Mendapatkan Data Beban Energi Listrik Dengan Meter Elektronik AMR

AMR Automatic Meter Reading adalah teknologi otomatis pembacaan meter energi listrik menggunakan software tertentu melalui saluran komunikasi PSTN, GSM, PLC, dan frekwensi radio secara terpusat dan terintegrasi untuk mendapatkan data beban energi listrik real time terus menerus yang hanya bisa dilakukan dengan meter elektronik AMR ini.

Salah satu tujuan penghematan pemakaian energi listrik adalah menggunakan energi listrik hanya pada peralatan sesuai kebutuhan saja. Biaya energi listrik merupakan salah satu faktor penurunan gross profit perusahaan sehingga biaya listrik membengkak menyebabkan margin profit semakin mengecil.

Langkah penghematan energi listrik terutama pada operasional proses bisa ditempuh menggunakan contoh "trik menghemat biaya listrik tanpa menggangu operasi pabrik" pada penjelasan artikel sebelumnya fokus penekanan improvement metode penggunaan efisiensi listrik.

Menyempurnakan metode penghematan energi listrik ini perlu ditunjang peralatan maupun teknologi tertentu sehinga bisa membantu menentukan peralatan apa saja masuk katagori boros listrik dengan cara melihat waktu kejadian lonjakan pemakaian energi listrik terbesar.

Solusinya kita bisa memanfaatkan salah satu fungsi dan manfaat AMR Automatic Meter Reading agar membantu program penghematan biaya listrik ini
data beban energi listrik dengan meter elektronik amr

AMR membaca data berkesinambungan memungkinkan Anda memantau di mana energi listrik terbesar digunakan setiap saat. Data AMR ini terbukti mendorong individu untuk mengatur penggunaan energi listrik misalnya mematikan lampu di malam hari, membatasi penggunaan pemanas dan pendingin ruangan.

Manfaat penting AMR dalam mengatasi susut kWh distribusi PLN

Data hasil pengukuran AMR merupakan data sangat akurat sehingga bermanfaat sekali diterapkan pihak PLN mengatasi masalah susut kWh distribusi listrik.

Susut kWh ditribusi adalah selisih antara kWh yang dibangkitkan dan kWh yang dijual pada suatu sistem distribusi. Selisih kWh ini merupakan energi listrik terbuang selama proses mulai dari pembangkitan sisi sekunder Gardu Induk sampai ke pelanggan.

Susut kWh distribusi disebabkan oleh faktor teknik dan non teknik.

Penyebab susut kWh distribusi karena faktor teknik

Penyebab susut teknik diketahui melalui persamaan susut teknis berikut :

Ploss= I²Rt

Ampere beban dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu besarnya beban itu sendiri dan faktor daya (Cosø) beban. Faktor besarnya beban tergantung pada supplay beban.

Penjelasan pengaruh faktor daya (Cosø) beban :
Arus beban (I) pada persamaan diatas adalah arus beban daya semu meliputi arus beban daya aktif IR dan arus beban daya reaktif IX. Sedang arus reaktif IX merupakan penjumlahan secara vektor antara arus induktif IXL dan arus kapasitif IXC. Sehingga persamaannya berikutnya :

I ² = IR ² + ( IXL - IXC ) ²

Semakin baik Cos ø beban maka arus yang mengalir untuk mensuplay daya aktif akan semakin kecil karena nilai IX akan semakin kecil.

Penyebab susut kWh distribusi karena faktor non teknik

Contoh penyebabnya : pencurian listrik, kesalahan baca meter dan kesalahan alat pengukuran.

Pencurian listrik seperti mencantol langsung sampai dengan menggunakan peralatan khusus. Untuk meminimalisir pencurian listrik ini dilakukan pencegahan secara persuasif melalui pemberitahuan kepada mayarakat mengenai akibat pencurian listrik baik melalui media maupun sosialisasi langsung.

Kesalahan baca meter menyebabkan ketidak sesuaian antara jumlah kWh pelanggan dengan kWh tercatat. Jika yang digunakan ternyata lebih besar dari hasil pencatatan maka selisihnya menjadi susut kWh distribusi. Sudah banyak upaya menganggulangi masalah ini meskipun sampai sekarang belum selesai. Mulai dari pembinaan dan pelatihan SDM sampai penerapan beberapa aplikasi dan metoda baca meter.

Kesalahan alat pengukuran menyebabkan energi listrik terukur berbeda dengan pemakaian energi listrik pelanggan. Hal ini bisa disebabkan oleh kWh meter, wiring, CT/PT dan kesalahan faktor kali. Solusinya bisa merencanakan penggantian kWh secara berkala .

Garis besar manfaat AMR
  1. AMR mencatat pengukuran sangat akurat
  2. Keluhan terhadap kesalahan pencatatan meter berkurang
  3. Pencatatan meter AMR tepat waktu sehingga proses rekening lebih cepat
  4. Memantau setiap saat pemakaian energi listrik oleh pelanggan (pelaksanaan P2TL Penertiban Pengguna Tenaga Listrik)
  5. AMR memberikan informasi kepada pelanggan tentang data pemakaian energi listriknya
Unit AMR mencakup
  1. Perangkat keras (hardware) AMR seperti Meter Elektronik, modem, komputer, server dan media komunikasi
  2. Perangkat lunak (software) AMR seperti meter dan software aplikasi.
Meter Elektronik (ME)
Meter elektronik adalah suatu alat ukur besaran – besaran listrik untuk mengukur energi aktif (Kwh), energi reaktif (kVARh), energi semu (kva) dan besaran – besaran arus (Ampere), tegangan (volt) dan lain – lain termasuk error hasil pengukuran.

Meter elektronik memiliki cpu komponen – komponen elektrolit seperti current tranformator (CT) voltage tranformer (PT), analog to digital converter (ADC), jam dan kalender, special microprosesor unit (SPU) licuid cristal display (LCD) dan switcing power supply.

Modem sebagai penghubung antara saluran komunikasi dan Meter Elektronik / komputer dipasang secara internal atau eksternal. Modem internal terpasang bersama meter elektronik sedangkan Modem eksternal terpasang terpisah.

Komputer dipakai sebagai alat pemrograman dan pembacaan meter elektronik

Saluran komunikasi antar komputer dan meter elektronik berupa telepon PSTN, GSM atau PLC / frekuensi radio

Setiap meter elektronik pada AMR mempunyai softwarenya masing - masing dan bersifat unik hanya dipakai untuk dan oleh meter elektronik bersangkutan. Contoh meter elektronik seperti IIMS (Indigo+), Ezyview (EDMI), Dyno+ (SL7000), MAP120 (ZMD).

Sistem AMR lebih lanjut diterapkan secara integrasi pada billing system. Output data AMR langsung dijadikan input data proses penerbitan rekening tanpa melakukan entry data lagi

Sistem AMR mampu berintegrasi dengan aplikasi web. Output data AMR dimasukan ke website PLN agar diakses oleh masing - masing pelanggan menggunakan nomor ID pelanggan masing - masing.

Metode pengambilan data pembacaan AMR
  1. Dilakukan tanpa melakukan dial up. Pembacaan AMR dilakukan sesuai waktu setingan. Pengambilan data AMR berupa data hasil rekaman pengukuran dan disimpan di memory meter, terdiri dari load profil, historical dan event list
  2. Pembacaan AMR jarak jauh dilakukan melalui dial up (panggilan) data real time dan rekaman hasil pengukuran sebelumnya.
  3. Pembacaan AMR secara real time melihat display AMR
  4. Download data AMR dilakukan secara remote maupun lokal meliputi data load profile, event list dan real time
Proses penerbitan rekening billing pemakaian listrik diperlukan beberapa data berikut:
  1. Data stand meter saat ini
  2. Data stand meter bulan lalu
  3. Pemakaian energi (kwh) LWBP dan WBP selama 1 bulan
  4. Data kVA maksimum dan waktu terjadinya
  5. Pemakaian kVARh selama 1 bulan
Kelemahan AMR

Aplikasi teknologi AMR masih berbasis GSM dan PTSN sehingga melakukan panggilan modem seperti panggilan kepada kartu telepon biasa menyebabkant waktu pemanggilan menjadi kurang efektif karena hanya pemanggilan terhadap 1 modem di 1 waktu.

Beberapa kendala umum jaringan komunikasi GSM maupun PTSN
  • Modem GSM terkadang hang atau tidak merespon
  • Keamanan data kurang terjamin karena siapa saja dapat mengakses
  • Model koneksi poin to poin GSM menyebabkan kesulitan melakukan pemanggilan meter jumlah besar
  • Biaya GSM masih mahal
  • Sinyal GSM belum 100% stabil.
  • Jangkauan jaringan kabel PSTN terbatas

0 Comments