Petunjuk Pelaksanaan 6S Yang Mudah Dijalankan

Tujuan pembuatan petunjuk pelaksanaan 6S yang mudah dijalankan di tempat kerja adalah sebagai pedoman pelaksanaan 6S secara lebih terperinci tetapi disederhanakan dan instan ditengah pandemi agar dipahami sangat mudah sehingga dapat dijalankan segera tanpa keraguan dan penuh semangat karena sudah tertuang hal apa saja tindakan pelaksanaannya dalam rangka mencapai kondisi lingkungan kerja produktif, efektif dan efisien disamping waste tereliminasi disertai penerapan prosedur K3.

Ruang lingkup petunjuk pelaksanaan 6S di tempat kerja yaitu pelaksanaan nyata di setiap unit kerja berdasarkan pemahaman tentang Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke dan Senshu / Shigoto atau Sort, Set in order, Shine, Standardize, Sustain dan Safety maupun pemahaman tentang Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin dan K3.

Contoh Petunjuk Pelaksanaan 6S
  1. Tidak ada sampah dan barang tidak diperlukan di area kerja (seiri).
  2. Bahan proses tersusun sesuai alur proses diletakan pada posisi tertentu dan diberikan identitas jika barang ditaruh dalam bak (seiton). Termasuk identitas batch / lot bahan baku maupun WIP.
  3. Tidak ada debu, kotoran dan sisa pecahan palet kayu menempel pada peralatan, mesin, meja kerja dan lantai. Pelaksanaan poin 3 ini akan ditetapkan melalui jadwal piket oleh perwakilan setiap unit kerja. Waktu piket 3 kali sehari yaitu awal kerja, sebelum istirahat siang dan sebelum pulang kerja berdurasi setiap waktu piket 10 menit berlaku shift maupun non shift dan sudah termasuk waktu pembuangan sampah (seiso).
  4. Peralatan tersusun pada tempat tertentu dan diberikan identitas (seiketsu).
  5. Selama bekerja mematuhi etika bekerja diantaranya tidak bercanda, fokus dan antusias mendapatkan hasil produktivitas sesuai target (shitsuke).
  6. Setiap karyawan wajib mengenakan APD masker, wearpack dan Face Shield saat mulai memasuki area kerja sampai keluar area kerja oleh karena waktu kerja telah berakhir kecuali jam istirahat siang wearpack dan face shield wajib di lepas kecuali penggunaan masker dari keberangkatan di rumah sampai tiba kembali di rumah kecuali dilepas sesaat ketika makan siang (safety).
Ini hanyalah contoh petunjuk pelaksanaan 6S yang diterapkan di unit kerja produksi saat ini di tengah pandemi dan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan tetapi tetap berpedoman pemahaman setiap S dari 6S.

6S dilaksanakan oleh seluruh karyawan perusahaan atas dukungan top manajemen.

Selama menjalankan pekerjaan termasuk pelaksanaan 6S setiap karyawan wajib mengenakan APD diantaranya masker, wearpack dan face shield serta wajib menjaga jarak (physical distancing).

Apa yang terjadi dengan penerapan 5R sebagai budaya kerja yang sudah diterapkan sebelum munculnya 6S ini?

Penerapan 5R sebagai budaya kerja tetap berjalan sesuai program tidak tergantikan oleh pelaksanaan 6S karena 6S = 5S (5R) + Safety. Pelaksanaan 6S hanya mengambil sebagian inti yang dianggap mudah dan cepat untuk dilaksanakan.

Jika belum ada penerapa 5R, pilih mana antara contoh penerapan 6S ini atau penerapan 5R sebagai budaya kerja?

Tergantung tujuannya, apakah mau secara lengkap seperti penerapan 5R tetapi jangka panjang atau instan seperti contoh pelaksanaan 6S ini.

Sebenarnya bisa saja program penerapan 5R diganti oleh penerapan 6S sebagai budaya kerja secara komplit dan bertahap karena tujuannya sama - sama improvement.

Jadwal piket kebersihan

Jadwal piket kebersihan diperlukan sebagai salah satu perwujudan pelaksanaan 6S pada contoh petunjuk pelaksanaan 6S poin 3 di atas. Alat kebersihan cukup menggunakan sapu, pengki, kain lap dan tempat sampah.

petunjuk pelaksanaan 6S

Pelaksanaan 6S merupakan kesadaran sendiri tanpa diperintahkan setiap saat sehingga PIC piket akan secara otomatis bergiliran melaksanakan piket tanpa diperintahkan atasan bersangkutan dan tanpa mengganggu proses yang sedang berlangsung.

Bagaimana tidak mengganggu proses sedangkan bersih - bersih saja menghilangkan time base 10 menit setiap kali?

Triknya seperti berikut:
  • Unit kerja mesin maka time basenya pastinya time base mesin. Saat awal kerja, akan istirahat dan akan pulang kerja mesin biasanya masih proses start up, seting dan shutdown dan saat tersebut hanya 1 orang pelaksana piket dari sekian operator.
  • Unit kerja manual time basenya tentunya time base manual, ketika 1 orang melaksanakan piket maka rekannya menggantikan posisinya jika terjadi penumpukan atau leader team turun tangan menggantikan pekerjaan pelaksana piket.
Intinya bahwa pelaksanaan 6S ini sangat sederhana, bukan rumit dan jangan dibuat menjadi rumit.

Kontrol Manajemen

Walaupun pelaksanaan 6S ini berjalan otomatis, manajemen tetap melakukan kontrol melalui pemeriksaan keliling secara acak dan bila ditemukan area kurang bersih atau kurang rapi maupun ditemukan pelanggaran karyawan karena tidak memakai APD bisa langsung mengambil gambar area maupun karyawan bersangkutan dan di share di group chatting.

Kontrol manajemen merupakan bentuk perhatian manajemen dan dukungan serius atas hasil pelaksanaan 6S karena poin petunjuk pelaksanaan 6S ini dirumuskan dan diterbitkan oleh manajemen.

Team leader, supervisor maupun atasannya lagi segera menindak lanjuti semua temuan manajemen tersebut.

0 Comments