Contoh Menjalani Wawancara Kerja

Contoh menjalani suatu wawancara kerja bagi para pencari kerja mulai dari persiapan beberapa hari sampai persiapan 1 hari sebelumnya, bagaimana ketika tiba dilokasi perusahaan, bagaimana menjalani proses wawancara agar sukses, bagaimana metode menjawab pertanyaan terstruktur agar memberikan jawaban terbaik pertanyaan interviewer dan apa tindak lanjut setelah wawancara kerja selesai.

Wawancara kerja bagi pelamar kerja adalah proses lamaran pekerjaan dengan menunjukan kemampuan sebenarnya berdasarkan isi CV serta mengetahui detil pekerjaan guna memastikan apakah pekerjaan dan perusahaan tersebut sesuai harapan.

Wawancara kerja bagi perusahaan adalah proses penerimaan karyawan baru karena karyawan merupakan investasi sehingga akan diketahui apakah kandidat sesuai ekspektasi dan budaya perusahaan.

Pelamar kerja wajib mempersiapkan semua dokumen lamaran kerja secara softcopy sebagai lampiran melamar kerja secara online melalui platform lowongan kerja online seperti jobstreet dan dalam bentuk hardcopy sebagai lampiran melamar kerja offline seperti lowongan kerja di surat kabar dan walk in interview.

baca juga: 5 Dokumen Ini Wajib Disiapkan Untuk Melamar Pekerjaan

Walk in interview adalah wawancara kerja mengisi posisi banyak orang dalam waktu cepat tanpa ada proses perjanjian waktu. Tips aman menjalani walk in interview adalah pastikan kembali waktu dan tempat wawancara kerja, pastikan kredibilitas perusahaan dan pastikan tanpa dipungut biaya.

Kontak Pertama

Pelamar kerja akan dihubungi melalui telepon saja atau telepon berikut email oleh salah satu perusahaan dan memberitahukan jadwal wawancara kerja dalam beberapa hari ke depan sejak tanggal pemberitahuan.

Sering terjadi saat dihubungi pertama kali ini adalah sekaligus bentuk screening awal wawancara kerja jarak jauh dan bisa saja meminta menggunakan video call. Cara menghadapi screening mendadak ini adalah:
  • Serius seperti halnya wawancara kerja tatap muka.
  • Pilih tempat nyaman dan tenang dan pastikan koneksi internet berjalan baik.
  • Berpakaian rapi saat video call tetapi jika belum sempat merapikan diri maka minta izin sebentar mempersiapkan penampilan.
  • Fokus pada 1 layar saat video call.
  • Berikan jawaban jelas, ringkas dan artikulasi baik.
Persiapan beberapa hari menjelang wawancara kerja:
  1. Riset perusahaan
  2. Latihan wawancara kerja
  3. Menyiapkan pertanyaan balik
  4. Perencanaan perjalanan
1. Riset perusahaan

Mencari informasi perusahaan secara spesifik seperti bentuk perusahaan, bagaimana perusahaan berdiri, produk dan kompetitor sebagai bentuk ketertarikan pada perusahaan serta mencari informasi siapa saja interviewernya.

2. Latihan wawancara kerja

Berlatih cara menjawab beberapa kemungkinan pertanyaan interviewer sekaligus merekam jawabannya sebagai evaluasi.

baca juga: Contoh Pertanyaan Berikut Jawaban Antara Perekrut dan Pelamar Kerja

3. Menyiapkan pertanyaan balik

Pertanyaan balik saat wawancara kerja sebagai evaluasi terhadap perusahaan dan sebagai bukti ketertarikan terhadap perusahaan. Ambil contoh pertanyaan seputar kultur perusahaan, kriteria kandidat perusahaan tersebut dan target perusahaan

4. Perencanaan perjalanan

Terlambat wawancara kerja akan memberikan kesan kurang baik sehingga buat rencana perjalanan menuju lokasi agar datang tepat waktu dan bila perlu melakukan simulasi melakukan perjalanan menuju lokasi di hari sebelumnya memastikan perjalanan sesuai rencana. Perjalanan menuju lokasi bisa juga menggunakan jasa transportasi Gojek atau Grab sehingga lebih banyak fokus tidak terganggu akibat suasana perjalanan.

Persiapan 1 hari menjelang wawancara kerja:
  1. Tidur cukup karena kurang tidur menyebabkan kurang fokus dan kurang siap.
  2. Tetap tenang dan hindari persiapan berlebihan karena akan membuat over thinking
  3. Siapkan hardcopy CV dan dokumen lainnya walaupun interviewer tidak memintanya
  4. Persiapkan pakaian layak wawancara kerja
Wawancara kerja:
  • Datang minimal 15 menit lebih awal.
  • Proses penilaian dimulai saat memasuki lokasi wawancara sehingga pastikan tidak melakukan kesibukan diluar kepentingan wawancara serta matikan handphone
  • Pergi ke toilet sebelum masuk ruangan wawancara dan pastikan penampilan sudah rapi
  • Berikan kesan 90 detik pertama dengan menyapa lebih dulu interviewer secara profesional diikuti menjabat tangan serta tunggu sampai dipersilakan duduk
Biasanya perusahaan akan menghubungi semua kandidat untuk hadir mengikuti proses seleksi penerimaan karyawan baru dan akan dilakukan absensi serta pemberitahuan secara umum tata cara proses wawancara kerja ini disamping pengisian formulir data diri para kandidat.

contoh menjalani wawancara kerja

Setelah proses melengkapi data diri, dilanjutkan psikotes sebelum mulai wawancara kerja. Terdapat banyak jenis psikotes lamaran kerja diantaranya DISC, logika aritmatika, wartegg, analog verbal, DAM, EPPS, kraeplien atau pauli, AAI, spasial, personal preference schedule, baum dan HTP. Contohnya DISC psikotes, tes ini dilakukan untuk mengetahui kepribadian pelamar kerja agar mendapatkan kepribadian sesuai ekspektasi dan kultur perusahaan.

baca juga: Mengetahui Kepribadian Dominance Influence Steadiness Compliance dalam DISC Psikotes

Berikutnya masuk acara inti yaitu proses wawancara kerja dengan HR perusahaan, user dan manajemen / direksi / owner. Terdapat 2 metode wawancara kerja yaitu:
  1. Wawancara kerja individu secara bertahap
  2. Wawancara kerja berkelompok
1. Wawancara kerja individu secara bertahap

HR perusahaan akan memvalidasi CV, data diri dan hasil psikotes dalam bentuk interview pendahuluan (interview tahap 1) sebelum wawancara kerja berikutnya dengan user (interview tahap 2) dan manajemen (interview tahap 3). Metode ini dilakukan jika user dan manajemen belum memiliki waktu luang bersamaan karena kesibukan kerja sehingga perlu penjadwalan ulang wawancara kerja pada hari berbeda.

Metode wawancara kerja individu secara bertahap ini paling sering digunakan perusahaan karena dapat dilakukan seleksi kandidat lolos tahapan wawancara berikutnya. Selain itu penilaian terhadap kandidat akan lebih fokus karena jumlah kandidat semakin mengerucut. Pelamar kerja harus berjuang sehingga bisa sukses di setiap tahapan interview ini.

baca juga: Sukses Interview Tahap 1 Dengan HR dalam Proses Melamar Pekerjaan

2. Wawancara kerja berkelompok

Wawancara kerja berkelompok bertujuan untuk melihat kandidat tersebut dapat berinteraksi dengan orang lain. Wawancara kerja kelompok meliputi:
  • Wawancara kerja panel yaitu beberapa interviewer untuk 1 kandidat. Kunci sukses wawancara kerja panel adalah berikan perhatian merata terhadap semua panelis, berikan jawaban terstruktur dan berikan pertanyaan balik kepada setiap panelis.
  • Wawancara kerja bersama yaitu 1 interviewer mewawancarai beberapa kandidat secara bersamaan. Kunci sukses wawancara kerja bersama adalah jangan merasa terintimidasi oleh kandidat lain, lakukan riset tentang interviewer dan kandidat lain, siapkan beberapa pertanyaan balik, jangan mendominasi pembicaraan dan jadikan jawaban dari kandidat lain untuk memperkuat jawaban sendiri.
Cara menjawab pertanyaan interviewer ketika wawancara kerja
  1. Klarifikasi pertanyaan jika pertanyaan kurang dipahami
  2. Jujur
  3. Gunakan sudut pandang interviewer untuk menjawab pertanyaan yaitu tidak menggunakan istilah terlalu teknis
  4. Hindari topik tidak perlu
  5. Gunakan bahasa jelas dan padat
  6. Minta feedback
  7. Fokuskan jawaban pada kualifikasi dan ekspektasi perusahaan
Cara membuat jawaban pertanyaan interviewer ketika wawancara kerja

Gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) ketika membuat jawaban pertanyaan interviewer mengenai studi kasus atau perilaku agar kalimat jawaban menjadi terstruktur:
  • Situation yaitu mendeskripsikan situasi pencapaian pekerjaan secara spesifik dan detil di tempat sebelumnya
  • Task yaitu mendeskripsikan tujuan yang ingin dicapai untuk mengubah situasi pada pekerjaan sebelumnya
  • Action yaitu mendeskripsikan secara spesifik langkah untuk menyelesaikan situasi masalah pada pekerjaan sebelumnya
  • Result yaitu mendeskripsikan hasil dari aksi sebelumnya.
Contoh jawaban pertanyaan interviewer menggunakan metode STAR tentang "bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi dalam pekerjaan Anda?"

Situation:
Saya bekerja sebagai production manager. Saya bertanggung jawab memastikan agar target output produksi tercapai sesuai schedule PPIC. Salah satunya dengan memastikan proses produksi tidak mengalami hambatan dari faktor man, machine, material, methode, measuruments dan mother nature. Sayangnya, pada tahun sebelumnya target kami tidak tercapai karena sekitar 15% dari output produksi menurun dari target sedangkan kapasitas produksi konstan sehingga pada annual report disampaikan penurunan gross profit dan kerugian menutupi biaya produksi.

baca juga: Mengukur Target dan Kapasitas Produksi

Task:
GM meminta mengembalikan output produksi ke posisi semula bahkan melebihinya agar terdapat pertumbuhan bisnis perusahaan. Saya diminta oleh GM saya untuk menghasilkan ide-ide baru yang bisa mengatasi permasalahan produksi mengembalikan kondisi perusahaan seperti sebelumnya, yaitu menaikan 15% output ini bahkan melebihinya terutama dalam masalah faktor 6M di proses produksi

baca juga: Analisa 6M untuk Mengatasi Permasalahan Dalam Proses Produksi

Action:
  1. Identifikasi masalah utama
  2. Mencari akar penyebab.
  3. Menentukan akar penyebab utama.
  4. Tindakan korektif akar penyebab lainnya
  5. Standarisasi
Dari tindakan - tindakan tersebut saya melihat bahwa terdapat potensi perbaikan utama dari sisi man power. Saya menghitung time base manual dari man power tidak mampu mengimbangi time base proses produksi secara keseluruhan sesuai yang telah ditetapkan maupun distandarkan dalam pencapaian output produksi.

Selanjutnya saya membuat standar cycle time ulang pada setiap lini prosuksi dan membuat beberapa improvement agar cyce time mampu mengimbangi target produksi. Berberapa improvement cycle time ini adalah abcd.......

baca juga: Analisa Cyce Time Untuk Meningkatkan Target Produksi

Result:
Dari apa yang telah saya dan tim saya lakukan, kami tidak hanya mencapai target mengembalikan 15% output tersebut. Tetapi saya juga bisa menghasilkan 10% output baru sehingga gross profit merusahaan meningkat. Selain itu, karena beberapa coaching yang saya lakukan ke bawah menyebabkan produktivitas stabil karena produktivitas sudah menjadi tanggung jawab bersama

baca juga: Cara Menghitung Gross Profit Agar Tahu Berapa Untung Perusahaan Anda

Berikut daftar pertanyaan umum saat wawancara kerja:
  1. Ceritakan tentang diri Anda!
  2. Apakah Anda memiliki pengalaman organisasi dan tanggung jawab apa yang dipegang?
  3. Bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi dalam pekerjaan Anda?
  4. Ceritakan pengalaman paling membuat Anda bangga.
  5. Gambaran diri Anda di masa depan.
  6. Bagaimana hubungan Anda dengan rekan kerja atau atasan sebelumnya?
  7. Apakah memiliki pengalaman memimpin?
  8. Apa yang diketahui tentang posisi ini?
  9. Kenapa perusahaan harus memilih Anda?
  10. Mengapa resign dari pekerjaan sebelumnya?
  11. Mengapa tertarik dengan perusahaan ini?
  12. Berapa gaji yang diharapkan?
  13. Apa kelemahan terbesar Anda?
  14. Apa kelebihan terbesar Anda?
  15. Dari mana mengetahui tentang lowongan ini?
  16. Kenapa menginginkan posisi ini?
  17. Ceritakan pekerjaan impian Anda.
  18. Adakah hobi atau kegiatan lain di luar pekerjaan?
  19. Menurut Anda, apa tiga kesamaan para pekerja terbaik?
  20. Ceritakan tentang keputusan terbesar yang Anda ambil dalam enam bulan terakhir
Beberapa pertanyaan ini sebaiknya tidak perlu ditanyakan saat wawancara kerja
  • Negosiasi gaji kecuali setelah diberikan penawaran kerja
  • Mengajukan pertanyaan tentang niat untuk tidak disiplin contohnya "apakah boleh datang telat ke tempat kerja?"
  • Mengajukan pertanyaan yang menunjukan kurang riset contohnya "siapa kompetitor perusahaan ini?"
  • Mengajukan pertanyaan konfrontasi contohnya "kenapa perusahaan ini memberhentikan banyak karyawan tahun lalu?"
Beberapa kesalahan saat wawancara kerja:
  • Tidak memiliki pengetahuan cukup karena kurang riset tentang perusahaan atau interviewer
  • Tidak melakukan kontak mata kepada interviewer sebagai tanda kurang percaya diri
  • Nada bicara terkesan offensive atau defensive
  • Terlalu banyak mencari alasan atas kejadian di masa lalu
  • Tampak lemas
  • Berbohong
Tindakan setelah selesai menjalani wawancara kerja

Dengan penuh perjuangan akhirnya selesai sudah wawancara kerja ini dan jangan sampai ketinggalan mengucapkan terima kasih kepada interviewer.

Lakukan follow up wawancara kerja dengan menanyakan hasilnya setelah sekitar seminggu sejak hari wawancara kerja ini dengan bertanya hasilnya kepada interviewer. Pastikan ketika menghubungi interviewer tersebut pada waktu tepat, tanpa berlebihan dalam bertanya, jangan terlalu sering dan tetap menjaga kesopanan.

Ketika menerima surat penawaran kerja maka jika diperlukan melakukan negosiasi gaji atau tangal bergabung jika dirasa bahwa hal itu belum sesuai keinginan. Ketika akan menolak penawaran kerja mungkin sudah terlebih dulu mendapatkan pekerjaan di perusahaan lainnya maka sampaikan penolakan tersebut secara sopan disertai ucapan terima kasih

Ketika menerima surat penolakan kerja, tetaplah tenang dan selalu semangat mendapatkan pekerjaan di tempat lainnya.

0 Comments

Posting Komentar

Admin akan berupaya membalas setiap komentar Anda kecuali dari Anonim akan dibalas berdasarkan pertimbangan tertentu. Terima kasih