setiap 6 bulan sekali. Tetapi selama mengacu kepada standar konsumsi solar yang ada adalah pemantauan terhadap perbaikan kinerja unit alat berat dan metode perawatan yang digunakan serta cara pemakaian alat berat yang efisien dan efektif oleh operator.

Karena standar konsumsi BBM solar alat berat per jam sering digunakan untuk rujukan cost saving utility.