Cara Mengatasi Rework Agar Tidak Terjadi Pengulangan Reject

Sering terjadi produk finish goods dibongkar kembali karena terdapat reject hasil inspeksi QC internal maupun QC pihak pelanggan dan dilakukan rework agar finish goods tersebut benar-benar bebas reject.

Rework adalah pekerjaan ulang untuk melakukan inspeksi dan perbaikan terhadap barang jadi. Rework ini sangat merugikan produktivitas karena akan menyebabkan kehilangan waktu proses, kehilangan time base, pembengkakan biaya dan menurunkan kredibilitas di mata pelanggan.

cara mengatasi rework agar tidak terjadi pengulangan reject

Cara mengatasi rework hasil temuan QC internal

QC internal melakukan prosedur inspeksi sampling finish goods setiap batch atau lot sebelum dikirim ke gudang finish goods.

Penentuan sampling dan kriteria reject dapat mengacu AQL (Acceptable Quality Level) salah satu standar berikut:
  • ANSI/ASQ
  • ASTM
  • MIL-STD
  • ISO 2859-1
  • ISO 3951-1
Gunakan salah satu standar AQL sehingga produsen dan pelanggan memiliki kesamaan prinsip penentuan kualitas dan batasan toleransi.

Tetapi jika pelanggan menghendaki zero tolerance karena pertimbangan barang kritikal maka standar AQL di atas belum bisa dipakai sementara waktu.

Sebagai gantinya dan atas dasar kesepakatan bersama dengan pelanggan maka penentuan sampling setiap batch harus ditentukan berapa jumlah inspeksi setiap batch.

Misalnya ditentukan jumlah sampling adalah 1% dari jumlah satuan di batch tersebut dimana setelah inspeksi harus dinyatakan bahwa 1% tersebut tanpa reject satu pun dan tanpa kriteria reject ringan atau reject besar.

Jumlah sampling sebesar 1% ini sifatnya dinamis. Ini tergantung dari negosiasi ke pelanggan sesuai jumlah satuan setiap batch.

QC internal melaporkan temuan produk reject saat inspeksi sampling kepada atasannya dan dapat memberitahukan temuan reject ini kepada manajemen melalui jejaring sosial grup manajemen seperti grup WA, Telegram dan lainnya.

Pemberitahuan di jejaring sosial ini atas sepersetujuan atasan QC internalnya, bertujuan mempercepat penyampaian informasi kepada semua kepentingan supaya segera bertindak.

Tetapi rework belum boleh dijalankan sebelum semua yang berkepentingan menanda-tangani form rework QC mengingat akibat dari adanya rewok ini dapat menyebabkan reject lainnya jika penanganan rework kurang tepat.

Untuk itu, produksi terlebih dulu mendeskripsikan flow kerja rework dalam form rewok dan dianalisa oleh semua pihak berkepentingan apakah flow cara mengatasi rework ini sudah sesuai dan tidak berdampak timbulnya reject lainnya.

Selain deskripsi flow cara mengatasi rework, produksi wajib menciptakan suatu metode agar reject tidak terjadi lagi serta bagaimana tindakan perbaikan pada reject temuan saat ini.
Contohnya reject karena adanya bagian komponen produk berpindah posisi ketika melewati suatu proses. Metode perbaikannya adalah membuat penahan agar bagian komponen tersebut tetap pada posisi dan memberikan pelatihan kualitas untuk memperbesar kesadaran operator menyangkut pentingnya menjaga kualitas.

Setelah form rework disetujui bersama, selanjutnya bisa eksekusi rework.

Jika belum ada form rework dari QC maka sebaiknya buat terlebih dulu sebagai bagian dari rekaman mutu QC dengan format disesuaikan kebutuhan tetapi setidaknya mencantumkan beberapa poin disebutkan di atas.

Jumlah rework adalah 100% dari batch atau seluruh kuantiti di batch.

Pada situasi tertentu, jumlah rework selain 1 batch yang ditemukan adanya reject, masih ditambah lagi dengan 2 batch lainnya yaitu 1 batch sebelumnya dan 1 batch setelahnya. Ini kembali kepada kesepakatan dengan pelanggan.

Produksi menentukan personel dan jumlahnya untuk melaksanakan rework diawasi oleh bagian QC. Produksi harus menyediakan tool atau alat pengukur parameter atau membuat jig / mal untuk memastikan standar kualitas karena inspeksi rework tidak bisa dilakukan hanya secara visual dan perasaan operator.

Kumpulkan temuan produk reject terlebih dulu agar bisa dilakukan analisa secara global dan apakah produk reject tersebut masih dapat diperbaiki atau harus diganti baru.

Setelah rework selesai, produksi membuat laporan kerja rework form rework yang sama.

Isi laporan rework produksi setidaknya meliputi:
  • Jumlah rework
  • Jumlah akhir produk defect dalam 1 batch
  • Jumlah scrap / NG (produk tidak bisa diperbaiki)
  • Jumlah pelaksana rework
  • Durasi rework
Pada bagian akhir, QC melakukan input rework berdasarkan data form rework sebagai arsip dan history rework.

Cara mengatasi rework hasil temuan QC pelanggan

Ketika reject ditemukan oleh QC pelanggan akan menjadi pertaruhan besar kepercayaan pelanggan terhadap kelangsungan produksi barang dan ini harus ditindak lanjuti dengan tepat dan cepat.

Top manajemen terlebih dulu memberikan janji kepada pelanggan untuk memberikan jaminan bahwa tidak akan ada reject serupa di kemudian hari.

Segera analisa sebab akibat terjadinya reject. Buat simulasi kejadian reject menggunakan sample produk sehingga jelas penyebabnya dan diketahui perbaikannnya berikut pencegahannya agar tidak terulang.

Semua simulasi tersebut didokumentasikan dan diinformasikan ke pelanggan.

Selanjutnya lakukan prosedur rework dengan cara mengatasi rework seperti dijelaskan di atas.

Batch yang di rework adalah yang mendekati dengan serial batch reject di pelanggan. Apabila serial batch terlalu jauh, bisa diajukan pertanyaan ke pelangganan mengenai batch mana yang ingin di rework.
Umar Al Rosid
Jika artikel ini bermanfaat, bantu share ya di link share dibawah ini supaya kita mendapatkan manfaat bersama