3 Tugas Supervisor Produksi

3 tugas supervisor produksi adalah melakukan fungsi pengawasan tenaga kerja, mesin produksi dan bahan baku agar mendapatkan hasil produksi sesuai target disertai fungsi pengawalan terhadap pelaksanaan metode proses terbaik hasil ketetapan manajemen dan fungsi pencegahan timbulnya reject dan rework.

Supervisor produksi adalah pengawas, pengawal dan pencegah yang bertanggung jawab secara langsung kepada manager produksi atau asisten manager produksi.

Berikut tugas supervisor produksi sesuai fungsinya

A. Tugas supervisor produksi dalam fungsi pengawasan

Meliputi tugas pengawasan tenaga kerja, mesin produksi dan bahan baku (bahan baku utama dan bahan baku pendukung). Berikut perincian pelaksanaan tugas supervisor produksi dalam fungsi pengawasan.

A1. Tenaga kerja:
  1. Breafing awal kerja berdurasi 10 menit sekaligus mengetahui jumlah ketidak hadiran karyawan. Materi briefing terutama mengenai rencana kerja hari ini, evaluasi kerja sebelumnya dan briefing untuk membangkitkan semangat memulai kerja.
  2. Mengawasi aktivitas setiap karyawan tetap produktif sampai akhir kerja.
  3. Membuat alokasi tenaga kerja pada area yang mengalami kemacetan proses atau karena mesin produksi sedang rusak.
A2. Mesin produksi
  1. Tugas supervisor produksi memastikan sebelum mulai pekerjaan dan sebelum mulai briefing awal kerja bahwa mesin produksi dalam kondisi siap dan sudah dipanaskan (jika terdapat sistem pemana di mesin) berikut seting parameter produksi untuk barang proses sudah sesuai serta memastikan utility tidak terdapat masalah seperti angin kompresor, listrik dan air dari cooling tower.
  2. Mengawasi dan memberi contoh pelaksanaan autonomous maintenance
  3. Ketika mesin produksi mengalami kerusakan sampai berhenti beroperasi atau terdapat kinerja mesin produksi dibawah standar maka tugas supervisor produksi untuk segera meminta perbaikan maintenance agar mesin produksi tersebut kembali beroperasi atau membuat alternatif penggunaan mesin produksi lainnya jika tersedia.
A3. Bahan baku
  1. Mengawasi ketersediaan bahan baku utama dan bahan baku pendukung telah tersedia sebelum pekerjaan dimulai. Agar tidak terjadi masalah stock bahan baku kososng saat awal kerja maka sehari sebelumnya harus sudah disiapkan bahan baku sesuai order proses hari ini.
  2. Tugas supervisor produksi agar bahan baku sudah memenuhi jumlah dan standar kualitasnya baik diketahui dari hasil QC incoming material report maupun melakukan uji standar kualitas pada setiap batcth secara sampling.
B. Tugas supervisor produksi dalam fungsi pengawalan pelaksanaan metode proses terbaik

Metode proses terbaik hasil ketetapan manajemen bertujuan mendapatkan produktivitas tinggi, efektif dan efisien dan pengawalan pelaksanaan metode proses terbaik ini menjadi tugas supervisor produksi.

Metode ini berkaitan dengan sistem improvement terakhir atau dianggap terbaik yang digunakan seperti lean manufacturing berikut penerapan sistem provement lainnya

Tetapi sebagus apa pun metode jika tidak dijalankan secara benar oleh karyawan karena menurunnya motivasi kerja maka metode terbaik tersebut menjadi biasa saja.

Tugas supervisor produksi mengawal metode terbaik ini terlaksana, salah satu caranya dengan tetap menjaga motivasi kerja karyawan. Untuk itu seorang supervisor produksi wajib mengetahui terlebih dulu penyebab menurunnya motivasi kerja bawahannya.

C. Tugas supervisor produksi dalam fungsi pencegahan timbulnya reject dan rework

Penyebab terjadinya reject karena faktor 6M adalah:
  1. Bahan baku utama dan bahan baku pendukung dibawah standar kualitas
  2. Mesin produksi tidak normal
  3. Operator salah seting
  4. Pengukuran tidak akurat
  5. Metode kerja kurang sesuai
  6. Faktor lingkungan
Tugas supervisor produksi untuk lebih peka terhadap munculnya reject selama proses produksi melalui upaya pencegahan penyebab reject tersebut diantaranya:
  1. Memastikan sample pertama (First Living Sample) awal proses sudah memenuhi standar kualitas dan opertator akan melanjutkan ke proses masal setelah sample pertama tersebut disetujui supervisor.
  2. Secara acak mengambil contoh barang jadi maupun WIP untuk di cek kualitasnya
  3. Kontrol form monitoring harus diisi operator mesin setiap 2 jam
Termasuk rework akibat adanya fail oleh QC outgoing material maupun eksternal fail. Jika memungkinkan, pada barang NG dicoba dilakukan perbaikan (servis) untuk memperkecil jumlah rework.
Umar Al Rosid
Jika artikel ini bermanfaat, bantu share ya di link share dibawah ini supaya kita mendapatkan manfaat bersama