5 Fase APQP Menuju Customer Satisfaction

Ketika mendengar keluhan pelanggan tentang ketidakpuasan pada produk, metode manakah yang dipilih untuk menyelesaikannya?

Disini kami sarankan untuk penyelesaiannya menggunakan metode APQP (Advanced Product Quality Planning ).
APQP menjadi media komunikasi antara pihak – pihak yang terlibat dalam penjaminan mutu serta penyelesaian masalah secara tepat waktu karena APQP akan menterjemahkan suara pelanggan menjadi sebuah persyaratan, spesifikasi teknis dan karakteristik khusus.

Pertanyaannya, bagaimana membuat set goals APQP ini yang dapat memenuhi keinginan pelanggan?

Yang harus diketahui bahwa bentuk hasil akhir (goals) APQP hanya 3 poin yaitu:
  • Customer Satisfaction
  • Reduced Variation
  • Delivery and Service
Tetapi untuk mendapatkan 3 poin tersebut, pelaksanaan APQP harus menempuh 5 fase secara berurutan dengan setiap fase akan memerlukan suatu metode dan tools tertentu.

5 Fase metode APQP meliputi:
  1. Perencanaan dan Penentuan Program
  2. Desain dan Pengembangan Produk
  3. Desain dan Pengembangan Proses
  4. Validasi Produk dan Proses
  5. Penilaian Umpan Balik dan Tidakan Korektif
Fase 1. Perencanaan dan Penentuan Program

Menterjemahkan keinginan pelanggan menjadi sebuah persyaratan, spesifikasi teknis dan karakteristik khusus.

Rencanakan sumber daya, proses dan asumsi pembuatan produk serta buat karakteristik khusus awal dan tujuan desain berikut menetapkan keandalan.

Beberapa poin yang menjadi input pada fase 1 adalah vice of the customer, business plan, marketing strategy, product/process benchmark data, product/process assumption, product reliability studies, customer inputs.

Dan output yang diperoleh dari fase 1 adalah design goals, reliability and quality goals, preliminary bill of material, preliminary process flow chart, preliminary listing of special product and process characteristics, product assurance plan, management support.

Fase 2. Desain dan Pengembangan Produk

Membuat tinjauan desain formal dengan fokus pada desain dan pengembangan produk yang mencakup aspek dimensi, fitur desain, detail, toleransi dan penyempurnaan karakteristik khusus yang dilanjutkan dengan verifikasi prototype.

Input fase 2 adalah output fase 1.

Sedangkan output dari fase 2 adalah DFMEA, feasibility study and management support, design of manufacturability and assembly, tooling and facilities requirements, design verification, design review, prototype build control plan, engineering drawing with math data, engineering specifications, material specifications, new equipment, Special Product and Process Characteristics, Gages/Testing Equipment Requirements.

Fase 3. Desain dan Pengembangan Proses

Di fase 3 desain dan pengembangan proses lebih mengarah pada eksplorasi teknik pembuatan dan metode pengukuran untuk mewujudkan visi perancang desain.

Output dari fase 2 secara otomatis akan menjadi input bagi fase 3 pada desain dan pengembangan proses.

Output fase 3 meliputi MSA Plan, Pre-Launch Control Plan termasuk Error Proofing Devices), Packaging Standards and Specifications, Initial Process Study Requirements Plan, Product/Process Quality System Review, Process Flow Chart, Floor Plan Layout, Characteristics Matrix, PFMEA, Process Instructions, Management Support.

Fase 4. Validasi Produk dan Proses

Di fase ini, APQP berfokus pada validasi kualitas proses dan kemampuan volume produksi.

Output yang didapat dari fase 3 otomatis menjadi input bagi fase 4

Hasil yang didapatkan dari fase 4 berupa Significant Production Run, Measurement System Analysis, Preliminary Process Capability Study, Production Part Approval, Production Validation Testing, Packaging Evaluation, Production Control Plan, Quality Planning Sign-Off and Management Support.

Fase 5. Penilaian Umpan Balik dan Tindakan Korektif

Ini adalah fase terakhir APQP yang akan melahirkan set goals APQP dengan target zero defect

Input fase 5 merupakan output fase 4 sebelumnya.

Hasil yang didapatkan dari fase 5 ini adalah goal set APQP yang telah disebutkan di awal yaitu Reduced Variation, Customer Satisfaction dan Delivery and Service.

Implementasi fase – fase APQP mengikuti rangkaian urutannya, tidak dibenarkan potong kompas agar tercapai goals APQP sesuai harapan pelanggan.
Umar Al Rosid
Jika artikel ini bermanfaat, bantu share ya di link share dibawah ini supaya kita mendapatkan manfaat bersama
Terbaru Lebih lama