Menggunakan Scrum Sebagai Cara Ampuh Mengatasi Permasalahan Kompleks

Bagaimana cara menggunakan scrum sebagai cara ampuh mengatasi permasalahan kompleks mulai dari teori tentang scrum sampai implementasinya dalam bentuk menjalankan kegiatan scrum (scrum events) yang dilakukan oleh scrum team.

Mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan scrum? mengapa menggunakan scrum? kapan scrum digunakan? apakah yang dimaksud dengan permasalahan kompleks?

Scrum adalah suatu kerangka kerja untuk mengatasi permasalahan kompleks adaptif bertujuan meningkatkan kualitas produk serta meningkatkan kinerja tim dan organisasi. Scrum bukan sebuah proses, teknik maupun metodologi karena scrum hanyalah sebuah kerangka kerja tempat berbagai macam proses maupun teknik di dalamnya (scrum guide).

Kata scrum digunakan para pemain rugby agar bersatu maju ke depan dan ini menjadi inspirasi tulisan Hirotaka Takeuchi dan Ikujiro Nonaka berjudul "new product development game" tahun 1986 diterbitkan Harvard Business Review. Mereka mengusulkan pengembangan produk baru berdasarkan analogi rugby tersebut yaitu saling mengover bola diantara para pemain sebagai suatu kesatuan tim.

Tahun 1990 scrum mulai digunakan menangani permasalahan kompleks dan tahun 1995 dikembangkan menjadi scrum guide oleh Jeff Shuterland dan Ken Schwaber dalam presentasi di konferensi objected oriented programming systems di Austin Texas.

Saat ini scrum menjadi kerangka kerja agile terpopuler di dunia berdasarkan Annual Agile State Report 2018

baca juga: 8 Alasan Menggunakan Agile

Dengan menggunakan scrum maka permasalahan kompleks akan teratasi karena scrum dirancang sebagai cara ampuh mengatasi permasalahan kompleks ini.

Apa sebenarnya yang dimaksud permasalahan kompleks?

Permasalahan komplek adalah zona masalah tingkat 3 dari urutan permasalahan paling ringan. Tingkatan zona masalah meliputi:
  1. Permasalahan sederhana
  2. Permasalahan rumit
  3. Permasalahan kompleks
  4. Permasalahan kacau
Berikut identifikasi keempat tingkatan zona permasalahan tersebut:

1. Permasalahan sederhana (simple problem)
  • Disini terdapat hubungan sebab akibat teridentifikasi cukup jelas dan mudah dilihat setelah dicermati sehingga jawaban dari permasalahan ini sudah pasti.
  • Adanya pola permsalahan berulang dan pemecahan masalah bisa diambil melalui history data dan stanarisasi.
  • Manajemen berbasis fakta yaitu kemudahan akses terhadap informasi dan fakta. Penanganan permasalahan melalui pendelagasian tugas sesuai PIC.
Pendekatan mengatasi permasalahan sederhana ini salah satu contohnya menggunakan analisa 6M.

baca juga: Analisa 6M untuk Mengatasi Masalah dalam Proses Produksi

2. Permasalahan rumit (complicated problem)
  • Membutuhkan analisis seorang ahli karena permasalahan rumit memerlukan penyelidikan terperinci agar mendapatkan beberapa opsi alternatif solusi.
  • Masalah masih dapat diprediksi lebih dominan, ketika menghadapi permasalahan rumit maka harus merasakan, menganalisa dan merespon suatu keputusan.
  • Manajemen berbasis fakta (sama dengan ciri pada permasalahan sederhana).
Pendekatan mengatasi permasalahan rumit salah satu contohnya menggunakan analisis SWOT.

baca juga: Menerapkan Analisis SWOT dan Fishbone Diagram Secara Terpadu

3. Permasalahan kompleks (complex problem)
  • Terdapat banyak masalah tanpa bisa diprediksi sehingga seringkali perencanaan saat ini belum tentu masih relevan dimasa mendatang.
  • Standarisasi maupun solusi yang tepat belum tentu bisa ditarik keluar sebagai "best practice" maupun "good practice". Misalnya solusi ini sesuai bagi A tetapi belum tentu cocok di B atau solusi sesuai di A saat ini tetapi belum tentu cocok di A dimasa mendatang.
  • Many competing ideas akibat banyaknya ide bermunculan manghadapai masalah tanpa bisa diprediksi sedangkan keputusan harus segera diambil.
4. Permasalahan kacau (chaos)
  • Sebab akibat sulit diketahui
  • Terjadi banyak pergolakan sehingga membutuhkan banyak keputusan
  • Tidak mempunyai cukup waktu mengikuti prosedur bisnis seperti biasanya.
Masalah kacau dapat disebabkan dari situasi perekonomian negara tidak pasti (resesi), pandemi penyakit, politik dan bencana global sehingga membutuhkan respons cepat dan perlu bertindak segera sebagai penyelamatan contohnya melakukan perampingan atau penghilangan DLC (Direct Labour Cost).

baca juga: Strategi Menurunkan Biaya DLC Agar Operasi Perusahaan Tetap Berjalan

Jika dipastikan bahwa saat ini ternyata sedang menghadapi permasalan kompleks pada tingkat 3 zona masalah maka gunakan scrum untuk mengatasinya. Untuk itu kita pahami dulu sekilas teori scrum sebelum implementasinya yaitu memahami tentang artefak scrum, pilar scrum dan nilai - nilai yang dijunjung oleh scrum.

3 Artefak Scrum

Artefak Scrum terdiri dari:
  1. Product backlog
  2. Sprint backlog
  3. Increment
1. Product backlog

Product backlog adalah daftar terurut seluruh fitur, fungsi dan kebutuhan yang diketahui hingga saat ini dan harus ada di suatu produk serta memiliki atribut deskripsi, estimasi dan nilai bisnis.

Product backlog merupakan living artifact yaitu artefak ini akan terus ada selama produknya masih ada dan akan terus bertambah karena diperbaharui sesuai kondisi dan kebutuhan market. Perubahan dalam kebutuhan bisnis, kondisi pasar atau teknologi akan merubah product backlog.

2. Sprint backlog

Sprint backlog adalah hasil dari sprint planning atas product backlog dari item terpilih untuk dikerjakan pada sprint saat ini berikut perencanaan mengantarkan increment mencapai sprint goal dan bersifat transparan serta menampilkan semua aktivitas development team.

Hanya development team yang dapat mengubah isi sprint backlog sepanjang sprint. Di setiap sprint, total sisa pekerjaan di sprint backlog dapat dijumlahkan.

3. Increment

Increment adalah manifestasi dari product backlog item yang diselesaikan dalam sprint dan total nilai bisnis increment dari semua sprint sebelumnya serta bisa di inspeksi. Setiap increment merupakan tambahan increment sebelumnya dan telah dipastikan sudah diuji secara seksama guna memastikan seluruh increment berfungsi secara satu kesatuan utuh.

Ketiga artefak scrum di atas harus transparan, jika tidak maka setiap pengambilan keputusan menjadi kurang dipercaya, nilai bisnis menurun dan resiko meningkat.

3 Pilar Scrum

Pilar scrum terdiri dari:
  1. Transparansi
  2. Inspeksi
  3. Adaptasi
1. Transparansi

Scrum team dapat mengakses semua informasi secara tranparan dalam proses development sehingga membantu perusahaan bergerak lebih cepat. Contohnya membuat visualisasi project menggunakan scrum board atau memastikan setiap tim mempunyai pemahaman sama tentang "definition of done" atas pengerjaan product increment.

menggunakan scrum sebagai cara ampuh mengatasi permasalahan kompleks

2. Inspeksi

Inspeksi adalah bersikap kritis terhadap pekerjaan dan bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan. Pemahaman kritis disini bukan tentang menghakimi, berkomentar negatif dan menyalahkan orang lain tetapi menjadi kritis melihat sesuatu agar bisa memperbaikinya.

Inspeksi dilakukan pada artefak scrum dan process development.

3. Adaptasi

Adaptasi adalah membuat perubahan untuk memperbaiki masalah atau bereksperimen dengan peluang. Selama proses development sering kali terjadi perubahan prioritas baru, perubahan kepemimpinan atau hal lainnya sehingga mengganggu market dan berimbas terhadap pengerjaan produk.

Scrum team harus beradaptasi terhadap situasi baru dan memberikan produk relevan serta berharga kepada pelanggan secara langsung, berbeda dengan waterfall team karena mengalami kesulitan beradaptasi terhadap kenyataan baru.

baca juga: Menentukan Waterfall atau Agile Dalam Manajemen Proyek

5 Nilai Scrum

Scrum memiliki 5 nilai terdiri dari:
  1. Keberanian
  2. Fokus
  3. Komitmen
  4. Saling menghormati
  5. Keterbukaan
1. Keberanian
  • Keberanian tidak membangun produk tanpa diinginkan siapapun
  • Keberanian menerima requirement yang belum dan tidak akan pernah sempurna
  • Keberanian menerima kenyataan bahwa tidak ada rencana apapun dapat menangkap kompleksitas
  • Keberanian mempertimbangkan perubahan sebagai sumber inspirasi dan inovasi
  • Keberaniam tidak memberikan produk tanpa memenuhi definition of done
  • Keberanian membagikan semua informasi agar membantu tim dan organisasi
  • Keberanian mengakui bahwa tidak ada kesempurnaan
  • Keberanian berbagi resiko dan manfaat
2. Fokus

Ketika menghadapi permasalahan kompleks dan ketidak-pastian maka fokus menjadi kunci menyelesaikan sesuatu. Scrum team hanya fokus pada beberapa hal dalam 1 waktu sehingga dapat memberikan produk paling berharga lebih cepat.

3. Komitmen

Komitmen adalah dedikasi untuk bertindak secara totalitas dan bukan tentang hasil akhir.
  • Berkomitmen pada kesuksesan tim dan bersedia menciptakan tujuan realistis sesuai komitmen.
  • Berkomitmen melakukan yang terbaik mencapai sprint goal
  • Berkomitmen menerapkan prinsip agile dan menantang status quo
4. Saling menghormati

Saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat diantara anggota tim dan memberikan respect kepada stakeholder dengan tidak membangun fitur karena tidak akan digunakan siapapun serta memberikan respect kepada user dengan memperbaiki masalah mereka.

5. Keterbukaan

Keterbukaan pada pekerjaan, cara kerja dan tujuan dari yang dikerjakan. Scrum terbuka untuk berkolaborasi secara cross funtional untuk mendapatkan increment sesuai sprint goal. Scrum terbuka kepada para pemangku kepentingan supaya berbagi feedback satu sama lain dan terbuka pada setiap perubahan.

baca juga: 4 Nilai dan 12 Prinsip Agile

Demikian sekilas uraian teori scrum meliputi artefak scrum, pilar scrum dan nilai yang dijunjung scrum. Selanjutnya setelah memahami sekilas teori scrum maka saatnya implementasi menggunakan scrum sebagai cara ampuh mengatasi permasalahan kompleks.

Implementasi scrum meliputi pembentukan stuktur scrum team dan penerapan acara - acara scrum (scrum evens).

Scrum Team

Scrum team bersifat self organized dan cross functional serta mengoptimalkan fleksibilitas, kreativitas dan produktivitas.

Scrum team terdiri dari:
  1. Product owner
  2. Scrum master
  3. Development team.
1. Product owner

Product owner adalah mini CEO sehingga harus memiliki otoritas dan dukungan manajemen untuk memimpin upaya menyelaraskan keperluan pemangku kepentingan dan pengembangan produk. Product owner harus seseorang dapat dipercaya untuk menggunakan anggaran secara efektif.

Klasifikasi seorang product owner:
  • Memiliki pemahaman mendalam tentang pelangan, pasar dan bisnis
  • Memiliki kemampuan negosiasi dan komunikasi dengan scrum team dan semua stakeholder
  • Visioner
Tugas dan tanggung jawab product owner:
  • Menyampaikan isi product backlog
  • Mengurutkan product backlog agar mencapai tujuan dan misi
  • Mengoptimalkan nilai bisnis pekerjaan development team
  • Memastikan product backlog terlihat transparan dan jelas oleh semua pihak dan menampilkan pekerjaan scrum team selanjutnya
  • Memastikan development team memahami item backlog
2. Scrum master

Scrum master adalah seorang servant leader, melayani product owner, development team dan organisasi.

Tugas scrum master adalah:
  • Memperkenalkan dan mendukung penggunaan scrum sesuai scrum guide
  • Membantu untuk memahami teori, praktik, aturan dan nilai-nilai scrum. Scrum master merupakan coach dan mentor bagi scrum team.
Tanggung jawab dalam melayani product owner:
  • Memberikan coaching bagaiman product owner mengelola product backlog
  • Memastikan komunikasi antara product owner dan development team berjalan baik sehingga semua product backlog dapat dipahami oleh development team
  • Memfasilitasi scrum events
  • Memastikan tujuan ruang lingkup produk dapat dipahami semua anggota scrum team
  • Menemukan teknik paling efektif untuk mengelola product backlog
  • Membantu scrum team untuk memahami product backlog secara jelas dan padat
  • Memahami perencanaan produk di dalam lingkungan empiris
  • Memastikan product owner memahami cara mengelola product backlog
  • Memahami dan mempraktikan agility
Tanggung jawab dalam melayani development team:
  • Membimbing development team agar menjadi self organized
  • Membantu development team agar menghasilkan produk bernilai bisnis tinggi
  • Menghilangkan hambatan pekerjaan
  • Memfasilitasi scrum events
  • Memberikan coaching
Tanggung jawab dalam melayani organisasi:
  • Menjadi agile champion bagi organisasi dalam menggunakan scrum
  • Membuat perencanaan tentang menggunakan scrum dalam organisasi
  • Membantu organisasi memahami dan menggunakan scrum serta melakukan pengembangan produk secara empiris
  • Membuat perubahan sehingga meningkatkan produktivitas scrum team
  • Bekerja dengan scrum master lainnya untuk meningkatkan efektivitas penggunaan scrum
3. Development team

Karakteristik development team
  • Self organize
  • Cross functional
  • Tidak mengenal jabatan bagi anggota development team
  • Akuntabilitasnya milik seluruh anggota
Setelah struktur scrum team terbentuk sebagai tahapan awal implementasi scrum, langkah berikutnya menerapkan semua acara scrum (scrum events) sebagai bentuk nyata implementasi menggunakan scrum sebagai cara ampuh mengatasi permasalahan kompleks.

5 Scrum Events

Scrum memiliki event wajib untuk mengurangi meeting diluar scrum. Acara ini dilakukan secara rutin dengan batasan waktu tertentu yang disebut timebox. Durasi timebox pada scrum events yang telah dimulai tidak dapat diubah.

Scrum event terdiri dari:
  1. Sprint
  2. Sprint Planning
  3. Daily Scrum
  4. Sprint Review
  5. Sprint Retrospective
1. Sprint

Sprint adalah wadah dari semua scrum events. Sprint memiliki durasi tetap selama proses pengembangan produk. Selama sprint berlangsung terdapat beberapa proses mulai dari sprint planning, daily scrum, development, sprint review dan sprint retrospective.

Selama sprint berlangsung maka:
  • Tidak boleh ada perubahan requirements karena akan mengganggu sprint goal
  • Kualitas produk tidak boleh menurun
  • Setiap ada hal baru yang dipelajari, scope dapat diklarifikasi dan dinegosiasi ulang antara product owner dan development team.
Setiap sprint bisa dianggap sebagai sebuah proyek berdurasi tidak lebih dari 1 bulan untuk mencapai sebuah tujuan.

Sprint dapat dibatalkan sebelum timebox berakhir oleh product owner jika tujuan perusahaan, pasar atau teknologi berubah. Kenyataannya pembatalan sprint jarang dilakukan karena durasinya singkat. Tetapi jika sprint tetap dibatalkan maka semua product backlog item yang tuntas akan ditinjau ulang

2. Sprint planning

Sprint planning adalah perencanaan scrum team mengenai pencapaian tujuan dalam sebuah sprint dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Perencanaan ini dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh anggota scrum team dalam waktu maksimal 8 jam.

Input sprint planning:
  • Product backlog
  • Kapasitas team
  • Retrospective action plan
Ouput sprint planning:
  • Sprint goal, yaitu objective yang akan dicapai selama sprint melalui implementasi product backlog dan menyediakan panduan bagi development team mengembangkan increment. Sprint goal menjadi panduan bagi development team untuk menjawab pertanyaan mengapa mereka mengembangkan increment.
  • Sprint backlog, yaitu product backlog item terpilih untuk sprint
Sebelum sprint planning berakhir, development team harus menjelaskan cara kerja mereka sebagai self organized mencapai sprint goal pada product owner dan scrum master.

3. Daily scrum

Daily scrum adalah pertemuan wajib internal development team setiap hari dengan timebox maksimal 15 menit. Daily scrum dilakukan di waktu dan tempat sama setiap harinya untuk mengurangi kompleksitas.

3 pertanyaan populer pada daily scrum untuk membantu development team mencapai sprint goal tetapi bukan merupakan suatu format baku:
  • Apa yang dikerjakan kemarin?
  • Apa yang dikerjakan hari ini?
  • Apakah ada hambatan yang mengganggu?
Development team menggunakan daily scrum untuk:
  • Menginspeksi perkembangan pekerjaan menuju sprint goal
  • Menginspeksi tren perkembangan penyelesaian pekerjaan di sprint backlog
Manfaat daily scrum:
  • Meningkatkan kualitas komunikasi
  • Mengeliminasi pertemuan - pertemuan lain
  • Mengidentifikasi hambatan
  • Menyoroti dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat
  • Meningkatkan tingkat pengetahuan development team
Daily scrum merupakan kunci pertemuan inspeksi dan adaptasi.

Scrum master dan product owner tidak wajib hadir tetapi scrum master wajib memastikan development team melakukan daily scrum dan dilakukan dengan benar

Daily scrum adalah salah satu sarana untuk mengidentifikasi hambatan bukan meeting mencari solusi masalah panjang. Development team melakukan inspeksi terhadap sprint backlog

Daily scrum tidak harus dilakukan berdiri tetapi sebaiknya dilakukan pada waktu dan tempat sama untuk mengurangi kompleksitas. Development team sebaiknya membuat kesepakatan bersama agar bisa menghormati dan disiplin dalam menjalankan daily scrum

Nilai lebih bila scrum master turut berpartisipasi saat daily scrum:
  • Memfasilitasi development team yang masih awam terhadap daily scrum
  • Memfasilitasi agar development team secara self organized dapat menentukan sendiri kesepakatan bersama
  • Berjalan sesuai timebox
  • Lebih valuable dalam menginspeksi sprint backlog
  • Menjaga efektivitas daily scrum
  • Hambatan yang tidak bisa diselesaikan oleh development team dapat segera diketahui dan ditindak lanjuti.
  • Mencegah daily scrum menjadi diskusi problem solving
Nilai lebih bila product owner turut berpartisipasi saat daily scrum:
  • Menjelaskan ke development team jika ada kebutuhan klarifikasi mengenai requirements dan sprint goal
  • Menginfokan jika ada tambahan atau perubahan
  • Membatalkan sprint jika sprint goal sudah usang
4. Sprint Review

Sprint review adalah scrum event antara scrum team dan stakeholder untuk menginspeksi increment. Sprint review memiliki timebox 4 jam dilakukan pada akhir sprint dan sebelum sprint retrospective.

Presentasi increment dilakukan guna mendapatkan umpan balik dan mengembangkan kemampuan kolaborasi. Hasil sprint review adalah revisi product backlog dan menjabarkan product backlog item di sprint berikutnya.

Tahapan sprint review:
  • Product owner mengundang stakeholder dan scrum team.
  • Product owner menyampaikan kepada stakeholder mengenai backlog belum selesai dan sudah selesai
  • Development team menyampaikan presentasi dan tanya jawab mengenai hasil increment
  • Bersama -sama melihat kondisi market terkini dan mempertimbangkan apakah cukup baik merilis increment.
  • Stakeholder dan scrum team berkolaborasi memberikan input pada sprint selanjutnya.
5. Sprint Retrospective

Sprint retrospective adalah scrum event terakhir scrum team setiap akhir sprint untuk evaluasi team meliputi kinerja man power, proses dan alat serta membuat perencanaan peningkatan di sprint berikutnya. Sprint retrospective dilakukan setelah sprint review dan sebelum sprint planning berikutnya paling lama 3 jam.

7 Langkah Mendirikan PT Sampai Mendapatkan Izin Usaha

PT (Perseroan Terbatas) didirikan melalui 7 langkah mendirikan PT sampai mendapatkan izin usaha dan dibuat berdasarkan perjanjian tertulis dalam akta notaris berbahasa Indonesia. Berikut 7 langkah mendirikan PT:

7 langkah mendirikan pt sampai mendapatkan izin usaha

1. Nama PT

Langkah pertama mendirikan PT adalah mengajukan permohonan nama PT disampaikan secara online di AHU (Administrasi Hukum Umum) Dirjen Administrasi Hukum Umum bertujuan memastikan bahwa nama PT sudah memenuhi persyaratan PP No. 43 tahun 2011:
  • Ditulis dengan huruf latin
  • Belum dipakai oleh PT lain
  • Tidak bertentangan dengan ketertiban umum / kesusilaan
  • Tidak sama/mirip dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah dan lembaga internasional kecuali atas seizin lembaga bersangkutan
  • Nama PT bukan berupa angka atau rangkaian huruf tanpa membentuk kata
  • Nama PT bukan mengartikan PT maupun badan usaha lainnya
  • Tidak menggunakan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha sebagai nama PT
Menteri memberikan persetujuan terhadap nama PT paling lambat 3 hari setelah tanggal pengajuan. Nama PT yang telah disetujui ini selanjutnya dimasukan pada anggaran dasar PT

2. Anggaran Dasar PT

Langkah mendirikan PT kedua adalah menyusun anggaran dasar PT sebagai salah satu akta pendirian PT, sekurang-kurangnya anggaran dasar PT ini harus memuat beberapa hal dibawah ini (UU PT pasal 15):
  • Nama dan tempat kedudukan
  • Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
  • Jangka waktu berdiri
  • Jumlah modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor
  • Jumlah saham, klasifikasi saham dan jumlah saham tiap klasifikasi
  • Susunan jabatan termasuk menampikan berapa jumlah direksi dan komisaris
  • Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS
  • Pengaturan bagaimana untuk mengangkat, mengganti, memberhentikan anggota direksi dan komisaris
  • Tata cara penggunaan laba dan pembagian dividen
  • Identitas lengkap pendiri atau nomor dan tanggal keputusan menteri mengenai pengesahan badan hukum
  • Identitas lengkap anggota direksi dan dewan komisaris pertama kali diangkat
  • Nama pemegang saham, rincian jumlah saham dan nilai nominal saham ditempatkan dan disetorkan
Modal PT terbagi menjadi 3 bagian yaitu modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetorkan.
  • Modal dasar adalah akumulasi dari seluruh nilai nominal saham PT. Jumlahnya disepakati diantara para pendiri namun untuk kegiatan usaha tertentu dapat ditetapkan minimum modal dasar lebih besar oleh UU yang mengatur kegiatan usaha tersebut. Paling sedikit 25% dari modal dasar harus ditempatkan atau disetor penuh.
  • Modal ditempatkan adalah modal atau saham yang telah diambil oleh pendiri / pemegang saham untuk dilunasi.
  • Modal disetorkan adalah semua saham masuk kas PT karena saham tersebut sudah dilunasi.
3. Tempat kedudukan domisili PT

Langkah mendirikan PT ketiga adalah menetapkan tempat kedudukan domisili. PT sebagai suatu badan hukum harus memiliki domisili dan alamat jelas di wilayah Indonesia. Jika modal PT terbatas dan kesulitan menyewa tempat / gedung bisa diatasi dengan menyewa virtual office dengan harga akan lebih murah.

4. Maksud dan tujuan kegiatan usaha PT

Maksud dan tujuan kegiatan usaha PT harus disesuaikan berdasarkan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) agar tercipta keseragaman definisi dan klasifikasi lapangan usaha.

5. Menentukan bidang usaha sesuai KBLI

Pengelompokan kegiatan ekonomi ke dalam KBLI sangat penting untuk keseragaman konsep, definisi dan klasifikasi lapangan usaha sesuai Perka BPS No.17 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan kepala BPS No.95 tahun 2015 tentang KBLI.

6. Pengajuan pengesahan badan hukum PT kepada menteri

Paling lambat 60 hari sejak tanggal akta pendirian ditanda-tangani, para pendiri atau notaris mengajukan permohonan kepada Menteri secara online

7. Izin usaha

Langkah mendirikan PT terakhir adalah memperoleh izin usaha melalui OSS (Online Single Submissions). OSS adalah penyelenggara sistem pemberian perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Maksud terintegrasi adalah menyatukan proses menjadi satu kesatuan sehingga mempercepat pelaksanaan kegiatan usaha dari pelaku usaha. Dengan OSS maka pelaku usaha tidak perlu mengurus legalitas badan usahanya secara manual dan terpisah seperti TDP (Tanda Daftar Perusahaan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Tahapan memperoleh perizinan melalui sistem OSS:
  • Pendaftaran: buka laman oss.go.id dan lakukan pendaftaran, aktivasi akun dan selanjutnya akan memperoleh NIB (Nomor Induk Berusaha) berupa 13 digit angka yang juga berlaku sebagai TDP, API (Angka Pengenal Import) dan akses kepabeanan.
  • Pemberian izin usaha: lembaga OSS akan menerbitkan izin usaha setelah menerbitkan izin lokasi, izin lokasi perairan, izin lingkungan dan izin mendirikan bangunan
  • Pemberian izin komersial / operasional: diberikan untuk melakukan kegiatan komersial atau operasional berupa standar, sertifikat, izin ekspor impor, lisensi atau pendaftaran barang/jasa.
baca juga: 4 Alasan Memilih PT Sebagai Badan Usaha

Itulah 7 langkah mendirikan PT sampai mendapatkan izin usaha. Bagi pemilik CV tetapi ingin merubahnya menjadi PT bisa dilakukan melalui langkah berikut:

1. Revaluasi aset
Lakukan revaluasi aset melalui akuntan publik independen untuk audit seluruh kekayaan CV. Setelah diketahui berapa besar total aset CV maka aset tersebut dianggap sebagai setoran modal para persero CV ke dalam PT

2. Iklan di surat kabar nasional
Menayangkan iklan di surat kabar nasional mengenai rencana perubahan status CV menjadi PT sekaligus mengumumkan pula neraca hasil audit atas total aset CV. Tujuan iklan ini untuk memberi tahu kepada publik dan para kreditor bahwa hak dan kewajiban CV tersebut telah beralih kepada PT

3. Mendirikan PT
Pemilik CV membuat akta pendirian PT yang menerangkan bahwa para persero dari CV mendirikan PT dengan menyetorkan seluruh kekayaan dari CV yang sudah diaudit ke dalam kekayaan PT. Selanjutnya mendirikan PT mengikuti 7 langkah mendirikan PT sampai mendapatkan izin usaha seperti telah dijelaskan di atas.

4 Alasan Memilih PT Sebagai Badan Usaha

PT (Perseroan Terbatas) merupakan badan usaha paling populer karena 4 alasan berikut sehingga sebagian besar start up company memilih PT sebagai badan usaha dibandingkan bentuk badan usaha lainnya di Indonesia.

4 alasan memilih pt sebagai badan usaha

Berikut 4 alasan memilih PT sebagai badan usaha:

1. Modern

Alasan pertama memilih PT sebagai badan usaha adalah PT merupakan badan usaha modern yaitu memiliki kejelasan dalam hal tugas dan wewenang diantara organ - organ PT dibandingkan badan usaha lainnya.

Badan usaha adalah setiap bentuk usaha bersifat tetap dan terus menerus, didirikan, bekerja serta berkedudukan di wilayah negara Indonesia bertujuan memperoleh laba, baik oleh orang per seorangan maupun badan usaha berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum.

Bentuk badan usaha di Indonesia terdiri dari badan usaha berbentuk badan hukum contoh perseroan terbatas dan koperasi dan badan usaha bukan berbentuk badan hukum contoh usaha perseorangan, firma, persekutuan perdata dan persekutuan komanditer.

Kembali pada alasan memilih PT sebagai badan usaha karena PT lebih modern dan terdapat organ - organ PT meliputi direksi, komisaris dan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Tugas dan wewenangnya masing-masing organ PT tertuang dalam anggaran dasar perseroan

Direksi menjalankan roda perseroan, komisaris mengawasi serta memberi nasihat kepada direksi dan RUPS memiliki kewenangan eksklusif

2. Badan hukum

Alasan kedua memilih PT sebagai badan usaha adalah status PT berbentuk badan hukum yang dilindungi secara hukum. Tanggung jawab PT terhadap pihak ketiga melekat pada PT sebagai badan hukum sedangkan para pemegang saham hanya bertanggung jawab sebesar sahamnya.

Berikut perbedaan antara badan usaha berbentuk badan hukum dan badan usaha bukan berbentuk badan hukum:

Badan usaha berbentuk badan hukum:
  1. Subyek hukum dari perusahaan terpisah dari pendiri maupun pemegang saham. Permodalan terpisah dari harta pribadi sendiri. Perusahaan dapat digugat atau menggugat secara hukum
  2. Prosedur pendirian wajib mendapat pengesahan dari pemerintah terhadap akta pendirian dan anggaran dasarnya.
  3. Harta kekayaan badan usaha terpisah dari harta kekayaan pribadi
  4. Pertanggungjawaban pendiri atau pemegang saham hanya sebatas modal penyertaannya.
Kategori badan usaha berbentuk badan hukum adalah Perseroan Terbatas (PT) dan Koperasi

baca juga: Langkah Pertama Mendirikan Koperasi Di Tempat Kerja

Badan usaha bukan berbentuk badan hukum
  1. Subyek hukum melekat pada pendiri atau pengurus bukan badan usaha. Permodalan bercampur dengan harta pribadi. Perusahaan tidak dapat digugat maupun menggugat hukum kecuai pada pendiri atau pengurusnya.
  2. Prosedur pendirian tidak memerlukan prosedur formal cukup didirikan dibawah akta notaris dan didaftarkan di kepaniteraan pengadilan negeri setempat
  3. Harta kekayaan tidak ada pembatasan jelas antara harta kekayaan pribadi pendiri dengan harta kekayaan badan usaha.
  4. Pertanggung-jawabannya sampai pada harta pribadi pendiri
Kategori badan usaha bukan berbentuk badan hukum:
  • Perusahaan Perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh 1 orang, memiliki kewenangan sepenuhnya dalam mengelola perusahaan tanpa keterlibatan orang lain. Contohnya penjual bakso dan sebagainya
  • Persekutuan Perdata (Maatschap) adalah persekutuan 2 orang atau lebih sehingga terjalin ikatan dalam persekutuan bertujuan membagi keuntungan yang terjadi karenanya. Contohnya persekutuan profesi
  • Firma adalah suatu perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha dibawah 1 nama bersama.
  • Persekutuan komanditer (CV) adalah persekutuan 2 orang atau lebih yang bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit, 1 atau beberapa orang sebagai sekutu menyerahkan modal dan sekutu lainnya menjalankan perusahaan. Terdiri dari persero aktif yang memimpin dan menjalankan perusahaan dengan tanggung jawab modal sampai pada harta kekayaan pribadi serta persero aktif yang menyerahkan modal dengan pertanggung-jawaban sebatas modal penyertaan.
PT lebih memudahkan investor untuk memberikan investasinya kepada perusahaan karena investasi pada umumnya berbentuk penyertaan modal dalam bentuk saham pada PT tersebut.

Nilai saham bersifat fluktuatif bergantung pada nilai perusahaan semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin tinggi juga nilai sahamnya dan hal ini akan menarik investor lain untuk menyertakan modalnya pada PT tersebut

3. Tanggung jawab pemegang saham terbatas

Alasan ketiga memilih PT sebaga badan usaha adalah pemegang saham tidak bertanggung jawab secara pribadi atas tindakan PT dan perikatan yang dilakukan PT apabila melebihi saham yang dimiliki oleh masing - masing pemegang saham.

Besaran modal PT paling sedikit 50 juta rupiah dengan minimum 25% wajib ditempatkan dan disetorkan penuh saat pendirian. Regulasi pemerintah terbaru sebagai insentif pemerintah mendorong start up yaitu merevisi menjadi besaran modal ditentukan berdasarkan kesepakatan para pendiri dan disetor paling sedikit 25% yang dibuktikan dengan bukti penyetoran sah

4. Kejelasan

Alasan terakhir memilih PT sebagai badan usaha adalah kejelasan pemisahan harta kekayaan pribadi pemegang saham dan harta kekayaan PT itu sendiri

PT merupakan persekutuan modal, memiliki fungsi ekonomi dan komersial serta didirikan berdasarkan perjanjian, lahirnya harus melalui pengesahan pemerintah namun tidak mendapatkan fasilitas dari negara, kekuasaan tertinggi PT ditentukan melalui RUPS, dipimpin oleh direksi, pemilik saham memiliki tanggung jawab sebesar modal penyertaan dan keuntungan dalam bentuk dividen.

4 alasan di atas menjadikan sebagian besar start up memilih PT sebagai badan usaha untuk menjalankan kegiatan usahanya, namun demikian terdapat kekurang PT diantaranya pendirian membutuhkan biaya besar, proses pendirian cenderung lebih rumit, ada kemungkinan pemegang saham menganggap PT merahasiakan keuntungan dan PT dikenakan pajak

Menentukan Waterfall Atau Agile Dalam Manajemen Proyek

Bagaimana menentukan pilihan apakah akan menggunakan waterfall atau agile dalam melaksanakan suatu manajemen proyek maupun implementasi kerangka kerja lainnya agar mendapatkan hasil berkualitas sesuai keinginan pelanggan. Mari kita simak perbedaan antara waterfall dan agile ini.

menentukan waterfall atau agile dalam manajemen proyek

Waterfall adalah metodologi sebuah desain proses kerja berurutan satu arah seperti aliran air terjun. Proses kerja waterfall meliputi:
  1. Requirements
  2. Analisis
  3. Design
  4. Development
  5. Testing
  6. Implementasi
  7. Maintenance
Penggunaan waterfall sangat efektif bagi proyek bersifat prediktif, hanya sedikit mengalami perubahan scope.Waterfall memerlukan requirement awal sudah final. Tim proyek waterfall membuat rencana besar di awal proyek selanjutnya dieksekusi secara berurutan dan mencegah terjadinya suatu perubahan rencana awal tersebut.

Keberhasilan waterfall diukur berdasarkan perencanaan akhir sama dengan perencanaan awal meliputi on scope, on budget dan on time. Metodologi waterfall sifatnya linear dan sekuensial. Ketika menghadapi perubahan maka secara reaktif berusaha menolak perubahan untuk menjaga perencanaan sesuai scope di awal proyek.

baca juga: 12 Panduan Taktis Manajemen Proyek

Agile melakukan delivery melalui iterasi (pengulangan proses) setiap akhir sprint dengan durasi kurang 1 bulan. Pelanggan tidak harus menunggu diakhir proyek untuk dapat menggunakan produk melainkan cukup di akhir sprint berdurasi kurang 1 bulan.

Delivery di agile mengenal pendekatan MVP (Minimum Viable Product) yaitu minimum pengiriman produk agar dapat digunakan pelanggan.

Manfaat MPV (Minimum Viable Product):
Product owner memperoleh pemahaman minat pelanggan terhadap produk secepat mungkin tanpa harus sepenuhnya mengembangkan produk. Semakin cepat product owner mengetahui apakah produknya akan menarik pelanggan maka semakin sedikit pula usaha dan biaya untuk produk gagal pemasaran. Selain itu product owner akan segera mendapatkan umpan balik untuk dapat menyempurnakan produknya sesuai kebutuhan pelanggan terkini.

Waterfall fokus pada output sedangkan agile fokus terhadap outcome atau value.

Waterfall berdasarkan negosiasi kontrak dengan pelanggan sehingga pelanggan tidak akan bisa membuat perubahan apapun sampai kontraknya selesai. Agile menjalin kolaborasi bersama pelanggan secara intens ketika proses pembuatan produk agar terukur kepuasan pelanggan tersebut.

Waterfall membutuhkan kehebatan proses dan alat. Agile membutuhkan keunggulan individu dan kemampuan berinteraksi satu sama lain sehingga sering lahir ide kreatif

Kemampuan tim agile merespons perubahan ketimbang mengikuti struktur rencana karena sebenarnya tidak ada rencana terstruktur. Semua tindakan didasari umpan balik pelanggan dan kenyataan di lapangan atau market. Oleh karena itu, tim adaptif sangat dibutuhkan dalam tim agile. Kemampuan individu lebih penting ketimbang mengikuti rencana seperti di waterfall.

Waterfall mengedepankan proses pembuatan produk didokumentasikan menyeluruh dalam bentuk rancangan sejak awal sampai produknya selesai. Agile melahirkan prototipe produk lebih sering

Berikut perbedaan Waterfall dan Agile lainya dilihat melalui aspek ability to change, bussiness value, risk dan visibility product.

Ability to change
Waterfall tidak memberikan ruang untuk merubah scope sedangkan agile memberikan ruang terhadap perubahan scope agar produk sesuai kondisi market terkini.

Business value
Waterfall hanya dapat dirasakan di akhir proyek itupun jika kondisi market belum berubah sedangkan agile dapat dirasakan setiap akhir sprint sehingga tidak harus menunggu terlalu lama sampai proyek selesai.

Risk
Waterfall lebih beresiko terhadap bisnis karena perencanaan jangka panjang mengandung resiko meleset dan salah estimasi sedangkan agile akan kembali di inspect dan adapt di sprint planning

Visibility product
Waterfall, business user hanya mendapat laporan - laporan prosentasi proyek tetapi tidak merasakan produknya sedangkan agile visibility product dapat terlihat setiap sprint karena masing - masing sprint minimal sudah ada 1 improvement bisa dirasakan.

Secara efektivitas, agile lebih memungkinkan sukses di era serba cepat seperti sekarang. Menurut penelitian oleh Association for Project Management (AMP) menunjukkan bahwa agile memungkinkan proyek sukses sebesar 42% sementara waterfall hanya 14% tetapi bukan berarti waterfall tidak bisa dipakai, hanya saja untuk tim kecil dengan kebutuhan yang cepat maka menggunakan agile lebih bisa diandalkan.

baca juga: 4 Nilai dan 12 Prinsip Agile

Berikut 6 proses implementasi agile:
  1. Perencanaan: penentuan goal setting dan value.
  2. Road map creation: mempersiapkan segala kebutuhan saat sprint. Setiap anggota harus memahami betul segala tugasnya karena mereka akan bekerja sendiri sendiri untuk menyelesaikan backlog.
  3. Release planning: menyampaikan planning ke semua stakeholder terlibat
  4. Sprint planning: merencanakan bagaimana eksekusi dari semua rencana termasuk indikator penyelesaian rencana
  5. Daily meeting: Berupa meeting pendek sekitar 15 menit setiap hari selama jangka waktu sprint
  6. Sprint review: meeting dengan stakeholder tentang sprint yang sudah dikerjakan, evaluasi mana saja yang berhasil dan mana saja yang harus diperbaiki
Implementasi agile bisa berhasil asalkan semua anggota tim bisa bekerja sama secara transparan, bersikap kritis terhadap pekerjaan yang diinspeksi dan mampu beradaptasi melalui eksperimen dengan peluang.

4 Nilai Dan 12 Prinsip Agile

Agile manifesto terdiri dari 4 nilai dan 12 prinsip agile dicetuskan tanggal 11 - 13 Februari 2001 di The Lodge, Utah, Amerika Serikat dalam suatu pertemuan dihadiri 17 orang untuk pembahasan software development.

Berikut 4 Nilai Agile:
  1. Mengedepankan interaksi individu dibandingkan urusan proses dan tools (individuals and interactions over processes and tools)
  2. Mengedepankan penggunaan dokumen secukupnya saja (working software over comprehensive documentation)
  3. Mengedepankan kolaborasi antara business user dan development team guna menghasilkan outcome values dibandingkan fokus negosiasi kontrak (customer collaboration over contract negotiation)
  4. Fleksibel terhadap perubahan kondisi market dibandingkan perencanaan tetapi bukan berarti tanpa perencanaan awal (responding to change over following a plan). Akan lebih baik membuat short term plan berdasarkan kondisi terkini dibanding membuat perencanaan jangka panjang karena bisa jadi tidak relevan ketika produk dirilis. Agile tetap membuat perencanaan tetapi jika ditengah jalan perlu perubahan maka harus menyesuaikan kebutuhan market.
4 nilai dan 12 prinsip agile

Berikut 12 prinsip agile manifesto meliputi kepuasan pelanggan, siap menerima perubahan, membuat produk secara sinambung, koordinasi harian, motivasi tinggi, komunikasi langsung, produk adalah indikator kemajuan, perkembangan berkelanjutan, perhatian pada teknis, kesederhanaan, kemandirian dan evaluasi.

1. Kepuasan pelanggan

Prinsip agile pertama adalah kepuasan pelanggan sehingga tujuan semua bentuk produksi harus berlandaskan kepuasan pelanggan, bukan kepuasan pemilik produk. Pelanggan puas ketika menerima produk yang berfungsi secara bertahap dibandingkan menunggu periode lama merilis semua produk.

Contoh memberikan kepuasan pelanggan adalah kecepatan pelayanan memberikan produk atau prototipe secara MVP (Minimum Viable Product) dan dilakukan berkelanjutan untuk menguji kepuasan pelanggan kemudian diperbaiki setelah pemilik produk menerima umpan balik.

Kriteria Minimum Viable Product (MVP) paling sedikit mengacu 2 poin pertama dari 4 poin kaidah MOSCOW berikut:
  • Must have: harus ada agar produk bisa dipakai dan terkait dengan regulasi.
  • Should have: semestinya ada agar user bisa menggunakan dengan nyaman.
  • Could have: bersifat nice to have
  • Won't have: tidak memiliki nilai bisnis.
2. Siap menerima perubahan

Prinsip agile kedua adalah siap menerima perubahan meskipun perubahan tersebut bisa menghambat proses kerja karena agile belum memastikan memiliki rancangan detil sejak awal proyek bergulir sampai selesai.

3. Membuat produk secara sinambung

Prinsip agile ketiga adalah membuat produk secara sinambung karena produk boleh jadi berupa prototipe saja. Selanjutnya produk diselesaikan bertahap mengikuti preferensi pelanggan.

4. Koordinasi harian

Prinsip agile keempat adalah koordinasi harian tim agile secara intens berinteraksi karena proses agile berlangsung singkat, mungkin hanya dalam hitungan minggu sehingga setiap tim agile harus berkoordinasi setiap hari dengan proses quick daily meeting.

5. Motivasi tinggi

Prinsip agile kelima bahwa setiap anggota tim agile harus memiliki motivasi tinggi dan self directed karena proses agile mengharuskan setiap orang untuk mengerjakan pekerjaannya sendiri-sendiri dengan minim superivisi. Tim yang termotivasi lebih cenderung memberikan karya terbaik mereka dari pada tim tanpa motivasi.

6. Komunikasi langsung

Proses agile memiliki durasi pengerjaan relatif singkat sehingga akan lebih efektif jika berkomunikasi langsung dibandingkan koordinasi berbentuk video call dan sejenisnya. Salah satu kunci sukses suatu project adalah komunikasi.

7. Produk adalah indikator kemajuan

Produk atau hasil adalah indikator kemajuan sedangkan proses kerja tidak begitu berpengaruh. Produk yang siap rilis merupakan ukuran utama kemajuan progress proyek bukan berdasarkan prosentase status proyek.

8. Perkembangan berkelanjutan

Agile mempromosikan proses yang lincah untuk development yang berkelanjutan. Agile melibatkan semua stakeholder terkait dan mempertahankan tempo kerja tim terus menerus.

9. Perhatian pada teknis

Teknis pembuatan produk akan menjadi perhatian utama dengan setiap perhitungan dan ukuran harus betul-betul diperhatikan. Semakin baik teknisnya, semakin cepat pembuatan produknya, maka semakin cepat pula proyek bisa diselesaikan. Keterampilan tepat dan desain baik memastikan tim dapat mempertahankan kecepatan dan meningkatkan kualitas produk.

10. Kesederhanaan

Agile menuntut kecepatan penyelesaian proyek bukan sempurnanya proyek. Produk sederhana tapi selesai jauh lebih baik dari pada produk keren tapi tidak selesai. Tim agile fokus pada aktivitas untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prioritas tidak terpancing mengerjakan hal - hal lain diluar sprint backlog.

11. Kemandirian

Prinsip agile ke 11 adalah kemandirian sehubungan minimnya supervisi dan pimpinan proyek tidak banyak ikut campur di dalam pekerjaan teknis. Setiap anggota tim agile membutuhkan kemandirian dalam menyelesaikan pekerjaan.

Mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa banyak arahan dan pengawasan merupakan sebuah kualitas anggota tim agile. Setiap anggota akan berbagi ide, skill dan pengetahuan sehingga menghasilkan produk berkualitas.

baca juga: 8 Alasan Menggunakan Agile

12. Evaluasi

Perbaikan diri, peningkatan proses, skill, keterampilan serta saling membantu anggota tim agar bisa bekerja lebih efisien karena tujuan agile adalah untuk menyelaraskan development team dengan kebutuhan bisnis dan keberhasilan agile tampak jelas dan transparan.

8 Alasan Menggunakan Agile

8 alasan kenapa perlu menggunakan agile dalam menghadapi perubahan bisnis yang cepat dan kompleks saat ini terutama ketika menghadapi kenyataan bahwa susunan perencanaan di awal tidak sesuai kondisi market terkini karena rencana awal tersebut hasilnya menjadi usang walaupun perencanaan sebenarnya masih diperlukan.

8 alasan menggunakan agile

1. Peluang Memasarkan Produk (time to market)

Alasan menggunakan agile pertama adalah untuk mencegah hilangnya peluang atau momentum untuk memasarkan produk (time to market). Menggunakan agile memungkinkan produk dapat dirilis ke pasar / konsumen tanpa harus menunggu seluruh langkah penyempurnaan produk selesai dikerjakan contohnya mengirimkan minimum produk tersedia terlebih dulu untuk dirilis ke pasar agar selalu mendapatkan time to market.

2. Perubahan Produk (ability to change)

Alasan menggunakan agile kedua adalah dapat melakukan perubahan scope produk (ability to change) menyesuaikan situasi dan kondisi market terkini dengan cara "menginspect" dan "adaft" product incement. Increment adalah hasil pekerjaan yang dapat diinspeksi dan telah selesai guna mendukung empirisme diakhir sprint. Increment merupakan manifestasi dari product backlog yang diselesaikan dalam sprint. Setiap increment merupakan tambahan dari increment sebelumnya dan telah dipastikan sudah diuji secara seksama

3. Sprint (accelerate product delivery and feasibility)

Dapat menjalankan sprint dengan siklus pendek berdurasi singkat maksimal 1 bulan sehingga resiko terhadap product delay sedikit dibandingkan rencana jangka panjang (long term planning) keseluruhan proses produk. Rencana jangka panjang lebih beresiko terhadap kesalahan estimasi.

4. Kepuasan Pelanggan (customer satisfaction)

Agile berfokus pada outcome value bisnis terkini dibandingkan output berdasarkan rencana awal yang sebenarnya tidak digunakan pelanggan karena sudah tidak sesuai lagi kondisi terkini serta pelanggan dapat memberikan umpan balik terhadap produk tersebut sehingga bisa inspect dan adaft pada sprint berikutnya.

Proses dari umpan balik ini sampai eksekusi mengharuskan lahirnya sebuah produk belum final untuk dipakai dan dicoba dan setelah umpan balik didapat maka produk diperbaiki lagi sampai pelanggan merasa puas. Teknik ini memungkinkan produk berkembang lebih cepat dan jarak pembuatan antar prototipe mungkin hanya berjarak mingguan atau bulanan.

5. Kelanggengan Usaha (business existency)

Alasan menggunakan agile kelima adalah menjaga kelanggengan usaha. Saat ini perubahan sering terjadi dalam waktu singkat maka sebaiknya harus beradaptasi terhadap perubahan agar mampu bertahan hidup atau terdisrupsi, bangkrut dan gulung tikar. Sekarang banyak perusahaan start up menjadi ancaman bagi perusahaan besar dan dengan menggunakan agile diharapkan akan menjadi siap dalam menghadapi perubahan sehingga organisasi tetap bertahan.

6. Kolaborasi IT

Agile mengedepankan kerja sama antara IT dan team sesuai agile pincipal nomor 4 yaitu "business people and developers must work together" untuk dapat menghasilkan produk semakin berkualitas dan memiliki nilai bisnis tinggi sesuai kondisi market terkini.

7. Menghilangkan Pola Pikir Bagian (removed silo mindset)

Agile menghilangkan istilah business analyst, developer, tester dan lainnya, semua tergabung menjadi development team yang bertanggung jawab terhadap kualitas produk dimana business analyst, developer dan tester ini berasal dari departemen berbeda dengan KPI masing - masing departemen.

8. Kemandirian (self organize)

Alasan menggunakan agile terakhir adalah kemandirian tim sehingga bisa berkembang dan meningkatkan skill karena diberi ruang berkembang dan berani menyatakan pendapat serta tanpa ada suruhan demi pencapaian business goal. Cara kerja agile mengedepankan respon menghadapi perubahan ketimbang mengikuti perencanaan awal. Agile akan minimalkan resiko dengan cara iterasi produk dan merilis produk ke pasar sedikit demi sedikit namun sering

Manajemen agile mendorong tim agar solid, adaptif dan multitasking terhadap segala perubahan. Berikut sifat / karakteristik member tim agile:
  1. T-shapped member: memiliki pengetahuan dasar luas sekaligus memiliki pengetahuan expert pada salah satu bidangnya.
  2. Cross functional: memiliki kemampuan di beberapa area bukan hanya kemampuan utamanya saja
  3. Adaptif: memiliki skill mumpuni agar memiliki hasil konsisten meskipun keadaan berubah-ubah
  4. Rasa ingin tahu: merupakan hal penting dalam tim agar menemukan solusi
  5. Entrepreneurial: memiliki kapasitas bergerak sendiri tanpa harus diperintah, inisiatif dan mampu melihat kebutuhan apa saja saat ini.
  6. Team oriented: prioritas pada kesuksesan bersama bukan hanya pada diri sendiri
  7. Target tinggi :memiliki standar kualitas tinggi, dedikasi tinggi dan siap menghasilkan kualitas terbaik.
Agile adalah pola pikir (mindset) supaya bertindak cepat, adaptif dan fleksibel. Agile meliputi 4 values dan 12 principal sesuai agile manifesto serta mencakup berbagai kerangka kerja.

Agile bukan sebuah metodologi sehingga menggunakan agile akan berbeda antara satu perusahaan ke perusahaan lainnya tergantung perjalanan bisnis perusahaan tersebut. Implementasi agile menjadikan manajemen agile sebagai dasar berbagai kerangka kerja didalamnya.

Manajemen agile bisa berlaku berbeda bagi setiap tim, tapi prinsipnya tetap sama dan manajemen agile ini akan bisa diterapkan pada tim dengan jumlah kecil (5-10 orang), semakin sedikit anggota tim akan semakin sedikit waktu berdebat.

Contoh Mengikuti Kelas Pelatihan Prakerja

Ini adalah contoh tentang bagaimana cara mengikuti dan menyelesaikan pelatihan prakerja dengan biaya dari saldo kartu prakerja Rp.1000.000,- dan pada contoh ini dipilih salah satu kelas pelatihan dari Skill Academy by ruangguru berjudul "Membuat dan Menjual Masker Kain Melawan Virus Corona".

Dalam kelas ini diulas informasi mengenai virus corona, bagaimana membuat masker virus corona dan bagaimana cara menjual masker virus corona secara online di marketplace sebagai peluang usaha sehingga masyarakat maupun UMKM mendapatkan penghasilan dari usaha menjual masker kain ini.

Kelas pelatihan dari Skill Academy ini diperoleh dari Tokopedia sebagai mitra Skill Academy.

Langkah pertama yaitu masuk ke Tokopedia di https://www.tokopedia.com/discovery/kartu-prakerja untuk mendaftar akun Tokopedia (jika belum pernah mendaftar sebelumnya) menggunakan nomor ponsel (bisa juga menggunakan alamat email) dan dapatkan kode verifikasi OTP melalui SMS maupun WA nomor ponsel. Jika ingin menyempurnakan profil akun Tokopedia maka bisa melengkapi profil dan data lainnya atau bisa dilewati dulu untuk lanjut ke pemilihan kelas pelatihan prakerja.

Pilih dan tentukan kelas pelatihan yang ingin diikuti, dalam contoh ini pilih kelas "Cara Membuat dan Menjual Masker Kain Melawan Virus Corona".

Kelas pelatihan prakerja cara membuat dan menjual masker kain

Biaya pelatihan pada kelas "Membuat dan Menjual Masker Kain Melawan Virus Corona" Rp. 135.000,-. Pastikan metode pembayarannya menggunakan Kartu Prakerja dari saldo Kartu Prakerja Rp.1.000.000,-. untuk mendapatkan kode voucher pembelian kelas tersebut.

Selanjutnya daftar akun Skill Academy di https://skillacademy.com/ menggunakan alamat email yang sama dengan alamat email pendaftaran kartu prakerja maupun pendaftaran akun Tokopedia. Pendaftaran ini tidak memerlukan verifikasi alamat email tetapi tetap ada pemberitahuan "selamat bergabung" melalui email ini.

Masukan kode voucher Tokopedia pada kelas yang telah dibeli.

Mulai pelatihan dengan cara menyimak ulasan materi yang disampaikan dalam bentuk video dalam beberapa sesi / tema. Simak secara seksama dan tetap berada di depan layar karena sewaktu - waktu muncul perintah untuk melanjutkan tayangan video.

Prosentase progress penyelesaian kelas pelatihan bertambah seiring durasi tayangan video sampai download seluruh materi dan akan berhenti di kisaran 89% karena sisanya adalah webinar.

Buka menu jadwal webinar dan pilih jadwal sesuai kesiapan waktu.

Cara gabung webinar

Isi form pendaftaran webinar dengan menuliskan nama lengkap dan alamat email lalu tekan "kirim". Selama proses submit pendaftaran ini, status jadwal webinar berubah menjadi "dalam antrean". Jika pendaftaran jadwal webinar berhasil maka status jadwal webinar berubah menjadi "akan datang"

Jika pendaftaran jadwal webinar gagal maka status jadwal webinar berubah menjadi "gagal bergabung" tetapi sebenarnya kegagalan ini lebih banyak disebabkan oleh kuota sudah penuh dan bisa mendaftar kembali untuk pemilihan jadwal webinar berikutnya.

Ingin mendapatkan penjelasan lebih detil mengenai teknik pelaksanaan webinar dari Skill Academy bisa disampaikan melalui email ke alamat webinar.teama@skillacademy.com

Pastikan sudah memiliki aplikasi zoom sebelum mengikuti webinar. Zoom bisa diakses melalui handphone dan tablet berupa aplikasi serta akses zoom di laptop dan desktop pada website https://zoom.us/join.

Berikutnya masuk ke website Zoom atau aplikasi Zoom untuk mendaftar akun Zoom menggunakan alamat email yang sama dengan pendaftaran Kartu Prakerja, Tokopedia dan Skill Academy dilanjutkan verifikasi alamat email pendaftaran Zoom.

Sekitar 15 menit sebelum mulai webinar di Zoom akan ada pemberitahuan via email dari Skill Academy untuk persiapan webinar berikut link join meeting di Zoom jika akan menggunakan desktop maupun laptop. Ikuti link tersebut dan akan muncul timer pembukaan webinar Zoom sampai waktu yang ditentukan untuk mulai webinar.

Bisa juga dengan menekan tombol "mulai webinar" di website Skill Academy yang akan aktif tepat pada jam mulai webinar (sebelumnya tombol "mulai webinar" ini akan aktif 15 menit sebelum mulai webinar).

Di webinar akan terhubung dengan team Skill Academy bahkan bisa melihat pelatih kelas ini. Tata tertib mengikuti webinar disampaikan sebagai pembukaan webinar yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta webinar.

Simak materi webinar di Zoom yang disampaikan oleh tim Skill Academy dengan durasi webinar sekitar 1.5 jam dan tetap berada di depan monitor karena sewaktu - waktu muncul pertanyaan dan voting. Jika ingin mengajukan pertanyaan bisa disampaikan pada sesi tanya jawab di webinar.

Selesai webinar, berikutnya masuk kembali ke Skill Academy untuk menyelesaikan progres kelas pelatihan prakerja yaitu dengan menjawab beberapa soal (exam) sampai mendapatkan sertifikat untuk pencairan insentif dana.

sertifikat skill academy

Terakhir adalah berikan rating dan ulasan di Skill Academy dan di Tokopedia tentang kelas pelatihan "Membuat dan Menjual Masker Kain Melawan Virus Corona."

Kelas pelatihan prakerja selesai. Tunggu insentif dana masuk ke rekening yang didaftarkan pada akun Kartu Prakerja.

baca juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Sampai Mendapatkan Insentif Dana

Kelas pelatihan prakerja lainnya selain di Tokopedia adalah:
  1. Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia): https://pelatihan.kemnaker.go.id/prakerja
  2. Pijar : https://pijarmahir.id/
  3. Maubelajarapa : https://maubelajarapa.com/kartuprakerja/
  4. Bukalapak : https://m.bukalapak.com/kartu-prakerja
  5. Pintaria : https://pintaria.com/kartuprakerja
  6. Sekolahmu : https://www.sekolah.mu/kartuprakerja

Cara Daftar Kartu Prakerja Sampai Mendapatkan Insentif Dana

Panduan cara daftar kartu prakerja di prakerja.go.id sampai mendapatkan saldo Rp.1.000.000 masuk di akun kartu prakerja sebagai biaya pelatihan keterampilan secara online dan bagaimana cara mendapatkan insentif dana diluar saldo akun prakerja tersebut sebesar Rp.600.000 setiap bulan selama 4 bulan masuk rekening pribadi.

Segera daftar kartu prakerja sekarang mumpung masih ada kesempatan daftar kartu prakerja ini dalam beberapa gelombang pendaftaran. Ulasan ini dibuat berdasarkan proses dan hasil daftar kartu prakerja pada gelombang ke-4 dan ke-5.

Sebelum membuka halaman prakerja.go.id ini sebaiknya lakukan persiapan awal diantaranya:
  1. Pastikan koneksi internet stabil
  2. Pastikan batere ponsel cukup jika menggunakan ponsel serta kuota data mencukupi
  3. Persiapkan eKTP dan Kartu Keluarga
  4. Persiapkan alat tulis, alat hitung dan kertas coretan
  5. Persiapkan mental
Proses daftar kartu prakerja memakan waktu sekitar 30 menit sudah termasuk menjawab tes motivasi dan kemampuan dasar sekitar 10 menit berdasarkan pengalaman kami.

Ok, selanjutnya buka halaman prakerja.go.id.


Pilih tombol daftar sekarang. Masukan alamat email aktif, buat password 6 karakter atau lebih (bukan password untuk masuk email), konfirmasi password, centang persetujuan syarat dan ketentuan serta layanan privasi, lalu tekan daftar.

Silakan buka email pendaftaran kartu prakerja untuk verivikasi alamat email dengan klik link verifikasi alamat email dibawahnya.

Berikutnya pada halaman prakerja.go.id, silakan login menggunakan alamat email dan password tersebut.

3 tahapan berikutnya adalah verifikasi eKTP, melengkapi data diri dan verifikasi nomor ponsel.
  1. Verifikasi eKTP meliputi input nomor eKTP, nomor Kartu Keluarga dan tanggal lahir sehingga pada halaman berikutnya (bagian data diri) secara otomatis akan muncul nama kita.
  2. Data diri meliputi alamat lengkap sesuai eKTP, alamat saat ini jika berbeda dari alamat di eKTP, status pekerjaan dan upload eKTP ukuran maksimal 2MB format jpeg atau png. Jika pilihan alamat saat ini tidak sesuai eKTP maka status wilayah daftar kartu prakerja akan mengikuti alamat saat ini, bukan wilayah alamat di eKTP.
  3. Verifikasi nomor ponsel untuk menerima SMS kode OTP

Pastikan nomor ponsel ketika daftar kartu prakerja adalah sama dengan nomor ponsel saat daftar pembukaan rekening BNI / e-wallet rekanan program kartu prakerja ini yaitu
  1. BNI
  2. OVO
  3. Link Aja
  4. Gopay.
Status member OVO dan Gopay harus upgrade agar bisa melakukan transaksi finansial diantaranya penarikan insentif dana ke rekening bank pribadi. Upgrade OVO menjadi OVO Premier dan upgrade Gopay menjadi Gopay Plus. Syarat upgrade keduanya mudah, tinggal uploade foto eKTP dan upload foto selfie setengah badan sambil memperlihatkan eKTP dibawah dagu.

Jika mengalami kesulitan saat upgrade Gopay plus yaitu muncul kesalahan upload dokumen eKTP dan foto selfie memegang eKTP maka ubah pengaturan resolusi / pixel kamera ponsel menjadi lebih rendah atau paling rendah.

Berikutnya masuk bagian pernyataan pendaftar. Bagian ini memastikan siapakah yang daftar kartu prakerja ini. Pengisian data pada bagian ini harus hati - hati jangan sampai keliru karena pemberian data atau informasi tidak benar dapat dianggap sebagai suatu perbuatan melawan hukum.


Terdapat beberapa pertanyaan yang semuanya dijawab dengan 2 pilihan saja, ya atau tidak itu saja.

Halaman selanjutnya adalah bagian tes motivasi dan kemampuan dasar sebagai syarat menerima kartu prakerja.

Tes ini terdiri dari 18 soal campuran mulai tes kepribadian sampai tes perhitungan. Jawaban berupa pilihan ganda ABCDE tetapi harus diselesaikan maksimal dalam 25 menit karena tes akan dianggap selesai dan dikirim secara otomatis by system

Jangan lupa, setelah selesai atau tidak selesai mengerjakan tes motivasi dan kemampuan dasar ini harus menekan tombol gabung pada gelombang kesekian dari program kartu prakerja ini.

Selesai sudah daftar kartu prakerja tinggal tunggu hasil evaluasinya apakah lulus atau tidak yang akan diberitahukan melalui email maupun akun prakerja.go.id. Saldo Rp.1000.000,- untuk biaya pelatihan keterampilan online akan muncul bagi yang berhasil lulus.


Pilih jenis pelatihan sesuai minat dan berpeluang bisa mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan. Pelatihan dibuat secara online berdurasi mulai 2 jam sampai 30 hari lebih setiap bidang pelatihan.

Sertifikat setiap pelatihan akan diberikan jika lulus mengikuti pelatihan. Pastikan memberikan ulasan / review dan memberikan rating pada bidang pelatihan yang diikuti. Sertifikat pelatihan dapat dicetak sebagai lampiran ketika melamar pekerjaan.

baca juga: Cara Mendapatkan SKCK Online dan Offline

Sertifikat pelatihan adalah syarat mencairkan insentif dana Rp.600.000 setiap bulan selama 4 bulan. Saat ini cukup dengan 1 sertifikat pelatihan untuk pengajuan insentif dana tersebut. Jika saldo 1 juta di akun kartu prakerja tersebut belum habis dalam 4 bulan karena biaya pelatihannya sedikit misalnya hanya Rp.200.000,- maka segera memilih jenis pelatihan lainnya karena kalau tidak dimanfaatkan maka sisa dana di akun kartu prakerja akan ditarik kembali.

Pengolahan Limbah B3 Menjadi Bahan Alternatif Material dan Alternatif Fuel

Syarat wajib KLHK memberikan izin operasi industri pengolahan limbah B3 diantaranya bahwa hasil akhir pengolahan limbah B3 harus dapat dimusnahkan supaya menghilangkan pencemaran lingkungan hidup dengan cara mengolah limbah B3 tersebut menjadi bahan bermanfaat seperti bahan alternatif material dan bahan alternatif fuel pada industri semen.

Bahan alternatif material sebagai campuran pada bahan baku utama proses produksi dan bahan alternatif fuel sebagai bahan bakar tambahan karena limbah B3 ini memiliki kandungan kalori tinggi.

Industri pemakai jasa pengolahan limbah B3 akan memberikan bayarannya setelah limbah B3 dimusnahkan dengan bukti pemusnahannya dari dokumen manifest pemusnahan akhir yaitu dari industri semen tersebut.

Apakah industri semen akan membayar juga pada industri pengolahan limbah B3 ini sehubungan telah diuntungkan dari penambahan bahan baku maupun bahan bakarnya?

Hal ini tergantung dari perjanjiannya. Bisa saja industri semen akan membayar untuk bahan alternatif material sedangkan bahan alternatif fuelnya gratis.

Tetapi biasanya industri semen pun membuat aturan tertentu diantaranya agar mesin pengolahan limbah B3 harus menggunakan mesin pengolah limbah B3 dari pembuat mesin legal dan dipercaya. Mesin pengolah limbah B3 menjadi bahan alternatif material maupun bahan alternatif fuel berikut peralatannya diantaranya:
  1. Mesin Shredder
  2. Mesin Crusher
  3. Alat berat Excavator
  4. Alat berat Wheel Loader
Apakah semua jenis limbah B3 dapat diolah menjadi alternatif fuel maupun alternatif material?

Tidak semua jenis limbah B3 dapat diolah menjadi bahan alternatif material maupun bahan alternatif fuel. Sifat limbah B3 memiliki salah satu di bawah ini:
  1. Beracun
  2. Korosif
  3. Mudah meledak
  4. Mudah menyala
  5. Infeksius
  6. Reaktif
Limbah B3 beracun saja (poin 1) untuk menjadi alternatif material maupun alternatif fuel.

Pengolahan limbah B3 menjadi bahan alternatif material

faba alternatif material

Jenis limbah B3 yang dapat diolah menjadi alternatif material pada industri semen adalah abu batu bara FABA (Flay Ash Bottom Ash) hasil proses PLTU batu bara.

Tetapi beberapa kalangan masih meragukan bahwa faba bukan termasuk limbah B3 berdasarkan hasil uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dan Lethal Dose 50 (LD50) yang menyatakan bahwa faba masih di bawah ambang batas diizinkan. Terlepas dari itu, kita lanjutkan saja ke proses pengolahan faba menjadi bahan alternatif material.

Proses pengolahan faba menggunakan mesin crusher kapasitas besar untuk membuat faba menjadi hancur agar bisa disatukan dengan bahan baku utama semen, karena bentuk asal faba tidak beraturan dan mengeras seperti batu.

Selanjutnya faba yang telah halus dikirim ke industri semen disertai manifest pemusnahan B3 sebagai lampiran invoice ke PLTU batu bara.

Selain menjadi alternatif material bahan baku semen, faba bisa juga dijadikan bahan baku pembuatan batako, coneblock, pavingblock dan bahan campuran kontruksi namun kualitas hasilnya tidak bisa dijamin.

Menggunakan mesin press batako, faba diproses dan dicetak menjadi batako sesuai ukuran standar. Batako faba ini ternyata mudah rapuh dibandingkan dengan batako standar sehingga hanya dimanfaatkan untuk pemakaian internal.

Terdapat permasalahan dengan pengolahan limbah B3 faba yaitu masalah yang dihadapi PLTU batu bara dan masalah yang dihadapi industri pengolahan limbah B3.

Masalah yang dihadapi PLTU batu bara:
Biaya pengangkutan faba yang tinggi menggunakan armada dump truck milik pengolah limbah B3 dengan jarak tempuh ratusan sampai ribuan kilometer antara PLTU batu bara di mulut tambang batu bara dengan pusat pengolahan limbah B3 di sekitar industri semen. Kisaran biaya pengankutan ini 1,2 juta rupiah per ton sedangkan faba yang dihasilkan ribuan ton. Untuk 1 angkutan dengan dump truck kapasitas dasar 13 ton dan mengangkut 10 ton faba maka PLTU harus mengeluarkan biaya sekitar 12 juta rupiah.

Masalah yang dihadapi industri pengolahan limbah B3
Faba yang dihasilkan PLTU dalam jumlah besar tidak sebanding dengan proses pemusnahannya di industri semen. PLTU batu bara hanya akan membayar berdasarkan jumlah yang telah dimusnahkan di industri semen. Penumpukan faba akan terjadi di lokasi pengolah limbah B3 sementara faba harus tersimpan di dalam gedung tertutup sehingga membutuhkan jumlah gedung yang luas sekali. Ditambah lagi ketentuan pemusnahan dari KLHK dalam batas waktu 90 hari sejak faba dikirim dari PLTU batu bara.

artikel lainnya: Perlindungan TKI Sebelum Penempatan Sampai Pulang Ke Indonesia

Pengolahan limbah B3 menjadi bahan alternatif fuel

Jenis limbah B3 sebagai bahan alternatif fuel adalah sludge oil dengan campuran jenis limbah B3 tertentu lainnya. Sludge oil merupakan residu campuran antara petroleum, lumpur dan air. Karena mengandung petroleum inilah sehingga sludge oil memiliki kalori tinggi dan dapat dijadikan sebagai alternatif fuel.

Sludge oil dicampurkan dengan limbah B3 pencampur dalam kolam bak dengan menggunakan alat berat excavator sebagai pengaduk campuran hingga didapatkan nilai kalori sesuai standar.

Bahan pencampur sludge oil diantaranya:
  1. Sekam padi, atau
  2. Limbah kertas, karung dan kain yang sudah dicacah menggunakan mesin shredder.
Selanjutnya sludge oil campuran ini dikirim ke industri semen sebagai bahan alternatif fuel pembakaran semen.

Cara Mengukur Produktivitas Karyawan Produksi

Panduan cara mengukur produktivitas setiap karyawan bagian produksi berdasarkan target output harian dengan metode pengukuran produktivitas dari laporan produksi harian dan panduan penetapan target output harian yang bisa dicapai berdasarkan perhitungan global sesuai time base serta upaya apa saja yang ditempuh jika target harian tidak tercapai yang diakibatkan bukan dari faktor karyawan produksi bersangkutan.

Tujuan mengetahui produktivitas setiap karyawan produksi adalah:
  1. Menentukan prosentase penambahan kenaikan upah tahunan diluar UMK dalam bentuk penambahan besarnya tunjangan tidak tetap sesuai kebijakan manajemen
  2. Mengetahui daftar karyawan kurang produktif sebagai salah satu poin penilaian kinerja karyawan bersangkutan dalam kaitannya dengan perubahan status atau peninjauan masa kontrak kerjanya serta perencanaan rotasi dan mutasi sebagai bagian upaya penyegaran suasana kerja.
Pengukuran produktivitas karyawan produksi dimaksudkan disini diperuntukan bagi karyawan produksi level 1 (tenaga kerja langsung).

Pada umumnya kenaikan upah tahunan mengikuti kenaikan UMK awal tahun tetapi bisa saja ada beberapa kebijakan sehingga komponen kenaikan upah bukan hanya dari kenaikan UMK tetapi juga dari perubahan besarnya tunjangan tidak tetap seperti tunjangan skill atau bonus akhir tahun.

Kebijakan ini biasanya tidak berlaku bagi semua karyawan, hanya beberapa karyawan tertentu saja mendapatkannya sebagai bentuk penghargaan perusahaan atas prestasi mereka.

cara mengukur produktivitas karyawan produksi

Di sisi lain, kadang suatu ketika manajemen dihadapkan situasi untuk memilih karyawan mana saja yang akan tidak diperpanjang masa kontrak kerjanya akibat situsi bisnis sepi dan data daftar karyawan kurang produktif ini sangat membantu dalam eksekusi ini.

Selain itu, daftar karyawan kurang produktif serta sulit diarahkan kembali baik melalui training maupun coaching dapat direncanakan rotasi maupun mutasi sesuai kondisi.

Cara mengukur produktivitas karyawan produksi

Variable rumus pengukuran produktivitas karyawan produksi adalah:
  1. Jumlah produk tanpa reject
  2. Jumlah reject
  3. Target output harian.
Rumus: (Output harian - Reject) / Target harian x 100%

Contoh:

Seorang operator mesin injection molding pada industri otomotif menghasilkan 90 pcs produk berupa rubber foot step sehari. Kemudian terjadi reject akibat over heat mesin sebanyak 1 pcs. Target harian adalah 100 pcs sehari. Berapa produktivitas operator mesin injection molding tersebut?

Jawaban:

Produktivitas : (90 pcs - 1 pcs)/100pcs x 100% = 89%

Produktivitas operator sebesar 89% harian

Jika ingin mendapatkan nilai produktivitas mingguan maupun bulanan caranya dengan menghitung produktivitas rata - rata seminggu atau sebulan.

Contoh:

Produktivitas harian operator mesin injection molding pada hari:
  • Senin : 89%
  • Selasa : 80%
  • Rabu : 96%
  • Kamis : 94%
  • Jumat : 90%
Maka Produktivitas minguannya:

(89%+80%+96%+94%+90%) / 5 hari = 89,8%

Produktivitas karyawan produksi ideal adalah 100% (on target) mengikuti time base proses mesin maupun time base manual sehingga pencapaian target produksi 100% akan diraih sesuai rencana.

Bagaimana metode pengukuran produktivitasnya?

Setiap karyawan produksi membuat laporan produksi harian di akhir jam kerja dengan validasi pengawasnya. Selanjutnya laporan harian produksi diinput oleh admin produksi pada database Excel yang sudah dibuatkan formulasinya sehingga data akan otomatis tersaji seperti diinginkan.

Data produktivitas ini bisa diintegrasikan dengan data lainnya seperti absensi dan kedisiplinan untuk mendapatkan data kinerja semua karyawan.

Penetapan target harian

Cara kerja setiap bagian unit kerja berbeda - beda sehingga mempengaruhi kecepatan hasil produksi masing - masing karyawan maka target harian pun akan berbeda pada setiap unit kerja namun secara hitungan global (time base) adalah sama untuk setiap unit kerja dalam satu lini proses.

Misalnya hitungan global sebesar 1000 pcs per hari, maka:
  • Targer operator mesin injection molding 100 pcs per hari karena terdapat 10 unit mesin
  • Target di finishing 50 pcs per hari karena terdapat 20 mesin finishing
Balancing speed proses harus seimbang antara unit kerja mesin injection molding dan mesin finishing agar sama - sama mampu menghasilkan 1000 pcs per hari karena jika tidak seimbang mengakibatkan penumpukan WIP atau menunggu bahan proses.

Bagaimana jika target harian tidak tercapai padahal operator memiliki produktivitas tinggi?

Beberapa kendala seperti mesin rusak, kehabisan material, menunggu keputusan manajemen dan lainnya menyebabkan proses produksi berhenti sehingga merugikan pencapaian dari operator terkait.

Pada kondisi ini, operator bukan kurang produktif tetapi hal ini akan menjadikannya tampak kurang produktif sehubungan kurang bisa menghasilkan output sesuai target harian.

Maka peran atasannya agar operator dapat menjadi terus produktif selama jam kerja yang dapat ditempuh melalui cara memindahkan operator pada unit kerja lainnya dan membuat perhitungan produktivitasnya sesuai dengan unit kerja tersebut jika pada unit kerja yang dituju sedang membutuhkannya

Jika unit kerja yang dituju ternyata penuh maka perlu diperhatikan berapa lama kekosongan proses produksi untuk operator ini.
  • Jika ternyata kekosongan ini lebih dari setengah hari maka dapat direncanakan untuk tukar hari kerja (memulangkan karyawan).
  • Jika kekosongan ini kurang dari setengah hari kerja maka berdayakan operator pada kegiatan lainnya diluar proses produksi dan perhitungan produktivitasnya hanya berdasarkan jam kerja yang tidak penuh tersebut.